
Setelah hati mereka tenang. Retno kembali duduk. Tapi sekarang dia duduk disamping Rendra. Susi datang membawakan minuman untuk Rendra.
''Gimana dengan kedua orang tua kita kak?'' tanya Retno.
''Mereka meninggal pas kecelakaan. Hanya aku yang selamat sedangkan kamu hilang'' jelas Rendra
''Trus dimana mama dan papa dimakamkan?'' tanya Retno.
''Ntar kalau ada waktu aku akan bawa kamu kesana'' ucap Rendra.
''Oh gimana kakak bisa selamat dalam kecelakaan itu?'' tanya Retno
''Setelah terjadi kecelakaan. Tuan besar kebetulan lewat disana. Dia segera menolong dan membawa kami kerumah sakit. Tapi di tengah perjalanan mama dan papa meninggal. Hanya aku yang selamat. Tuan besar menyelesaikan semua admistrasi dirumah sakit dan mengurus pemakaman orang tua kita. Setelah aku pulih tuan besar mengantar pulang kerumah. Tapi apa kamu tahu dek, Semua aset kekayaan dan perusahaan sudah diambil alih sama adik papa. Saat itu umurku masih tujuh tahun. Jadi tidak bisa berbuat apa-apa. Aku diusir dari rumah kemudian tuan besar merawat dan menyekolahkanku. Untuk membalas kebaikan tuan besar aku berjanji akan menjadi tangan kanan tuan muda. Tapi aku tidak lupa mencari kamu. Karna aku yakin kamu masih hidup. Trus kenapa namamu berubah jadi Retno?'' jelas Rendra.
''Kata ibu panti. Ketika aku ditemukan dalam keadaan pingsan dipinggir dan tidak ingat apa-apa. Jadi ibu Marni memberi nama Retno sesuai huruf dari kalung yang aku pakai'' jelas Retno.
''Padahal nama Rania pemberian orang tua kita'' kata Rendra.
''Kakak tidak usah cemas. Biar calon keponakan kakak yang pakai nama itu. Aku dan mas Gunawan sudah sepakat kalau nanti kami punya anak perempuan akan di beri nama Rania'' jelas Retno.
''Iya, kapan kita beri tahu tuan tentang kabar gembira ini?'' tanya Rendra.
''Pas mas Gunawan pulang. Aku juga mau kasih kejutan yang lain. Kalau aku sekarang sedang hamil'' kata Retno senang.
''Serius... kakak akan punya keponakan'' kata Rendra senang.
Retno menganguk, dia sangat bahagia karna sebentar lagi akan mempunyai anak dan juga sudah ketemu dengan kakaknya. Mereka berbicara kehidupan selama ini. Setelah puas bercerita Rendra pamit kembali kekantor. Hatinya sangat bahagia tapi ternyata kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.
Dini hari Rumah Retno kebakaran. Untung Susi dengan sigap menyelematkan Retno lewat pintu belakang. Dengan susah payah Susi memapah Retno yang lemas karna kebanyakan menghirup asap.
Karna dini hari orang-orang baru mengetahui setelah api membesar. Susi membawa Retno sembunyi dibalik tembok belakang dibagian luar. Karna dia secara tidak sengaja mendengar suara orang diluar rumah sebelum kebakaran terjadi.
Malam itu Rendra yang mendengar kalau rumah Retni terbakar. Segera kesana tapi sesampai disana rumah sudah habis dilalap sijago merah. Rendra sangat terpukul tidak melihat keberadaan Retno. Baru tadi siang di mengatahui kalau Retno adalah adiknya sekarang dia sudah pergi lagi. Dengan putus asa Rendra berjalan di sebelah tembok menuju kebelakang rumah. Kemudian dia menemukan Susi sedang memeluk Retno dalam keadaan pingsan
''Retnooo'' teriak Rendra sambil mendekat.
''Ada apa?'' bisik Rendra
''Pak Rendra harus bawa kami dari sini. Tapi jangan sampai ada yang tahu. Karna kebakaran ini sepertinya disengaja'' jelas Susi sambil berbisik.
Rendra dengan cepat mengedong Retno menjauh dari rumah yang terbakar. Mereka mencoba mencari taksi untuk membawa Retno ke rumah sakit. Tapi Susi melarang takutnya orang yang mencoba membunuh Retno, akan mencari mereka ke rumah sakit. Setelah mendapatkan taksi Rendra memutuskan membawa Retno ketempat bidan yang buka parktek dirumah.
Mereka menemukan rumah bidan. Setelah mengobati Retno, Rendra meminta bidan itu merahasiakan tentang mereka. Rendra menjelaskan apa yang Terjadi. Sehingga bidan itu bersedia.
Menjelang subuh Rendra kembali kerumah tuan besar. Tapi sebelum dia masuk salah satu bawahannya memberi tahu berita kalau suami Retno, tuan Gunawan mengalami kecelakaan ketika dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Dan kecelakaan itu karna Tuan muda melihat foto perselingkuhan dirinya dengan Retno.
Rendra memutuskan untuk kembali ketempat Retno. Sesampai disana Retno sudah bangun. Rendra membawa Retno dan Susi pergi untuk cari tempat persembunyian sementara. Di dalam taksi Rendra menceritakan semua yang terjadi. Retno menjadi histeris ketika mendengar Gunawan kecelakaan.
Setelah mendapatkan kontrakan untuk tinggal sementara. Rendra dan Retno berencana menemui Gunawan dirumah sakit tempat dia dirawat. Tapi paginya Rendra tidak sengaja melihat berita perselingkuhan mereka dikoran. Rendra melihat Retno tambah stres. Tapi Rendra berusaha membujuk Retno agar tidak mempengaruhi kandungannya. Setelah itu Retno bertekad untuk bertemu dengan Gunawan di rumah sakit. Retno percaya dengan cinta Gunawan akan percaya sama dirinya.
Keesokan hari Rendra dan Retno pergi kerumah sakit untuk menemui Gunawan. Sedangkan Susi menunggu dirumah. Mereka pergi dengan penyamaran supaya tidak ada orang yang mengenal. Apalagi berita-berita dikoran sedang panas-panasnya. Sesampai dirumah sakit Rendra dan Retno mencari ruang rawat Gunawan. Dengan harapan yang besar Retno berjalan ke arah ruangan Gunawan. Ketika mereka sampai di pintu ruang Rawat terdengar suara Gunawan bicara dengan seseorang.
''Semoga dia mati dalam kebakaran. Saya tidak ingin melihatnya hidup lagi'' ucap Gunawan dengan penuh amarah.
Mendengar ucapan Gunawan seketika tempat berdiri Retno terasa berputar. Tenaganya hilang begitu saja. Semangatnya yang tadi membara untuk ketemu dengan Gunawan kini menciut. Cinta yang selama ini dia agungkan hancur begitu saja.
''Kita pulang aja kak'' kata Retno berjalan lunglai meninggalkan ruang rawat Gunawan sambil menangis.
Sampai dirumah kontrakan Retno sudah tidak bisa menahan tangisnya. Hatinya begitu hancur, hatinya begitu sakit. Orang yang selama ini dicintainya sudah tidak percaya lagi kepadanya. Karna terlalu lama menangis Retno pingsan lagi. Rendra dan Susi berusaha membangunkan Retno. Mereka tidak bisa membawa Retno kerumah sakit demi keamanannya.
Setelah Retno siuman Rendra memcoba membujuknya. Dia mencoba memberi pengertian kepada Retno dan mengajaknya untuk menemui Gunawan besok hari. Akhirnya Retno setuju untuk menemui Gunawan sekali lagi.
Tapi ke esokan harinya Rendra mendapat kabar kalau tadi malam Gunawan Sudah dibawa ayahnya ke luar negeri untuk melakukan pengobatan disana. Dan perusahaan di Jakarta untuk sementara adiknya Hendra yang mengelola.
Pupus sudah harapan Retno dan Rendra untuk bertemu Gunawan. Tapi karna masih menaruh harapan bisa bertemu lagi dengan Gunawan Retno berusaha kuat terutama demi bayi dalam kandungannya. Selama sembilan bulan mereka berpindah-pindah tinggal untuk menghindari pembunuh bayaran yang mencari Rendra. Rendra juga tidak mau kalau Retno dalam bahaya.
Akhirnya Retno melahirkan seorang putri dirumah seorang bidan. Yang berada dipinggir Jakarta. Mereka memberi nama bayinya Rania Anastyasa.W. Huruf W adalah nama belakang dari Gunawan Wiratmaja.