
Braaak
Inspektur Hendra marah besar sampai memukul meja kerjanya. Gordon Cullen telah berani mengancam salah satu masyarakat sipil yang tidak bersalah.
Hendra sebenarnya sudah naik jabatan menjadi komisaris polisi namun pria itu tiba-tiba menanggalkan jabatannya dan lebih memilih tetap menjadi Inspektur Polisi. Meskipun sedikit bertentangan tetapi akhirnya dia kembali ke posisinya semula. Bukan masalah jabatannya, tetapi pria itu sudah cocok dengan tim dan anak buahnya yang terdahulu.
"Gordon Cullen, mau apa dia sebenarnya. Dia telah menyerang mu dan kini dia mengancam keselamatan Nyonya Dina. Masalahnya dia berada di luar Indonesia dan kita tidak bisa bergerak banyak!" geram Inspektur Hendra
"Aku rasa dia hanya mengancam agar Andi menurutinya, ia ingin memakai kecerdasan Andi untuk keuntungannya. Tapi aku tidak tahu apakah itu untuk bisnis atau untuk hal lain. Andi tidak dapat dihubungi. Ponsel utamanya meledak dan dia selalu berganti-ganti nomor," ucap Wasabi
"Percuma jika kita menghubunginya lewat ponsel. Aku hanya bisa berkomunikasi dengan program buatannya. Kita tunggu saja balasan darinya," ujar Inspektur Hendra
"Wasabi terimakasih kau telah membantu tepat waktu meskipun kau sendiri belum sembuh benar. Tetapi--" ucapan Inspektur Hendra terputus karena Wasabi menyelanya
"Aku siap membantu dan menolong orang-orang hingga titik darah penghabisan. Aku rasa kekuatan yang ada pada diriku adalah takdir untuk membantu orang lain," ujar Wasabi
"Inspektur terus pantau dimana lokasi Andi, dan hubungi aku segera," timpalnya
"Ya beberapa orangku sedang berusaha mencarinya," ujar Inspektur Hendra.
"Aku baru ingat, kenapa kita tidak memakai alat buatan Andi, alat pencocokan DNA lewat sensor mata kamera satelit," ucap Wasabi
"Kau benar, tapi dimana alat itu?"
"Pasti dirumahnya," terka Wasabi
"Andi sudah membawanya ke Texas. Dia sempat kembali ke Jakarta katanya untuk mengambil alat DNA yang tertinggal," ucap Nyonya Dina yang baru masuk keruangan Inspektur setelah menceritakan kesaksiannya kepada petugas polisi.
"Hemm dia tak melupakan istrinya?" ucap Wasabi
"Istri? Andi sudah menikah?" Tanya Dina
"Tidak Nyonya Dina maksudku, alat penemuannya itu dia mengistilahkan dengan sebutan istri. Karena alat itu sangat penting. Dan juga semua programnya tersimpan di laptop. Jika alat penemuan canggihnya itu jatuh ke orang yang salah maka dunia bisa hancur. Mereka bisa memalsukan apa saja dan memata-matai siapa saja,"
"Astaga aku tak mengira Andi sepintar itu," ucap Dina terkejut dengan penemuan anaknya.
"Oh ya, untuk sementara ini sebaiknya Nyonya Dina tinggal bersamaku," ucap Wasabi
"Ya itu bagus, aku juga akan mengutus dua polisi untuk menjaga kalian," ucap Inspektur Hendra
Wasabi pulang bersama Nyonya Dina, dan dua polisi juga ikut bersama, untuk mengawal dan menjaganya hingga Gordon Cullen tertangkap.
*
*
*
Di Apartemen Gordon Cullen
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dengan mengerahkan pasukanmu? Bukankah Virus itu anakmu? Kau ingin menghancurkan anakmu sendiri karena dia membunuh adik tirinya?" Tanya Sam, adik kandung Gordon.
"Tidak Sam, aku hanya akan menghancurkan keluarga Federic. Aku tidak mungkin menyakiti anak dari istri yang paling ku cinta. Aku ingin menemui Virus sebagai Ayahnya dan juga bertemu dengan Ibunya, Ratih," ucap Gordon
"Haha jadi kau masih dendam pada Federic karena dia melaporkan penelitian ilegal mu?"
"Tentu saja! Karena dia, bisnisku hancur dan aku bertahun-tahun mendekam di penjara. Aku hanya ingin membuat penerus ku itu seorang yang kuat dan cerdas. Apa aku salah?"
"Tentu itu salah karena itu ilegal," jawab Sam
"Aku rasa ilmuwan itu telah berhasil menjadikan Virus seorang yang kuat dan hebat," timpalnya lagi sembari meneguk wiski dalam gelas kecil.
"Ya ilmuwan itu hebat tetapi dia sudah mati saat aku lepas dari penjara. Untung saja Paquina membebaskan ku dari penjara," sahut Gordon.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau ingin mengantikan posisiku? Kau ingin menjadi ketua mafia itu atau kau ingin menikahi Paquina?" Terka Gordon
Sam tergelak dari mana Gordon mengetahui apa yang dia inginkan. Adiknya itu diam-diam mencintai Paquina. Dia juga menginginkan posisi ketua mafia itu. Sam pun terdiam tak tahu harus berkata apa.
"Aku tahu perselingkuhan mu dengan Paquina, kalian juga bebas melakukan hubungan saat aku tak ada. Santai saja Sam, kau adikku silahkan kau cicipi Paquina karena aku memang tak mencintainya. Tapi aku tidak bisa menceraikannya karena orang tua Paquina disegani oleh semua mafia lain. Kau paham maksud ku kan,"
"Aku pikir kau akan marah jika aku menyentuh Paquina," ujar Sam dengan senyum kecil
"Dan kini aku harus dilema, karena Paquina menginginkan kematian Virus yang sudah membunuh Darren anaknya. Apa jadinya jika dia tahu kalau Virus itu anakku," ucap Gordon
"Wah wah wah... jadi orang yang membunuh anakku adalah Virus, anak mu dengan Ratih si Velacur itu,"
(Velacur biar tidak kena sensor)
"Paquina jaga mulutmu!" seru Gordon
Paquina ingin menemui Gordon sedari tadi tetapi ia menguping pembicaraannya dengan Sam. Hatinya sedikit sakit, saat tahu ternyata Gordon tidak peduli dengan perselingkuhan yang istrinya perbuat.
Dan lebih menyakitkan lagi karena Gordon tidak akan membalaskan dendam kematian Darren pada Virus karena Virus adalah anak kandungnya dari istri pertamanya. Mereka semua tidak ada yang tahu jika Ratih telah lama meninggal.
"Aku ingin Virus MATI! Kalau kau tak bisa membunuhnya, biar aku yang membunuhnya," ucap Paquina kemudian pergi dari hadapan Gordon.
"Hey! Berani kau menyentuh Virus--" ucapanya terhenti karena Sam menarik lengannya.
"Biar aku yang urus Paquina,"
"Kau bisa apa?"
Kemudian Sam tersenyum licik
"Aku bisa jika kau menyerahkan semua yang kau miliki padaku,"
Gordon terlihat berpikir keras. Upayanya menjadi ketua mafia kelas kakap akan sia-sia demi untuk melindungi Virus.
"Kalau kau bisa memastikan keselamatan Virus, aku akan memberikan semuanya," sahut Gordon mantapnya
"Haha kakak ku tersayang, demi seorang anak kau merelakan semuanya? Belum tentu dia menganggapmu sebagai ayahnya," ucap Sam
"Sam benar, bagaimana jika Virus tidak mengakui ku sebagai Ayahnya?" batin Gordon
*
*
*
Disisi lain kehebohan terjadi di ranjang sang ketua mafia. Sam terus mencumbu bibir ranum Paquina. Dia amat memuja istri kakaknya sendiri. Sementara Paquina hanya membutuhkan Sam sebagai teman ranjang.
"Oh Paquina, kau sangat cantik," ucap Sam dengan nada suara yang tersendat-sendat akibat pergerakan yang mulai memanas.
"Kalau aku cantik, Gordon tidak mungkin terus menolakku. Sam aku sakit hati ternyata selama ini dia tidak mencintaiku," sahutnya sembari memasukkan benda panjang kedalam mulutnya
"Jangan terlalu kencang sayang, aku akan cepat keluar," seru Sam
"Tidak apa, kita masih punya banyak waktu kan. Lagi pula Gordon sudah mengetahui perbuatan kita, jadi teruskan saja," ucap Paquina yang kini melesatkan benda panjang itu ke dalam hutan rimbunnya. Sementara Sam memainkan balon yang tak mudah pecah dengan lidahnya.
"Dan aku akan memberikan apa yang kau mau, asalkan Virus mati," timpalnya lagi
"Ssttts jangan bicarakan itu disini. Kita akan menghabisinya tapi sebelum itu kita akan buat Virus menyerang Ayahnya sendiri," ucap Sam yang mempunyai pikiran lebih licik dari Gordon.