Rania

Rania
98. Calon Istri Serba Bisa



Akhir pekanpun tiba. Sesuai janji Rania mau pergi jalan-jalan dengan Sisi. Rania menggunakan ojek online untuk pergi kesana. Sebenarnya ayahnya menyuruh Rania membawa mobil sendiri. Tapi dia menolak. Dia ingin mengunakan motor Sisi untuk mereka jalan-jalan.


Rania sampai diapartemen Sisi. Ternyata Sisi sudah menunggu dilobi Apartemen. Melihat Rania datang dia langsung menghampiri.


''Kita berangkat sekarang?'' tanya Sisi ketika sudah sampai ditempat Rania.


''Ok, aku yang bawa motornya atau kamu?'' tanya Rania.


''Kamu aja'' jawab Sisi sambil memberikan kunci motor.


Tidak butuh waktu lama. Merekapun meninggalkan Apartemen Sisi.


''Sudah lama aku tidak pergi menggunakan motor. Sekarang serasa kita kembali remaja'' ucap Sisi.


''Iya aku juga sudah kangen naik motormu ini. Bosan naik mobil mulu apalagi ayah tidak membolehkanku beli motor'' jawab Rania.


Mereka menuju salah satu mall terbesar disana. Setelah memarkirkan motornya Rania dan Sisi berjalan masuk kedalam mall. Yang pertama ingin dilihat adalah toko pakaian. Sisi ingin membeli beberapa pakaian.


Setelah sampai ditoko yang diinginkan. Sisi mulai memilih beberapa helai baju yang dia sukai. Sedangkan Rania tidak ingin membeli apapun. Karna ketika dia pindah kerumah ayahnya semua sudah dibelikan mereka.


Selesai memilih baju mereka pindah ke toko sepatu dan sendal. Tapi Sisi tidak menemukan sepatu yang dia sukai. Mereka pun pindah ke toko selanjutnya.


Tidak terasa mereka sudah mengelilingi mall. Perut Rania terasa lapar. Kemudian mereka pergi mencari makanan. Selesai memesan makanan. Rania dan Sisi mencari tempat duduk.


''Kapan lagi kita bisa jalan-jalan seperti ini Ran. Apalagi kamu sekarang sudah mulai sibuk kerja dikantor. Trus kalau akhir pekan kita selalu pergi takutnya kak Radit marah sama aku'' ucap Sisi sambil mulai makan.


''Bukan hanya kak Radit yang marah. Kak Davin juga. Ntar kalau kita pergi ajak mereka sekalian'' jawab Rania.


''Iya, Gimana kabar om Hendra sekarang? apa masalah mereka sudah selesai?'' tanya Sisi.


''Kemaren om Hendra sudah pulang kerumahnya. Untuk sekarang om Hendra mau memaafkan tante Nita. Tapi katanya mungkin semua tidak akan seperti dulu lagi. Om Hendra sangat kecewa sekali'' jelas Rania.


''Kasihan om Hendra. Pantas saja sifat Cynthia seperti itu ternyata ayahnya bukan om Hendra. Secara om Hendra orangnya sangat baik. Untung kak Candra anak om Hendra. Kalau sempat kak Candra bukan anak om Hendra. Pasti tambah hancur hatinya'' kata Sisi.


''Iya, aku juga tidak tega melihatnya. Selama seminggu dirumah om Hendra lebih banyak mengurung diri dikamar. Siapa yang tidak terpukul kalau orang yang kita cintai tiba-tiba berkhianat dibelakang kita. Tapi setelah kakek dan ayah memberi saran baru dia mau menerima semua yang terjadi''


''Trus bagaimana dengan perjodohan kalian? Apa kamu dan kak Radit tunangan dulu atau langsung nikah?'' tanya Sisi.


''Belum tahu, tunggu kabar dari kak Radit aja''


''Moga aja cepat kalian nikah. Supaya kami juga bisa menikah'' jawab Sisi. Secara Radit masih belum memberi izin Davin duluan menikah daripadanya.


''Hehe'' Rania tertawa.


Mereka menghabiskan semua makanan yang mereka pesan. Karna sudah mau sore mereka memutuskan untuk pulang.


Diperjalanan pulang Rania melihat seorang anak kecil digangu dua orang pereman. Kebetulan jalan itu agak sepi. Badan mereka besar-besar. Sepertinya mereka sedang meminta uang. Rania memberhentikan motornya di dekat mereka.


''Hei, kalian bisa lepaskan anak kecil itu tidak?'' hardik Rania. Preman melihat kearah Rania dan Sisi.


''Hehe, datang sendiri mangsa kita. Yang satu sangat cantik bisa untuk dijadikan mainan malam ini'' ejek salah satu preman.


Rania tidak menghiraukan perkata mereka. Sisi kemudian memanggil anak kecil tersebut untuk mendekat kearah mereka.


''Bukankah itu Rania dan Sisi Dit?'' tanya Diva ketika melihat Rania sedang berdebat dengan preman.


''Iya'' jawab Radit santai.


''Kok kamu santai gitu? Kamu tidak takut calon menantu mama kenapa-napa. Kelihatan preman itu sedang menganggu mereka'' ucap Diva cemas.


''Iya Dit, sana bantuin Rania'' perintah Surya.


''Udah mama dan papa tidak usah cemas, Rania bisa mengatasinya'' jawab Radit santai.


''Kok kamu tahu?'' tanya Diva heran.


Radit hanya diam. Walau hatinya juga agak cemas. Tapi dia ingin melihat dulu. Kalau Rania dalam bahaya baru dia keluar menolong.


Tidak lama Rania mulai berkelahi dengan kedua preman itu. Sedangkan Sisi membawa anak kecil berdiri didekat motor. Tidak butuh waktu lama Rania membuat kedua preman babak belur. Mereka kemudian lari meninggalkan Rania dan Sisi.


''Haah'' Diva kaget melihat Rania jago berkelahi. Mulutnya sampai tenganga.


''Pantasan kamu santai. Kamu sudah tahu dia jago bela diri?'' tanya Surya.


''Hehe, iya pa. Bukan itu aja dia juga jago baiki mobil dan ganti ban mobil'' jawab Radit bangga sambil senyum sendiri memikirkan awal dia melihat Rania menganti ban mobil mereka yang bocor.


''Serius dia bisa melakukan itu Dit?'' tanya Diva.


''Iya ma, dia calon istriku serba bisa'' jawab Radit.


''Papa rasa dia mendapatkan semua dari pengajaran Rendra. Secara Rendra dulu seorang ahli bela diri yang hebat'' ucap Surya.


''Katanya seperti itu. Dia dilatih sama paman Rendra'' jawab Radit.


''Apa tidak sebaiknya kita keluar menemuinya?'' tanya Diva.


''Gak usah ma, Kalau dia tahu kalian melihatnya berkelahi. Dia akan malu. Lebih baik kita ikuti saja mereka dari belakang'' jawab Radit. Sebenarnya di juga ingin bertemu Rania dan memelukanya sekarang juga. Tapi karna ada kedua orang tuanya dia mengurungkan niatnya.


''Bisa gawat nanti pas kalian sudah menikah bertengkar'' goda Diva.


''Hehe'' jawab Radit.


Rania dan Sisi segera meninggalkan tempat tersebut setelah menyuruh anak kecil yang mereka tolong untuk pulang. Tanpa mereka ketahui mobil Radit mengikuti dari belakang.


Sampai diApartemen Sisi. Rania ingin langsung pulang. Karna hari sudah sore. Sisi dengan berat hati mengiyakannya. Rania kemudian berjalan untuk mencari taksi. Tapi tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepannya.


''Kamu mau pulang sayang?'' tanya Radit sambil membuka kaca mobilnya.


''Kak Radit, kok bisa ada disini?'' tanya Rania terkejut sekaligus senang.


''Aku baru pulang ngantar papa cek up. Mereka ada didalam mobil. Ayo masuk sekalian aku antar pulang'' ajak Radit.


''Iya, ayo ikut kami aja Ran'' teriak Diva dari dalam mobil.


''Iya tante'' jawab Rania sambil membuka pintu mobil. Dia duduk disamping Radit. Mobil Radit meninggalkan Apartemen Sisi.