
Pulang kerja Rania ikut ayahnya kerumah Wiratmaja. Dia ingin bertemu kakek dan mamanya. Rania sudah memberitahu Radit. Radit akan menyusul Rania kesana.
Ketika sampai dirumah. Nella dengan sangat senang menyambut Rania. Karna Nella masih sibuk menyiapkan makan malam dengan Susi. Rania ikut membantu. Mereka memasak sambil bercerita dan tertawa.
Selesai masak Rania ikut gabung diruang keluarga. Disana ada Wiratmaja, Hendra, Gunawan dan Rendra. Mereka berbicara santai sampai Candra dan Angga pulang dan ikut bergabung. Suasana jadi ramai. membuat hati Wiratmaja jadi bahagia. selama ini rumah terasa sepi. Tapi sejak semua tinggal disana hari-hari terasa menyenangkan. Dia bahkan ingin hidup lebih lama lagi. Apalagi setelah masalah mereka selesai hidup terasa damai.
Radit datang ketika semua orang akan makan malam. Dia langsung bergabung dan duduk disamping Rania. Setelah makan Rania, Radit dan Angga duduk diruang tamu. Candra langsung kekamarnya. Sedangkan yang lain mengobrol di ruang keluarga.
''Gimana perusahaanmu sekarang dek?'' tanya Rania.
''Pusing aku kak. Untung aja kak Candra masih disana membantu. Tidak tahu bagaimana kalau aku sendiri saja yang menjalankannya'' jawab Angga.
''Semua butuh proses Nga. Tapi dari cerita Candra kamu termasuk cepat dalam beradaptasi'' puji Radit.
''Hehe, kak Candra terlalu melebihkan mas'' jawab Angga.
'' Tapi kakak lihat sejak kamu mengelolah perusahaan. Kamu makin dewasa dan mirip dengan paman'' ucap Rania.
''Wajar kak, aku anaknya. Sekarang aku punya tanggungjawab yang besar kak. Mungkin itu yang membuatku harus berpikir lebih dewasa. Kakak tahu bagaimana sifat ayah. Dia tidak akan terima sedikitpun kesalahan tanpa alasan. Hanya kepada kakak saja dia bersikap lembut. Tapi keras terhadapku'' jawab Angga.
''Karna kamu anak laki-laki satu-satunya paman. Dia ingin dikemudian hari kamu jadi laki-laki yang sukses dan bertanggungjawab'' ucap Rania.
''Semua terasa seperti mimpi kak. Dalam sebulan aku yang belum sarjana langsung menjadi Ceo sebuah perusahaan'' jawab Angga mengeluarkan keluh kesah dihatinya. Selama ini hanya Rania tempatnya bercerita.
''Kamu pasti bisa. Kalau ada yang kamu butuhkan mas Radit selalu ada untuk membantumu'' ucap Rania.
''Iya, kamu gak usah sungkan untuk minta bantuan mas'' kata Radit.
''Makasih mas, oh ya aku dengar dari ayah kalau kakak diganggu si Kevin?'' tanya Angga dengan ekspresi marah.
''Hmm, ya tapi sekarang dia sudah didalam penjara'' jawab Rania.
''Kalau tahu dia akan menganggu kakak. Lebih baik dari awal aku singkirkan saja. Dia sangat sombong membuatku muak melihatnya. Beberapa kali dia datang keperusahaan mencari ribut. Hanya saja ayah menyuruhku tidak berurusan dengannya. Tapi kakak tidak terluka atau kenapa-napakan?'' Tanya Angga cemas.
''Kamu gak usah cemas. Mas Radit ada untuk melindungi kakak'' jawab Rania membuat Radit bangga.
''Mas Radit yang melindungi atau kakak yang melindungi diri sendiri?'' tanya Angga.
''Keduanya'' jawab Radit sambil tersenyum.
''Oh ya dek kemaren Butik menanyakanmu'' ucap Rania.
''Untuk sekarang aku gak mau berhubungan dulu dengan perempuan kak. Terlebih dengan orang yang namanya aneh. Aku rasa dia lebih cocok dengan kak Rendi'' jawab Angga tegas. Radit tertawa
''Tahu gak mas, Angga ini populer loh dikampusnya. Banyak cewek-cewek mengejarnya. Tapi dengan dingin dia tolak. Padahal sampai sekarang dia masih jomblo sok jual mahal'' cerita Rania.
''Bukan sok jual mahal kak. Tapi belum bertemu yang cocok aja. Kalau ada yang seperti kakak mungkin bisa aku pertimbangkan'' jawab Angga.
''Kakakmu ini hanya satunya di dunia. Dan dia sudah jadi milik mas'' ucap Radit.
'' Mas beruntung dapatkannya. Kalau kak Rania tidak cinta sama mas. Mungkin aku tidak izinkan dia menikah dengan mas'' jawab Angga.
''Kenapa?'' tanya Radit heran.
''Karna sekarang kakak lebih banyak waktunya sama mas dibandingkan aku'' jawab Angga.
''Itu sebabnya cari pacar biar kamu tidak terobsesi kakak terus'' ucap Rania.
''Tapi sekarang kakak sudah punya suami yang sangat tampan'' jawab Rania tidak mau kalah.
''Makasih sayang sudah puji mas'' ucap Radit tersenyum senang.
''Sama-sama mas'' jawab Rania juga tersenyum.
''Gak usah mesra-mesra didepan aku. Lebih baik kakak pulang sana'' ucap Angga iri melihat mereka.
''Ngusir ya... iri bilang bos'' canda Rania.
''Aku mau kekamar dulu. Bisa jadi obat nyamuk kalau aku terus disini'' ucap Angga meninggalkan Rania dan Radit. Mereka tertawa melihat Angga pergi.
Setelah beberapa saat Rania dan Radit pamit pulang. Karna sudah jam sembilan malam.
Mereka sampai dirumah ketika Rendi dan Diva sedang menonton televisi diruang keluarga.
''Sayang, sini kalian duduk dulu. Di TV ada berita Astrid'' ucap Diva ketika Radit dan Rania sampai disana. Mereka kemudian gabung. DiTV diberitakan model yang tertangkap sedang pesta narkoba di apartemennya.
''Aku gak nyangka si Astrid akan memakai barang haram tersebut'' kata Rendi muak.
''Iya, padahal dulu dia anak yang polos dan baik'' jawab Diva.
''Apa ini ada hubungannya dengan masalah kemaren mas? Apa mas dibelakang penangkapan Astrid?'' tanya Rania.
''Hmm, secara tidak langsung iya'' jawab Radit. Dia kemudian menceritakan apa yang dibicarakannya dengan Davin dikantor tadi. Dia juga tidak menyangka Davin akan bergerak secepat ini. Rania merasa lega karna orang yang menganggu kehidupan rumah tangga mereka sudah disingkirkan.
'' Kenapa kalian tidak melibatkan aku? Aku ingin melihat langsung wajah Astrid digrebek. Pasti akan menyenangkan'' ucap Rendi.
''Hanya itu saja yang kamu tahu'' ejek Radit.
''Dia pantas mendapatkannya'' ucap Diva. Dia sangat marah dengan kelakuan Astrid kepada Radit dan Rania.
''Kalau begitu kami kekamar dulu ya ma'' kata Radit. Mereka meninggalkan Diva dan Rendi yang masih menonton diruang keluarga.
Sampai dikamar Rania langsung membersihkan diri dikamar mandi dan berganti pakaian. Setelah Rania selesai Radit juga melakukan hal yang sama.
Radit keluar kamar mandi. Dilihatnya Rania belum tidur. Di naik ketempat tidur sambil berbaring disebelah Rania.
''Kamu belum ngantuk?'' tanya Radit menatap Rania yang belum tidur. Rania juga menatap Radit dengan senyuman yang membuat Radit tergoda.
''Makasih mas'' ucap Rania.
''Untuk apa?'' tanya Radit.
''Karna mas sudah mengabulkan permintaanku agar Astrid tidak menganggu kita lagi'' ucap Rania.
''Tanpa kamu mintapun. Mas pasti akan menjauhkannya dari kehidupan kita. Bagi mas sekarang bagaimana kamu tenang dan bahagia'' jawab Radit.
''Iya, aku sayang mas'' ucap Rania sambil memeluk Radit.
''Kalau sayang kasih hadiah dong'' goda Radit.
''Hadiah apa?'' tanya Rania heran. Radit kemudian berbisik ditelinga Rania. Membuatnya terkejut. Belum sempat Rania menjawab Radit sudah memulai aksinya. Akhirnya Rania pun terbuai dengan apa yang dilakukan suaminya. Mereka melalui malam yang panjang dengan bahagia.