The Blue Mind Of The Killer

The Blue Mind Of The Killer
Part 2



Angga tidak memalingkan wajahnya kemana-mana, matanya hanya melihat lantai dengan wajah yang datar. Dadanya sesak yang terisi dengan benci, emosi, rasa bersalah, dan dendam.


Dua sahabatnya siap untuk membelanya. Dilan dan Devan terlihat sudah kelewat dari kata benci dan marah, seakan-akan ingin memegang pisau tajam dan merobek mulut maksiat mereka itu.


“Coba kalau ngata-ngatain orang itu didepan biar kedengar!. Coba bilang itu sekali lagi …didepan gue!.”. Marah Devan


“Kalian punya otak gak sih …OTAK DIKEPALA TU DIPAKEK …BERANINYA NGATAIN KEK GITUAN …JADI MANUSIA MUNAFIK BANGET! TAU GAK …!.”. Kata Dilan dengan nada suara yang tinggi.“ Kita gantinya di kamar mandi aja …disini banyak muka b4b1 munafik mereka”. Balas Dilan kembali dengan perkataan yang kasar.


“Angga ayo ...”. Devan memegang bahunya dan menuntunnya menuju kamar mandi bersama Dilan.


Disisi lain juga sama, Anak cewek asik aja omongin untuk Angga. Mulan sedang melipat bajunya sambil menunggu tiga temannya, Ia juga terkadang mendengar gosipan mereka, sebenarnya Mulan juga geram seakan-akan ingin merobek mulut mereka satu per satu.


Lalu datanglah beberapa murid yang mendekat padanya. Salah satu dari mereka yaitu cewek lebay si Chika berkenalan dengannya.


“Eh hai! Kenalin nama aku Chika. Salam kenal, kamu Mulan kan!”.


“Ya hai”. Jawab Mulan sambil berjabat tangan dengan Chika, Ia lalu berkenalan dengan anak yang lainnya.


“Kamu hebat banget termasuk ke siswa yang berprestasi, sama kayak Angga loh”. Kata Chika.


“Ya berprestasi tapi ngeri kan”. Jawab salah satu murid.


“Btw Angga dah kelewatan banget gak sih, Ia ganteng banget loh, tapi bahaya untuk didekatiBenar kan Mulan ...?!”. Balas Chika.


“emm ….bukan bermaksud ingin membela tapi, …..apakah gak baik kalau omongin untuk orang dari belakang…”.


“Heh …ayolah kamu sama aja kayak orang Sara ….sok jadi pembela mulu”. Balas Chika.


“Bukan gitu …Angga juga manusia yang memiliki emosi dan perasaan. Lagi pula kemampuannya itu sangat luar biasa …”.


“EIS …LEBIH BAIK LO DIAM YA …BERANINYA OMONGIN UNTUK ORANG DARI BELAKANG. COBA DIDEPANNYA ….BERANI NGAK!. Jawab Jesika yang telah mendengar perkataan Chika barusan.


”Dah dari perkataan benci, tapi kok malah fotonya di walpaper sendiri?!. Gila apa?!..“.Balas Jian.


”Lan ayo pergi …jangan terlalu lama disini.Banyak orang sesat disini“. kata Sara sambil memegang tangan Mulan dan pergi.


”Woi! .....gue gak sesat ya!!!“. Teriak Chika. Lalu Sara dan temannya membalas dengan kompak.


”Napa ….dah merasa …minimal ngaca dululah!!!!.“.


Mereka berempat pun pergi menunggu di depan ruang loker para cowok untuk menunggu Angga dan yang lain. Tapi ketika menunggu …mereka bertiga tidak kunjung keluar dari ruangan.


”Eee maaf …apaka Angga dan dua temannya itu ada disini?“. Tanya Sara kepada Dika teman sekelasnya.


”Apaan sih ...mau amat nyari si pembawa maut itu..“.


”WOY …LO TINGGAL JAWAB ADA APA NGAK. BUKAN JAWAB KEK GITUAN PAHAM NGAK HEH!. Kata Jian marah.


“Ngak ada! Orang itu ngak ada disini.Napa…!”. Jawab Dika sombong.


“Mungkin mereka udah keluar duluan”. Jawab Mulan.


“ya juga …yaudah yok …biarin aja anak munafik disini!”. Jawab Jian, mereka pun pergi menuju lapangan.


“Kagak usah jadi pembelanya kalau emang takut!Jadi cewek bacot banget!”. Balas Dika. Tapi mereka tidak peduli dan langsung melanjutkan langkah mereka.


****************