The Blue Mind Of The Killer

The Blue Mind Of The Killer
Part 2



"Ka… kau jangan bercanda ya van! Masa… Angga sekejam itu!”. Seru Jesika ngak menerima.


“Benar! Kaila yang mengatakannya pada ku”. Jawab Devan dengan nada menekan kejujurannya.


“Astagfirullah”.


“Menurutku… kejadian yang terjadi pada orang-orang selama ini… karna ulahnya Angga sendiri”. Tanggap Devan memikirkan tiap kecurigaan akan situasi dengan Angga.


“Eh Devan! Kau berani mengatakan itu pada sahabatmu sendiri ya!”. Seru Dito. Mereka kini berpikir, Devan yang mulai berkhianat pada sahabatnya sendiri.


“Iya Van… jangan tega gitu lah”.


“Aku bener-bener menanggapnya! Sumpah! Bukankah sudah jelas semua?!!… kejadiaan antara Angga dan seluruh penderita ini bersamaan bukan!?!”. Seru Devan dengan perasaan antara kesal dengan temannya dan kekhawatiran akan Angga.


“Iya! Memang bersamaan! Tapi jangan asal nuduh gitu lah”. Oceh Bagas tak percaya akan perkataan yang keluar dari mulut Devan.


“Memang ngak ada bukti… tapi bukankah sudah jelas”.


“Dasar kau! Mau jadi penghianat ya?!!”.


“Apa kau bilang?!!!…”.


“Tunggu!”. Tegas Mulan yang memberhentikan pertengkaran antara temannya dan Devan. Mereka termangan dan memperhatikan Mulan.


“Kurasa… yang dikatakan Devan benar”. Jawab Mulan spontan.


“A… apa?! Jadi kalian berdua kini mulai membencikan Angga sekarang?!”. Seru Bagas.


“Ngak! Dengar dulu”. Jawab Mulan, Bagas segera menenangkan emosinya yang muncrat.


“Coba kalian pkirkan, antara situasi ini, dengan, Angga yang Devan ceritakan tadi”. Jelas Mulan dengan detail.


“Terus?”.


“Iya, dan itu pun diceritakan oleh Kaila sendiri”. Jawab Devan yang memperhatikan penjelasan Mulan yang bisa menanggapi ucapannya.


“Dan… itu pun begitu dekat dan bersamaan dengan kejadian penyakit aneh ini. Dan, bukankah korban yang menderita seperti layaknya dibunuh atau dikejar oleh seseorang, apalagi terbunuhnya tiga pria yang takdiketahui identitasnya, ya kan Bagas”. Lanjut Mulan detail. Bagas mengangguk yang mulai dengan seksama mendengar instruksi Mulan.


“Korban… yang lebih banyak antara anak-anak remaja. Ku yakin, Angga membalaskan dendamnya atas tingkah mereka yang bersifat hinaan. Bisa kita ambil… dari komentar dan berita yang mereka buat untuk menghina Angga. Sehingga, Angga membalasnya dengan serupa apa yang mereka hinakan”.


“Nah dari itu, jika kita perhatikan, hanya ada beberapa orang yang bebas dari siksaan Angga. Selain kita, juga ada beberapa murid yang lainkan”.


“Oh ya! Seperti Ayu, Risna, Arin dan beberapa lagi. Mereka hanya diam, pokoknya ngak mengusik Angga… ya! Apa yang kau katakan benar Mulan”. Seru Jesika.


“Benar kan, jadi… kita bisa mengambil kesimpulan atas semua kejadian ini.


Angga membalaskan dendamnya pada seseorang yang telah menjahatinya dan…. siapa tiga pria yang terbunuh itu”. Ucap Mulan dengan perasaan yang terlibat dengan kecurigaan yang berat.


“Apa… menurutmu… tiga pria itu salah satu pembunuh yang membunuh Dilan atau merencanakan pembunuhan pada Angga kali ya?”.


“Mungkin aja sih”. Jawab Mulan.


“Bener-bener, gue ngerti. Kalau pria itu termasuk kedaftar salah satu pembunuh, pasti deket banget. Karna hukuman dendamnya Angga setimpalkan”. Tanggap Bagas.


“Bener juga lo… pasti mereka pembunuh”. Jawab Jesika yang menyetujui tanggapan daei Bagas.


“Sejauh inj belum ada bukti. Tapi… kita akan mengusahakan misteri ini terungkap, dan… membuat Angga kembali”. Kata Devan.


“Iya.. pokonya jangan nyerah Dev. Kita bantu oke!”. Kata Dito, Devan hanya tersenyum atas dorongan semangatnya.


Tak berapa lama kemudian, Kaila dan Zaki pun keluar dari kelas mereka dan beberapa murid yang lainnya, mereka juga sehat-sehat meski, hanya beberapa.


“Kaka kakaaaak”. Panggil Kaila semangat menggelora.


“Fuh! Bisa ngak manggilnya slow aja, ngak pake kayak tereak jatuh ke jurang”. Balas Zaki sambil menutup telinga yang mendengar suara dengungungan dari Kaila. Kakak kelas malah ketawa melihat mereka, apa lagi Devan.