My Name Is Virus

My Name Is Virus
Salah Kaprah



Selama perjalanan ke Indonesia, Virus sangat menikmatinya hingga dia sama sekali tidak melihat ponselnya. Virus mengganti nomer Indonesia untuk menghubungi Moza saat itu. Disana 16jam lebih lamban yaitu jam 2 siang hari kemarin.


"Sayang," ucap Virus dari seberang telepon.


"Ini siapa?" Tanya Moza karena Virus berganti nomor ponsel dan Moza tidak melihat kode negara saat menerima panggilan.


"Memangnya ada berapa orang yang memanggil sayang? Kau punya kekasih lebih dari satu ya?" Tanya Virus setengah bercanda.


"Haha kau ternyata, maaf sayang aku sedang membuat kue kering untuk dijual, jadi tidak begitu memperhatikan kode negara," jawab Moza


"Hemm kau sudah sampai?" Tanya wanita itu seraya menguleni tepung.


"Wow itu bagus, aku jadi ingin mencobanya. Iya Aku sudah sampai, maaf sayang aku tidak membalas pesan chatting mu karena aku baru membuka ponselku. Selama perjalanan aku mematikannya dan saat transit aku sangat menikmati perjalanan," ucap Virus


"Syukurlah aku senang kau sudah sampai, aku tidak masalah jika kau menikmati pemandangan alam, asal jangan wanita disana haha," ucap Moza


"Sayangnya aku juga menikmati pemandangan wajah-wajah wanita Indonesia, kau tidak keberatan kan?" Ujar Virus berbohong. Padahal selama perjalanan dia sangat acuh terhadap perempuan-perempuan yang melihat ketampanannya.


"Lanjutkan saja, aku juga bisa melakukannya," tantang Moza


"Haha aku bercanda sayang,"


"Ya tapi aku tidak bercanda," jawab Moza sengaja agar Virus ketakutan.


"Jangan lakukan itu," ucap Virus mulai serius.


"Haha, okey. Kau lucu jika cemburu," sahut Moza


"Jadi tadi kau sengaja membuat ku cemburu, ahh kalau kau ada disini sudah ku cubit apelmu, Aku merindukan mu," ucap Virus yang memaksudkan apel adalah pipi Moza yang sedikit gembul dan kemerahan.


"Coba saja kalau bisa, aku juga rindu. Oh iya memangnya Diego kerja dimana? Dia tidak pulang semalam," ujar Moza


"Di kota Las Vegas, mungkin dia menginap dirumah Valeria," ucap Virus


"Hemm entahlah mungkin dia takut tentang kejadian di mobil itu," ujar Moza


"Haha," Virus tertawa karena disisi lain dia sedang membuka tabnya dan membaca pesan chatting dari Diego


"Kenapa? Apa yang lucu," Tanya Moza karena dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan pria itu. Padahal mereka sedang tidak bercanda.


"Aku tertawa membaca pesan chatting dari Diego," jawab Virus


"Kenapa memangnya?" Tanya Moza penasaran.


"Kemarin aku suruh dia bertemu asistenku, aku menawari Diego kerja menjadi Kepala Direktur disana," ucap Virus menjelaskan lalu berhenti karena mengambil napas.


"Lantas apa yang lucu?" Tanya Moza tidak sabaran.


"Haha sebentar sayang, Ku suruh dia memilih mau kerja di usahaku yang berkaitan dengan pistol atau mobil. Lalu dia memilih mobil. Okelah aku kasih kartu nama dan menyuruhnya ke alamat itu. Dia kesal karena dia pikir itu mobil kendaraan besar, karena sebenarnya aku menjual mobil aki untuk anak-anak bukan mobil kendaraan yang sebenarnya ahhahaha," jelas Virus sambil tertawa


"Hahaha Diego, dia salah mengira. Kau juga tidak memberi tahu dia itu mobil apa? Lalu apakah dia masih mau kerja di tempat mu itu?" Tanya Moza ikut tertawa


"Yah dia masih mau. Diego juga mencoba semua mobil aki yang menjadi contoh display disana. Padahal itu untuk anak-anak tetapi dia memakainya. Dia bilang masa kecilnya dulu tidak mempunyai mobil aki seperti itu. Haha Diego sangat lucu," ucap Virus


"Ya itulah Diego, terimakasih Virus, kau memberi kan pekerjaan untuknya. Semoga dia bisa bekerja dengan baik, dan membuat usahamu lebih maju, aamiin," ucap Moza diiringi doa


"Aamiin, thanks honey. Terimakasih untuk Do'a mu," ucap Virus


"Aamiin, terimakasih juga untukmu, Love you full," jawab Moza


"Kenapa tidak ditutup?" timpalnya lagi.


"Belum di Kiss," ujar Virus


"Muuuuachhh," Moza pun mencium Virus


"Kurang lama," ujarnya lagi meminta lebih


"Mmmmmmmmmuuuaach....," Moza mengulang kembali ciumannya lewat telepon


"Ahhh langsung kena dihatiku, Mmmmmmmmmuuuaach," balas Virus membuat Moza tertawa


"Memangnya terasa ciuman dari telepon?" ucap Moza


"Terasa karena ciuman mu tadi terbawa oleh angin dan masuk ke dalam lubang telepon lalu masuk ke kabel telepon dan menyatu bersama sinyal, membaur bersama angin dan aku menghirup udara kemudian masuk ke dalam jantung hatiku," ucap Virus yang sangat ngawur.


"Haha ya ya bisa juga haha, ya sudah, bye honey," ucap Moza


Mereka pun menutup sambungan teleponnya secara bersamaan meski keduanya masih ingin berbincang lebih lama.


Sementara di tempat kerja Diego yang baru, dia dibantu asisten Virus mengenai penjualan. Diego memang hanya sampai lulusan SMA, tetapi dia cepat mengerti. Dan bahkan dia melihat ada satu masalah yang menyebabkan penjualan tidak berjalan dengan baik


"Kita kurang dalam hal promosi dan juga kita harus menambahkan kata ini," ujar Diego pada asisten Virus yang bernama Douglas seraya menarik secarik kertas dan menuliskan sesuatu.


'Masa kecil bahagia bersama VCars Toys' Tulis Diego pada tulisannya kertas.


VCars Toys nama usaha Virus yang menjual mobil dan motor aki MPV. Gedung perusahaannya juga kecil hanya mempunyai Tiga lantai. Lantai pertama, ada banyak mobil dan motor aki yang di display dan untuk transaksi pembeli dan disampingnya tempat untuk servis mobil atau motor aki yang rusak.


Sedangkan di lantai dua digunakan sebagai tempat gudang serta stok barang yang dijual. Dan Lantai tiga adalah ruangan Diego sebagai CEO dan karyawan lainnya seperti bagian administrasi, bagian keuangan dan bagian karyawan yang melayani penjualan secara online.


Meskipun Diego salah tangkap yang dia pikir adalah mobil kendaraan bermesin namun dia mulai menyukai pekerjaannya.


"Douglas, lapangan didepan kantor aku rasa terlalu luas untuk lahan parkir. Bagaimana jika kita membagi separuh lahan parkir itu dan kita bisa membuat sebuah arena permainan itu diluar. Kau tau sirkuit balapan kan? Nah seperti itu," ujar Diego sembari melihat keluar jendela dan memandangi lahan parkir gedung perusahaannya.


"Baik saya mengerti, akan segera saya rencakan untuk pengaturan sirkuit kecil," ucap Douglas sembari mencatat keinginan Diego.


Virus sudah memasrahkan semua keputusan perusahaan pada Diego dan Douglas harus mematuhinya. Usahanya itu terbilang masih kecil karena baru beberapa tahun dibuka.


"Untuk dana promosi sendiri apakah sudah ada?" Tanya Diego


Douglas menggelengkan kepalanya, karena Perusahaan itu tidak pernah menyisihkan uang untuk dana promosi.


"Kau atur rapat dengan bagian keuangan dan katakan padanya segera buat rancangan pengalokasian dana untuk promosi," ucap Diego dengan bijaknya.


"Baik Tuan, saya akan mengaturnya. Ada lagi? Jika tidak saya akan kembali ke tempat kerja saya," ucap Douglas


"Sementara itu saja, terimakasih" jawab Diego kemudian Douglas pun pergi meninggalkan ruangan Diego yang menjabat sebagai CEO.


Douglas merangkap beberapa bagian disana, selain menjadi orang kepercayaan Virus, ia juga sebagai teknisi jika mobil Aki ada yang rusak.


'Virus Kau baik padaku, aku akan membuat usaha mu ini berkembang pesat. Aku lemah dalam pelajaran tapi aku pintar bersosialisasi. Aku akan membuatnya menjadi terkenal,' batin Diego seraya meneguk kopi yang mulai mendingin.