My Name Is Virus

My Name Is Virus
Keputusan Darurat



Diego berhasil mengejar mobil ambulans yang membawa Virus. Begitu sampai dia segera memarkirkan mobilnya disembarang tempat kemudian turun dan berlari masuk kedalam rumah sakit.


Diego langsung masuk didalam ruang IGD. Sembari mencari sosok Virus di semua brangkar yang tersekat dengan kain gorden. Dia membukanya kain Gorden yang tertutup dan mengintip di dalamnya. Karena tak jua menemukannya, pria itu lantas bertanya pada perawat yang sedang berjalan


"Pasien yang baru saja datang, kondisinya kritis...dia dimana?"


"Pasien yang sangat kritis langsung masuk ke ruang tindakan di lorong sebelah tuan," ucap perawat sambil menunjuk arah dengan tangannya


"Terimakasih," Diego segera berlari ke arah yang di maksud.


Lorong itu sepi dan hanya mempunyai satu pintu dengan bertuliskan IGD Urgent. Pasien dengan penanganan utama tanpa harus mengurus administrasi dahulu.


Diego mengetuk tapi tak ada tanggapan, ia pun menunggu. Tak berapa lama ada petugas laki-laki dengan seragam penuh bercak darah, dia berjalan melewati Diego. Diego langsung mencegahnya.


"Maaf apakah didalam pasien laki-laki yang baru saja datang?" Diego susah menjelaskan karena dia tidak tahu apakah petugas rumah sakit itu tahu nama pasie. yang ada didalam.


"Ya, semua pasien kritis langsung ditangani di ruangan itu. Maaf apakah Anda kerabat pasien yang ada didalam? Karena wajah kalian terlihat sama. Ya meskipun sedikit berbeda karena Anda sedikit lebih berisi,"


"Ah benar juga, orang lain pasti berpikir jika aku dan Virus adalah saudara kembar," batin Diego


"Ya benar, wajah kami mirip. Dia adik ipar saya, Tuan Virus," jelas Diego


"Ah kebetulan sekali. Ada masalah serius yang ingin kami sampaikan. Saat ini Dokter bedah usus sedang tidak bertugas. Dia bisa datang tapi membutuhkan waktu lama karena sedang berada diluar kota. Sementara Dokter pengganti adalah Dokter jaga biasa, bukan keahliannya dalam bedah dalam," jelas James


"Hah? Maksudmu?" Virus tidak dapat ditangani?"


Tak berapa lama keluar dokter jaga dari dalam ruangan yang sedari tadi tertutup.


"Anda kerabat pasien yang bernama Virus?" Tanya dokter jaga yang ternyata seorang wanita.


"Ya, ya saya kerabatnya,"


"Begini Tuan, saya hanya bisa menghentikan pendarahan sementara. Tapi pasien harus segera dioperasi terutama pada bagian usus, harus segera dijahit. Karena saat saya periksa ternyata, usus pasien mengalami kebocoran. Jika dibiarkan terlalu lama maka isi perut itu akan keluar dan mengenai organ dalam lainnya. Anda tau kan isi perut itu kotor jika sempat terkena organ lain yang ada didalam maka itu fatal. Bisa menyebabkan penyebaran infeksi pada organ lainnya. Hal tersebut bisa menyebabkan kanker atau hal terburuknya adalah pasien dapat...maaf, meninggal," jelas Dokter jaga dengan bahasa yang mudah dipahami orang yang tidak mengerti medis.


"Dokter bedah sedang dalam perjalanan kerumah sakit tapi beliau akan tiba dalam waktu satu jam, dan kita tidak punya waktu sebanyak itu," tegas Dokter jaga


Diego yang mendengarnya dengan cermat langsung memucat dengan ekspresi serius.


"Apakah tidak bisa mengambil dokter di rumah sakit lain?" Tanya Diego.


"Kami sudah mengusahakannya tetapi ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan karena keterkaitan masalah intern rumah sakit," sahut James


"Saya dokter bedah organ dalam, Saya pernah bekerja dirumah sakit ini. Jika itu hak yang sangat gawat apakah saya bisa menggantikan Dokter itu?" Ucap seseorang yang menyela dari belakang Diego


Diego berbalik dan semuanya menatap orang yang baru saja menawarkan diri ingin membantu.


"Kate?" Gumam Diego


Kate adalah wanita yang pernah digoda Diego di bar untuk membuat Valeria cemburu. ( Part 51. Diego mencari cinta 1)


Diego tahu jika Kate mengejarnya, dan jika dia menawarkan bantuan itu pertanda buruk yang artinya bukan secara sukarela melainkan dia menginginkan sesuatu dari Diego.


"Hai sayang," ucap Kate mendekati Diego dan memeluknya begitu saja.


Diego hanya diam dia tidak bersuara karena pikirannya masih tertuju akan keselamatan Virus.


"Oh Dokter Kate. Tentu bisa, jika anda bersedia menangani pasien Kami, maka kami akan melakukan proses secepatnya. Untuk pembayaran...," ucapan petugas administrasi James terhenti karena Kate menyelanya.


"Aku tidak ingin dibayar dengan uang, biar Diego yang membayarnya," ucap Kate sembari mengedipkan matanya.


"Sial, bisa-bisa rumah tanggaku hancur karena dia," batin Diego kemudian segera menolak penawaran Kate.


"Maaf Saya tidak bisa membayarnya, jadi kita akan menunggu kehadiran dokter bedah yang bertugas disini saja," ucap Diego dengan tegas


"Tuan, ini urusannya dengan nyawa pasien yang didalam. Jika dia meninggal maka kau akan menyesal seumur hidup. Karena kami telah menyarankan hal yang terbaik," ucap Dokter jaga


"Baiklah kalau begitu, terserah Anda saya permisi," ucap Dokter jaga yang sedikit sakit hati dengan ucapan Diego


"Maaf tuan saya juga permisi, dan mohon lengkapi urusa. administrasi dengan segera," ujar James lalu pergi berlalu meninggalkan Diego dan Kate.


"Sayang kenapa kau menolaknya?" Tanya Kate seraya membelai pipi Diego


Diego menepis wanita itu dengan pelan. Diego tidak bisa mengasari wanita. Tetapi dia akan berlaku tegas untuk melindungi rumah tangganya.


"Lepaskan aku, aku bukan sayangmu. Aku sudah menikah,"


"Hemm aku tahu, kau mempostingnya di Insta mu. Dia wanita murahan yang mencium mu di atas panggung bar itu kan? Aku ingat betul,"


"Jaga ucapan mu, dia bukan wanita murahan!" ujar Diego menunjukkan satu jari telunjuknya didepan wajah Kate.


Diego menghempaskan Kate dengan mendorongnya hingga wanita itu mundur ke belakang dan karena memakai high heels, ia jadi tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya kemudian terjatuh. Kali ini Diego bersikap sedikit kasar karena Kate telah menyinggung istrinya dengan mengatakan hal yang tidak pantas.


Diego pergi meninggalkan Kate tanpa membantunya berdiri, ia mengambil ponselnya. Pertama-tama yang harus ia hubungi adalah Ibunya yang mempunyai firasat buruk. Setelah itu ia menghubungi Gordon seraya berjalan menuju bangunan luar rumah sakit.


Sambil menunggu sambungan teleponnya terhubung, Diego berkali-kali berpikir dengan apa yang dia putuskan.


"Apakah keputusan ku benar? Aku menolak tawaran Kate yang ingin mengoperasi Virus dan lebih memilih menunggu datangnya Dokter bedah yang bersangkutan. Ah ku harap keputusanku benar," batin Diego


"Diego," Panggil Kate dari kejauhan


Diego tidak menoleh karena dia tidak mendengar panggilan Kate. Pria itu menunduk dan masih menunggu Gordon mengangkat panggilan teleponnya.


Tiba-tiba Diego merasakan dua gunung besar yang terasa empuk menempel di punggungnya dan kedua tangan memeluknya dari belakang.


"Sudah pasti wanita ini adalah Kate," batin Diego meraih kedua tangan wanita yang memeluknya dengan erat lalu melepaskannya.


Sialnya pelukan itu sangat erat, Diego lalu menyimpan ponselnya di saku celana dan melepaskannya kembali dengan sekuat tenaga. Lalu pria itu berbalik dan memundurkan langkahnya menjauhi wanita yang memeluknya.


Benar saja itu adalah Kate, dengan agresif Kate mendekati Diego dan langsung mencium bibir Diego. Diego berusaha melepaskan kecupan Kate tetapi wanita itu memegang tengkuk Diego dengan keras.


"Jangan salahkan aku jika bersikap kasar padamu," ucap Diego dengan kesusahan karena Kate tidak membiarkan Diego berbicara. Dirinya terus mencumbu Diego dengan rakus.


Diego terpaksa mengerahkan kekuatannya untuk melepaskan cumbuan ular yang mengikatnya dengan erat. Pria itu mendorongnya lagi dengan keras. Tetapi Kate tidak terjatuh, dia melepaskan high heelsnya karena tahu Diego akan bersikap seperti itu lagi.


"Aku mencintaimu Diego, ayo kita bercinta seperti dulu," ucap Kate yang mengungkit masa lalu.


Diego adalah teman ranjangnya, jangan lupa dahulu saat remaja, Diego bukanlah pria baik-baik. Dia bad boy yang suka melakukan hubungan tak hanya berdua kadang dia pernah mencobanya bertiga bahkan berempat sekaligus.


"No more, aku sudah memiliki istri jadi jangan ganggu kehidupanku yang sekarang,"


"Jadi kau adalah bad boy yang insaf? Bullshitt, common...ayo kita bersenang-senang toh jika kau melakukannya diluar, istrimu tidak akan tahu kan? Aku janji aku tidak akan mengganggumu setelahnya,"


"Tidak Kate, aku akan menjaga rumah tangga ku dengan baik. Ku harap kau menghormati keputusanku,"


Diego pun pergi, tetapi Kate menahannya lagi dengan memeluknya dari depan.


"Jangan tinggalkan aku, ku mohon biarkan aku memelukmu sebentar. Jika kau berbuat kasar lagi, maka aku akan berteriak dan menuduhmu melakukan pemerkosaan padaku di depan umum," ancam Kate.


Diego tidak takut akan ancamannya tapi saat dia ingin melepaskan tubuh Kate yang memeluknya begitu erat, Valeria melihatnya. Wanita itu berdiri tepat di hadapan Diego.


"Valeria," ucap Diego


Kate mendengar Diego menyebut nama Valeria kemudian dia menatap Diego yang terpaku dengan pandangannya ke depan. Kate mencari sosok yang dilihat Diego, dia pun berbalik dan matanya menemukan sosok Valeria yang berdiri didepannya.


Sebenarnya Valeria sudah melihat Diego dan Kate dari kejauhan saat mereka berciuman. Valeria datang bersama Moza yang duduk di kursi roda. Moza bersikeras ingin melihat Virus, saat Valeria menceritakan semuanya dengan jujur. Hanya Valeria yang melihat Diego, sementara pandangan Moza masih tertutup.


"Ini salah paham, dia terus mendekatiku, memelukku dan mencium ku," jelas Diego dengan segera sebelum kesalahpahaman datang.