
Hari ini pemakaman Nita. Tidak banyak yang datang. Hanya keluarga dan orang-orang tertentu saja. Suasana hening menyelimuti pemakamannya. Tidak banyak tahu penyebab kematian Nita. Keluarga hanya mengatakan karna kecelakaan.
Hendra merasa sedih mengingat waktu yang mereka jalani selama ini dan dia adalah wanita satu-satunya dihati Hendra. Yang paling terpukul dari kematian Nita adalah Candra walaupun dia terlihat tegas sama mamanya tapi sebenarnya dia sangat menyayangi mamanya. Hanya saja perbuatannya salah yang tidak bisa Candra terima.
Semua orang mulai meninggalkan pemakaman. Hanya Cynthia yang masih termenung menatap makam mamanya.
''Pada akhirnya semua yang mama janjikan gagal. Kenapa mama harus meninggalkan aku sendiri sebelumnya mama berjanji akan mengembalikan semua seperti semula'' ucap Cynthia tidak terasa air matanya keluar. Walaupun dia marah sama mamanya atas kenyataan dia bukan anak papanya. Tapi dihatinya yang paliang dalam dia sangat menyayangi mamanya. Sekarang dia tidak tahu pada siapa akan bergantung dalam kondisi seperti ini.
Candra mengajak dia pulang. Mereka sampai dirumah Hendra. Mulai sekarang semua terasa berbeda bagi keluarga Hendra.
Keluarga Wiratmaja berkumpul dirumah Hendra. Hanya sekedar memberi suport kepada Hendra dan Candra. Sedangkan Cynthia langsung kekamarnya.
''Om aku mengundurkan diri dari perusahaan'' tiba-tiba Candra bicara membuat semua orang terkejut.
''Apa alasan kamu harus mengundurkan diri?'' tanya Gunawan.
''Setelah memikirkan apa yang mama lakukan sama keluarga om. Aku merasa tidak pantas berada diperusahaan'' jawab Candra.
''Hmm, begini Can. Semua yang dilakukan mamamu tidak ada hubungannya denganmu. Bahkan ketika dia melakukannya waktu itu kamu saja belum mengerti apa-apa. Terlebih kita semua juga tidak menyangka dia pelakunya. Untuk kesalahan Nita tidak harus kamu yang menanggungnya. Om tidak menerima pengunduran dirimu'' jawab Gunawan.
''Iya kak, kita semua keluarga. Aku yang sebagai korban saja tidak pernah menyalahkan kakak. Apalagi sekarang hanya kita berdua saja cucu dari Wiratmaja'' ucap Rania.
''Karna kalian tidak menyalahkan sehingga aku merasa malu dan tambah merasa bersalah'' jawab Candra.
''Apa semua anak harus menangung kesalahan yang diperbuat orang tuanya? Kalau iya betapa banyaknya anak-anak yang menderita didunia ini'' ucap Rania. Candra terdiam.
''Benar kata Rania. Opa tidak mau mendengar kamu berpikir seperti itu. Bagi Opa kamu dan Rania sama. Sama-sama cucu yang berharga bagi opa'' ujar Wiratmaja.
Candra kemudian mengangguk lemah. Cynthia mendengar semua yang orang bicara. Dia benar-benar merasa orang asing sekarang. Apalagi mamanya juga sudah tidak ada.
Ketika mereka sedang mengobrol. Jaka datang menemui mereka.
''Silakan duduk'' jawab Gunawan. Dia yakin Jaka datang untuk menagih janji waktu itu.
'' Terima kasih. Saya langsung saja ke intinya. Saya ingin menagih janji tuan Gunawan waktu itu'' ucap Jaka.
''Apa yang kamu inginkan?'' tanya Gunawan.
''Sebelumnya saya minta maaf sama tuan Hendra dan Candra. Saya hari ini meminta izin membawa pergi Cynthia'' ucap Jaka tenang. Semua orang terkejut. Terutama Hendra dia langsung berdiri dari tempat duduknya.
''Apa hubunganmu dengan Cynthia. Apa jangan-jangan kamu ayahnya?'' tanya Hendra marah.
''Saya adik dari ayahnya Cynthia. Sebelum kakak saya meninggal dia memberi tahu kalau dia memiliki seorang anak. Dan dia meminta saya untuk menjaga anaknya. Saya yang waktu itu baru bercerai dengan istri saya memutuskan pergi ke Jakarta untuk melihat anak kakak saya. Karna cuma dia keluarga saya setelah kakak saya meninggal. Kebetulan waktu itu perusahaan Wiratmaja mencari asisten untuk tuan Gunawan. Saya melamar kerja dan diterima. Waktu saya datang ke Jakarta saya menemui buk Nita. Tapi beliau meminta saya untuk tidak ikut campur menyangkut semua tentang Cynthia. Karna janji dengan kakak saya. Saya hanya melihatnya dan melindunginya dari jauh. Saya tidak memberitahu identitas karna saya merasa Cynthia hidup dengan bahagia dan nyaman di keluarga tuan Hendra. Dan saya yakin kalau dia bukan anak tuan Hendra tidak akan terungkap. Tapi saya salah, bangkai yang disimpan pasti akan tercium juga. Sekarang karna buk Nita sudah meninggal. Maka hubungan Cynthia dengan keluarga ini juga sudah tidak ada lagi. Saya berniat membawanya pergi. Kebetulan uang peninggalan kakak saya dan uang tabungan saya selama ini cukup untuk membawa dia berobat dan untuk hidup kami kedepan. Sebelumnya saya sudah bertemu dengan Cynthia dirumah sakit. Dan kemaren saya juga sudah menelponnya. Dan dia setuju untuk ikut dengan saya. Mengenai kenapa saya tahu nona Rania diculik buk Nita. Karna awalnya dia mengajak saya melakukannya. Tapi dengan tegas saya menolak. Apalagi mengingat kebaikan tuan Gunawan selama ini saya tidak akan berani menyakiti keluarganya. Saya sudah memperingatkan Buk Nita untuk tidak berbuat nekat. Tapi saya tahu dia tidak akan mendengar ucapan saya. Makanya saya suruh orang mengikutinya diam-diam. Sehingga saya tahu kemana nona Rania dibawa ketika diculik. Sekali lagi saya meminta maaf karna ke egoisan saya meminta sesuatu sebagai balasan dari bantuan saya. Saya tahu itu tidak pantas. Tapi Cynthia adalah keluarga satu-satunya yang ditinggalkan kakak saya'' jelas Jaka. Semua orang terkejut mendengar penuturan Jaka. Terutama Hendra dan Candra. Padahal Jaka berkerja selama dua puluh tahun tapi tidak ada yang curiga kepadanya.
''Tapi saya masih memiliki hubungan darah dengan Cynthia. Saya kakak satu ibunya. Saya tidak bisa membiarkan anda membawa adik saya'' ucap Candra tegas. Sedangkan Hendra hanya diam. Sejak dia tahu kalau Cynthia buka anak kandunganya. Rasa sayang yang selama ini hilang begitu saja. Yang tinggal hanya rasa kasihan karna selama dua puluh tahun mereka adalah ayah dan anak.
''Aku akan ikut om Jaka'' tiba-tiba Cynthia keluar dari kamarnya. Semua orang melihat kearahnya.
''Tapi kamu masih punya kakak disini. Kakak akan menjagamu'' ucap Candra.
''Walaupun begitu. Aku tidak akan tenang tinggal disini. Mengingat semua kesalahan aku dan mama perbuat. Aku sudah memutuskannya kak'' jawab Cynthia tegas. Tidak terlihat lagi wajah manjanya selama ini.
Candra terdiam, dia tidak bisa memaksa Cynthia untuk bersamanya. Apalagi sepertinya Hendra juga tidak ada niat untuk menahannya.
''Saya sudah meletakan surat pengunduran diri saya diatas meja tuan Gunawan'' ucap Jaka.
''Apa harus kamu membawanya pergi. Kami masih bisa merawat Cynthia disini. Dan kami juga berniat untuk mengobatinya'' ucap Gunawan.
''Iya tuan, mulai sekarang tanggungjawab atas diri Cynthia ada ditangan saya'' jawab Jaka.
Tidak ada yang dapat menahan Cynthia lagi. Bagi mereka sekarang memang Jaka yang pantas untuk merawatnya.