Rania

Rania
103. Penculikan



Nita bertambah marah ketika mendengar tanggal pernikahan Radit dan Rania sudah ditetapkan. Semua rencananya selama ini jadi berantakan. Usahanya jadi sia-sia. Dia juga dijauhi suami dan anaknya. Sekarang ada satu-satunya cara terakhir dia untuk membalikan semua keadaan ini. Dan membuat Cynthia tidak mengabaikannya lagi. Kalau rencana ini juga gagal dia akan pasrah dengan apa yang menimpanya nanti.


Nita kemudian mengajak Rania bertemu disebuah restoran dengan alasan mau meminta maaf atas semua perlakuan Cynthia selama ini dan ingin mengucapkan terima kasih karna Rania tidak jadi memenjarakan Cynthia. Awalanya Rania menolak. Tapi setelah Nita memohon dia menyetujuinya.


Nita dengan semangat pergi ke Restoran tempat dia dan Rania bertemu. Dia sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna. Nita yakin semua rencananya akan berjalan dengan lancar.


Rania sampai di Restoran yang dikatakan Nita. Kemudian dia masuk kedalam restoran itu. Restoran terlihat sepi. Rania merasa ada yang janggal tapi dia segera menepis semua pikirannya.


Dia lihat Nita sudah menunggu di salah satu meja. Ketika Rania sampai Nita menyambutnya dengan ramah. Berbeda wajahnya ketika tahu kalau Rania anak Retno waktu itu.


''Kamu sudah sampai, Silakan duduk'' ucap Nita ramah


''Makasih tante'' jawab Rania .


''Kamu mau minum apa. Biar tante pesankan'' ucap Nita.


''Gak usah tan, aku baru siap makan'' tolak Rania.


''Gak apa-apa. Lagian gak enak kita bicara kalau tidak ada minuman'' bujuk Nita.


''Kalau gitu orange jus aja tan'' ucap Rania pasrah.


Kemudian Nita memanggil pelayan untuk membawakan orange jus pesanan Rania. Karna dia sudah lebih dulu memesan minuman.


Tidak lama kemudian minuman Rania datang.


''Oh ya, katanya tante mau membicarakan sesuatu?'' tanya Rania.


''Tante cuma binggung mulai ceritanya dari mana'' jawab Nita sedih. Rania jadi tidak enak.


''Emang ada masalah apa?'' tanya Rania.


''Kamu minum dulu karna ini akan menjadi cerita yang panjang'' ucap Nita. Rania tanpa curiga langsung meminum orange jusnya. Dia hanya meminum seteguk. Tetapi kemudian kepalanya terasa pusing. Rania berusaha menahan kesadarannya tapi obat yang diminuman terlalu kuat. Sehingga membuatnya pingsan.


Nita dengan cepat memanggil orang suruhannya untuk mengangkat Rania kemobilnya.


''Keponakan saya kelihatannya tidak sehat. Ini uang untuk minumannya. Kembaliannya ambil saja. Tapi kalau ada orang yang bertanya tentang kami bilang saja tidak pernah datang kemari'' ucap Nita sambil berlalu.


''Tapi buk, kembaliannya terlalu banyak'' kata kasir. Nita hanya melambaikan tangan sambil berlalu. Dia merasa sangat senang.


Gunawan menunggu Rania belum juga kembali kekantor. Padahal menurut Radit setelah mereka selesai makan siang Rania ingin bertemu dengan Nita hanya sebentar. Tapi sampai sekarang dia belum kembali. Ponselnya juga tidak aktiv. Perasaan Gunawan jadi tidak tenang. Dia menanyakan keberadaan Nita kepada Candra. Tapi Candra mengatakan nomor Nita juga tidak bisa dihubungi.


Setelah merasa ada yang tidak beres Gunawan segera memberi tahu Radit. Radit yang merasa cemas mengajak Davin dan Rendi pergi ke Restoran tempat Rania dan Nita bertemu. Kebetulan sebelum pergi Rania mengatakan alamat restoran tersebut.


Radit masuk kedalam Restoran dengan rasa cemas di ikuti Davin dan Rendi. Dia mencari keberadaan Nita dan Rania. Tapi mereka tidak menemukannya. Kemudian Radit bertanya kepada kasir yang ada disana.


''Maaf mbak apa orang ini pernah kesini?'' tanya Radit sama kasir sambil melihatkan foto Rania. Kasir terkejut melihat foto yang diperlihatkan Radit. Tapi seketika raut wajahnya kembali tenang.


''Tidak pernah lihat pak'' jawabnya.


''Cepat panggil managermu. Kalau tidak jangan salahkan saya menghancurkan restoran ini'' ancam Radit. Kasir tidak beranjak dari tempatnya. Mendengar ada ribut-ribut di tempat kasir. Manager restoran segera menghampiri mereka.


''Maaf pak ada yang bisa saja bantu?'' tanyanya.


''Kami sedang mencari orang tapi karyawan anda berbohong'' jawab Rendi tidak kalah emosinya.


'' Apa anda punya bukti kalau orang yang anda cari datang kemari?'' tanya manager.


''Sebelum tunangan saya pergi dia memberitahu saya kalau dia kesini. Dan sampai sekarang dia belum kembali. Saya hanya ingin memastikan apa yang terjadi. Saya mau melihat cctv restoran ini'' ucap Radit dingin


''Itu adalah hak privasi kami. Jadi kami tidak bisa melihatkan cctv sama anda'' tolak manager.


''Kamu mau lihatkan atau saya beli restoran ini?'' hardik Radit tidak sabaran. Manager yang melihat Radit marah jadi takut. Apalagi melihat penampilan Radit dia yakin ancaman Radit tidak main-main.


Kemudian manager restoran setuju dengan permintaan Radit. Mereka menuju ruang kontrol cctv. Radit mengatakan perkiraan jam Rania bertemu dengan Nita.


Setelah melihat cctv. Mereka tahu kalau Rania diculik oleh Nita.


''Sepertinya minuman Rania dikasih obat'' ucap Davin setelah melihat cctv. Radit bertambah cemas memikirkan keadaan Rania.


''Siapa bagian mengantar minuman untuk tunangan saya? Saya akan menuntut restoran ini kalau terjadi sesuatu sama tunangan saya'' ancam Radit.


Manager segera memanggil semua karyawan untuk mencari tahu siapa yang bekerjasama dengan Nita. Setelah semua dikumpulkan ada satu pelayan yang pulang lebih awal. Setelah tahu dimana rumahnya Davin segera memberitahu anak buahnya untuk mencari pelayan tersebut.


''Dan satu lagi. Saya mau bertanya kenapa kasir anda berbohong kepada kami?'' tanya Radit.


''M-maaf pak. Saya hanya mengatakan apa yang ibuk itu suruh. Saya tidak tahu kalau dia penculik. Karna dia mengatakan kalau perempuan yang pingsan tersebut adalah keponakannya'' jelas kasir takut.


''Pokoknya saya tidak mau tahu. Anda sebagai manager harus bertanggung jawab terhadap karyawan anda. Atau saya sendiri yanga akan mengambil tindakan'' ucap Radit tegas.


Manager mengganguk tanda mengerti. Kemudian dia memecat kasir tersebut. Rendi keluar dari ruang kontrol cctv setelah menyalin rekaman cctv. Kemudian mereka menuju kantor Gunawan untuk memberi tahu apa yang terjadi sama Rania. Davin langsung menyuruh anak buahnya melacak mobil yang membawa Rania. Sedangkan Radit membawa mobil dengan kecepatan tinggi seperti orang yang kehilangan akal sehatnya.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di kantor Gunawan. Disana sudah berkumpul semua orang termasuk Hendra dan Rendra. Mereka datang begitu Gunawan memberitahu. Setelah dia mendapat kabar dari Radit.


''Sepertinya Rania dalam bahaya. Tante Nita melakukan penculikan terhadap Rania'' ucap Radit setelah mereka berkumpul diruang Gunawan.


''Tidak mungkin mama nekat melakukan itu'' Candra tidak percaya.


''Kamu tidak tahu betapa liciknya mamamu itu'' ucap Rendra emosi.


''Buktinya ada disini'' kata Rendi sambil melemparkan flashdisk kearah Candra.


Candra dan Hendra kemudian membuka isi flashdisk. Mereka terkejut melihat apa yang diperbuat Nita. Wajah Hendra berubah suram sekaligus marah.


''Kenapa mama sampai senekat ini?'' tanya Candra sambil mengacak rambut.