Rania

Rania
#11



Diperjalanan anggel masih memikirkan semua ucapan kakaknya, air matanya tidak mau berhenti mengalir


pak robi yg merupakan supir pribadinya randa melihat adik majikannya menangispun bertanya


kenapa nona muda, apa tuan muda memarahi nona muda


hah, aku tidak apa-apa pak


jangan khawatir, tapi bapak jangan bilang-bilang kalau aku menangis sama mamy dan papy ya


tentu saja nona muda, saya tidak akan mengatakannya


Sementara dikantor pradipta randa uring-uringan mencari sang asisten yg dari tadi disuruh mencari supir untuk mengantar adiknya pulang tapi sudah 2jam berlalu sang asisten juga belum kelihatan menampakkan batang hidungnya


Kemana si tiyo sialan itu, awas saja dia kalau sampai gak datang 15 menit lagi akan aku potong


potong apanya bos jangan bilang bos mau potong aset kebanggaan saya yg,


diam lo belum sempat tiyo melanjutkan ucapannya randa sudah lebih dulu memotong nya


dari mana saja kamu dari tadi saya tunggu


saya tadi kebelet bos, emangnya ada urusan penting apa sampai membuat bos uring-uringan seperti itu mencari saya


sialan, jangan pura-pura gak tau kamu


Baiklah saya jamin hasil dari penyelidikan saya selama ini akan memuaskan bos


cepat katakan!


gadis yg selama ini bos cari namanya rania,


brengsek saya sudah tau kalau soal itu


baiklah, ternyata rania tinggal di kontrakan dahlia dekat restoran cahaya


dan yg lebih mengejutkannya lagi gadis itu selama ini bekerja di cahaya restoran sebagai waiters.


Apa kamu bilang?


menurut imformasi yg diberikan oleh detektif sewaan kita seperti itu bos


(ternyata selama ini kamu ada dalam kandangku rania, kenapa aku sangat bodoh tidak mengetahuinya)


kalau begitu apa yg kamu pikirkan, cepat sekarang kita pergi kesana


belum 5menit mereka melewati perjalanan menuju cahaya restoran randa dikejutkan oleh getar hp yg ada disaku celananya


randa melihat ada panggilan maduk dari sang nenek tercinta


yaa ada apa nek tanya randa menjawab telpon dari nenek bela


Randa kamu pulang sekarang!


tapi aku tidak bisa pulang sekarang, nanti sore aku akan pulang dan langsung menemui nenek, sekarang aku benar-benar tidak bisa meninggalkan pekerjaanku nek


Tidak bisa, pokoknya kamu harus pulang sekarang atau kalau tidak kamu tidak akan menjadi cucu nenek lagi mulai sekarang.


baiklah randa menghela nafas pasrah


Kita putar balik aja tiyo, kita akan ke cahaya restoran nya besok saja


randa tidak tau ada hal penting apa yg ingin disampaikan nenek bela tapi randa tidak ingin mengecewakan nenek bela


randa pikir dia bisa menemui rania besok saja, sekarang dia akan mengurus nenek kesayangannya dulu


Sesampainya dimantion randa langsung mencari keberadaan neneknya


randa melihat seorang art lewat


bik, apa bibik melihat dimana nenek saya


ooh ya tuan muda tadi nyonya besar berpesan kalau nyonya besar menunggu tuan muda di taman belakang


terima kasih bik ucap randa, ya sama-sama tuan mida


Randa kemudian menghampiri neneknya yg sedang duduk santai sambil minum teh dan beberapa cemilan kesukaannya


nenek, panggil randa


nenek bela yg mendengar suara pamiliar yg memanggil namanya pun langsung reflek berdiri, kemudian langsung menempelkan lima tanda jari di pipi mulus randa


Randa melihat aura kemarahan di mata neneknya


kenapa nenek menamparku?


karna cucu yg selama ini nenek bangga-banggakan pada semua orang ternyata adalah seorang bajingan


nenek tidak percaya kamu bisa melakukan perbuatan bejat seperti itu randa


Randa bingung dg kemarahan nenek bela, dipikirannya apa kah neneknya sudah tau apa yg terjadi 3bulan yg lalu


Memangnya apa yg aku lakukan nek?


Kamu benar-benar lupa atau sengaja melupakannya randa cahaya pradipta?


nenek bela menekan kan setiap ucapannya


aura kemarahan masih terlihat jelas dimata nenek tua itu meski sudah berumur lebih dari 6o tahun namun tidak mengurangi aura kecantikan yg dimilikinya


Mamy lidia yg mendengar kegaduhan dirumahnya pun langsung mencari dari mana asal suara gadih itu berada


Tapi tidak dg papy randa karna papy randa sedang berada diluar negri untuk urusan bisnis


Ada apa ini ma? Tanya mamy lidia sama nenek bela


kamu bertanya padaku?


jika kamu ingin tau kebenarannya, silakan kamu tanyakan langsung sama anak kesayangan kamu ini


Anak kesayangan kamu ini sudah menghamili anak orang dan dia pura-pura tidak ingat dg perbuatannya itu


Bagai tersambar petir saat mamy bela mendengar ucapan nenek bela


benarkah apa yg dikatakan nenekmu randa?


jawab mamy randa?


semua yg ada disana kaget mendengar teriakan mamy lidia


maafkan aku ma, aku akan menceritakan semuanya


randa mulai menceritakan semua yg terjadi padanya dan rania tanpa ada yg ditutup-tutupinya.


Begitulah ceritanya nek, my


kalau nenek sama mamy gak percaya boleh tanyakan langsung sama tiyo, kebetulan tiyo ada disini sekarang


Apapun alasanmu kamu tetap harus bertanggung jawab dengan apa yg sudah kamu lakukan randa ucap nebek bela tegas


Saat itu aku sudah bilang mau tanggung jawab nek, aku bersedia menikahinya


tapi rania malah tidak mau menerima pertanggung jawaban ku


Sudahlah jika gadis itu tidak mau kamu bertanggung jawab biarkan saja potong mamy lidia


tentang anaknya kita akan meminta hak asuh darinya, mamy akan menjamin anaknya tidak akan kekurangan apapun disini


Apa yg kamu katakan lidia?


ucap nenek bela, rania bukan wanita seperti yg kamu bayangkan dia tidak akan membiarkan anaknya dijauhkan darinya, dan aku juga tidak mau memisahkan dia dari anak nya


jalan satu-satunya adalah randa harus menikah dengan rania


lagi pula randa bilang tadi kalu dia juga merasa mencintai rania, terus apapagi yg dipikirkan


Mama tau kalau randa sudah dijodohkan dengan dewi ma ucap mamy lidia


mereka baru dijodohkan belum bertunangan apa lagi menikah dan kamu juga sangat tau kalau randa tidak pernah mencintai dewi, tapi rania sudah mengandung calon cucumu


Pokoknya aku tidak akan setuju kalau randa menikah dengan wanita kampungan itu


randa tetap akan menikah dengan dewi seperti kesepakatan kita bersama


kesepakatan bersama seperti apa yg kamu katakan lidia, aku tidak pernah sepakat dengan perjodohan itu, apa lagi randa dia tidak pernah menyetujui perjodohan ini


hanya kamu dan dewi aja yg sepakat.


dan wijaya juga mau karna bujuk rayu darimu


entah apa yg menarik dari wanita ****** itu


Mamy lidia tidak mau kalah


Dewi bukan ****** seprti yg mama ucapkan, dia adalah waniata baik-baik berpendidikan tinggi, dan yg lebih penting lagi status sosialnya sama dengan kita


gadis kampungan itulah yg ******, dia merayu laki-laki kaya dengan sengaja tidur bersamanya


sehingga anakku harus bertanggung jawab dengan kehamilannya, siapa tau itu bukan anak randa


Cukup my, bentak randa


dia sudah pusing mendengar pertengkaran yg dilakukan mamy dan neneknya


sementara anggel dan tiyo hanya bengong tidak tau apa yg harus dilakukan, mereka hanya mencuri-curi pandang masing-masing


Keputusannya aku akan menikahi rania


mamy tau aku tidak pernah setuju dengan perjodohan yv mamy lakukan untukku, dan aku juga tidak pernah menyukai dewi


mamy hanya mengenal dewi dari bungkus luarnya aja, tapi tidak tau seperti apa sebenarnya watak wanita ular itu


Tapi randa


ucap mamy lidia


tidak ada tapi-tapian aku tetap akan menikahi rania dengan atau tanpa persetujuan mamy


ayo kita pergi tiyo, ucap randa


senyum kemenangan terukir dipipi keriput nenek bela yg masih tetap cantik


Ayo kita kekamar sayang ajaknya sama anggel


nenek akan menghukummu karna tidak memberitau nenek tentang kepulanganmu


maafkan anggel nek, tapi anggel punya oleh-oleh untuk nenek anggel yakin nenek pasti suka


setelah kepergian mereka semua kini tiggallah mamy lidia sendiri


aku harus melakukan sesuatu, aku tidak ingin kalau sampai wanita kampungan itu menjadi istri dari anakku, sorot matanya menyiratkan akan kebenciannya yg luar biasa.