
Virus mempersilahkan pria asing itu untuk duduk. Dia terpukau dengan kemewahan yang ada didalam dalam bus tersebut.
"Sementara kau bisa beristirahat di sini, ini minumlah," Virus memberikan air minum dalam kemasan botol.
"Terimakasih kau menerima ku, banyak kendaraan yang sedari tadi lewat. Tak ada satupun yang mendekat atau menolong ku," ucap Pria asing itu sembari menerima air minum pemberian Virus
"Sesama manusia kita harus saling menolong bukan?" Sahut Virus yang berbaik hati di dalam keadaan yang dia sendiri sedang diposisi tidak aman.
'Kau terlalu baik Virus, aku semakin mencintai mu,' batin Moza
"Ya kita benar tetapi jaman sekarang, banyak orang yang sudah tidak saling peduli," Ucap pria itu sambil duduk.
"Dan kami bukanlah orang seperti itu, maaf, aku permisi karena harus kembali menyetir," pamit Virus kemudian ia kembali Mengemudi.
Andi dan Diego menyambut pria asing itu. Diego menyelipkan pistol di saku celana, berjaga-jaga jika pria itu jahat. Moza juga sudah bersiap dengan senjata api yang ia rekatkan di bawah meja Moza ikut duduk tetapi ia duduk di depan meja makan.
"Siapa namamu, kau dari mana dan menuju kemana?" Selidik Diego
"Arion Orlando Alexander Azkalezy, Aku baru saja dari Jakarta menemani Mama dan adikku jalan-jalan. Kemudian aku ke Las Vegas tetapi tiba-tiba aku di minta ke Texas untuk menemui seseorang. Tetapi malah aku kecelakaan," jelas Pria asing yang bernama Arion
(Hai reader tokoh Arion ini adalah tokoh utama di novel Mr. Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy karya Oktavia Hamda Zakhia. Rekomendasi novel bagus.)
Visual Arion Orlando Alexander Azkalezy
"Aku Diego, kebetulan kita juga ingin ke Texas," ucap Diego seraya mengulurkan tangan untuk berjabatan
"Oh senang berkenalan dengan mu," Arion menerima jabatan tangan Diego.
"Jakarta? Jadi kau bisa berbahasa Indonesia?" Tanya Andi
"Iya bisa," jawab Arion dengan bahasa Indonesia karena sedari tadi ia berbicara dengan bahasa Inggris.
"Haha aku Andi, aku juga dari Jakarta, kalau pria yang mengemudi itu dia berasal dari bali tetapi lama menetap di Texas," ucap Andi
"Andi...aku seperti pernah melihat mu," ujar Arion sembari mengingat.
"Aku juga sepertinya pernah melihatmu, aku mengenalmu dari kalung dengan bandul huruf A, tetapi aku lupa bertemu denganmu dimana?" jelas Andi yang ikut berpikir.
"Apa kau Andi teman Wasabi?" Tanya Arion.
"Oh My God, kau Arion?" Pekik Andi dengan kembali berbahasa Inggris
"Iya dia Arion, kau tak dengar tadi dia mengatakan namanya," sahut Diego
"Kau Arion, ketua Black King Mafia negara Eropa tapi tinggal di Indonesia dan punya cabang markas beberapa," ucap Andi dengan bola matanya yang membulat besar.
"Ya, kau mengenal ku? Jadi....tebakan ku apakah aku benar? Kau teman Wasabi, detektif muda yang handal,"
(NB: DETECTIVE WASABI. Tokoh Wasabi dan Andi ada di dalam cerita chatstory karya Wenny Wulandari, rekomendasi bisa di lihat di beranda buku noveltoon yang bertema Sherlock Holmes.)
Diego yang mendengar kata Mafia segera mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Arion.
"Tidak Diego, dia orang baik," cegah Andi yang segera menghalangi dengan menutup ujung pistol dengan tangannya.
"Tenanglah, aku tidak membawa senjata apapun, kau bisa memeriksaku," jawab Arion dengan mengarahkan tangannya ke arah Diego tanda agar pria itu tidak bertindak gegabah.
"Iya Arion, Aku teman Wasabi, partner kerjanya dulu. Dan sekarang aku ikut pria itu," ucap Andi seraya menunjuk Virus yang sedang menyetir.
"Kau mafia? Apa kau mengenal Gordon Cullen?" Tanya Diego berhati-hati.
"Aku rasa kita bertemu karena takdir," ujar Arion
"Apa maksud mu?" Tanya Virus yang juga sedari tadi ikut mendengar percakapan mereka.
"Aku mendapatkan misi dari kakek untuk menangkap Gordon Cullen yang mencuri 10 triliun uang perusahaan. Anak buahku mengatakan dia lari ke Texas,"
"Cih si tua itu ternyata pencuri, sama seperti Valeria," ucap Andi yang keceplosan. Diego langsung membelalakkan matanya dan menatap Andi dengan tatapan tajam seraya mengepalkan tinju ke arahnya.
"Sorry Diego, hehe," ucap Andi, dia lupa jika Valeria sudah menjadi istrinya sekarang.
Entah mengapa Andi masih tidak menyukai Valeria. Dia selalu takut jika Valeria tiba-tiba berubah dan merusak hubungan Virus dan Moza. Andi salah satu korban sinetron ikan terbang
"Hemm kau benar sepertinya kita bertemu disaat yang tepat. Bagaimana kalau kita bekerjasama untuk menyingkirkan Gordon," ucap Virus sambil menyetir. Pria itu melihat Arion dan yang lainnya dari balik kaca spion depan.
"Aku setuju, aku akan mengerahkan semua anak buah ku," jawab Arion
"Tetapi Gordon tidak bisa di tangkap dengan mudah, jika pun kita bertemu dengannya berhati-hatilah," pesan Virus
"Ya kau benar sepertinya dia mempunyai seorang IT yang handal,"
"Andi juga tak kalah hebatnya, dia bahkan bisa menemukan keberadaan ayah ku dalam waktu sehari. Padahal aku bertahun-tahun mencarinya," ucap Virus
"Ya Andi juga tak kalah hebat, dia menciptakan alat pengintai khusus," ucap Diego yang saat ini mempunyai alat untuk mengintai Valeria. Alat yang pernah di pinta oleh Virus kini di berada di tangan Diego.
"Kau mengintai siapa?" Tanya Valeria sembari melangkah mendekati Diego.
"Hemmm tidak bukan aku...hemm jadi-" ucapan Diego terhenti karena Andi langsung menjawabnya.
"Dulu Virus memintaku untuk membuat alat untuk mengintai dirimu, dari sosial media, semua pesan, rekaman telepon dan semua isi yang yang ada di ponselmu. Dia bisa melihatnya. Lalu kemana pun dirimu dia bisa tahu," Andi terus berbicara tanpa di rem.
"Virus?" Tanya Valeria dan seketika membuat Moza sedikit cemburu.
'Astaga Andi sangat menyebalkan, dia bisa membuat hubunganku dan Moza menjadi hemmmmppp,' batin Virus ia pun menghentikan busnya secara mendadak dan membuat semua orang yang ada di dalam berpegangan.
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba berhenti," Tanya Diego pada Virus
"Ada...tadi ada singa berlari di depan, aku takut menabraknya jadi aku hentikan saja busnya," ucap Virus mengalihkan pembicaraan kemudian beranjak dari duduknya menuju belakang.
"Andi kau gantikan aku," ucap Virus, Andi pun menurut dan saat mereka berpapasan Virus berbisik
"Kau jangan seperti ember yang bocor," keluh Virus
"Aku berbicara kenyataan, lebih baik jujur kan? Hehe," Andi pun berlari menuju kemudi, ia takut Virus akan memukulnya.
"Mana singanya?" Tanya Moza yang ingin melihat ke kacadepan
"Tadi ada sayang, sekarang sudah pergi. Ayo duduk lagi," ucap Virus merangkul Moza untuk kembali ke kursinya.
"Hemm Virus mempunyai alat untuk mengawasi ku? Kau tidak cemburu?" Tanya Valeria berbisik pada Diego
"Tidak, karena kejadian itu sudah terlewat," ucap Diego
'Semoga Valeria tidak tahu jika aku yang memegang alat itu sekarang' batin Diego
"Aku akan menemani dia," pamit Arion pada Diego seraya menunjuk Andi.
"Iya silahkan," jawab Diego
Arion penasaran dengan alat canggih yang dimiliki Andi. Dia mungkin saja bisa melacak keberadaan Alana lewat Andi.