Rania

Rania
49.Sama Suka Rania



Radit sudah selesai mandi dan berpakaian.Dia segera turun ke ruang tamu. Mama, papanya dan Rendi masih duduk disana.


''Jadi kapan antik pulang kak?'' tanya Rendi ketika melihat Radit datang. Dia sudah tidak sabaran menunggu jawaban Radit.


''Kamu kenapa sibuk mengurusi masalah Rania. Apa pekerjaan dikantor sudah kamu kerjaakan dengan baik selama aku tidak ada?'' Radit balik bertanya.


''Aku sangat peduli dengan antik'' gumam Rendi.


''Apa katamu?'' tanya Radit.


''Maksudku kerjaan dikantor semuanya aman'' jawab Rendi sambil tersenyum.


''Awas kamu kalau besok aku kekantor pekerjaan ada yang tidak beres'' ancam Radit.


''Udah-udah, baru ketemu sudah berantem'' mama Diva jadi penengah.


'' Kak Radit yang mulai ma. Masak pertanyaan aku tidak dijawab'' ucap Rendi sewot.


''Kamu diam'' kata mama Diva pada Rendi.


''Oh ya Dit katanya ada yang mau kamu ceritakan'' ucap papa Surya.


''Iya pa, ma. Ini masalah Rania...'' kata Radit.


''Memang kenapa dengan antik kak? Apa dia sakit?'' tanya Rendi cemas.


''Rendi kamu diam dulu. Kakakmu belum selesai bicara'' kata mama Diva lagi.


''Iya ma'' jawab Rendi manyun.


''Apa mama dan papa kenal dengan Retno istri pertama om Gunawan?'' tanya Radit. Dia mengabaikan pertanyaan Rendi.


''Hmmm. Iya kami tahu. Tapi bukannya Retno sudah meninggal dua puluh lima tahun yang lalu dalam sebuah kebakaran. Bahkan kematiannya diikuti dengan berita perselingkuhan. Banyak koran yang memberitakannya. Karna perselingkuhannya dengan asisten pribadi Gunawan sendiri'' jelas papa Surya. Di ingat sekali bagaimana berita itu menyebar dan mengakibatkan sahabatnya Gunawan sangat terpukul.


''Itu masalahnya sekarang pa'' kata Radit.


''Maksud kamu?'' papa Surya penasaran.


''Maksud Radit, Rania itu anak Retno istri om Gunawan'' kata Radit.


''Itu tidak mungkin karna papa sendiri yang menemani Hendra melihat mayat Retno yang terbakar dirumah sakit waktu itu'' kata papa Surya.


''Pa dan kak Radit bicarakan apa? Kenapa aku tidak mengerti?'' tanya Rendi binggung.


''Iya mama juga yakin kalau Retno meninggal. Tapi setelah kebakaran itu Rendra ikut menghilang sampai sekarang tidak ada kabarnya'' ucap mama Diva.


''Tidak, mama dan papa salah. Sebenarnya Retno masih hidup dan Rania adalah putri Retno dengan om Gunawan. Sedangkan Rendra adalah paman Rania dan Kakak kandung Retno'' ucap Radit.


''Apa? Bagaimana bisa?'' tanya papa dan mama Radit terkejut.


Kemudian Radit menceritakan semuanya. Mulai dari dia mengantar Rania pulang karena bundanya meninggal sampai Gunawan datang kesana. Sehingga terungkaplah semuanya. Surya dan Diva sangat terkejut mendengar cerita Radit. Secara selama ini mereka sudah salah mengira sama seperti Gunawan. Mereka bahkan sudah berpikiran buruk terhadap Retno dan Rendra.


''Ya Tuhan, begitu kasihannya mereka. Apalagi yang mama tahu Retno walaupun tumbuh di panti asuhan. Tapi dia wanita yang sangat baik. Mama waktu itu juga tidak percaya. Tapi karna banyak berita yang beredar, mau tidak mau kami harus percaya. Siapa yang tega berbuat jahat kepada Retno dan Rendra ya?'' ucap mama Diva ikut sedih.


''Radit sebenarnya pas membaca nama Rania yang ada inisial W nya jadi ada tanda tanya. Karna mirip dengan perusahaan W milik keluarga Wiratmaja. Trus pas Rania nginap disini Radit pernah melihat foto bundanya di ponsel Rania. Rasanya Radit seperti pernah melihat foto bunda Rania. Sekarang Radit baru ingat kalau fotonya ada di album foto kita'' jelas Radit.


''Trus bagaimana dengan Gunawan?'' tanya papa Surya.


''Pasti Gunawan sangat merasa bersalah. Dia sangat mencintai Retno. Dulu dia bahkan berusaha meyakinkan keluarganya supaya mereka mau menerima Retno sebagai istri Gunawan'' ucap Papa Surya.


''Terus bagaimana dengan antik kak? Dia pasti sangat terpuruk. Kasihan sekali antik'' ucap Rendi


''Itu sebabnya dia belum bisa memutuskan untuk ke Jakarta lagi'' jawab Radit.


''Maksud kakak antik tidak kembali lagi kesini?'' tanya Rendi.


''Iya'' jawab Radit.


''Tidak bisa begitu. Aku harus bujuk antik, kalau perlu aku jemput dia ke Bandung'' kata Rendi


''Kamu tidak boleh ke Bandung. Kerja kamu disini banyak'' ucap Radit


''Kak Radit kenapa selalu saja melarang aku ketemu dengannya. Kemarin ketika aku mau mengantarnya kak Radit juga tidak izinkan. Apa kak Radit juga menyukainya?'' tanya Rendi mulai kesal.


''Bukan begitu Ren'' kata Radit.


''Atau kak Radit sekarang senang. Karna dia anak dari om Gunawan. Jadi orang yang dijodohkan dengan kak Radit akan berganti dari Cynthia menjadi Rania hah'' Rendi tambah kesal hatinya sakit menerima kenyataan bahwa Rania anak om Gunawan.


''Kamu bisa diam tidak. Jangan bawa-bawa perjodohan dong'' kata Radit tidak kalah marahnya.


''Kenapa? Emang kenyataanya seperti itu. Kak Radit selama ini tidak menyukai Cynthia. Sekarang Om Gunawan menemukan anaknya yang ternyata Rania. Dan kakak juga menyukai Rania kan'' ucap Rendi mengejek.


Diva dan Surya tidak menyangka kedua putranya akan bertengkar karna seorang wanita. Kenapa mereka harus menyukai wanita yang sama. Pasti salah satu dari mereka akan terluka.


''Kamu...'' kata Radit terputus.


''Kalau kak Radit tidak suka. Harusnya kakak menerima perjodohan dengan Cynthia dan Rania biar dengan ku'' ucap Rendi lagi.


''Sudah berhenti. Kalian bukan anak kecil lagi yang harus merebutkan sesuatu seperti mainan'' tegur mama Diva.


''Kali ini aku tidak akan mengalah dengan kakak'' ucap Rendi. Setelah itu dia meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya.


Radit mengusap wajahnya dengan kasar. Dia tidak menyangka akan menyukai orang yang sama dengan Rendi. Hatinya yang terluka selama ini baru terobati dengan kehadiran Rania. Tapi kalau dia terus memaksakan hatinya Rendi yang akan terluka. Dia tidak ingin bersaing dengan adiknya. Kalau Rendi sungguh menyukai Rania dia akan mundur.


''Kamu harus tenang dulu. Sekarang mungkin Rendi sedang emosi. Tapi kamu tahu adikmu itu. Dia tidak akan bisa lama-lama marah'' hibur mama Diva.


''Iya, yang penting sekarang kita sudah tahu kenyataan tentang Rania. Kedepannya apapun yang terjadi. Kita harus hadapi termasuk keputusan tentang perjodohanmu dengan keluarga Wiratmaja'' kata papa Surya.


''Radit tidak akan mau dijodohkan dengan Cynthia pa. Biarpun Rania bukan bagian dari keluarga itu Radit tetap menolak'' ucap Radit.


''Tapi kita tidak bisa membatalkan begitu saja'' ucap mama Diva.


'' Mama tenang saja. Aku sedang mengumpulkan bukti kalau Cynthia tidak pantas jadi istriku. Ketika semua bukti sudah terkumpul maka mereka tidak bisa memaksa perjodohan ini lagi'' ucap Radit


Diva dan Surya saling menatap. Mereka tahu kalau Radit sudah bertekad. Tidak ada yang tidak mungkin.


''Kalau gitu Radit kekamar dulu istirahat. Soalnya besok Radit langsung masuk kantor'' ucap Radit.


''Ya udah. Kamu pasti capek'' jawab mama Diva.


Radit berjalan menuju kamarnya. Sedangkan mama dan papanya masih mengobrol di ruang tamu.