Rania

Rania
Sangat aneh



Malam itu Stev menatap langit-langit kamarnya ia tak bisa tertidur karena merindukan seseorang namun kebenciannya jauh lebih besar dari pada rasa rindunya.


"Ah sial kenapa Ra kau lebih memilih Dirga dari pada aku, ternyata ini alasan kamu menolak untuk berhenti kerja dan parahnya kamu menolak ku menjadikanmu sekretaris dikantorku. aku takkan melepaskan kalian dengan mudah." ucapnya sembari memejamkan matanya sejenak.


Tak lama ponselnya berbunyi dan itu panggilan masuk dari Robert. Robert adalah salah satu sahabatnya yang paling dekat dengannya bahkan sejak mereka masih kecil, tak heran jika mereka seperti saudara sendiri yang saling membutuhkan satu sama lain.


Stev mengernyitkan dahinya heran kenapa Robert menghubunginya tengah malam tak biasanya seperti itu. ia hendak mematikan teleponnya namun sepertinya ponselnya akan terus berbunyi jika tidak ia angkat kemudian ia pun menerima panggilan itu.


" Ada apa?" ucapnya tanpa basa basi.


" Sabar Napa sialan." ucap lelaki diseberang telepon.


"Ini sudah malam berengsek jika tidak ada lagi aku tutup." Stev pun akan mematikan ponselnya namun mendengar perkataan Robert ia pun mengurungkan.


"Rania sakit bodoh." mendengar itu Stev merasa hatinya tercabik-cabik biasanya jika wanita itu sakit maka dia yang akan menemani hingga ia tidur karena ia tak ingin membiarkan kan wanita itu sendirian saat sedang sakit.


"Apa hubungannya denganku." ia berpura-pura acuh padahal hatinya sangat peduli.


"Stev aku sangat mengenalmu jadi lebih baik kau cari tau dulu kebenarannya jangan sampai kau menyesal." ucapnya diseberang sana namun tak digubris oleh Stev dan ia pun langsung mematikan sambungan telepon itu.


dengan cepat Stev meraih kunci mobil miliknya lalu keluar tanpa berpamitan dengan Sasa. ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah rumah dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Flashback


Sesudah membereskan sisa makanan dimeja makan, Sarah merasa kasian dengan Rania karena diapun tau biasanya saat sedang sakit ia selalu ditemani oleh Stev, walaupun Sarah membenci nya karena perlakuan tak baik yang lelaki itu berikan kepada sahabat nya tetapi ia harus mencoba mengalahkan egonya.


Ia pun menghubungi Robert karena dia tak memiliki kontak Stev ia sengaja menghubungi temannya itu agar Stev mau melihat keadaan Rania.


"Robert maaf menelpon mu tengah malam, ini aku Sarah." ucapnya dengan sedikit tak enak hati karena mungkin ia telah menganggu tidur lelap lelaki itu.


"Iya kenapa Sarah apa ini berhubungan dengan Stev." Robert heran tak biasanya sahabat dari kekasih Stev itu menghubungi dirinya jika tidak ada sesuatu.


"Iya benar, hubungan mereka sedang tidak membaik bahkan Stev memutuskannya sebelah pihak dan mengusir Rania saat ia menemui Stev dan sekarang sahabatku sedang sakit." ucap Sarah dengan air mata yang sudah menetes, ia telah menganggap Rania seperti saudaranya sendiri.


Robert mendengarkan seluruh apa yang dikatakan Sarah tanpa ada sedikitpun yang terlewat.


"Kamu tenang saja mungkin ada kesalah pahaman diantara mereka. aku akan menghubunginya." ucap lelaki itu.


"Terimakasih Robert, aku tutup." kemudian sambungan telepon itu mati.


diseberang sana Robert heran kenapa Stev bisa melakukan hal itu. sepertinya ia harus menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka karena itu sungguh aneh menurutnya setau dirinya Stev sangat mencintai Rania.


Flashback off


Stev sekarang berada di depan rumah seseorang yang sering ia kunjungi namun ia hanya menatap rumah itu, ingin sekali dirinya melangkah masuk kedalam namun foto-foto Rania dan Dirga saat berpelukan yang ditunjukkan Sasa membuat ia merasa jijik.


Sarah yang memang belum tertidur mendengar suara mobil berhenti didepan rumahnya pun terbangun dan melihat Stev yang hanya duduk di kepala mobilnya sambil menatap kearah kamar milik Rania.


yang dikatakan Robert benar pasti ada yang tidak beres diantara mereka. jika Stev tak mencintai Rania lagi mana mungkin lelaki itu langsung mendatangi rumahnya setelah menerima kabar jika Rania sakit, aku harus membantu mereka.


Sarah sengaja tidak keluar dan membuka pintu karena biasanya Stev langsung masuk kedalam karena lelaki itu juga memiliki kunci rumah mereka.