Rania

Rania
#15



Rania sudah siap-siap menunggu kedatangan randa mereka sudah berjanji akan periksa kandungan rania hari ini, tidak lama datanglah orangbyg ditunggu-tunggu


maaf kamu lama nunggunya


tidak saya baru siap kok, baiklah kalau begitu ayo kita berangkat


rania bisakah kamu tidak bicara terlalu formal, sebentar lagi kita akan segera menikah gimana kalau kamu mengubah panggilan kamu dan jangan bilang saya lagi tapi aku


Kalau begitu saya eh aku harus panggil apa


terserah kamu saja mas atau sayang mungkin, wajah rania memerah mendengar ucapan randa aku panggil mas aja ya


senyaman kamu aja yg penting gak panggil bapak


Aah kita sudah sampai mari maduk ajak randa, randa ikut saja


tidak perlu menunggu terlalu lama karna randa sudah terlebih dahulu menelpon untuk memesan nomor antri


kalau tidak dipesan terlebih dahulu mereka akan mengantri lama untuk menunggu giliran


Rania ananda terdengar nama rania dipanggil


nama kamu sudah dipanggil


rania deg-degan karna randa juga ikut masuk kedalam ruangan


aduh gimana ini kalau dia juga ikut masuk


Randa tau apa yg dipikirkan rania, kmu tidak usah khawatir aku tidak akan melihatnya kok aku hanya akan melihat kearah layar janji


dengan perasaan ragu raniapun masuk


Silahkan duduk buk, pak ada keluhan apa ya buk


kami ingin periksa kandungan emm istri saya dok, apa baru pertama kali ini petiksa?


iya dok jawab rania dan randa serempak


sudah berapa lama ibuk tidak mendapatkan tamu bulanannya, sudah tiga bulan dokter


baiklah ibuknya baring disini dulu ya buk biar saya periksa, asisten dokter itu kemudian menarik sefikit baju rania kemudian meletakkan jel diperut rania


Perutnya udah kelihatan ya buk


naah ini bayinya, dia sangat aktif sekali ya bayinya juga sehat usianya sudah 10 minggu yak pak, buk


randa sangat sumringah sekali melihat pergerakan anaknya


Ini resep yg harus ditebus harus diminum ya


randa dan rania meninggalkan rumah sakit setelah menebus obat


randa berhenti didepan minimarket, tunggu sebentar ada yv ingin aku beli


kamu mau beli sesuatu, minuman dingin aja


randa pulang membawa satu kantong besar dia membeli bermacam-macam snack dan 2kotak besar susu ibu hamil, ini kamu harus minum ya biar sehat


rania terharu dengan perhatian kecil randa


semoga hidupku akan bahagia ya tuhan


Sampai dikontrakan randa memberikan kantong belanjaannya tadi


baiklah terimakasih


tidak usah berterima kasih ini memang sudah menjadi tanggung jawabku


Aku pulang dulu ya jangan lupa besok pagi kita akan perki ke kampung halamanmu ya


ada yg berbeda yg dilakukan randa sebelum pulang saat ini dia mengusap perut rania yv sudah mulai kelihatan itu


anak papa baik-baik didalam ya jangan bikin repot mama


papa pulang dulu besok papa kesini lagi menjemput kalian kita akan bertemu nenek kakek dikampung anak papa senangkan


randa kemudian mencium perut rania lama


rania menjadi salah tingkah dengan perlakuan randa


aku pulang dulu lalu randa juga mengecup puncak kepala rania


wajah bersemu merah dengan perlakuan randa, kenapa wajahnya merah kayak gitu


apa mana ada gak ada kok, rania langsung berlari masuk kontrakan terimakasih akhirnya kamu mau menerimaku rania


Keesokan harinya mereka berangkat kekampung halaman rania dan tanpa mamy lidia tentunya


nenek bela bersama papy wijaya yg diantar supir sedangkan randa memilih nyetir sendiri dia ingin menikmati perjalan bersama rania tanpa diganggu


Kalau ngantuk kamu tidur aja


aku masih ingin menikmati penandangan alam, akhirnya rania tertidur juga


randa memegang tangan rania kamu cantik sekali tuhan pasti sengaja mempertemukan kita


Mereka kemudian berhenti untuk istirahat dan mengisi perut


randa membangunkan rania tg terlihat sangat pulas


rania bangun kita istirahat makan dulu dia menggoyang-goyangkan lengan rania lembut setelah beberapa kali dipanggil akhirnya rania bangun


yaa apa kita sudah sampai, susah kali sih banguninnya lagi mimpi apa sih


kita makan dulu yuk


raniapun ikut turun karna perutnya memang sudah lapar


Mereka kembali menempuh perjalanan


rania sudah tidak tidur lagi sesampainya dikampung rania


rania mengarahkan randa menuju kwrumahnya


Tampak ibu rania sudah menunggu diteras karna dijalan tadi rania menelpon


rania langsung berhambur memeluk ibunya kamu baik-baik saja nak rania baik buk ibuk juga baik kan mana ayah


ibu tidak memberitahu kepulanganmu nak, takutnya nanti ayahmu membuat masalah


Selamat sore ibuk randa langsung bersalaman dan mencium punggung tangan ibu rania, kemudia diikuti dg nenek bela dan papy wijaya mereka hanya bersalaman


silahkan masuk nyonya tuan nak


terimakasih ibu rania jawab nenek