Rania

Rania
97. Memperkenalkan Rania



Pagi ini Hendra tidak keluar dari kamarnya. Dia melewati sarapan. Rania berinisiatif mengantar sarapan kekamarnya.


Tok,tok,tok


''Masuk'' terdengar suara Hendra dari dalam kamar.


Rania kemudian masuk dengan membawa sarapan. Dilihatnya Hendra masih berbaring ditempat tidur. Kelihatannya semalam dia tidak tidur.


''Rania bawakan om sarapan'' ucap Rania.


''Letakan di atas meja saja'' jawab Hendra lesuh.


''Apa om Hendra sakit?'' tanya Rania sambil meletakan sarapan yang dibawanya.


''Tidak, Om hanya kurang istirahat saja'' jawab Hendra tersenyum. Dia kemudian duduk.


''Ya udah, lebih baik om sarapan dulu. Gak enak kalau makanannya sampai dingin'' kata Rania.


''Iya, makasih. Mas Gunawan beruntung punya anak seperti kamu'' ucap Hendra.


''Om Hendra juga punya kak Candra. Dia juga anak yang bisa membuat om bangga. Lagian om bisa menganggap aku sebagai putri om sendiri'' jawab Rania.


''Hehe, tapi om malu melihatmu. Mengingat karna kesalahan om juga kamu sampai menderita. Dan mas Gunawan tidak mencari kalian. Andai waktu itu om tidak cepat percaya terhadap mayat terbakar itu bundamu. Semua tidak akan seperti ini. Om yang memberitahu ayahmu mengenai mayat tersebut. Mungkin ini hukuman untuk om. Secara tidak sengaja memisahkan kalian'' ucap Hendra sedih


''Semua sudah jadi masa lalu om. Sekarang aku sudah ikhlas menerima. Agar bunda juga tenang disana. Om tidak salah yang salah orang yang menfitnah dan ingin membunuh bunda'' jawab Rania sambil menatap Hendra.


''Tapi setidaknya om minta maaf sama kamu'' ucap Hendra.


''Iya, sekarang om sarapan dulu. Ini aku yang buat loh'' kata Rania.


''Kamu pandai masak sama kayak bundamu. Dulu om suka sekali makan dirumah ayahmu karna mbak Retno pintar masak'' puji Hendra.


''Pujinya ntar aja. Sekarang om sarapan dulu. Sepertinya ayah menungguku. Rania mau ikut ayah kekantor'' kata Rania.


''Iya, makasih'' jawab Hendra


Kemudian Rania meninggalkan kamar Hendra. Dilantai bawah Gunawan sudah menunggu. Mereka langsung berangkat setelah pamit kepada Nella dan Wiratmaja. Rania berpakaian formal. Dia tetap memakai kaca matanya. Karna selama ini sudah biasa dengan kacamatanya. Gunawan pun tidak melarangnya. Yang penting Rania nyaman.


''Apa Hendra mau sarapan?'' tanya Gunawan ketika mereka sudah didalam mobil menuju kantor.


''Belum, tapi katanya tadi mau makan'' jawab Rania.


''Kasihan dia, selama ini Hendra sangat sayang sekali kepada istrinya. Apapun yang istrinya minta selalu dituruti. Walaupun kakekmu kurang menyukai Nita karna sikap angkuhnya dan egois tapi karna melihat Hendra sangat mencintainya dia terpaksa menerima Nita sebagai menantu. Selama menjadi menantu bisa dihitung Nita mengunjungi kakekmu. Dia bahkan tidak peduli ketika kakekmu sakit. Sekarang Hendra merasa hancur karnanya. Ayah hanya berharap Hendra bisa menyelesaikan semuanya dengan baik'' jelas Gunawan


''Iya, semoga semua cepat selasai'' jawab Rania.


''Bagaimana hubunganmu dengan Radit? Sudah beberapa hari ayah tidak melihatnya singgah dirumah'' tanya Gunawan.


''Seperti biasa Yah. Tapi tiap malam kak Radit selalu menelpon aku'' jawab Rania malu.


''Apa kamu serius mau menikah dengannya. Kalau kamu terpaksa karna ada perjodohan ini. Biar ayah yang batalkan perjodohan kalian'' ucap Gunawan.


''Jangan yah'' kata Rania cepat.


''Kenapa? kamu mencintainya?'' goda Gunawan.


Rania diam. Kemudian dia mengangguk malu.


'' Namanya istri pasti ikut suaminya yah'' jawab Rania.


''Bagaimana kalau setelah kalian menikah tinggal dirumah ayah aja'' ucap Gunawan.


''Ntar kita bicarakan dengan kak Radit aja yah. Katanya setelah masalah om Hendra selesai. Keluarga kak Radit akan kerumah membicarakan masalah perjodohan'' kata Rania.


''Iya, setelah semua selesai. Kita akan suruh paman dan bibimu datang'' ucap Gunawan.


Rania menganguk senang. Gunawan juga senang. Padahal beberapa bulan yang lalu Rania sangat dingin dan membencinya. Sekarang dia bersyukur dan bahagia Rania mau memaafkannya. Bahkan Rania sangat menyayanginya. Gunawan tersenyum lembut sambil memegang tangan putrinya itu.


''Kenapa ayah tersenyum?''tanya Rania heran.


''Ayah bahagia karna kamu ada disisi ayah'' jawab Gunawan. Rania ikut tersenyum.


Mereka sampai di kantor. Gunawan sudah menyuruh Candra memberitahu semua untuk berkumpul. Karna dia akan memperkenalkan Rania sebagai anak sekaligus Asistenya.


Semua karyawan sudah berkumpul.Mereka menebak-nebak kenapa pimpinan perusahaan mengumpulkan mereka semua. Disana Candra juga sudah berdiri menunggu kedatangan Gunawan dan Rania.


Rania dan Gunawan datang. Semua mata tertuju kepada mereka berdua. Ada yang terkejut melihat Rania berjalan bersama Gunawan. Ada diantara karyawan mengenal Rania karna masalah dengan Cynthia waktu itu. Tapi mereka tidak berani berbicara ketika melihat Gunawan. Tatapan Gunawan yang tajam dan tegas membuat semua karyawan terintimidasi.


''Hari ini saya mengumpulkan kalian semua karna ada yang ingin saya umumkan'' Gunawan memulai pembicaraan. Semua orang melihat kearah Gunawan dan Rania yang berdiri disampingnya.


''Saya akan memperkenalkan anak saya yang bernama Rania Anastasya Wiratmaja dan Sekaligus sebagai Asisten saya mulai sekarang'' ucap Gunawan tegas.


Semua karyawan terkejut. Karna selama ini yang mereka tahu Gunawan tidak memiliki anak. Yang mereka tahu hanya Candra sebagai keponakan Gunawan. Dan sekarang tiba-tiba dia mengumumkan tentang anaknya. Tapi tidak ada yang berani bertanya. Semua hanya diam.


''Saya Rania Anastasya Wiratmaja. Kedepannya mohon bantuanya'' kata Rania memberi salam. Semua mata tertuju kepada Rania.


''Ada pertanyaan?'' tanya Gunawan. Tidak ada jawaban.


''Karna tidak ada pertanyaan. Sekarang kalian boleh kembali ketempat kerja masing-masing'' ucap Gunawan.


Semua karyawan yang berkumpul segera membubarkan diri.


''Selamat datang dan selamat bergabung Ran'' ucap Candra senang setelah mereka hanya tinggal bertiga.


''Makasih kak, mohon bantuan'' jawab Rania tersenyum.


''Iya, tapi kamu pasti cepat belajar. Apalagi om Gunawan langsung membimbingmu'' ucap Candra.


''Hehe'' Rania hanya tertawa.


''Sekarang kita langsung keruangan saja'' ajak Gunawan.


Mereka berjalan menuju lift khusus.


''Apa jaka sudah datang?'' tanya Gunawan ketika mereka berada didalam lift.


''Sudah om'' jawab Candra.


''Tolong kamu dan dia keruangan om. Ada yang mau om katakan'' ucap Gunawan.


''Iya om'' jawab Candra.


Setelah itu Rania mengikuti Gunawan kedalam ruangannya. Sedangkan Candra pergi memanggil Jaka keruangannya. Mulai hari ini Rania resmi bergabung diperusahaan ayahnya.