
''Kamu tidur disini saja Si'' bujuk Rania ketika Sisi berbaring di samping Rania.
''Kalau kak Davin tidak menjemput aku akan tidur disini. Tapi kalau kak Davin datang aku akan pulang. Soalnya besok pagi aku ada janji temu pelanggan. Sebenarnya janji bertemu diklinik dari minggu lalu. Tapi aku janjikan besok'' jelas Sisi.
''Hmm, maaf ya, karna aku kamu harus menunda pekerjaanmu'' kata Rania
''Jangan gitu ah, Semua karna keinginanku bukan salah kamu. Aku senang menjagamu selama dirumah sakit'' jawab Sisi sambil memencet hidung Rania.
''Hehe, kamu memang sahabat terbaikku'' kata Rania.
''Tapi setelah ini kita pasti akan susah bertemu'' kata Sisi sedih.
''Kenapa gitu?'' tanya Rania.
''Karna kamu sudah tinggal disini. Ditambah pasti waktumu akan banyak bersama kak Radit daripada aku'' ucap Sisi.
''Tak kirain apa. Kamu jangan cemas aku pasti akan sering main ke klinik dan apartemenmu'' kata Rania.
''Beneran?'' tanya Sisi senang.
''Iya cantik'' jawab Rania. Mereka kemudian tertawa bersama. Memang kalau bersama sahabat apapun yang kita bicarakan akan terasa menyenangkan.
Tidak lama kemudian terdengar Gunawan bersama Angga sudah pulang. Gunawan langsung kekamar Wiratmaja untuk mengabari kondisi Cynthia. Disana ada Rendra dan Susi juga. Angga langsung masuk kekamarnya ingin istirahat karna capek.
Beberapa waktu berselang Radit dan Davin datang. Setelah menanyakan Sisi dan Rania kepada Nella. Mereka langsung menuju kamar Rania.
''Kak Davin baru sampai?'' tanya Sisi ketika membuka pintu kamar. Dia merasa senang melihat Davin datang menjeputnya. Wajah Davin dan Radit kelihatan lelah.
''Iya, semua baru selesai'' jawab Davin.
''Trus gimana kondisi Cynthia?'' tanya Rania. Dia mencoba untuk duduk bersandar ditempat tidur. Dengan cepat Radit menolongnya.
''Makasih kak'' kata Rania tersenyum sama Radit.
''Iya, kamu jangan banyak gerak dulu. Nanti kepalanya bisa tambah sakit'' kata Radit.
''Iya'' jawab Rania
Radit menceritakan tentang kecelakaan Cynthia. Dan kondisi Cynthia dirumah sakit.
''Apa benar Cynthia hamil?''tanya Sisi terkejut.
''Iya, kasihan om Hendra dan Candra mereka sampai syok mendengarnya'' kata Davin.
''Pasti mereka terpukul melihat kondisi Cynthia sekarang'' kata Rania prihatin.
''Semua karma untuknya'' jawab Sisi.
''Udah ngak boleh bicara begitu. Kita pulang sekarang. Besok pagi katanya kamu mau bertemu pelanggan diklinik'' kata Davin.
''Iya yank. Ran aku pulang dulu ya'' kata Sisi
''Iya, hati-hati dijalan '' jawab Rania.
''Loe pulang sekarang Dit?''tanya Davin.
''Bentar lagi. Gue mau bicara dengan Rania dulu'' kata Radit.
''Jangan lama-lama ntar om Gunawan dan paman Rendra marah loh '' kata Davin.
''Iya gue tahu'' jawab Radit
Davin dan Sisi kemudian pergi kekamar Wiratmaja yang tidak jauh dari kamar Rania untuk pamit pulang.
''Kak Radit kelihatannya sangat capek ya'' kata Rania.
''Iya, tapi karna melihat kamu capeknya jadi hilang'' ucap Radit menarik kursi duduk disamping tempat tidur Rania.
''Ih, kak Radit sekarang udah mulai suka mengombal'' jawab Rania.
''Hehe, hanya sama kamu'' jawab Radit.
''Gimana kalau Cynthia siuman tahu kalau kedua kakinya lumpuh ya kak?'' tanya Rania
''Entahlah, Kamu tidak usah pikirkan. Semua yang terjadi karna dirinya sendiri. Benar kata Sisi mungkin semua itu adalah karma untuk apa yang dia lakukan kepadamu'' jawab Radit.
''Iya, tapi tetap saja kasihan'' kata Rania.
''Sebaiknya kak Radit pulang. Biar bisa istirahat. Apalagi besok kakak kerja'' kata Rania sambil mengusap rambut Radit.
''Tapi aku sudah biasa bersamamu. Apalagi selama dirumah sakit kita selalu bersama. Aku jadi enggan untuk meninggalkanmu'' kata Radit.
''Trus kak Radit mau tidur disini?'' tanya Rania.
''Kalau bisa aku mau aja'' jawab Radit tersenyum jahil.
''Hehe, jangan bercanda. Kita belum menikah mana boleh tidur bersama'' kata Rania
''Kalau gitu kita percepat saja acara pernikahan kita'' jawab Radit.
''Mana bisa seperti itu kak. Masalah perjodohan kita aja belum dibahas. Apalagi sekarang masih ada masalah Cynthia'' ucap Rania.
''Iya, aku tahu. Kamu juga belum sembuh total. Setelah kamu sehat baru aku suruh mama dan papa membicarakan masalah perjodohan kita sama ayah dan pamanmu'' jawab Radit.
''Ehm, om belum bisa membahas masalah perjodohan kalian'' kata Gunawan yang tiba- tiba muncul dipintu kamar.
''Hehe. Kenapa om?'' tanya Radit langsung mengangkat kepalanya.
''Ntar kamu bawa Rania dari sini. Dia baru saja tinggal bersama kami'' jelas Gunawan.
''Tapi aku kan tidak membawanya jauh'' jawab Radit.
''Biarpun begitu kami ingin tinggal lebih lama bersama Rania'' ucap Gunawan.
''Mana bisa seperti itu om'' jawab Radit
''Kenapa tidak bisa. Saya ini ayahnya'' kata Gunawan.
''Tapi saya calon suaminya'' jawab Radit.
''Baru calon. Kalau kamu mau tinggal disini bersama kami setelah menikah. Mungkin masih bisa om pertimbangkan'' jawab Gunawan.
''Tapi ketika menikah nanti kami ingin hidup mandiri om'' jawab Radit tidak mau kalah.
Rania tersenyum melihat perdebatan Radit dan Gunawan.
''Sekarang kamu pulang dulu. Kasihan Rania. Dia masih belum sembuh total. Biarkan dia istirahat. Masalah perjodohan kalian kita bahas ketika masalah Hendra sudah selesai'' kata Gunawan.
''Iya om'' jawab Radit.
Gunawan kemudian meninggalkan kamar Rania.
''Aku pulang dulu ya Ran. Kalau tahu susah seperti ini ketemu sama kamu lebih baik kamu tinggal di apartemen Sisi aja. Aku tidak menyangka om Gunawan akan menjadi ayah yang bucin sama kamu'' kata Radit.
''Hehe, Tapi aku tidak mungkin menyusahkan Sisi terus. Daripada tinggal di Bandung lebih baik tinggal disini kan?'' kata Rania.
''Iya, berat sekali rasanya berpisah denganmu'' kata Radit.
''Kita masih bisa saling menghubungi lewat ponsel'' kata Rania.
''Ya udah. Ntar sampai dirumah langsung aku telepon'' ucap Radit sambil berdiri dari duduknya.
''ok'' jawab Rania.
''Aku pulang dulu. Met malam'' kata Radit kemudian dia keluar kamar Rania sambil menutup pintu kamarnya.
''Duduk disini dulu Dit'' kata Gunawan yang berada diruang tamu ketika Radit mau pamit pulang.
''Ada apa om?'' tanya Gunawan.
''Masalah Cynthia apa masih kita lanjutkan?'' tanya Gunawan.
''Semua tergantung Rania om. Korban disini dia'' jawab Radit.
''Biar nanti om coba tanya Rania dan Rendra dulu. Mengingat kondisi Cynthia sekarang om jadi ragu untuk melanjutkan kasusnya'' kata Gunawan. Radit mengerti apa yang dipikirkan Gunawan. Dia tidak tega adiknya Hendra tambah sedih melihat anaknya. Apalagi Gunawan sangat menyayanggi keluarganya.
''Iya om, kalau gitu aku pulang dulu'' pamit Radit.
''Iya, hati-hati dijalan'' kata Gunawan.
Setelah Radit pergi Gunawan memutuskan untuk kembali kekamarnya. Sebelumnya dia singgah dulu dikamar Rania. Ketika dia buka pintu kamar dilihatnya Rania sudah tidur.
''Selamat tidur sayang'' kata Gunawan sambil mencium kening Rania. Tidak lupa dia menyelimuti serta mematikan lampu kamar Rania. Setelah menutup kamar Rania dia kembali kekamarnya untuk istirahat.