
Cynthia trus menyetir dengan kecepatan tinggi. Tanpa tahu kemana tujuannya . Yang dia pikirkan bagaimana bisa selamat dari kejaran orang-orang. Nanti kalau dia sudah dapat tempat persembunyian. Dia berencana menghubungi mamanya diam-diam untuk memenuhi kebutuhannya selama bersembunyi.
Cynthia melihat kaca mobil. Mobil Rendi tidak terlihat mengejarnya lagi. Tapi hal tersebut tidak membuat Cynthia mengurangi kecepatannya mengendarai mobil. Dalam kecepatan tinggi perut Cynthia terasa kram sehingga membuatnya hilang kendali. Akhirnya kecelakaan terjadi. Mobil Cynthia menabrak sebuah pohon ditepi jalan. Orang-orang yang melihat langsung berkerumun kemobilnya.
Sementara Davin dan Rendi masih mencari kemana arah Cynthia pergi. Mereka kehilangan Cynthia ketika dilampu merah.
''Apa yang kita lakukan kak. Kalau sampai Cynthia berhasil lolos'' tanya Rendi cemas.
''Kamu tidak usah khawatir. Aku yakin Cynthia pasti lewat jalan ini. Karna jalan ini satu arah'' jawab Davin
''Semoga saja kita dapat mengejarnya'' kata Rendi lagi.
''Lebih baik kamu beri tahu Radit dan Candra kalau kita kehilangan Cynthia'' ucap Davin.
Kemudian Rendi menghubungi Radit dan Candra. Sedangkan Davin masih fokus menyetir untuk mengejar Cynthia.
Nita yang mendengar kalau Rendi dan Davin kehilangan Cynthia merasa senang. Sekarang dia bisa bernafas lega Cynthia tidak jadi dipenjara.
''Kamu kenapa senyum sendiri?'' tanya Hendra heran.
''Aa, aku tidak senyum kok mas. Aku malah cemas kalau Cynthia kenapa-napa'' jawab Nita langsung mengubah raut wajahnya.
''Andai dari awal kamu tidak terlalu memanjakannya. Dia tidak akan seperti ini'' ucap Hendra.
''Wajar aku sebagai mamanya memanjakan anak. Apalagi dia anak perempuan satu-satunya. Dan juga cucu perempuan satu-satunya dalam keluarga kita'' jawab Nita.
''Setelah kamu melihat kelakuanya seperti itu. Kamu masih bisa bilang wajar? Kamu tidak lihat betapa papa kecewa dengan Cynthia haa?'' kata Hendra meninggi.
''Papa pasti akan memaafkan Cynthia. Selama ini dia selalu menyayanginya. Tapi gara-gara anak haram itu datang semua jadi kacau begini'' kata Nita kesal.
''Kamu jangan menyebut Rania anak haram. Dia anak sah mas Gunawan dan Mbak Retno. Kalau bukan karna ada orang menfitnah mereka semua juga tidak akan seperti ini. Mas Gunawan pasti akan bahagia hidup dengan anak dan istrinya. Andai aku tahu siapa orang dibalik semua ini. Aku bersumpah akan membunuhnya'' ucap Hendra geram. Nita begidik melihat suaminya marah. Karna Hendra selama ini jarang marah. Dia selalu memilih mengalah daripada bertengkar dengannya.
Candra hanya diam mendengar perdebatan antara papa dan mamanya. Dia lebih memilih fokus untuk menyetir.
''Apa mungkin Cynthia bisa kabur karna rencana kamu?'' tanya Hendra menatap Nita curiga. Nita terkejut dengan tebakan Hendra dengan tiba-tiba.
''B-bagaimana mungkin aku melakukannya''jawab Nita gugup menghindari tatapan Hendra.
''Aku curiga kamu sengaja memeluk kaki mas Gunawan untuk mengalihkan perhatian semua orang supaya lepas dari Cynthia. Sehingga dia bisa kabur. Aku tahu bagaimana tingginya harga dirimu. Tidak mungkin kamu akan rela memohon seperti itu'' ucap Hendra.
''Aku tidak ada niat lain. Aku tulus memohon untuk anak kita. Aku juga tidak menyangka Cynthia akan nekat untuk kabur'' jawab Nita membela diri.
''Biarpun hari ini dia bisa kabur. Aku sendiri yang akan membawanya ke kantor polisi. Dia tidak akan bisa pergi jauh. Karna semua kartu kredit dan ATMnya akan aku blokir. Kalau kamu kedapatan memberi uang kepadanya. Semua fasilitasmu juga akan aku tarik'' ancam Hendra. Nita terkejut dengan ancaman Hendra.
''Apa kamu tidak kasihan dengan Cynthia. Dia tidak mungkin bisa hidup dipenjara'' kata Nita.
''Dia harus belajar dari kesalahan. Kalau kita tidak tegas terhadapnya dikemudian hari dia akan melakukan hal yang lebih buruk dari ini'' jawab Hendra. Nita terdiam dia tidak tahu harus bagaimana caranya membantu Cynthia.
''Kalau mas Hendra sudah tidak bisa membantu Cynthia. Hanya satu orang yang bisa membantu. Dia pasti akan setuju'' batin Nita.
Ketika mereka tiba didekat orang yang berkerumun. Mereka melihat mobil Cynthia kecelakaan. Rendi cepat melihat kearah tempat sopir. Dan benar saja Cynthia didalam mobil sudah tidak sadarkan diri. Kondisinya berdarah akibat kecelakaan.
''Kak Davin, yang kecelakaan ini mobil Cynthia'' teriak Rendi panik. Davin segera menghampiri Cynthia.
''Bagaimana keadaannya?'' tanya Davin.
''Dia pingsan, darahnya banyak mengalir dibagian bawah dan kepalanya. Sepertinya kaki Cynthia juga terjepit'' jawab Rendi.
''Apa ada yang sudah memanggil ambulans?'' tanya Davin kepada orang yang berkerumun. Tapi mereka mengeleng kepala.
''Kami cuma menelpon polisi'' kata salah seorang yang berkerumun.
''Biar aku panggil ambulans, kamu telepon Radit dan Candra untuk memberitahu keaadaan Cynthia dan lokasi kita'' kata Davin.
''Baik kak'' jawab Rendi.
Kemudian dia menelpon Radit dan Candra. Mereka semua terkejut mendengar kecelakan Cynthia.
Tidak beberapa lama Radit datang bersama Angga. Dia segera menghampiri Rendi dan Davin.
''Bagaimana keadaan Cynthia?'' tanya Radit
''Dia pingsan seperti yang kakak lihat'' kata Rendi. Kemudian Radit memeriksa kondisi Cynthia.
''Apa kalian sudah menelpon ambulans?'' tanya Radit.
''Sudah, sebentar lagi mereka datang'' jawab Davin. Kemudian Radit bertanya kepada orang-orang yang ada disana bagaimana kecelakaan itu terjadi. Menurut saksi mata dia melihat mobil Cynthia melaju dengan kecepatan tinggi dan hilang kendali sehingga menabrak pohon.
''Bagaimana perasaan om Hendra dan Candra melihat kondisi Cynthia seperti ini?'' tanya Rendi khawatir.
''Ini semua karna ulahnya sendiri. Kalau dia bisa menerima dibawa kekantor polisi mungkin kecelakaan ini tidak akan terjadi. Lagian semua ini juga balasan dari semua perbuatannya terhadap Rania'' jawab Radit. Tidak ada rasa kasihan sedikitpun diwajahnya ketika melihat kondisi Cynthia.
Davin dan Rendi hanya menghela nafas mendengar jawaban Radit.
''Kita harus mengabari om Gunawan mengenai kecelakaan ini'' kata Radit.
Sebelum Radit menelpon Gunawan. Hendra, Candra dan Nita datang. Mereka sampai bersamaan dengan mobil ambulans. Nita keluar dari dalam mobil dengan menangis. Dia berlari kearah mobil Cynthia yang kecelakaan.
''Oh Tuhan, anakku Cynthia'' teriak Nita sambil menangis memegang wajah Cynthia yang penuh darah.
Hendra dan Candra juga sedih melihat keadaan Cynthia. Kemudian petugas ambulans datang membawa tandu untuk menggangkat Cynthia.
''Permisi buk, korban harus segera dibawa kerumah sakit'' kata salah satu petugas.
''Nita kamu harus minggir dulu. Biar mereka bisa mengeluarkan Cynthia'' kata Hendra dengan menarik tangan Nita dari mobil Cynthia.
Setelah Cynthia berhasil dikeluarkan dari mobilnya. Dia segera dimasukan kedalam ambulans dikuti Nita masuk menemaninya. Sedangkan Hendra dan Candra mengikuti dari belakang. Radit dan yang lain harus memberi beberapa keterangan menyangkut kecelakaan Cynthia kepada polisi. Setelah itu baru mereka menyusul kerumah sakit.