Rania

Rania
81. Kondisi Cynthia



Gunawan sampai dirumah sakit di ikuti Surya dan Diva. Mereka langsung menuju ruang tempat Cynthia dioperasi. Terlihat semua orang menunggu disana. Hendra dan Candra menunggu dengan cemas sedangkan Nita masih menangis atas kecelakaan Cynthia.


''Bagaimana keadaannya Hen?'' tanya Gunawan ketika sudah sampai disana.


''Masih diruang operasi mas'' jawab Hendra sedih.


''Kamu yang sabar ya'' kata Gunawan.


''Semua gara-gara kalian ingin memenjarakan Cynthia. Kalau semua tidak berniat seperti itu, anakku tidak akan mengalami kecelakaan. Apalagi sejak anak perempuan pembawa sial itu datang. Dia merusak segalanya. Aku tidak akan memaafkan kalian kalau terjadi apa-apa sama Cynthia'' teriak Nita histeris. Dia menggila karna marah.


''Nita hentikan, ini rumah sakit kamu tidak bisa membuat keributan disini'' bentak Hendra.


''Iya, mama harus tenang'' bujuk Candra.


''Gimana aku bisa tenang. Anakku didalam sana tidak tahu apa dia masih hidup atau mati'' jawab Nita.


''Inilah yang kami rasakan ketika Rania mengalami kecelakaan. Dia bertarung antara hidup dan mati. Dan sekarang kamu bilang anakku pembawa sial? Semua ini terjadi gara-gara ulah Cynthia sendiri'' jawab Gunawan tegas. Dia menatap tajam kearah Nita.


Nita hanya terdiam mendengar jawaban Gunawan. Selama ini Gunawan selalu menyayangi adik dan keponakannya. Dia tidak pernah bersikap dingin seperti ini menyangkut Cynthia. Dan Nita menyangka sikap Gunawan berubah sejak Rania datang.


''Bagaimana kecelakaannya terjadi?'' tanya Surya.


Rendi kemudian menceritakan bagaimana Cynthia menyetir dengan kecepatan tinggi. Dan mereka yang kehilangan Cynthia ketika dilampu merah. Sampai mereka menemukan mobil Cynthia menabrak pohon dipinggir jalan. Trus keterangan dari beberapa saksi ditempat.


Surya yang mendengar mengangguk tanda mengerti. Kemudian Diva menghampiri Nita.


''Apa yang membuat dia hilang kendali?''tanya Surya kepada dirinya sendiri. Semua orang juga berpikir begitu.


''Sekarang yang terpenting kita mendo'akan keselamatan Cynthia. Bukan mencari siap yang salah'' ucap Diva.


Nita kemudian terduduk lemas di kursi. Dia masih menangis sedih atas kecelakaan Cynthia.


Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang operasi.


''Bagaimana kondisi anak saya dok?'' tanya Nita berdiri menghampiri dokter.


''Apakah saya bisa bicara dengan keluarga pasien?'' tanya Dokter.


''Iya, saya papanya pasien'' kata Hendra


''Saya mamanya pasien'' kata Nita cepat.


''Begini pak, Operasinya berhasil. Tapi kami tidak bisa menyelamatkan kandungannya. Pasien mengalami keguguran saat kecelakaan'' jelas Dokter.


''Apa anak saya hamil dok?'' tanya Hendra syok. Seketika kakinya terasa lemas. Semua orang yang mendengar juga terkejut. Dengan cepat Gunawan memegangnya supaya tidak terjatuh. Diva bersyukur Radit tidak jadi menikahi Cynthia.


''Iya pak. Kamu turut berduka atas cucu anda. Dan kemungkinan pasien akan mengalami kelumpuhan. Tapi kami akan memantau kondisinya lagi setelah pasien siuman. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan keruang rawat. Kalau begitu saya permisi'' kata dokter.


''Terima kasih dok'' ucap Candra.


''Tidaaaak, Cynthia tidak mungkin lumpuh. Apa yang terjadi kalau dia tahu. Masa depannya sudah hancur'' teriak Nita histeris. Dia kembali terduduk dilantai. Candra dengan cepat memeluk mamanya.


''Kamu harus kuat Hen, semua ujian'' hibur Gunawan.


''Mengapa dia membuat malu keluarga sebesar ini mas? sampai dia hamil sebelum menikah. Aku tidak menyangka dia akan seperti itu. Aku merasa gagal menjadi orang tua'' ucap Hendra. Matanya mulai berkaca-kaca.


''Semua adalah karma atas semua perilakunya'' gumam Rendi. Radit yang berdiri didekat Rendi mendengar gumamnya. Lalu menepuk pundak Rendi.


''Stts, tidak baik bicara seperti itu'' bisik Radit melotin matanya.


''Hehe'' Rendi salah tingkah.


Tidak lama Cynthia keluar dari ruang operasi. Dia dipindahkan keruang rawat. Setelah sampai diruang rawat Nita langsung masuk untuk melihat keadaan Cynthia. Sedangkan yang lain masih berdiri diluar.


''Kalau begitu kami pulang dulu Hen. Aku harus memberi tahu kepada papa tentang kondisi Cynthia. Tadi sebelum aku kesini papa kelihatan sangat syok mendengar kabar kecelakaan Cynthia'' ucap Gunawan.


''Iya mas, terima kasih'' jawab Hendra. Sebelum pergi Gunawan kembali memeluk adiknya untuk menguatkannya.


''Om pulang dulu ya Can'' kata Gunawan


''Iya makasih om'' jawab Candra.


Radit dan yang lain juga pamit pulang. Tinggalah Hendra, Candra dan Nita dirumah sakit menjaga Cynthia.


Sesampai diparkiran semua masuk kemobil masing-masing. Angga ikut mobil Gunawan. Sedangkan Rendi ikut mobil papa dan mamanya. Radit naik mobilnya sendiri.


''Gue mau kerumah om Gunawan dulu menjeput Sisi'' kata Davin kepada Radit.


''Gue juga ikut mau memastikan kondisi Rania dulu'' kata Radit mencari alasan.


''Cie, bilang aja loe ingin bertemu Rania'' ledek Davin.


''Hehe, itu salah satunya'' jawab Radit.


Sementara dirumah Wiratmaja. Rania sampai dikamarnya. Kamarnya bernuansa hijau warna kesukaannya. Dia langsung berbaring diatas tempat tidur. Karna kelamaan duduk dikursi roda badannya terasa letih.


''Untuk sementara kamu tinggal dikamar ini dulu. Setelah kamu benar-benar sehat. Kamu bisa tinggal dikamar lantai dua. Semoga kamu suka dengan kamar ini'' ucap Nella sambil tersenyum. Entah mengapa dia sudah mulai merasa sayang saat pertama kali melihat Rania dirumah sakit. Bahkan dia juga yang paling semangat menyiapkan kamar dan semua keperluan Rania ketika tahu Rania akan tinggal bersama mereka.


''Suka, makasih tan'' jawab Rania senang.


''Kalau gitu tante kekamar kakek dulu. Mau mengecek keadaannya'' kata Nella.


Setelah Nella pergi Susi duduk disamping Rania.


''Kamu pasti betah tinggal disini. Buk Nella wanita yang baik. Dia menyiapkan kamar ini untukmu. Dia bersama ayahmu menanyakan kepada kami apa yang kamu sukai dan tidak kamu sukai. Dekorasi kamar ini juga dia yang menyiapkan. Didalam lemari pakaianmu juga sudah tersedia. Dia sudah mengangap kamu seperti putrinya. Jadi bibi harap kamu bisa memperlakukannya seperti ibumu sendiri. Biarpu dia bukan ibu kandungmu'' ucap Susi


''Iya bi, Rania dari pertama bertemu sudah bisa merasakan kehangatan hatinya. Dia waniat yang baik hati'' jawab Rania.


''Setelah bibi dan paman kembali ke Bandung. Kamu harus bisa hidup dengan bahagia. Selama ini bibi tidak pernah mengatakan apapun tentang ayahmu. Tapi satu yang bibi tahu. Selama bibi mengenalnya dia adalah orang yang baik. Jangan karna satu kesalahan kamu membencinya seumur hidup. Mungkin kesalahannya sangat fatal tapi kita harus bisa memaafkan. Karna Tuhan saja maha pemaaf'' petuah Susi.


''Iya, Rania akan mencoba membuka hati untuknya. Walaupun tidak sekarang. Tapi Rania akan pelahan mencoba'' jawab Rania. Susi sudah seperti penganti bundanya. Dia akan mendengarkan apa yang Susi katakan.


''Kalau gitu bibi akan kekamar dulu. Kamu istirahatlah. Mungkin mereka masih lama dirumah sakit. Dan Sisi sebaiknya kamu juga tidur disini saja biar Rania ada temannya'' kata Susi.


''Iya bi, Kalau kak Davin tidak datang menjemput aku akan tidur disini'' jawab Sisi tersenyum.


Kemudian Susi meninggalkan Rania dan Sisi dikamarnya.