Rania

Rania
95. Hasil Tes



Hari ini Cynthia pulang dari rumah sakit. Semua biaya administrasinya sudah diurus sama Hendra. Tapi dia menyuruh Cynthia, Nita dan Candra pulang duluan. Karna dia juga ada urusan untuk mengambil hasil tes DNAnya. Namun Hendra tidak memberitahu mereka.


Setelah Candra dan yang lainnya pulang. Hendra segera menemui dokter yang mengurus tes DNAnya. Dengan tangan gemetar Hendra membuka hasil tersebut.


Hasil tes pertama punyanya dengan Candra. Ternyata Candra anak kandungnya. Hatinya lega mengetahui Candra anak kandungnya. Kemudian dia membuka hasil tes dari Cynthia. Dengan jantung berdebar-debar. Hendra berharap Cynthia juga anak kandungnya.


Tapi kenyataan berkata lain. Hasil tes mengatakan Cynthia bukan anak kandungnya. Seketika hasil tes itu terjatuh dari tangannya. Hendra masih tidak mempercayainya. Karna yang dia ketahui Nita selama ini tidak pernah berselingkuh dibelakangnya.


''Apa hasil ini benar-benar akurat dok?'' tanya Hendra masih meyakinkan dirinya.


''Iya pak, Semua sesuai dengan yang ada berikan. Dan rumah sakit kami selalu mengeluarkan hasil yang akurat'' jawab Dokter.


''Kalau begitu saya permisi dulu dok. Terima kasih atas kerjasamanya'' ucap Hendra sambil meninggalkan ruang dokter.


Hendra berjalan gontai menuju parkiran. Apa yang dia takutkan selama ini terjadi juga. Begitu banyak pertanyaan didalam pikirannya.


''Kenapa kamu menyembunyikannya Nita. Dengan siapa kamu selingkuh? Siapa ayah kandung Cynthia. Aku harap hari ini kamu mengatakannya. Kalau tidak jangan salahkan aku berbuat kasar'' batin Hendra.


Candra dan yang lain sampai di rumah. Kemudian dia mengangkat Cynthia keatas kursi roda. Cynthia terlihat tidak semangat. Apalagi dengan kelumpuhannya ini. Dia bahkan ingin mencoba bunuh diri. Untung Nita dengan cepat mengetahuinya.


''Kamu tahu papamu ada urusan apa sehingga tidak bisa pulang bersama kita?'' tanya Nita ketika duduk diruang tamu setelah mengantar Cynthia istirahat dikamarnya.


''Aku tidak tahu ma'' jawab Candra juga duduk disofa.


Tidak lama Hendra datang dengan wajah penuh amarah. Dia langsung berjalan menuju Nita. Candra juga terkejut melihat raut wajah ayahnya.


''Kamu sudah pulang mas'' sapa Nita masih bersikap tenang.


''Kamu bisa jelaskan semua ini?'' teriak Hendra sambil melemparkan hasil tes DNA Cynthia diatas meja. Nita yang melihat amplop tersebut menjadi terkejut. Dengan pelan dia mengambilnya.


Kemudian Nita mengeluarkan kertas dalam amplop dan membacanya. Seketika nyalinya menciut mambaca isi kertas tersebut. Candra segera mengambil kertasnya dari tangan Nita. Seketika dia terkejut melihatnya.


''Apa benar semua ini pa?''tanya Candra masih tidak percaya.


''Kamu tanya sendiri sama mamamu. Dia yang tahu semuanya'' ucap Hendra marah.


''Ma'' Candra menunggu penjelasan.


''Maaf kan aku mas'' Nita menangis tertunduk. Dia tidak berani menatap mata penuh amarah Hendra.


''Cepat katakan, Bisa-bisanya kamu selingkuh dibelakangku. Kurang apa aku selama ini samamu'' bentak Hendra.


''Tidak mas, aku minta maaf'' Nita menangis sambil memegang kaki Hendra. Tapi Hendra segera menepisnya.


''Kalau kamu tidak mau menceritakan. Sekarang juga kamu dan anakmu itu keluar dari rumah ini'' ancam Hendra.


''Aku mohon jangan usir kami mas. Apalagi keaadaan Cynthia seperti sekarang'' Nita memohon sambil menangis.


''Jangan seperti ini pa. Dengarkan dulu penjelasan mama'' bujuk Candra. Sebenarnya dia juga sama dengan Hendra sangat syok mengetahui Cynthia bukan anak kandung papanya. Tapi dia juga tidak ingin mama dan papanya bertengkar. Dia merasa lelah dengan semua masalah Cynthia. Sekarang datang pula masalah baru. Hendra melihat kearah Candra. Kemudian dia kembali menatap Nita.


''Aku beri kesempatan kamu menjelaskan semuanya sekarang'' ucap Hendra tegas dan dingin.


''Semua terjadi ketika ayah meninggal dan kakakku memgambil ahli semua harta warisan tanpa menyisakan sedikitpun untukku. Waktu itu aku frustasi. Ditambah mas sedang berada diluar negeri mengantikan mas Gunawan mengurus perkerjaannya. Tidak ada tempat untukku bercerita. Aku melampiaskan semuanya dengan pergi minum-minum di bar. Malam itu aku mabuk berat. Dan semua terjadi, aku tidur dengan seorang laki-laki yang tidak aku kenal. Setelah itu kami tidak pernah bertemu. Seminggu sebelum mas pulang aku mengetahui fakta bahwa aku hamil. Sedangkan mas sudah pergi selama tiga bulan. Selama mas pergi aku hanya sekali tidur dengan laki-laki itu ketika mabuk. Aku pergi mencarinya ke bar tempat kami bertemu. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku hamil dan ingin mengugurkan kandungan ini. Tapi dia menolak aku mengugurkan kandungan. Dia mengancam akan menyebarkan foto kami tidur bersama kalau aku masih mengugurkan kandungan. Dan dia berjanji akan menjeput Cynthia ketika dia sudah besar. Tapi kenyataan berkata lain. Dia meninggal ketika Cynthia berumur satu tahun. Dan aku tidak mengenal keluarganya. Aku sengaja menyuruh dokter mangatakan kalau Cynthia lahir prematur supaya mas tidak curiga sama umur kehamilanku. Maafkan aku mas. Semua salahku.'' jelas Nita masih terisak. Semua yang dikatakan Nita adalah kenyataannya. Hanya sebagian kecil yang tidak berani dia katakan.


''Kenapa kamu seperti ini. Hanya karna tidak mendapatkan harta warisan ayahmu. Kamu tega menghianatiku. Apa aku tidak sanggup memenuhi kebutuhanmu. Padahal kamu selama denganku selalu hidup dengan mewah. Kamu sudah menodai cinta yang aku berikan. Dan Cynthia juga melakukan hal yang sama dengan yang kamu lakukan. Dia bahkan juga sampai hamil'' kata Hendra. Dia begitu hancur mengetahui kenyataannya. Candra hanya terdiam mendengarnya. Dia juga tidak menyangka mamanya tega menghianati papanya. Setahu dia papanya begitu mencintai mamanya. Bahkan selama ini tidak pernah dia melihat papanya memarahi mamanya. Hendra bahkan lebih banyak mengalah.


Candra bisa merasakan hati Hendra yang begitu hancur.


''Bukan seperti itu mas, Aku tidak bermaksud menghianati cintamu. Aku juga tidak menyangka akan seperti ini. Aku mohon mas maafkan kesalahanku. Dan terimalah Cynthia seperti anakmu sendiri.Sama dengan yang selama ini kamu lakukan'' mohon Nita.


''Aku tidak bisa berpikir. Semua terasa mimpi bagiku'' jawab Hendra sambil meninggalkan ruang tamu. Nita berusaha menahannya. Tapi Hendra dengan cepat menepis tangannya.


''Semua ini karna Rania. Sejak kedatangannya semua masalah terus bermunculan. Awas kamu, aku tidak akan membiarkanmu bahagia sedangkan aku dan anakku menderita'' banti Nita.


Dia menatap marah melihat kepergian Hendra.


''Papa mau kemana?'' kejar Candra.


''Papa hanya perlu menenangkan pikiran. Kamu tidak perlu mengikuti papa'' ucap Hendra langsung keluar rumah. Candra bingung harus mengejar papanya atau menenangkan mamanya yang sedang menangis.


''Kenapa semua jadi begini'' batin Candra.


Dia mengacak rambutnya dengan kasar tanda frustasi melihat masalah dalam keluarganya. Kemudian terdengar mobil Hendra meninggalkan rumah.


Sementara Cynthia yang mendengar pertengkaran papa dan mamanya didalam kamar hanya bisa menangis. Dia sangat takut apa yang terjadi kedepannya.