My Name Is Virus

My Name Is Virus
Pengintaian




Gordon menyadari keakraban yang baru saja terjadi antara mereka. Pria itu tidak menyangka jika Virus dapat menerimanya secepat itu. Tadinya Gordon takut jika Virus tidak akan pernah menerimanya, rupanya Virus memiliki hati selembut Ratih dibalik sikap dingin dan kasarnya. Terlebih lagi didikan Aryo yang selalu mengajarinya untuk jadi pemaaf.


Dan yang lebih membuatnya tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan Diego, anaknya Federic setelah beberapa tahun yang lalu ia mendengar kabar jika Federic telah meninggal dunia. Gordon sebenarnya ingin melenyapkan Federic namun ternyata ada orang lain yang lebih dulu menginginkan kematiannya.


"Kita sudah hampir sampai, saat masuk basement kalian menundukkan," ucap Virus membuyarkan lamunan Gordon


Mereka menurut, kemudian merunduk di bawah kursi agar tidak terlihat kamera cctv. Mereka kembali duduk di kursi setelah melewati pintu gerbang basement, Virus mencari tempat yang dekat dengan lift namun jauh dari cctv.


"Sudah sampai, ayo Ayah aku akan mengantarmu,"


"Aku turun sendiri saja, akan sulit bagimu jika harus mengantarku sampai kamar. Besok lakukan rencana yang telah ku buat," ucap Gordon.


Namun sebelum turun dari mobil, pria itu mengambil dompet dari saku celananya dan mengeluarkan sesuatu


"Virus," panggil Gordon, seraya memperlihatkan dua foto berukuran kecil pada Virus.


"Ini foto Ratih sebelum menikah denganku. Dan foto yang ini diambil setelah kami mengucapkan sumpah pernikahan. Simpanlah, foto itu milikmu sekarang," ucapnya lagi.


Virus menatap Ayahnya dan sedikit ragu untuk mengambil foto itu. Virus ingin sekali mempunyai beberapa foto ibunya, karena selama ini ia hanya memiliki satu foto ibunya yang sudah terlalu usang.


"Ambillah, aku masih punya satu fotonya ketika bersama denganku. Dan itu tersimpan dengan baik, Paquina tidak akan berani menyentuh fotonya," ucap Gordon.


"Terimakasih Ayah, kenapa Paquina tidak berani menyentuh foto Ibu? Istri mana yang tidak akan cemburu melihat suaminya masih memelihara foto dengan istri pertamanya," tanya Virus yang masih penasaran.


"Itu perjanjian ku dengan Paquina. Aku meminta syarat padanya jika ingin menikah denganku, dia tidak berhak menyentuh foto Ratih atau jika aku bertemu dengan Ratih suatu hari nanti, Paquina harus mengalah. Tapi kenyataanya aku tidak akan pernah bertemu dengan Ratih di dunia ini,"


"Kau harus berada di surga jika ingin bertemu dengannya, tapi kurasa itu akan sulit," ucap Diego yang kemudian mendapat tatapan tajam dari keduanya. Pria itu pun terdiam lalu berpura-pura melihat keluar jendela.


"Mampus, kenapa aku ketularan Andi," batin Diego


.


.


.


"Apa! Ada satu anak buah yang mati dan Gordon tidak peduli?" Ucap Sam sengaja meninggikan suaranya seolah-olah terkejut, kemudian dia tersenyum miring.


Ini kesempatannya untuk mencuci otak Luke agar lebih mendukung dirinya. Menganggap jika Gordon adalah bos yang tidak memiliki rasa simpati dan tidak memperhatikan anak buahnya.


"Dia sama sekali tidak menganggap anak buahnya yang sudah mati-matian bekerja untuknya, setidaknya dia ikut menghadiri pemakaman anak buahnya itu. Sudah ku bilang kan, dia tidak pantas menjadi ketua," timpalnya lagi kemudian berhenti untuk mendengarkan ucapan Luke dari seberang telepon.


"Bagus, kau harus mendukung ku apapun yang terjadi. Sekarang kau kembali ke apartemennya dan pastikan dia minum racun itu lagi!" seru Sam sembari membuka pakaian untuk menggantinya dengan piyama tidur.


Sementara Azkha masih mengintai Sam lewat kamera pengintai yang ia sematkan di ventilasi kamar Sam.


"Astaga dia memiliki tubuh yang bagus," gumam Azkha yang suaranya terdengar oleh Chuck


"Kau melihatnya tanpa kedip, apa kau seorang cabull?" tanya Chuck.


"Ck diamlah, aku harus mengawasinya, karena sepertinya dia berbicara sangat serius di telepon," desis Azkha.


"Lihatlah ini semua gara-gara kau, aku tidak dapat mendengar apa yang Sam bicarakan di telepon!" pekik Azkha tetapi dengan volume suara yang di pelankan.


Chuck sedikit tidak suka saat Azkha terlalu memperhatikan Sam, pria itu cemburu dan kemudian ia mengambil paksa tab milik Azkha lalu menaruhnya di laci mobil.


"Hey, apa yang kau --," ucapan Azkha terhenti karena Chuck menutup bibir Azkha dengan bibirnya.


Azkha mendorong tubuh Chuck dan ingin menghindari kecupannya namun pria itu menekan tengkuknya dengan tangannya yang besar dan berotot. Chuck memaksa Azkha dan terus mengecupnya, tetapi wanita itu tetap tidak membuka bibirnya, dia tidak menerima ciuman yang Chuck berikan.


Chuck kesal karena Azkha terus mengatupkan bibirnya dengan rapat, ia tidak membukanya sama sekali dan terus bergerak, berusaha agar terlepas dari genggaman Chuck.


"Aku cemburu kau terus memperhatikan pria brengsek itu, apa aku tak lebih baik darinya? Hah!" ucap Chuck yang langsung mendapatkan tinju di mukanya.


"Arghh kau meninju tulang pipiku, tapi aku suka itu. Kau terlihat seksi,"


"Kau mabuk atau gila! Aku memperhatikannya bukan karena aku suka dasar bodoh! Dan lagi sejak kapan kau mempunyai rasa cemburu itu? Bukannya selama ini kau menganggap ku musuh?" ujar Azkha sembari mengelus tangannya yang kesakitan setelah meninju pipi Chuck.


"Aku tidak tahu, yang jelas malam ini kau terlihat cantik, kau menarik perhatianku dan aku merasa cemburu," ungkap Chuck tiba-tiba dan terus memandang wajah Azkha.


"Kita disini untuk bekerja, bukan untuk mencurahkan perasaan. Sebaiknya kau diam dan perhatikan gerak-gerik Sam atau sekitarnya. Aku tidak ingin kita tertangkap! Anak buahnya bisa sewaktu-waktu kesini saat kita sedang mengintainya," ucap Azkha berusaha untuk profesional.


"Pipimu memerah, itu artinya kau merespon ucapan ku. Oke kita akan kembali bekerja tapi kita bertukar posisi. Kau memperhatikan sekitar dan aku mengamati Sam,"


"Terserah kau saja," balas Azkha singkat.


Wanita itu kemudian keluar dari mobil dan berjalan ke tempat yang lebih tinggi dari rumah Sam setelah itu ia naik ke atas pohon untuk bersembunyi sekaligus mengamati lokasi sekitar. Sementara Chuck mengambil tab yang sempat ia rebut dari laci mobil lalu keluar dan mengunci pintu mobil. Kemudian berjalan mendekati rumah Sam. Pria itu naik ke atap dan bersembunyi disana.


"Aku harus masuk ke dalam rumahnya saat dia terlelap tidur. Didalam rumah pasti ada kamera keamanan, jika dugaan ku benar itu akan mempermudah tugas kita untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan Azkha bisa mulai menyukaiku," gumam Chuck sedikit tersenyum membayangkan.


"Mau apa Chuck di atas atap itu, dia terlihat mencolok disana. Hey Chuck harus merunduk atau bersembunyi dibalik dinding atap," ucap Azkha melambaikan tangan pada Chuck untuk memberi isyarat namun Chuck tak melihatnya.


Sam mulai berbaring di ranjangnya dan mengirimkan pesan pada Paquina. Pria itu ingin bertemu dengannya untuk membicarakan soal Gordon.


"Kematian anak buahnya membuat jalan peluang untukku haha," gumam Sam sambil meraih ponselnya dan mengetik sebuah pesan.


'Sayang, bisakah kita bertemu esok pagi? Aku ingin berbicara tentang masalah kakak ku. Ku dengar malam ini apartemennya sedang di teror,' tulis Sam pada pesannya.


'Jangan besok, aku harus memeriksa keadaannya ke rumah sakit. Teror bagaimana? Aku baru saja dari apartemennya dan tidak ada apapun disana,' balas Paquina


'Ayolah, sebentar saja. Aku juga sudah sangat merindukanmu. Kita sudah beberapa hari tidak bermain di ranjang,' Sam terus merayu Paquina


'Kalau ada hal yang ingin kau bicarakan, kau bisa mengatakannya lewat telepon saja kan? Aku tidak bersemangat karena Gordon sedang sakit,'


"Cih, sial wanita itu masih saja tidak pernah melupakan Gordon. Padahal jelas-jelas Gordon tidak mencintainya," batin Sam dan berpikir apa yang harus ia tulis pada pesannya lagi agar Paquina menerima ajakannya.


'Aku bersedia menjadi budak mu di ranjang, kau bisa mengikatku dan memecut ku sepuas mu dan aku akan memberikan pelayanan terbaik untukmu. Aku sudah sangat merindukanmu Paquina. Kau terlihat sangat cantik dan seksi diatas ranjang,' pesan terakhir yang Sam tulis untuk Paquina.


Sam berharap Paquina menerimanya, namun wanita itu tidak membalasnya.


"Arghh sial dia tidak membalasnya, aku begitu menginginkannya. Ayolah Paquina balas pesan ku. Aku juga harus berbicara mengenai posisi Gordon secara langsung karena wanita itu pasti menyetujuinya jika obrolan itu diatas ranjang," gumam Sam sembari menunggu balasan pesan


Lama Paquina tidak membalasnya, Sam pun ingin keluar kamar untuk merokok diatas balkon. Namun saat pria itu membuka kaca jendela, sebuah benda kecil jatuh dari atas ventilasi.


"Kamera kecil, di mana kamera ini terpasang," Sam mengamati kamera dengan mengerutkan keningnya.


"Sial kamera itu jatuh," gumam Chuck yang masih memantau dengan tab. Wajah Sam terlihat sangat besar memenuhi layar tab itu.


"Kamera ini masih menyala, hemm siapa yang mengintai ku," batin Sam


"Hey pengecut untuk apa kau mengintai ku? Ingin melihat ku tanpa busana hah? Haha," ucap Sam dengan tawa kecilnya seraya membuka bajunya hingga atas perut dan memperlihatkan perutnya yang terbentuk sixpack.


Tak berapa lama terdengar bunyi notifikasi pesan. Sam segera masuk dan mengambil ponselnya bersamaan dengan itu, ia melemparkan kamera kecil dari atas balkonnya.


'Oke, kita bertemu besok di rumahmu,' balas Paquina pada pesannya


"Tidak jangan rumahku," gumam Sam setelah membaca pesan Paquina kemudian ia meneleponnya saat itu juga.


Beberapa detik kemudian,


"Halo sayang, besok kau jangan ke rumah ku. Ada seseorang yang mengintai ku, aku baru saja menemukan sebuah kamera kecil menyala di kamarku," ujar Sam sembari keluar ke atas balkon kamarnya.


"Ya aku akan mencari tahu nanti.... Bagaimana jika besok after lunch kita bertemu di hotel Hilton, aku akan mengabari nomor kamarnya setelah aku memesan nanti...bye...muach," ucap Sam yang diakhiri dengan kecupan sayang.


Sementara di sisi lain Chuck tersenyum puas, dia mendengar obrolan Sam lewat telepon. Ada bagusnya dia naik ke atas atap dan setelah ini Chuck tidak perlu lagi masuk kedalam rumah karena dia telah mendapatkan informasi yang bagus.


"Huff, pemborosan, jika ini di Los Angeles aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk sebuah kamar," batin Sam


Sebenarnya Sam tinggal di Los Angeles, dia memiliki beberapa penginapan. Pria itu ke Texas karena ajakan Gordon selain itu Paquina juga serta.