
'' Culun kenapa kamu disini?'' teriak Cynthia dengan wajah penuh ketakutan.
Semua orang melihat kearah Rania yang duduk dikursi roda sambil didorong Radit. Candra dan Nita juga terkejut dengan kehadiran Rania disana. Yang mereka tahu Rania adalah sopir Radit.
Tapi Surya dan Diva yang sudah tahu kalau Rania anak Gunawan memilih untuk diam. Hendra yang melihat anak dan istrinya terkejut melihat kedatangan Rania dan yang lainnya. Jadi ingin tahu siapa anak perempuan yang didorong Radit tersebut.
''Kamu kenal dengannya Can?'' tanya Hendra pelan
''Yang aku tahu dia sopirnya kak Radit'' jawab Candra pelan.
''Kenapa sopir Radit ikut disini?'' tanya Hendra seolah bicara dengan dirinya sendiri.
''Aku juga gak tahu pa'' jawab Candra. Dia juga penasaran.
''Kak Radit, kenapa dia datang bersama kakak kesini?'' tanya Cynthia.
Radit hanya diam saja. Dia malas menjawab pertanyaan Cynthia. Sedangkan Rania tersenyum melihat Cynthia diabaikan.
''Karna acara ini dibuat untuk menyambut Rania cucuku'' jawab Wiratmaja berjalan menuju Rania. Keluarga Hendra terkejut mendengar Wiratmaja memanggil Rania sebagai cucunya.
''Selamat datang dirumah cucuku'' kata Wiratmaja sambil tersenyum bahagia melihat Rania.
''Makasih kek'' jawab Rania sambil tersenyum. Dia ingin mulai memanggil Wiratmaja dengan sebutan kakek.
''Cucu? maksud opa apa?'' tanya Cynthia tidak percaya.
''Iya, apa maksud papa. Cucu papa cuma Candra dan Cynthia. Apa papa punya anak selain mas Gunawan dan mas Hendra?'' tanya Nita.
''Dia anak aku'' jawab Gunawan.
''Maksud mas?'' tanya Hendra tak kalah terkejut. Sedangkan Candra hanya diam saja.
''Maksudnya, dia anak aku dan Retno'' jawab Gunawan lagi.
''Anak Retno? tidak mungkin. Bukannya dia sudah meninggal dua puluh lima tahun yang lalu'' kata Nita tambah terkejut.
'' Itulah kenyataanya. Retno selamat dari kebakaran dua lima tahun yang lalu. Dan selama ini dia tinggal bersama Rendra'' jelas Gunawan.
''Tapi hari itu aku sendiri yang memastikan sama dokter tentang mayat yang terbakar. Dan mereka yakin itu mayat mbak Retno mas'' jelas Hendra heran.
''Mungkin waktu itu kematian Retno direkayasa. Supaya tuan Gunawan percaya dan membencinya. Terus memfitnah saya dan Retno selingkuh. Kalau saya tahu siapa dalang dibalik semua ini. Saya tidak akan membiarkanya hidup tenang. Saya hanya tidak bisa menemukan buktinya'' ucap Rendra sambil menatap tajam sama Nita. Nita yang ditatap seperti itu menjadi gugup. Tapi dengan cepat dia kembali tenang.
''Trus sekarang dimana Retno? Atau ini hanya akalan mereka saja supaya bisa masuk kedalam keluarga Wiratmaja'' kata Nita tidak mau kalah.
''Bunda saya sudah meninggal sebulan yang lalu'' jawab Rania. Dia tidak rela bundanya dikatakan seperti itu.
''Haha, lihat mas Gunawan. Apa kamu percaya dengan wanita kampung ini sebagai putrimu? Jangan-jangan dia anak Retno dan Rendra'' Nita tertawa mengejek.
''Nita jaga ucapanmu'' bentak Hendra.
Semua orang melihat kearah Nita. Radit juga mulai geram dengan kata yang diucapkannya.
''Tidak mungkin, karna Rendra kakak kandung Retno dan dia pamannya Rania. Saya sendiri yang membuktikannya'' jawab Gunawan.
Hendra dan Nita terkejut mengetahui Rendra kakak kandung Retno. Nita penasaran sejak kapan Gunawan mengetahuinya. Kenapa dia tidak tahu.
''Tapi saya tidak percaya si culun ini anak om'' ucap Cynthia.
''Kenapa kamu ragu sepupu?'' tanya Rania.
''Mana mungkin anak om Gunawan jelek sepertimu'' ejek Cynthia.
Rania kemudian membuka kacamatanya. Cynthia yang melihat Rania tanpa kacamata terkejut. Dia sungguh tidak menyangka Rania akan secantik itu tanpa kacamata. Dia merasa iri dengan kecantikan Rania. Terutama matanya yang begitu indah. Candra juga kagum melihatnya.
''Iya, dia putriku'' jawab Gunawan bangga.
Nita dan Cynthia tidak suka melihat Rania. Mereka merasa posisi Cynthia akan terancam dalam keluarga Wiratmaja.
''Apa Nella bisa menerimanya?'' tanya Nita.
''Saya dari awal sudah menganggapnya seperti anak saya sendiri Nit'' jawab Nella sambil tersenyum sama Rania.
Hendra kemudian memeluk Gunawan. Dia bahagia akhirnya kakaknya mempunyai anak.
''Selamat mas. Akhirnya kamu punya anak sendiri. Aku turut bahagia'' kata Hendra haru. Semua orang melihat haru kepada mereka. Hanya Cynthia dan Nita yang tidak senang.
''Selamat datang dikeluarga Wiratmaja Rania'' kata Candra tersenyum.
''Makasih kak'' jawab Rania senang.
Kemudian Nella dan Gunawan mengajak semuanya untuk makan malam. Radit dengan setia mendorong kursi roda Rania menuju meja makan. Cynthia tidak suka melihat kedekatan Radit dan Rania.
Setelah selesai makan malam. Semuanya kembali kumpul di ruang tamu. Sekarang Radit ingin mengatakan semuanya.
''Sebelumnya saya minta maaf sama om Hendra. Karna hari ini saya mau mengakhiri perjodohan saya dengan Cynthia'' ucap Radit.
''Apaa? Aku tidak mau'' teriak Cynthia.
''Dari awal perjodohan ini memang bukan dengamu'' jawab Radit.
''Tapi biarpun begitu. Keluarga kita sudah sepakat untuk menjodohkanmu dengan Cynthia'' kata Nita tidak terima.
''Iya tante. Itu karna om Gunawan sebelumnya tidak memiliki anak. Sedangkan perjanjian yang sebenarnya adalah perjodohan anak om Gunawan dan anak papa Surya. Kalau tante tidak percaya anda boleh tanya sama paman Rendra dan opa Wiratmaja. Karna opa Wiratmaja dan opa saya yang membuat kesepakatan itu dan saksinya paman Rendra'' jelas Radit.
''Betul yang dikatakan Radit'' jawab Wiratmaja.
''Tapi tidak mungkin semudah itu membatalkannya. Bagaimana dengan nasib Cynthia? Anda pasti tidak setuju dengan pembatalan inikan jeng?'' tanya Nita sama Diva.
''Maaf jeng. Saya menurut apa saja yang Radit inginkan'' jawab Diva. Radit tersenyum dengan jawaban mamanya.
''Perjodohan ini tidak sepenuhnya batal. Tapi saya ingin perjodohan ini kembali sesuai perjanjian awal antara saya dan Rania. Karna kami juga saling mencintai'' jawab Radit.
''aku tidak terima. Kak Radit milikku dan tidak akan jadi milik dia'' kata Cynthia histeris sambil menunjuk Rania marah.
''Dan untukmu... Dari awal kamu memang tidak pantas untuk saya'' jawab Radit tegas.
''Kenapa saya tidak pantas untuk kakak?'' tanya Cynthia marah.
''Semua buktinya ada disini. Om Hendra boleh melihat semuanya di dalam amplop ini'' kata Radit menyerahkan amplo kuning kepada Hendra.
Hendra kemudian membuka isi didalamnya bersama Candra. Seketika wajah mereka berubah merah melihat apa yang didalam amplop itu.
''Selama ini Cynthia sudah terlalu bebas dalam bergaul. Sesuai foto, yang bersama Cynthia adalah pacarnya. Dan sekarang dia sedang di penjara karna menjadi dalang bersama Cynthia dalam kecelakaan Rania'' jelas Radit.
''Apaaa yang kamu lakukan Cynthia? Kenapa kamu harus berbuat seperti ini'' teriak Hendra marah. Tidak pernah dia semarah dan semalu ini.
''Apa maksud papa. Itu semua adalah fitnah...''
Plak,
Satu tamparan mendarat dipipi Cynthia membuatnya terduduk.
''Kak Candra'' kata Cynthia memegang pipinya.