
''Tutup mulutmu, dari awal sudah aku bilang kalau kamu membuat masalah diluar. Aku tidak akan pernah memaafkanmu dan sekarang kamu membuat malu keluarga dengan kelakuanmu diluar sana'' bentak Candra. Dia sangat marah mengetahui semua perbuatan Cynthia. Apalagi dia juga sudah tidur dengan laki-laki yang bukan suaminya.
''Dan yang membuat saya tidak terima dengan semua kelakuanya adalah dia dalang dari beberapa penyerangan terhadap Rania'' kata Radit geram.
Kemudian Radit menceritakan bagaimana dia dan Rania diserang beberapa orang pada malam setelah acara makan malam dirumah Hendra.Penyerangan kedua terjadi ketika Rania pulang kerja. Sampai terakhir dengan kecelakaan yang dialami Rania yang hampir merenggut nyawanya. Dan bagaimana mereka mencari pelakunya siapa saja yang ikut terlibat. Alasan kenapa mereka baru memberi tahu keluarga Hendra sekarang.
''Kalau hanya sekali mungkin bisa dimaafkan om. Tapi Cynthia sudah melakukannya berulang kali dan ini menyangkut nyawa orang. Tidakannya ini sudah masuk dalam rencana pembunuhan'' kata Radit.
Hendra dan Candra bertambah marah mendengar apa yang dilakukan Cynthia. Mereka tidak menyangka Cynthia akan berbuat senekat itu.
''Tidak, semua fitnah. Aku tidak pernah melakukannya'' kata Cynthia menangis. Dia masih berusaha membela diri. Dia tidak menyangka akan seperti ini. Dia juga tidak menyangka Rania anak dari Gunawan sekaligus sepupunya.
''Semua bukti sudah ada. Kamu tidak bisa mengelak lagi. Apalagi pacarmu sudah mengakui semuanya'' ucap Radit marah.
''Selama ini aku selalu menyayangi mereka bahkan seperti anakku sendiri. Tapi hari ini aku minta maaf Hen, semua yang dilakukan Cynthia sudah kelewatan. Ini menyangkut nyawa anak aku satu-satunya. Ketika aku tahu Cynthia dalang dari kecelakaan terhadap Rania. Hatiku dan papa sangat hancur Hen, Dia keponakan dan cucu yang selama ini kami manja dan cintau ternyata sekejam itu. Kalau bukan karna Radit mencegahku mencari Cynthia malam itu. Mungkin saat itu juga aku akan bawah dia kekantor polisi. Tapi kami juga harus memikirkan kondisi Rania. Karna itu hari ini semua kami ungkap dihadapan kalian. Biar kalian tahu bagaimana kelakuan Cynthia'' jelas Gunawan dengan menahan emosi.
''Kenapa kamu melakukannya Cynthia? Apa selama ini papa pernah mengajarkanmu menjadi sekejam itu. Kamu berani mempermainkan nyawa seseorang. Papa malu punya anak sepertimu. Padahal kakakmu sudah sering menasehati supaya kamu bersikap baik'' ucap Hendra sedih. Sebagai orang tua hatinya sangat hancur mengetahui anaknya berbuat seperti itu.
''Semua karna kak Radit lebih perhatian sama dia dibanding aku. Aku gak rela kalau kak Radit bersamanya. Aku mencintai kak Radit pa'' jawab Cynthia berurai air mata.
''Hah, kalau kamu cinta denganku tidak mungkin kamu tidur dengan laki-laki lain. Dasar munafik. Tidak bisa menjaga kesucian diri sendiri'' ejek Radit dingin.
''Sebentar lagi polisi akan datang menjemput Cynthia, Kami sudah menyerahkan semua kasus ini untuk diselesaikan oleh polisi. Kamu harus bisa menerimanya Hen'' ucap Gunawan sambil menepuk punggung Hendra. Dia tahu kalau adiknya yang paling terpukul mendengar semua ini.
Hendra hanya terdiam. Dia sebenarnya tidak rela anaknya di penjara. Tapi Cynthia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sedangkan Wiratmaja sedih memikirkan nasib Cucunya itu. Biarpun selama ini Cynthia sangat jarang mengunjunginya. Tapi dia tidak lupa menanyakan kabarnya kepada Hendra.
''Tidak om, Cynthia tidak mau dipenjara'' rengek Cynthia. Tapi Gunawan tidak mengubrisnya.Dia tetap diam tanpa melihat Cynthia. Kemudian Cynthia melihat kearah Rania dengan tatapan marah.
''Semua gara-gara kau. Kalau kau tidak hadir diantara kami. Semua tidak akan jadi begini. Aku benci kau, Kenapa kau tidak mati saja saat kecelakaan itu. Akan ku bunuh kau hari ini juga'' teriak Cynthia sambil berlari seperti orang gila kearah Rania.
Namun sebelum Cynthia sampai didepan Rania. Rendi dan Angga dengan cepat menghadangnya.
''Jangan macam-macam kamu sama Rania. Aku bisa membunuhmu saat ini juga'' ancam Rendi sambil memegang kuat tangan Cynthia. Sudah dari tadi dia menahan amarah ketika melihat Cynthia.
Cynthia meringis menahan sakit karna tangannya dicengkram Rendi.Dia berusaha melepaskan cengkraman Rendi. Dengan kasar Rendi melempar Cynthia kedepan. Dia terduduk sambil memegang tanganya yang sakit.
''Cynthiaa'' kata Nita sambil memeluknya. Nita tidak tega melihat anak yang dia sayangi di perlakukan seperti itu.
''Ini semua gara-gara kamu terlalu memanjakannya. Sekarang dia membuat keluarga kita malu. Dia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya'' kata Hendra marah.
''Apa kamu tega melihat anak kita dipenjara?'' tanya Nita.
''Semua perbuatan pasti ada balasannya. Sekarang dia harus menuai hasil dari perbuatanya'' jawab Hendra.
''Semua sudah terlambat. Seharusnya kamu meminta maaf sama Rania. Karna dia korban dari semua ini'' jawab Gunawan dingin.
''Aku mohon sekali ini saja mas'' kata Nita lagi. Semua orang melihat kearah Nita yang menangis memeluk kaki Gunawan. Tanpa mereka sadari Nita mengkode Cynthia untuk pergi dari situ.
Cynthia yang mengerti maksud mamanya. Segera mundur kebelakang menuju pintu keluar.
''Dia kabur'' teriak Angga yang melihat Cynthia sampai dipintu keluar.
Rendi dan Davin dengan cepat mengejar. Dikuti Radit, Candra dan Angga. Tapi mereka terlambat Cynthia sudah masuk kedalam mobilnya dan melarikan diri.
Rendi dan Davin yang melihatnya langsung mengejar Cynthia mengunakan mobil Rendi.
Semua orang sampai dipintu keluar. Kursi roda Rania didorong sama Sisi. Nita merasa lega Cynthia bisa kabur.
''Saya menyusul Rendi dan Davin mengejar Cynthia'' kata Radit.
''Aku ikut kak'' kata Angga.
''Aku juga akan pergi mengejar Cynthia'' kata Candra.
'' Papa ikut kamu Can'' kata Hendra.
Nita yang tidak mau ditinggal disana memilih ikut Hendra dan Candra.
Kemudian mereka segera masuk kedalam mobil masing-masing mengejar Cynthia.
''Semoga semua baik-baik saja'' ucap Rania cemas.
''Kita lengah, sampai dia bisa kabur?'' kata Gunawan sambil mengusap wajahnya dengan kasar karna kesal.
'' Saya yakin ini semua ulah Nita. Dia sengaja memohon seperti tadi supaya kita lengah. Dia masih seperti dulu, sangat licik'' kata Rendra kesal.
''Iya, saya rasa juga begitu. Semoga mereka cepat menangkap Cynthia''ucap Surya.
''Lebih baik kita menunggu didalam saja. Kasihan Rania baru keluar dirumah sakit menunggu disini. Dia masih belum sehat'' kata Nella
Semua orang setuju menunggu di dalam rumah. Semua merasa cemas dengan apa yang akan terjadi.
Sementara Cynthia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dibelakang mobilnya Rendi dan Davin mengejarnya. Dia merasa sangat cemas. Terjadilah kejar- kejaran diantara mereka.
Sedangkan mobil Radit dan Candra berada jauh dibelakang mereka. Radit mengikuti petunjuk dari Rendi sehingga dia bisa tahu kemana mereka pergi.