Rania

Rania
88.Memanggil Mama



Pernah Gunawan mengatakan kepada Nella. Kalau dia tidak sanggup hidup denganya. Nella boleh pergi meninggalkannya. Karna Gunawan tidak ingin memyakiti hati Nella dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Dia juga ingin Nella hidup dengan bahagia. Dia bisa memberikan apapum untuk Nella tapi tidak dengan hatinya.


Tapi Nella menolaknya. Dia merasa dengan berada di dekat Gunawan adalah kebahagiannya. Cinta Nella tidak menuntut Gunawan untuk mencintainya. Selagi Gunawan memperlakukannya dengan baik dia akan bertahan. Dan terus memberikan dukungan untuk Gunawan.


Ketika Nella tahu apa yang ada di kamar Gunawan. Gunawan mengatakan kalau Nella tidak betah tinggal dirumah karna ada kenangan mantan istrinya. Mereka bisa pindah kerumah baru. Tapi Nella menolak selain tidak masalah dengan semua itu. Nella juga tidak mau meninggalkan Wiratmaja sendirian lagi.


Karna dia sudah mulai menerima Gunawan yang seperti itu. Nella bahkan menyuruh orang membersihkan kamar itu setiap bulannya. Dihatinya hanya ingi Gunawan bahagia. Dia percaya suatu saat entah kapan Gunawan akan menempatkan dia dihatinya.


Tapi angan Nella hanya tinggal angan. Setelah dua tahun menikah dia divonis tidak bisa hamil. Nella merasa dunianya hancur. Dia merasa buruk karna tidak bisa memberikan keturunan untuk Gunawan. Padahal dia berharap dengan mereka memiliki anak Gunawan bisa membuka hatinya. Setidaknya untuk anak mereka.


Dalam hati yang begitu hancur. Nella minta berpisah dari Gunawan. Tapi Gunawan tidak mau melepaskan Nella karna alasan Nella berpisah. Dia tidak bisa memberi Gunawan anak. Tapi Gunawan tidak peduli dengan dia bisa memberi anak atau tidak. Dia akan menerima Nella apapun kondisinya.


Akhirnya Nella memutuskan untuk tetap disisi Gunawan walaupun tanpa cinta darinya. Nella merasa cintanya kepada Gunawan tidak bersyarat. Tulus dari dalam hati.


Flashback Off


Rania terdiam mendengar cerita Nella. Dia merasa kasihan kepada wanita paruh baya yang duduk disampingnya. Dia bahkan masih bisa tersenyum menceritakanya. Bagi sebagian perempuan itu merupakan hal yang sangat menyakitkan.


''Kenapa tante bisa setegar ini. Hidup dengan orang yang hatinya bukan untuk tante? Terbuat dari apa hati tante?'' tanya Rania sedih.


''Sebenarnya inti dari tante menceritakan ini bukan itu nak'' ucap Nella lembut


''Trus?'' tanya Rania. Nella melihat kesekeliling kamar.


'' Supaya kamu tahu kalau ayahmu tidak pernah sedetikpun melupakan bundamu. Ini salah satu buktinya. Dia masih menjaga kenangan bundamu. Kalau dia benar-benar marah sama bundamu mungkin ini semua tidak ada. Ketika ayahmu merasa merindukannya dia akan datang kekamar ini. Kadang dia akan memangis disini. Hanya tante yang tahu semua itu. Dia juga sering berkunjung ke makam orang yang dianggap bundamu. Biarpun dia pernah bilang setiap dia kesana dia tidak merasakan kalau yang dikubur itu adalah bundamu.'' jelas Nella.


''Tante dan bunda sama-sama menderita. Kalau bunda memiliki cintanya tapi tidak orangnya. Tapi tante memiliki orangnya tapi tidak cintanya'' ucap Rania dia memeluk Nella. Air matanya tidak bisa ditahan ketika melihat wajah tegar Nella selama ini.


''Tante tidak pernah menyalahkan ayahmu. Karna bukan dia yang mengajak tante kedalam hidupnya. Tapi tante sendiri yang ingin masuk kedalam hidupnya. Ayahmu orang yang setia sama seperti kakekmu. Tante tahu bagaimana susahnya melupakan orang yang kita cintai. Sekarang tante tidak mempunyai orang tua lagi. Tante hanya punya ayah dan kakekmu sebagai keluarga. Walaupun ayahmu tidak mencintai tante. Tapi Tuhan masih sayang sama tante dengan mendatangkanmu kedalam hidup kami. Sehingga tante bisa tahu bagaimana rasanya punya anak'' ucap Nella. Air mata Rania tambah keluar. Dia tidak bisa menahan sesak didadanya. Nella begitu tulus menyayanginya. Apa dia terlalu keras kepala selama ini.


''Ayahmu bukan melupakan kalian. Dia hanya tidak tahu kalau bundamu hidup dan kamu juga ada. Andai dia tahu pasti dia akan mencari kalian sampai bertemu. Dari tante menikah sampi sekarang dia tidak pernah mengatakan kalau bundamu berselingkuh. Tante hanya mendengar cerita dari Nita. Dia yang menceritakan semua yang terjadi. Ketika ayahmu pulang dari Bandung mengetahui kamu dan bundamu tidak mau memaafkanya. Dan betapa merasa bersalahnya dia atas dirinya dengan penderitaan kalian selama ini. Seminggu dia tidak mau keluar kamar. Dia meratapi penyesalannya didalam kamar. Tante merasa sedih melihatnya. Seolah melihat dia dirumah sakit dulu. Hidupnya kembali hampa. Baru setelah kakekmu mangatakan kamu akan ke Jakarta dia kembali bersemangat'' jelas Nella.


''Tante hanya berharap kamu bisa menerima dia sebagai ayah seutuhnya setelah ini. Tante merasa tidak tega melihat kesedihanya setiap malam. Hanya karna ucapanya ketika emosi dia mendapatkan semua ganjaran selama ini. Menurut tante semua hanya salah paham. Dan orang yang membuat semua ini terjadi pasti akan mendapat balasannya'' ucap Nella.


''Iya tan'' jawab Rania. Dia melepaskan pelukannya.


''Kamu memang mirip sekali dengan Retno waktu muda. Kalian sama-sama cantik. Didalam lemari masih ada beberapa pakaian bundamu. Apa kamu mau lihat?'' tanya Nella.


''Iya'' ucap Rania sembari berdiri membuka lemari. Terdapat beberapa baju sudah usang tapi masih terawat. Baju bunda ketika muda.


''Kata ayahmu dulu mereka hanya seminggu tinggal disini setelah menikah. Kemudian mereka pindah kerumah baru yang sekarang sudah terbakar. Jadi baju bundamu tidak banyak. Dan kenangan tentang bundamu hanya ini aja yang ayahmu miliki. Kemarin ketika kamu mau tinggal disini kami berencana menjadikan ini sebagai kamarmu. Tapi karna kamu masih belum bisa naik tangga saat itu. Terpaksa kamarmu dibawah dulu'' jelas Nella. Rania kembali menutup lemarinya.


''Apa tante benar tidak apa-apa dengan semua ini?'' tanya Rania.


''Tidak, tante sudah terbiasa dengan semua ini. Diumur tante yang segini untuk apalagi tante cemburu. Sekarang tante hanya ingin menghabiskan waktu dengan kalian'' jawab Nella tersenyum.


''Kalau gitu, Apa boleh kamar ini tetap seperti ini saja. Rania merasa bisa melepaskan rasa rindu sama bunda kalau berada disini. Apa aku terlalu egois dengan permintaan ini tan?'' tanya Rania sambil.meneteskan air mata. Dia bicara sambil terisak.


''Tidak sayang, kamu tidak egois. Kamu berhak untuk itu. Tante senang kalau semua ini bisa mengobati rasa rindu sama bundamu'' ucap Nella.


''Makasih, Tante wanita kedua yang Rania anggap sebagai pengganti bunda. Apa boleh Rania memanggil tante dengan mama?'' ucap Rania tambah terisak mendengar jawaban Nella.


''Boleh sayang, tante sangat senang kalau kamu memanggil tante mama'' ucap Nella menangis sambil memeluk Rania.


''Mama'' ucap Rania.


Mereka berpeluk sambil menangis. Tidak bisa digambarkan bagaimana rasa hati Nella sekarang. Dia sangat bahagia.


''Terima kasih, kamu menjadikanku seorang ibu'' ucap Nella parau.