
Hari ini Rania sudah diperbolehkan pulang. Semua orang sibuk mennyambut kedatangan Rania kerumah Gunawan. Radit, Davin, Angga dan Sisi membereskan semua barang-barang Rania dirumah sakit. Kalau Rendi disuruh Radit menghandle semua pekerjaan dikantor. Walau dia pergi dengan mengomel. Tapi dia akan datang kerumah Gunawan langsung dari kantor.
Sedangkan yang lainnya sibuk dirumah Gunawan untuk menyambut Rania. Malam ini rencana mereka juga akan memperkenalkan Rania sebagai putri Gunawan ke keluarga Wiratmaja lainnya. Dan mereka juga ingin membuka kedok Cynthia.
Sejak bertemu Astrid dilorong hari itu. Rania dan Radit tidak pernah bertemu lagi. Mereka juga berharap sampai kapanpun tidak akan bertemu dengannya lagi.
''Selamat Ran, hari ini kamu sudah bisa pulang'' kata Dimas yang datang ketika mereka sibuk membereskan barang-barang Rania.
''Makasih kak'' jawab Rania.
''Saya harap kamu tidak kembali kesini dengan kondisi seperti itu lagi. Setiap bertemu kamu terluka terus'' kata Dimas.
''Hehe, iya kak'' jawab Rania.
''Kamu kapan pulang kerumah dek? mama dan papa sudah menanyakan kamu'' kata Dimas.
''Ntar kalau aku ada waktu'' jawab Sisi. Bukan tanpa alasan Sisi malas pulang kerumahnya. Setiap dia pulang orang tuanya selalu saja sibuk.
''Ya udah, kakak keliling dulu. Oh ya Vin nanti kamu antar Sisi pulang sampai apartemen dengan selamat. Kalau lecet sedikit kamu tidak akan pernah bertemu dia lagi'' ucap Dimas.
''Iya kakak ipar'' jawab Davin santai.
''Aku belum jadi kakak iparmu. Lagian aku belum memberi kamu restu pacaran dengan Sisi. Hanya karna Sisi suka kamu saja aku membiarkan dia main-main denganmu'' kata Dimas. Radit dan Rania tertawa mendengar ucapan Dimas. Sedangkan Davin cemberut melihatnya.
''Udah kakak pergi sana. Lagian kami bukan anak kecil yang hanya main-main saja''kata Sisi sambil mendorong Dimas.
''Kamu harus hati-hati dengannya'' kata Dimas lagi sambil berjalan keluar.
''Kakak seharusnya cepat cari pasangan. Biar tidak mengurus kami terus'' kata Sisi lagi.
'' Calon pasanganku sudah diambil Radit'' kata Dimas.
''Apa katamu?'' Tanya Radit tidak suka.
''Haha, bercanda Dit'' kata Dimas meninggalkan ruang rawat Rania. Sekarang giliran Davin yang tertawa.
''Bertambah lagi saingan loe Dit'' kata Davin senang melihat Radit kesal.
''Ya jelas, secara kak Rania cantik'' jawab Angga.
''Sekarang kamu pakai saja kacamatanya'' kata Radit sama Rania. Sambil menyodorkan kacamata kepada Rania.
''Haha, Loe cemburu Dit?'' tanya Davin senang.
Radit tidak menjawab ucapan Davin. Sedangkan Sisi dan Rania hanya senyum saja sambil membereskan barang-barang Rania.
''Oh ya Si. Baju aku yang diapartemenmu bagaimana ya?'' tanya Rania.
''Besok aku antar kerumah ayahmu'' jawab Sisi.
''Tapi aku tidak enak merepotkanmu terus'' kata Rania.
''Kamu seperti orang lain saja. Kita ini bukan sahabat lagi. Tapi sudah seperti saudara. Sesama saudara wajar saling merepotin'' kata Sisi.
''Makasih ya'' ucap Rania.
''Iya'' jawab Sisi sambil tersenyum.
Sementara dirumah Hendra. Nita bertanya-tanya kenapa mereka disuruh papa mertuanya berkumpul dirumah utama.
''Apa kamu tidak tahu kenapa papa menyuruh kita berkumpul dirumah utama?'' tanya Nita.
''Tidak, kata papa mau mengumumin sesuatu'' jawab Hendra.
''Apa papa mau bagi-bagi harta warisan?'' kata Nita. Dia sangat senang membayangkannya.
''Tidak mungkin'' jawab Hendra.
''Kamu kenapa selalu terobsesi dengan perusahaan sih. Mas Gunawan memang pantas memimpin perusahaan. Lebih baik kamu urus saja Cynthia dengan baik. Biar tidak buat masalah diluar'' kata Hendra lagi.
''Iya, sudah lebih seminggu Cynthia tidak kemana-mana. Katanya kurang enak badan'' jawab Nita.
''Kenapa tidak dibawa kerumah sakit saja?'' tanya Hendra.
''Dia tidak mau'' jawab Nita.
''Yang penting ketika pergi kerumah papa. Cynthia harus ikut. Aku tidak mau menerima alasan apapun'' kata Hendra.
''Iya'' jawab Nita.
Hendra kemudian meninggalkan Nita diruang tamu.
Pukul tujuh malam semua persiapan kedatangan Rania sudah selesai. Wiratmaja, Gunawan, Nella, Rendra dan Susi sudah bersiap-siap.
Tidak lama kemudian Surya dan Diva datang. Mereka disambut sama Gunawan dan Nella. Sedangkan Rendra dan Susi menunggu di belakang. Dia akan keluar ke ruang tamu ketika Rania datang bersama Wiratmaja.
beberapa saat berselang Hendra dan keluarganya juga tiba. Mereka disambut sama Gunawan Dan Nella. Ketika masuk keruang tamu mereka bertemu sama Surya dan Diva.
''Malam mas Surya dan Mbak Diva'' sapa Hendra.
''Malam Hen'' jawab Surya. Diva hanya menganguk saja. Dia menghampiri Nita.
Kemudian mereka mengobrol. Rendi datang dan langsung bergabung dengan mereka.
''Mana kak Radit?'' tanya Cynthia sama Rendi. Rendi sebenarnya malas menjawab pertanyaan Cynthia. Tapi karna ada Hendra dan Candra disana. Dia pun menjawab.
''Kak Radit menyusul'' jawab Rendi. Cynthia sangat senang mendengar jawaban Rendi.
''Apa malam ini pertunanganku dan kak Radit di umumkan ya ma?'' bisik Cynthia senang.
''Semoga saja iya, tidak mungkin mereka mengumumkan kalau si Nella hamil'' bisik Nita lagi.
Setelah semua berkumpul. Gunawan mulai berbicara.
''Terima kasih sudah datang. Sebenarnya malam ini saya mau mengumumin sesuatu'' kata Gunawan terjeda.
''Tapi sebelum itu saya harus menyambut kedatangan seseorang yang sudah lama pergi dari sini. Nella coba kamu panggil papa dan Rendra berserta istrinya'' kata Gunawan.
Deg, Nita terkejut mendengar nama Rendra disebut.
Wiratmaja keluar di ikuti Rendra dan Susi. Seketika raut wajah Nita berubah.
''Kenapa si Rendra ada disini. Bukannya dia sudah hilang dua puluh lima tahun yang lalu. Perasaanku jadi tidak enak''batin Nita.
Dia mengalihkan padangannya ketika Rendra menatap tajam kepadanya.
''Rendra'' ucap Hendra terkejut.
''Iya dia Rendra, saya bertemu dengannya belum lama ini'' jawab Gunawan.
''Tapi apakah mas Gunawan tidak apa-apa bertemu dengannya? secara selama ini dia...'' kata Hendra terhenti.
''Semua akan terjawab setelah memperkenalkan satu orang lagi'' kata Gunawan. Ada kebahagian diwajahnya.
''Radit bawah cucu saya masuk'' Panggil Wiratmaja.
Hendra dan keluarganya terkejut ketika Wiratmaja mengatakan cucunya. Selama ini cucu di keluarga Wiratmaja hanya Cynthia dan Candra.
Radit dan yang lain sudah berdiri diluar pintu masuk rumah. Ketika Wiratmaja memanggilnya. Dia langsung mendorong Rania masuk di ikuti Davin, Sisi dan Angga. Pas mereka sampai diruang tamu. Semua mata tertuju kepada mereka.
'' Culun kenapa kamu disini?'' teriak Cynthia dengan wajah penuh ketakutan.