
Mereka akan memasuki Jakarta ketika ada dua mobil mengikuti. Radit masih bersikap tenang walaupun dia tahu diikuti orang.
''Mengapa mobil itu dari tadi mengikuti kita mas?'' tanya Rania yang mulai risih.
''Kita lihat saja sampai mana mereka akan mengikuti kita'' jawab Radit.
''Apa mas ada masalah dengan orang lain? kelihatannya mereka tidak berniat baik'' tanya Rania.
''Mas juga tidak ingat pernah punya masalah dengan orang. Ntar kita juga akan tahu siapa mereka'' jawab Radit.
Mereka sampai dijalan sepi saat salah satu mobil mendahului mobil Radit dan berhenti tepat didepan mobil Radit.
Radit berhenti mendadak. Membuat Rania terkejut. Orang yang didalam mobil keluar mengetuk pintu mobil Radit menyuruhnya keluar. Radit kemudian keluar diikuti Rania. Radit tidak mengenal orang yang mengetuk pintu mobilnya dan tiga orang lainnya yang berdiri di dekat mobil mereka. Empat laki-laki tersebut memiliki badan yang besar-besar.
''Lama tidak bertemu Raditya'' sapa seseorang yang keluar dari mobil dibelakang mobil Radit. Radit dan Rania membalikan badan melihat kearah suara.
''Kevin'' ucap Radit agak terkejut. Rania juga terkejut ketika Radit menyebut nama orang tersebut. Karna dia memang belum pernah bertemu dengan sepupunya itu.
''Iya, ini gue teman loe. Kenapa loe terkejut?'' tanya Kevin mengejek.
''Gue gak terkejut, hanya saja loe ngapain mengikuti mobil gue?'' tanya Radit dingin.
''Haha, loe jangan pura-pura tidak tahu. Bukankah gara-gara loe gue kehilangan semuanya'' ucap Kevin marah.
''Bukan karna gue, loe aja yang bodoh dalam menjalani perusahaan. Sampai-sampai perusahaan sebesar itu hampir bangkrut karna loe yang pimpin'' ejek Radit.
''Diam loe, jangan karna dari dulu loe selalu lebih unggul dari gue. Loe seenaknya menghina gue. Tapi gue juga mau tahu bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang loe sayangi. Gue yakin loe balas dendam karna Astrid lebih memilih gue ketimbang loe'' ucap kevin.
''Hmm, gue malah bersyukur loe memungut bekas gue. Karna gue mendapatkan yang lebih baik darinya'' jawab Radit sambil melihat kearah Rania. Kevin baru sadar kalau disana ada Rania. Tapi dia belum tahu siapa Rania.
'' Ternyata loe mempunyai wanita yang sangat cantik'' ucap Kevin sambil melirik Rania.
''Iya, cantiknya tiada dua. Apa loe tahu siapa dia? Gue yakin loe akan terkejut ketika mengetahuinya'' ucap Radit.
''Gue tidak peduli. Kecuali dia mau jadi selingkuhan gue baru peduli'' jawab Kevin.
'' Cih dasar menjijikan, dari dulu loe gak pernah berubah'' ucap Radit marah.
''Haha, loe aja yang terlalu kolot'' ejek Kevin.
''Udah yuk mas, gak usah dilayani orang seperti ini'' ucap Rania.
''Hei cantik, belum giliran loe bicara. Gue masih ada urusan dengannya'' hardik Kevin. Wajah Rania mengelap ketika dihardik Kevin. Radit yang melihat perubahan Rania berusaha menenangkannya.
''Loe gak usah hardik istri gue'' ucap Radit dingin memandang tajam ke arah Kevin.
''Hoho, ternyata dia istri loe. Tapi setelah ini gue yakin dia akan jadi janda'' ucap Kevin.
''Ayo kesini kalau loe berani'' pancing Kevin. Dia ingin menjauhkan Radit dari Rania. Karna dia berencana menculik Rania. Hanya saja Kevin tidak tahu kalau Rania tidak selemah kelihatannya.
''Hati-hati mas'' ucap Rania ketika Radit mendekati Kevin. Perkelahianpun terjadi. Kevin memberi aba-aba kepada keempat orang yang berdiri didekat mobil untuk menangkap Rania.
Rania yang melihat gelagat tidak baik dari Kevin mulai waspada. Benar saja salah satu dari keempat orang tersebut mendekati Rania. Karna menyangka Rania tidak akan melawan dan dia lengah. Saat mendekat...
Buggh
Satu tendangan Rania mendarat diperutnya. Membuatnya terjengkang kebelakang. Dia meringis menahan sakit. Semua orang terkejut melihatnya terutama Kevin.
''Hehe, loe kira istri gue lemah? Sudah gue bilang loe akan terkejut kalau tahu siapa dia'' ejek Radit.
Wajah Kevin mengeras ketika mendengar ejekan Radit. Dia merasa rencananya akan gagal. Dengan membabi buta dia menyerang Radit. Sayangnya Radit lebih kuat dan lihai dalam berkelahi dibandingan dia. Dalam beberapa kali pukulan Kevin kalah. Radit dengan cepat menyeretnya ke arah Rania. Kemudian dia membantu Rania. Dalam waktu singkat keempat orang tersebut tumbang.
Melihat Kevin dan yang lain kalah. Orang yang bersembunyi didalam mobil segera melajukan mobil meninggalkan mereka. Tapi Rania melihat orang yang berada didalam mobil.
''Astrid'' teriak Rania. Wajah Astrid jadi pucat ketika mendengar teriakan Rania. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
''Hmm, ternyata kalian bekerjasama ingin mencelakai istriku. Awas kau Astrid kali ini tidak akan aku lepaskan'' ucap Radit geram ketika tahu Astrid terlibat. Dia kemudian menelepon Davin. Menyuruhnya membereskan Astrid dan menelpon polisi untuk menangkap Kevin dan gerombolannya.
Rania dan Radit mendekat kearah Kevin yang penuh dengan luka lebam dipipinya. Bahkan bibirnya juga robek akibat tinju dari Radit. Darah segar masih keluar.
''Cih, loe gak akan pernah menang melawan gue'' ucap Radit sambil menarik rambut Kevin dengan kasar. Kevin meludah didepan Radit.
''Setidaknya orang bodoh tahu kapan untuk berhenti'' ejek Radit. Mata Kevin merah memahan amarah.
''Mas boleh aku bicara dengannya?'' tanya Rania tersenyum.
''Boleh sayang'' jawab Radit tersenyum lembut melepaskan tangannya dari rambut Kevin. Rania kemudian berjongkok di hadapan Kevin.
''Kenapa kamu ingin menangkap saya? Apa kamu akan mengunakan saya untuk mengancam mas Radit?'' tanya Rania lembut. Tapi suara Rania membuat Kevin tertekan. Apalagi tatapannya yang tadi lembut berubah jadi tajam seolah menusuk ke uluh hatinya.
''Padahal kita tidak pernah bertemu. Tapi sekalinya bertemu kamu malah berniat jahat sepupu. Kamu juga ingin menjadikan saya selingkuhan, hehe lucu'' Rania tertawa. Kevin terkejut ketika Rania memanggil dia dengan sepupu.
''Siapa kamu?'' tanya Kevin berusaha menahan sakit ketika bicara.
''Harusnya sebelum kamu menangkap saya. Kamu mencari tahu dulu siapa saya. Apa kamu pernah mendengar nama Retno dan Rendra dari papa dan kakekmu?'' tanya Rania tajam. Kevin terkejut ketika nama Rendra disebut. Orang yang sudah membuat keluarganya kehilangan semua harta. Dan sekarang mereka tidak punya apa-apa.
''Apa hubunganmu dengan Rendra?'' tanya Kevin
''Dia Paman saya, orang yang pernah keluargamu singkirkan.Kalau saya mengatakan sama paman masalah sekarang. Kamu tahu apa yang akan terjadi?'' tanya Rania.
''Saya yakin keluargamu termasuk kamu tidak akan dibiarkan hidup didunia ini'' bisik Rania sambil tersenyum. Kalau mengingat perbuatan keluarga Sanjaya dahulu ingin rasanya Rania melampiaskan sama Kevin. Tapi dia juga tidak mau mengotori tangannya dengan membunuh Kevin. Lebih baik diserahkan ke pihak berwajib.