Rania

Rania
105. Akhir Dari Nita



Wajah Rania berubah suram. Dia sudah tidak bisa menahan emosinya. Kalau bukan karna tangan dan kakinya di ikat mungkin sekarang dia sudah membunuh Nita.


''Kita belum tahu siapa yang akan meninggal duluan'' jawab Rania mengejek.


''Haha, kamu terlalu percaya diri. Biarpun waktu itu Retno tidak meninggal dalam kebakaran. Setidaknya dia menderita sebelum meninggal'' ejek Nita.


''Cukup, anda tidak berhak menyebut nama bunda saya dengan mulut busuk anda itu'' teriak Rania.


''Asal kamu tahu. Bundamu itu orang terbodoh yang saya kenal'' ucap Nita.


Rania ingin menjawab ucapan Nita.


''Nita cukup'' hardik Hendra diikuti yang lain.


Nita terkejut melihat orang yang datang dia kemudian memanggil orang suruhannya.


''Semua orang suruhan tante sudah dibereskan'' ucap Radit. Dia sangat marah ketika melihat kondisi Rania yang sangat kacau.


Begitu sampai dibangunan terbengkalai semua orang suruhan Nita yang berjaga dibawah diserahkan sama Davin dan anak buahnya serta dibantu Jaka. Sedangkan yang lain segera naik kelantai empat sesuai petunjuk Jaka untuk mencari Rania.


'' Jangan ada yang mendekat atau saya tembak Rania'' ancam Nita menodongkan pistol kearah Rania.


Semua orang disana sangat takut. Mereka tahu kalau Nita bisa berbuat nekat.


''Mama, kenapa kamu seperti ini. Aku mohon jangan berbuat yang lebih nekat dari ini. Tolong lepaskan Rania. Kita bisa bicara baik-baik'' bujuk Candra.


''Diam, kamu terlalu baik untuk manjadi anakku. Kamu bahkan mewariskan kebodohan papamu. Padahal selama ini mama sudah bilang supaya kamu mengambil alih perusahaan. Tapi kamu tidak pernah mendengarkanku. Sekarang aku bukan mamamu. Anakku hanya Cynthia seorang. Dan untukmu mas Hendra. Aku tahu kamu sangat mencintaiku selama ini. Tapi kamu terlalu lemah. Padahal aku sudah memberimu kesempatan mengambil alih perusahaan ketika mas Gunawan berobat diluar negeri. Tapi dengan bodohnya kamu menyerahkan kepadanya ketika dia kembali. Hanya dengan alasan kamu tidak sehebat dia. Sekarang kamu marah karna Cynthia bukan anakmu. Apa kamu tahu apa yang aku inginkan selama ini kalau kamu benar mencintaiku? Kamu tidak tahu betapa susah payahnya aku menyingkirkan setiap kerikil yang menghalangi tujuanku. Tapi ketika semua tujuanku hampir tercapai anak Retno sialan ini datang menghancurkannya. Padahal dari awal aku sudah menyingkirkan Retno'' ucap Nita penuh amarah.


''Jangan-jangan kamu dalang dari semua kejadian dua puluh lima tahun lalu?'' tanya Gunawan emosi.


''Iya dia dalangnya ayah'' jawab Rania.


''Haha, diam kamu atau saya tembak'' ancam Nita sama Rania. Kemudian dia melihat kearah Gunawan.


''Padahal kamu orang yang sangat teliti dan pintar. Tapi ketika saya menfitnah istri dan orang kepercayaanmu. Kamu bahkan dengan gampang terhasut. Saya sangat menikmati setiap kehancuran dalam dirimu. Foto yang saya kirim waktu itu, saya sendiri yang mengambil. Saya datang kerumah untuk bertemu Retno melihat di bicara dengan Rendra. Saya mengetahui kalau Rendra adalah kakak kandungnya dan dia juga lagi mengandung anakmu. Saya merasa terancam kalau sempat anak Retno perempuan maka perjodohan dengan keluarga Handoko jadi miliknya. Saya tidak ingin kalah darinya. Ketika itu saya langsung ingin membunuhnya dengan membakar rumahnya. Sayang sekali dia selamat. Dan sekarang anaknya disini'' ucap Nita. Semua orang emosi mendengar penuturan Nita. Terutama Gunawan dia tidak menyangka orang yang selama ini dia anggap sebagai adik ternyata yang membuat hidupnya hancur.


''Dasar wanita berhati iblis'' teriak Gunawan penuh emosi.


''Haha, apa kamu tidak penasaran siapa yang membantu saya untuk menyingkirkan kalian waktu itu Rendra?'' tanya Nita melihat kearah Rendra.


''Dari awal saya sudah curiga kalau kamu dalang semua itu. Tapi karna tidak ada bukti dan saya tidak bisa mengumpulkan bukti karna dikejar-kejar pembunuh bayaran. Serta yang paling penting waktu itu adalah menyelamatkan Retno dan anaknya. Sehingga saya mengurungkan niat menangkap dalang dari semua itu'' jawab Rendra. Gunawan termenung memikirkan bagaimana Rendra menghadapi semuanya waktu itu.


''Kamu memang pantas disebut asisten nomor satu Gunawan. Karna bisa membaca semuanya'' puji Nita. Kemudian dia melihat kearah Rania.


Doorrr...


Semua orang terkejut. Rania menutup mata pasrah kalau dia harus meninggal hari ini. Tapi Rendi dengan cepat melompat kearah Rania menghalangi peluru dari tembakan Nita


Peluru mengenai pangkal lengan Rendi. Rania membuka mata terkejut Rendi berada didepannya dengan pangkal lengannya berdarah.


''Rendii'' teriak Rania menangis melihat tangan Rendi berdarah


''Hehe, kakak ipar harus traktir aku cendol dan bakso untuk membayarnya'' ucap Rendi tertawa menahan sakit. Rania mengangguk antara haru dan tertawa.


Radit sampai didepan Rania juga. Sebenarnya Radit sama berlari kearah Rania dengan Rendi. Tapi karna jarak Rendi yang dekat dengan Rania dia duluan sampai.


Radit kemudian memeluk Rania dengan erat. Jantung hampir berhenti ketika melihat Nita menembak Rania.


''Aku yang kena tembak kenapa kakak ipar yang dipeluk?'' tanya Rendi.


''Kamu tahan aja dulu'' jawab Radit.


Sementara Nita melihat yang kena tembak adalah Rendi berjalan mundur dari tempat dia berdiri.


''Ternyata keberuntungan Retno mengalir kepadanya'' ucap Nita putus asa.


''Sudah Nita, lebih baik kamu menyerah saja. Saya akan memohon kepada mas Gunawan untuk tidak menuntut hukumanmu terlalu berat'' bujuk Hendra.


''Semua sudah terlambat mas. Aku sudah membuat keputusan. Kalau rencanaku gagal tidak ada jalan untuk kembali'' jawab Nita. Dia masih mundur sampai pinggir gedung. Dari sana dia melihat banyak mobil polisi berdatangan.


''Candra mohon ma, jangan seperti ini. Ayo hentikan semuanya dan serahkan diri mama kepolisi'' bujuk Candra sedih sambil.mendekat


''Tidak nak, mama cuma ingin kamu menjaga Cynthia. Walau dia bukan adik satu papa. Tapi dia satu mama denganmu'' ucap Nita. Kemudian dia melihat ke arah Hendra.


''Makasih atas cintamu selama ini mas. Sejujurnya saya sangat bahagia dengan cinta yang selama ini kamu berikan. Dan saya merasa kehilangan dan sedih ketika kamu mengabaikan saya beberapa minggu ini'' ucapnya lagi. Hendra terdiam. Bagaimanapun selama tigapuluh tahun dia mencintai Nita dan tidak semudah itu melupakannya.Nita melihat kebawah.


''Nita. Jangan berbuat nekat'' ucap Hendra. Nita tersenyum pahit. Dia sudah memutuskan untuk bunuh diri.


'' Rendra orang yang membantu saya adalah Kendra sanjaya'' kata Nita sambil melompat.


''Tidak mamaaaa'' teriak Candra berlari. Tapi Nita sudah duluan melompat. Tubuhnya langsung menghantam balok dan besi yang ada di lantai dasar. Dia meninggal seketika dengan kepala hancur.


Semua orang berlari ketepi bangunan. Hanya Rania, Radit dan Rendi yang masih berada ditempatnya. Karna ikatan tangan dan kaki Rania beru dilepaskan Radit.


Hendra terduduk menangis melihat orang yang dicintainya mati bunuh diri. Begitu juga dengan Candra. Dia termenung ditepi bangunan melihat mayat mamanya dilantai dasar. Air matanya tidak terbendung lagi. Mengingat keputusan yang mamanya ambil.