Rania

Rania
87. Kenangan Nella



Flashback On


Nella mengenal Gunawan ketika mereka bersekolah di SMA. Ketika kelas tiga SMA mereka satu kelas. Waktu pertama ketemu Nella sudah suka dengannya. Gunawan siswa yang pendiam tapi baik sama semua orang. Dia merupakan siswa yang berprestasi. Awalnya Nella hanya mengaguminya. Tapi karna kedua orang tua mereka berteman. Mereka sering bertemu akhirnya Nella menyukai Gunawan. Tapi tidak dengan Gunawan dia bersikap biasa saja sama Nella.


Tamat SMA Nella ikut orang tuanya yang pindah keluar negeri. Dia menyelesaikan kuliahnya disana. Setahun setelah selesai kuliah Nella ingin kembali ke Indonesia. Dia ingin sekali bertemu dengan Gunawan. Dia tidak pernah menyukai laki-laki selain Gunawan. Walaupun setelah tamat SMA mereka tidak pernah kontak.


Ketika Nella sampai di Indonesia. Orang yang pertama ingin di temuinya adalah Gunawan. Tapi sebelum mereka sempat bertemu. Nella mendapat berita kalau Gunawan sudah menikah. Hatinya hancur dengan kenyataan yang ada. Dengan kesedihan yang mendalam Nella kembali keluar negeri untuk melupakan semua tentang Gunawan.


Waktupun berlalu.


Hari ini Nella pergi kerumah sakit untuk melihat temannya yang sedang sakit. Ketika dia sedang berjalan dikoridor tidak sengaja dia bertemu dengan Wiratmaja.


''Om Wiratmaja'' sapa Nella.


''Siapa ya?'' tanya Wiratmaja heran.


''Saya Nella anaknya papa Adnan teman om, dulu waktu SMA sering diajak papa main kerumah om'' jelas Nella semangat.


''Ya Tuhan, om baru ingat. Kamu tambah cantik dan sudah dewasa membuat om lupa'' jawab Wiratmaja tersenyum.


''Hehe, apa kabar om?'' tanya Nella.


''Baik, orang tuamu apa kabar?'' tanya Wiratmaja.


''Mereka baik, kapan-kapan mainlah kerumah kami, papa pasti senang'' ujar Nella.


''Iya, kalau om ada waktu nanti om akan kerumahmu'' jawab Wiratmaja.


''Ada urusan apa om dirumah sakit?'' tanya Nella.


''Om disini membawa Gunawan berobat'' ucap Wiratmaja sedih. Ketika mendengar nama Gunawan darah Nella berdesir.


''Emang Gunawan sakit apa om?'' tanya Nella penasaran.


''Dia mengalami kecelakaan dan sekarang lumpuh. Om membawa dia berobat kesini supaya dia bisa jalan lagi'' jelas Wiratmaja.


''Apa saya bisa melihatnya?'' tanya Nella.


''Boleh, ayo ikut om'' ajak Wiratmaja.


Mereka sampai diruang rawat Gunawan. Nella melihat Gunawan yang sedang duduk dikursi roda sedang melihat keluar jendela. Tatapannya begitu kosong. Wajah terlihat pucat tidak ada semangat dalam hidupnya. Dia berbeda dari yang Nella kenal.


''Gu, Ada Nella '' ucap Wiratmaja.


Tapi Gunawan diam saja. Tidak ada reaksi dari ucapan Wiratmaja. Nella kemudian menghampirinya.


''Apa kamu ingat saya Gu?'' tanya Nella sambil berdiri didepan Gunawan.


''Kamu siapa?'' tanya Gunawan menatap sebentar. Kemudian di kembali melihat keluar jendela. Hati Nella sedih melihat keadaan Gunawan. Selama ini dia berusaha melupakan Gunawan. Tapi hari ini mereka bertemu Gunawan tidak mengingat dirinya.


''Saya Nella, Teman kamu waktu SMA. Anak Om Adnan'' ucap Nella.


''Dimana istrinya om? Kenapa saya tidak melihat?'' tanya Nella.


''Istrinya sudah meninggal. Dan seperti yang kamu lihat dia seperti orang mati ketika kehilangan istrinya. Om juga tidak tahu bagaimana agar dia seperti dulu lagi'' ucap Wiratmaja sedih. Wajahnya tetlihat lelah. Nella tahu Wiratmaja sangat menyayangi anak-anaknya. Bahkan setelah istrinya meninggal ketika melahirkan Hendra dia tidak pernah menikah lagi.


''Om yang sabar ya, beri dia waktu. Saya yakin lambat laun mungkin dia bisa melupakannya'' hibur Nella.


''Makasih, kamu anak yang baik'' ucap Wiratmaja.


''Kalau om disini siapa diperusahaan om?'' tanya Nella.


''Untuk sementara Hendra yang menghandle semuanya sampai Gunawan sehat. Tapi kalau melihatnya sekarang om tidak tahu sampai kapan kami disini'' ucap Wiratmaja.


''Ya udah om, Nella pulang dulu. Besok Nella akan kesini lagi'' pamit Nella.


Wiratmaja hanya menganguk. Setelah itu Nella pulang kerumahnya.


Keesokan hari Nella kembali kerumah sakit. Seperti hari sebelumnya Nella melihat Gunawan hanya termenung melihat keluar Jendela. Hatinya merasa sedih tapi dia bertekad untuk membuat Gunawan sembuh.


Awalnya Gunawan menolak kehadiran Nella. Tapi karna Nella tidak pernah menyerah akhirnya Gunawan membiarkan Nella datang tiap hari kerumah sakit dan menemaninya untuk melakukan perawatan.


Beberapa bulan Berlalu. Akhirannya Gunawan bisa jalan lagi. Nella merasa senang dengan kesembuhannya. Ditambah lagi Gunawan sudah tidak sesedih dulu. Dia sudah bisa menjalani hidupnya seperti biasa.


Hari ini Gunawan mengajak Nella bertemu di sebuah restoran. Mereka sudah duduk disana.


'' Kamu pasti tahu kenapa aku mengajak kamu bertemu disini?'' tanya Gunawab memulai pembicaraa.


''Ya, Apakah tentang rencana kedua orang tua kita?'' tanya Nella lagi.


''Iya rencana orang tua kita, yang ingin menikahkan kita. Saya akan jujur sama kamu. Saya tidak pernah setuju dengan pernikahan ini. Tapi karna papa yang meminta saya akan menurutinya. Tapi saya juga ingin meminta pendapatmu. Apa kamu bersedia menikah dengan saya?'' tanya Gunawan. Nella yang merasa selama menemani Gunawan berobat cinta yang selama ini dia kubur tumbuh kembali. Sekarang dia berpikir untuk tidak melepaskan Gunawan lagi.


''Saya ingin menikah denganmu'' jawab Nella pasti.


''Tapi saya tidak bisa memberi cinta untukmu. Kamu tahu sampai sekarang dihati saya masih ada Retno. sampai kapanpun tidak akan berubah. Apa kamu sanggup hidup dengan orang yang tidak bisa memberikan hatinya untukmu. Saya tidak mau kamu menderita karna saya'' jelas Gunawan.


''Iya saya siap'' jawab Nella lagi. Sebenarnya hatinya sedikit sakit. Tapi rasa cintanya mengalahkan rasa sakit itu.


''Cobalah pikirkan sekali lagi'' ucap Gunawan.


''Saya sudah menetapkan hati saya untuk menikah denganmu'' ucap Nella mantap.


''Ya sudah kita menikah'' jawab Gunawan.


Pernikahan mereka dilakukan sederhana sesuai permintaan Gunawan. Beberapa hari setelah menikah mereka kembali ke Indonesia. Tepat setahun Gunawan diluar negeri.


Mereka sampai dirumah. Wiratmaja mengatakan kalau kamar Gunawan terdapat dilantai dua. Tapi Gunawan tidak ingin kamarnya ditempati oleh mereka. Akhirnya mereka memilih kamar dilantai satu disamping kamar Wiratmaja.


Awalnya Nella tidak tahu apa yang terdapat dikamar Gunawan. Karna selalu dikunci. Setelah Nella mengambil ahli semua urusan rumah dia baru tahu kalau kamar itu terdapat banyak kenangan Gunawan dengan istrinya. Nella berpikir mungkin Gunawan tidak mau memberitahunya supaya dia tidak sakit hati.


Gunawan memperlakukan Nella dengan baik layaknya seorang istri. Nella senang dengan semua itu. Dia juga melayani Gunawan dengan baik. Tapi satu hal yang membuat Nell sedih. Terkadang ketika Gunawan tidur dia sering mengigau. Memanggil nama istrinya. Dimata Nella Gunawan akan terlihat seperti anak kecil yang rapuh. Kadang dia menangis kadang dia tertawa. Nella tidak tahu apa yang terjadi di alam bawah sadarnya. Awalnya Nella merasa sedih dan sakit hati. Dia manusia biasa yang punya rasa cemburu. Tapi makin lama dia merasa iba kepada Gunawan. Dan ketika siang tiba Gunawan akan kembali ke dirinya yang tegas dan berwibawa. Seolah apa yang dialaminya dalam tidur tidak pernah terjadi.