Rania

Rania
67. Menunggu Rania Siuman



Sementara di sebuah bar Cynthia dan Bastian merayakan keberhasilanya. Dia merasa sangat senang sekali.


''Haha. Akhirnya kita bisa menyingkirkan penghalang antara aku dan kak Radit'' ucap Cynthia sambil mengoyang-goyang gelas minumannya.


''Setelah ini kamu harus lebih agresif mendekati Radit. Biar kamu cepat menjadi istrinya. Dan kita bisa menguasai perusahaannya'' kata Bastian tersenyum licik. Dia tidak memiliki perkerjaan tetap. Jadi dia terobsesi untuk menjadi kaya dengan memanfaatkan hubungan Cynthia dan Radit


''Kamu tenang saja yank, aku pasti akan jadi istrinya kak Radit'' kata Cynthia sambil meminum winenya. Dia sudah setengah mabuk.


''Emang kamu yang paling aku sayang'' ucap Bastian sambil memeluk Cynthia.


''Sekarang siculun itu pasti sudah mati. Kata orang suruhan kita dia pasti sekarat. Kalaupun hidup kemungkinan dia lumpuh. Dan kak Radit pasti meninggalkannya'' kata Cynthia tersenyum bahagia.


''Andai kamu juga bisa menguasai perusahaan keluargamu. Kita pasti akan hidup dengan berfoya-foya tanpa memikirkan uang lagi'' kata Bastian memainkan rambut Cynthia.


''Perusahaan keluargaku masih dipegang sama om Gunawan. Sangat susah untukku mengambil alih. Apalagi hubunganku dengan kak Candra juga tidak akur. Dia sangat keras dalam segala hal. Jadi tipis harapan kita bisa menguasainya. Biarpun om Gunawan tidak memiliki anak tapi Perusahaan akan tetap dibawa kendalinya'' jawab Cynthia.


''Sekarang kita fokus sama Radit dulu. Kamu harus mendesak keluargamu untuk mempercepat perjodohan kalian. Sehingga kalian cepat menikah'' kata Bastian lagi.


''Iya, kamu ngak usah cemas. Mama pasti akan mengabulkan semua permintaanku. Kak Radit tidak akan bisa terus menolak perjodohan ini'' kata Cynthia.


''Setelah kamu bisa menguasai Radit. Siap itu kita singkirkan dia. Dan kita bisa hidup bahagia selamanya,Haha'' kata Bastian.


''Iya, aku sangat mencintaimu'' ucap Cynthia sambil memeluk dan menc***m Bastian. Dia sudah mulai mabuk.


''Kita lanjutkan dikamar saja'' bisik Bastian mengendong Cynthia.


Cynthia yang mulai tidak sadar mengikuti saja Bastian membawanya kekamar salah satu bar. Mereka melalui malam dengan panas. Mereka terbuai dengan kenyaman sesaat. Tanpa mereka sadari kalau kecelakaan Rania sedang diselidiki siapa dalanganya. Mereka hanya menikmati kesenangan sesaat.


Pencarian penyebab kecelakaan Rania dilakukan oleh tiga Kelompok. Pertama kelompok Wiratmaja. Dia menyuruh Rendra memimpin anak buahnya. Gunawan Juga mengerahkan anak buahnya dan Radit menyuruh Davin untuk mengerahkan anak buahnya juga. Tidak sampai satu hari orang suruhan Cynthia tertangkap oleh anak buah Davin. Menurut keterangan mereka disuruh Bastian. Kemudian mereka mencari keberadaan Bastian. Setelah Bastian ditangkap. Semua kelompok sepakat mengurungnya disebuah gudang milik Radit.


Radit pergi melihat siapa orang yang mencelakai Rania. Dia emosi ketika dia melihat Bastian. Satu tinju mendarat dipipi Bastian. Darah seger keluar dari sudut bibirnya. Radit ingat kalau orang itu adalah orang yang sama dalam foto dengan Cynthia. Bastian tidak mengakui siapa yang menyuruhnya. Kemudian Radit memberi tahu kepada Gunawan dan Rendra kalau Bastian adalah pacar Cynthia. Seketika amarah Gunawan naik mendengar nama Cynthia dibalik semua ini. Rendra yang emosi melampiaskan ke Bastian. Sampai Bastian babak belur. Untung Radit menahannya. Gunawan yang ingin langsung mencari Cynthia kerumahnya juga dicegah Radit.


Kemudian Radit mengatakan kalau masalah ini harus kita rahasiakan sampai Rania sadar. Semua akan di ungkap ketika Rania sudah keluar dari rumah sakit. Gunawan mengikuti saran Radit. Sebenarnya dia ingin langsung mencari Rania. Tapi setelah mendengar rencana Radit mereka sepakat akan mengikutinya. Apalagi Radit menceritakan semua kelakuan Cynthia selama ini berikut dengan bukti yang dikumpulkannya.


Sudah dua hari Rania terbaring dirumah sakit. Dia belum juga menunjukan tanda-tanda siuman. Padahal Dimas bilang kalau kondisi Rania stabil. Pada pagi hari Sisi, Nella,Susi dan Rendra yang mengantikan Radit menjaga. Radit dan Rendi kekantor sedangkan Angga istirahat tidur. Davin bertugas mengawasi Bastian dan orang yang disuruhnya di gudang. Dia bergantian menjaga dengan anak buah Gunawan. Malamnya Radit, Rendi dan Angga yang menjaga Rania. Gunawan akan datang kerumah sakit setiap dia ada kesempatan. Karna dia juga tidak bisa menyerahkan semua urusan kantor sama Candra.


Hari ini Radit hanya sampai siang dikantor. Dia menyuruh Rendi menghandle semua pekerjaan. Walaupun Rendi mengomel tapi dia tetap mengiyakanya. Radit langsung kembali kerumah sakit. Sudah dua hari Radit tidak pulang. Bajunya diantara oleh sopir Surya kerumah sakit. Sekarang Nella dan Gunawan yang menjaga Rania. Sedangkan Rendra,Susi dan Sisi sedang pergi keluar untuk membeli beberapa keperluan.


''Kamu tidak kekantor Dit?'' tanya Gunawan heran melihat Radit sudah datang padahal hari baru siang.


''Sudah selesai semua pekerjaan saya om. Sekarang Rendi juga ada dikantor. Jadi saya bisa langsung kesini'' jawab Radit duduk disamping Gunawan.


''Kamu sudah makan siang Dit?'' tanya Nella.


''Ntar saja tante. Aku belum lapar'' jawab Radit.


''Apa yang harus om katakan tentang semua ini sama Hendra'' ucap Gunawan sedih.


''Mau bagaimanapun om Hendra dan keluarganya harus tahu semua kelakuan Cynthia'' jawab Radit.


''Padahal Candra sangat baik seperti Hendra. Kenapa Cynthia malah seperti itu. Om tidak menyangka selama ini Cynthia akan seliar itu dalam bergaul. Pasti Hendra akan terpukul mendengar semua ini'' kata Gunawan.


'' Semoga saja om Hendra bisa menerimanya. Radit dari awal memang kurang suka dengan sifat Cynthia'' kata Radit.


Gunawan hanya terdiam. Yang dia tahu Radit selama ini selalu menolak perjodohannya dengan Cynthia. Dia menyangka Radit menolak karna belum bisa menerima Cynthia. Tetapi setelah Radit mengatakan fakta tentang Cynthia yang selama ini dia kumpulkan. Gunawan sangat syok. Apalagi Cynthia adalah keponakannya. Dia tahu kalau selama ini Cynthia selalu dimanja Nita. Tapi itu malah membuat Cynthia salah dalam bergaul.


''Sebaiknya om dan tante pulang saja dulu. Kasihan opa sendirian dirumah. Biar aku yang jaga Rania disini. Kalau ada perkembanganya aku akan memberi tahu kalian'' ucap Radit.


''Apa kamu tidak capek Dit. Malam kamu juga sudah menjaga Rania. Sebaiknya kamu istirahat saja dulu'' kata Gunawan. Dia tahu betapa pedulinya Radit dengan Rania.


''Aku tidak capek om'' jawab Radit.


''Tapi kalau kamu sampai sakit. Om akan bilang apa sama Surya'' kata Gunawan lagi.


''Om tenang aja, aku tidak akan sakit sampai Rania sembuh'' ucap Radit.


''Hehe. Ya udah om titip Rania'' kata Gunawan.


Kemudian dia pulang bersama Nella. Setelah Gunawan pergi. Radit duduk disamping tempat tidur Rania. Dia memperhatikan Rania yang belum sadar. Dia seolah tidur dengan damai.


''Apa yang kamu mimpikan. Sampai saat ini kamu belum juga sadar Ran'' ucap Radit sambil menidurkan kepalanya diatas tempat tidur Rania melihat kearahnya. Dia berharap Rania cepat siuman.