Rania

Rania
120. Istri Yang Sangat Berarti



Rania masuk kedalam ruangan ayahhnya. Disana sudah ada Rendra.


''Pagi ayah, pagi paman'' sapa Rania ceria. Dia langsung duduk dekat Rendra disofa.


''Pagi sayang'' jawab Gunawan yang juga ikut duduk disofa.


''Pagi Ran, kamu kapan pulang dari Bandung?'' tanya Rendra.


''Kemaren paman, oh ya mang Diman juga nitip uang hasil panen'' jawab Rania sambil mengeluarkan amplop yang berisi uang dan menyerahkan kepada Rendra.


''Untuk kamu aja. Paman belum memberimu kado pernikahan'' ucap Rendra.


''Aku masih ada uang paman, ayah juga baru mentransfer gaji dan uang jajanku. Padahal aku sudah punya suami. Kalian berdua gak usah mikirin aku kekurangan uang lagi. Paman lebih membutuhkannya'' jawab Rania. Dia tetap memaksa Rendra mengambil uang itu. Akhirnya Rendra mengalah dan mengambil uangnya.


''Biar kamu sudah bersuami. Ayah akan tetap memberimu uang jajan. Semua bentuk dari tanggungjawab ayah yang selama ini tidak ayah jalankan. Dan uang ayah nantinya juga akan menjadi milikmu'' ucap Gunawan. Rania tersenyum melihat kearah Gunawan.


''Katanya ada yang mau kamu bicarakan? Sampai paman disuruh datang kesini'' tanya Rendra.


''Masalah Kevin paman'' jawab Rania langsung keintinya.


''Kevin? emang kamu ketemu sama dia?'' tanya Rendra terkejut. Rania memgangguk dan menceritakan semua yang terjadi kemaren. Tapi dia tidak menyinggung sedikitpun tentang Astrid. Raut wajah Gunawan dan Rendra berubah marah.


''Kenapa kamu tidak menelpon kami waktu kejadian?'' tanya Gunawan.


''Hmm, aku menceritakan ini untuk memberitahu paman. Kalau tiba-tiba keluarga Kevin menanyakan sama paman kenapa dia bisa masuk penjara. Jadi ayah dan paman gak perlu cemas. Aku dan mas Radit juga tidak terluka sedikitpun'' jelas Rania.


''Tetap saja tidak bisa dibiarkan. Paman akan temui Kendra biar dia tahu kelakuan anaknya. Kalau masih dia ulangi juga mengangu kamu maupun Radit. Paman akan buat mereka menghilang dari sini'' ucap Rendra penuh amarah.


''Ayah juga tidak akan tinggal diam. Berani sekali mereka mengusik kalian. Cukup sekali mereka memisahkan kita. Tidak ada kata maaf untuk kedua kalinya'' ancam Gunawan emosi. Rania sudah memperkirakan reaksi ayah dan pamannya.


''Iya, dari awal Kevin tidak kenal siapa aku. Sekarang dia sudah menerima hukumannya di dalam penjara. Jadi ayah dan paman gak perlu marah lagi'' Rania berusaha menenangkan.


'' Karna dia bodoh makanya tidak kenal kamu. Paman tidak menyangka Kendra akan punya putra bodoh dan sampah seperti itu. Padahal Kendra sendiri dulu terkenal pandai dalam berbisnis. Mungkin karna kebanyakan makan uang haram anaknya jadi seperti ini. Masih untung paman sisakan rumah untuk mereka tinggal tapi malah berbuat tingkah'' upat Rendra.


Rania hanya geleng kepala mendengar umpatan Rendra. Sejak dia tahu semua masalah yang menimpanya dan bunda Rania ada campur tangan keluarga Sanjaya. Rendra akan menanggapi setiap masalah yang menyangkut keluarga Sanjaya dengan emosi berlebihan.


''Sabar paman, ntar paman bisa hipertensi dan stroke loh kalau marah-marah terus. Padahal Angga belum menikah'' canda Rania. Wajah Rendra yang tadinya serius berubah cerah ketika mendengar ucapan Rania. Dia kemudian tersenyum. Mereka melanjutkan bicara dengan santai. Rendra bahkan antusia menceritakan masa kecil Rania kepada Gunawan yang membuat mereka tertawa.


Sementara diruangannya, Radit memanggil Davin untuk memberikan laporan tentang Astrid. Kali ini Radit benar-benar tidak bisa mentoleransi perbuatan Astrid.


''Bagaimana perkembangannya?'' tanya Radit serius.


''Cih, mimpinya ketinggian'' jawab Radit jijik bercampur geram.


''Oh ya satu lagi pak. Astrid sekarang juga kecanduan narkoba. Saya sudah menghubungi polisi untuk menangkapnya karna malam ini dia akan mengadakan pesta narkoba di apartemennya. Saya juga sudah memberi tahu wartawan untuk meliput pengrebekannya. Jadi Astrid tidak akan menduga kalau kita berada dibelakang penangkapannya'' jelas Davin lagi.


''Terserah kamu mau menyingkirkannya dengan cara apapun. Aku hanya tidak ingin dia mengusikku dan Rania lagi. Mau dia mati sekalipun aku tidak peduli'' ucap Radit dingin.


''Hmm, anda terlalu kejam sekali pak. Saya juga tidak menyangka dia akan hidup seperti ini. Dulu waktu kita baru mengenalnya ketika kuliah dia anak yang pemalu dan polos. Dia sangat menyayangi ibunya yang membesarkannya sendiri setelah ayahnya meninggal. Karna sifat seperti itu anda menyukainya'' kata Davin mengenang masa lalu.


''Itu dulu. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Manusia bisa berubah. Apalagi kalau dalam dirinya dipenuhi keserakahan untuk menjadi kaya. Dia meninggalkanku karna melihat Kevin lebih kaya. Untung ketika pacaran dengannya aku tidak pernah memberitahu siapa keluargaku. Andai dia tahu mungkin sampai sekarang dia akan tetap disisiku dengan topeng kepolosannya itu. Sekarang aku menyesal pernah mencintainya'' ujar Radit. Karna ketika kuliah Radit berpenampilan sederhana sama seperti Davin.


''Terus bagaimana dengan Rania sekarang?'' tanya Davin.


''Istriku selalu berpikir positif. Dia tidak pernah menyalahkanku atas apa yang menimpanya. Aku bersyukur memilikinya'' jawab Radit sambil tersenyum. Radit tidak menceritakan reaksi Rania ketika menyuruhnya membereskan Astrid. Bisa-bisa dia diejek Davin.


''Kalau menyangkut Rania sikap anda langsung berubah'' sindir Davin melihat perubahan wajah Radit.


''Ya iyalah, dia istri yang sangat berarti dalam hidupku'' jawab Radit sombong.


''Trus kenapa lama pulangnya dari Bandung?'' tanya Davin penasaran.


''Kami sekalian honeymoon'' jawab Radit santai.


''Apa sudah gol?'' tanya Davin setengah berbisik. Radit hanya tersenyum.


''Wuihh akhirnya anda jadi laki-laki sejati.Tapi kenapa anda tidak mengajak Rania honeymoon di LN. Masak kalian honeymoonnya hanya di Bandung'' ucap Davin.


''Rania tidak mau. Tapi tempat tidak jadi masalah. Yang penting aksi dan suasananya juga mendukung. Kalau bukan karna kamu sibuk mempersiapkan pernikahan mungkin kami belum kembali ke Jakarta. Aku jadi merindukan Rania'' jawab Radit.


''Lebay, moga saja Rania tidak menceritakannya sama Sisi. Bisa gawat kalau dia minta honeymoon di Bandung juga'' ucap Davin.


''Bagus dong. Aku jadi gak perlu mengeluarkan uang banyak untuk kalian'' jawab Radit.


''Tidak bisa gitu pak. Walaupun kami batal honeymoon anda sudah janji memberi hadiah pernikahan itu. Setidaknya anda harus mentransfer uangnya. Itung-itung untuk nambah uang tabungan saya'' ucap Davin tersenyum.


''Kalau menyangkut uang cerah matamu'' jawab Radit. Davin hanya tertawa.


Bagi Davin, Radit adalah sahabat yang tidak pernah berubah kepadanya dari dulu. Walaupun ketika bekerja sikapnya tegas. Tapi dia orang yang paling peduli dan tulus kepadanya. Karna Radit dia bisa menikmati hidup seperti sekarang. Mustahil baginya akan hidup mewah seperti sekarang sebab kedua orang tuanya hanya pensiunan PNS.