
Hari ini Rendra mendapat kabar kalau Gunawan sudah kembali ke Jakarta. Umur Rania sudah memasuki tiga bulan. Berarti Gunawan sudah setahun diluar negeri.
Retno sangat senang mendengar Gunawan kembali. Harapan yang hampir hilang sekarang kembali muncul. Akhirnya Rania akan bertemu dengan ayahnya. Rendra dan Retno pergi ke kantor Gunawan dengan membawa Rania. Karna mereka dapat kabar kalau Gunawan akan ke kantor hari ini.
Mereka menunggu Gunawan datang tidak jauh dari gerbang masuk perusahaan. Tapi masih dengan menyamar. Karena Rendra tidak mau mereka dalam bahaya. Hati Retno sangat senang dia tidak sabar untuk bertemu Gunawan. Beberapa lama mereka menunggu akhirnya mobil yang membawa Gunawan Berhenti. Gunawan keluar dengan seorang wanita. Wanita itu berjalan dengan mengandeng tangan Gunawan. Retno yang melihat untuk kedua kali hatinya hancur. Air matanya sudah tidak bisa ditahan. Tapi Rendra mencoba menenangkan Retno. Biar dia tanya dulu siapa wanita yang bersama Gunawan.
Rendra pergi bertanya ke satpam yang menjaga di gerbang perusahaan. Ternyata wanita yang bersama Gunawan adalah istrinya. Rendra kembali ketempat Retno. Dia binggung bagaimana mengatakan sama Retno. Tapi cepat atau lambat Retno pasti akan tahu. Akhirnya Rendra mengatakan kepada Retno. Retno yang mengetahuinya langsung menangis. Sekarang harapannya benar-benar sudah hancur. Tidak ada lagi yang tersisa.
''Bawa kami jauh dari sini kak. Kalau perlu keluar jakarta. Biar dia tidak bisa menemui aku dan Rania. Aku bersumpah tidak akan memberi tahu Gunawan tentang semua ini. Semua sudah tidak ada gunanya. Dan aku tidak akan pernah memberi tahu Rania tentang ayahnya. Anggap saja dia sudah meninggal. Biar rahasia ini aku bawa sampai mati. Biar Gunawan juga mengangap aku sudah meninggal. Kakak harus berjanji tidak akan menceritakan semuanya sama Rania sampai aku izinkan'' ucap Retno dengan penuh amarah. Dia menghapus air matanya. Berjalan meninggalkan perusahaan itu.
Rendra dan Retno kembali kekontrakan mereka. Disana Rendra mengatakan kalau dia akan membawa Retno, Rania dan Susi ke sebuah kampung di pinggiran kota Bandung. Dia punya tanah dan sawah yang dibelinya selama ini. Dulu dia berniat membeli tanah itu untuk adiknya kalau mereka sudah bertemu. Dan sekarang dia sudah bertemu dengan Retno walaupun dengan situasi yang berbeda dari harapanya. tidak ada orang yang mengetahui mengenai tanah Rendra terasebut. Tapi sebelum mereka pergi. Rendra berniat menikahi Susi dan pernikahan mereka hanya dilakukan diKUA terdekat. Setelah selesai mereka berangkat ke Bandung.
Flashback Off
Rendra berhenti bercerita. Dilihatnya Rania diam seribu bahas. Wajahnya mengeras menahan amarah.
''Sebenarnya selama ini bundamu selalu dihantui rasa takut. Takut kalau kamu tahu, kamu akan pergi mencari ayahmu. Dan takut ayahmu akan membawamu pergi. sehingga dia menyuruh kamu berpenampilan seperti ini. Soalnya kalau orang yang pernah bertemu dengan bundamu dia akan tahu kalau kamu anaknya. Karna ketakutan yang berlebihan dan luka dihati, bundamu mengalami stres, itu memicu dia mengalami penyakit kepala dan maag akut. Bundamu selama ini berusaha menyembunyikan semuanya supaya kamu tidar khawatir. Tapi ketika kamu bilang Ketemu dengan Gunawan penyakitnya tambah parah. Namun dia hanya bilang sama kamu kalau dia hanya demam. Makanya setelah itu dia tidak mau video call denganmu supaya kamu tidak tahu kenyataan dia sakit. Selama beberapa hari kondisiny semakin menurun. Bahkan turun dari tempat tidurpun dia tidak sanggup. Sebelum dibawa kerumah sakit Retno sempat terjatuh dari tempat tidur dan tidak sadarkan diri. Sampai menghembuskan nafas terakhir dia tidak sadar juga'' jelas paman sedih dengan mata berkaca-kaca.
''Ternyata begitu menderitanya bunda selama ini. Padahal Rania tidak butuh ayah. Rania hanya butuh bunda saja. Tapi kenapa bunda tidak mau membagi bebannya sama Rania'' ucap Rania sambil menanagis terisak-isak.
''Karna bundamu sudah bersumpah akan membawa rahasia ini sampai meninggal'' jelas Rendra sambil mengelus kepala Rania yang masih menangis terisak-isak.
''Kamu tenangkan dulu dirimu disini. Kalau masih ada yang kamu tanyakan. Kamu bisa bertanya sama paman. Sekarang paman mau keluar dulu'' ucap paman Rendra.
''Iya paman, tolong paman bilang sama Sisi dia tidur sendiri saja dikamarku. Rania malam ini mau tidur dikamar bunda'' kata Rania.
Paman Rendra menganguk, kemudian dia keluar dari kamar meninggalkan Rania sendiri. Setelah pamannya pergi Rania kembali menangis terisak-isak sambil memeluk surat dari bundanya.
Radit yang kebetulan lewat kamar bunda Rania, mendengar suara tangis Rania dari luar. Dia berhenti sejenak didekat pintu. Hati Radit begitu tersayat mendengar rintihan tangis Rania. Dia hanya diam tidak mau masuk kedalam kamar, karna akan mengangu Rania meluapkan semua perasaannya. Lama Radit termenung diluar pintu kamar sampai tidak terdengar lagi suara tangis Rania.
Diruang tengah Paman Rendra sedang bicara dengan Davin dan Sisi. Kemudian dia memberi tahu Sisi kalau Rania akan tidur malam ini dikamar bundanya. Setelah itu Sisi masuk kekamar Rania untuk istirahat sedangkan Davin tidur dikamar Angga. Tidak lama kemudian Radit muncul dari kamar mandi. Dilihatnya paman Rendra sedang duduk sendiri.
''Mereka sudah tidur, kamu tidak tidur?'' tanya paman Rendra.
''Saya belum ngantuk paman'' jawab Radit.
''Terima kasih sudah jadi bos yang baik untuk Rania'' ucap paman Rendra.
''Bukan saya yang baik, tapi Rania yang membuat saya jadi bos baik'' jawab Radit.
''Hmmm, apa kamu menyukai Rania?'' tanya paman Rendra.
''Maksud paman?'' tanya Radit binggung
''Masak seorang Ceo muda tidak mengerti pertanyaan sederhana saya yang hanya seorang petani'' jelas paman Rendra.
''Entahlah paman. Untuk saat ini saya tidak bisa memutuskan'' jawab Radit.
''Karna kamu dijodohkan'' ucap Rendra
''Kok anda bisa tahu?'' tanya Radit heran.
''Saya cuma ingin mengatakan, kalau kamu benar-benar menyukai Rania. Jangan pernah menyakitinya. Bila kamu membuat dia tersakiti, biarpun Rania orang yang dijodohkan denganmu. Saya akan membawa Rania pergi jauh sampai kamu tidak bisa menemukanya'' ucap Rendra tegas sambil berdiri dari tempat duduknya. Dia menepuk pundak Radit, sebelum meninggalkan Radit sendiri.
Radit berusaha mencerna kata-kata paman Rendra. Kenapa Rania adalah orang yang dijodohkan dengannya. Sedangkan dia tahu selama ini perjanjian perjodohan itu antar keluarga Handoko dan keluarga Wiratmaja.
Lama Radit termenung di ruang tengah sendiri. Sampai matanya mulai terasa mengantuk. Dia berjalan menuju kamar Angga. Tapi sebelum itu dia berhenti sebentar di depan pintu kamar bunda Rania. Tidak Terdengar lagi suara dari dalam kamar. Berarti Rania benar-benar sudah tidur. Radit kemudian berjalan ke kamar Angga.
Sampai dikamar Angga Radit melihat Angga dan Davin sudah tidur. Kemudian Radit mencoba membaringkan badannya di samping Davin. Namun matanya tidak mau juga dibawa tidur. Beberapa saat kemudian Radit mulai mengantuk. Dia berharap besok bisa melihat Rania tersenyum kembali. Setelah hujan biasanya akan muncul pelangi.