My Name Is Virus

My Name Is Virus
Motif



Dengan derap langkah menggebu, Virus memasuki lorong sel tahanan di sebuah kantor kepolisian. Pria itu menuju bilik sel tahanan yang di tempati Marni. Segepok uang membuat para polisi yang berjaga memperbolehkan Virus masuk sesukanya.


Virus memegang kunci jeruji, membuka pintu jeruji besi itu. Kehadirannya membuat Marni ketakutan. Pria itu masuk dan menutup kembali pintu jeruji besi. Hanya ada Marni disana, sendirian dengan luka bonyok di pipi, bibir dan luka goresan di jidatnya.


Virus menatapnya penuh dendam dan marah kian memuncak. Perlahan mendekati wanita yang pernah menjadi ibu angkatnya. Marni memundurkan langkah hingga punggungnya menyentuh dinding. Dia tak bisa kemanapun, hanya bisa menunduk ketakutan.


Virus meraih rahang dan kedua pipi Marni dalam satu cengkeraman tangan, hingga mulutnya seperti ikan koki, namun lebih cantik ikan koki ketimbang dirinya.


"Apa motifmu membuat Aryo menderita seperti itu? Hah?" Tanya Virus yang masih mencengkeram rahang dan pipinya.


Marni tak menjawab, dia terlihat ketakutan dan napasnya tersengal-sengal.


"Aku bisa saja membunuhmu saat itu juga, tapi kau tahu apa yang Aryo katakan? Dia bilang jangan bunuh Marni, jangan hukum wanita itu. Biarlah hukum yang berbicara,"


"Kau tahu kenapa Aryo berbicara seperti itu? Karena dia masih mencintaimu wanita monster!!" pekik Virus seraya mencengkeram lebih kuat


"Tapi yang kau lakukan adalah menyiksa, memukulinya, memasungnya bahkan kau tak mengijinkan di membuang kotorannya di tempat yang seharusnya!"


Plaaaak


Tamparan keras mendarat di pipi wanita itu, sampai jatuh tersungkur serta diiringi dengan teriakan dan isak tangis. Pipinya memerah dengan cap yang berbentuk tangan Virus.


Panas terasa, pkulan Virus bukan sembarang pukulan. Tenaga Virus lebih dari tenaga pria normal. Marni merasakan rahang seperti lepas dan sangat sakit. Ia takut jika rahangnya itu benar-benar akan copot.


"Aku tak mengeluarkan kekuatanku sepenuhnya, jika iya mungkin gigimu akan rontok semuanya," ujar Virus


"Aryo pantas mendapatkannya karena dia selingkuh," ucap Marni membela diri


"Selingkuh? Aryo sudah menceritakannya padaku. Wanita iyang ditemuinya itu, bukan selingkuhan Aryo melainkan seorang teman yang bekerja di kota. Aryo meminta teman wanitanya untuk sesekali menjagaku di kota nanti. Tapi yang terjadi? ditengah perjalanannya ke kota, ada seseorang yang menabraknya dengan sengaja kemudian menculiknya. Lalu karena ulahmu itu Aku pun di usir dari kontrakan,"


"Kau sengaja membakar rumahmu sendiri agar mendapatkan hak asuransi, tak sampai disitu. Kau juga ingin membakar Aryo hidup-hidup kan," Ucap Virus membuat Marni terpojok.


Aryo mempunyai harta yang bernilai 2 Triliyun rupiah. Jika dia mati, harta itu akan jatuh ke tangan anak angkatnya yaitu Virus. Tetapi jika Aryo masih hidup hartanya untuk Marni. Dan harta itu akan diberikan pada Marni saat Aryo sudah tidak kuat bekerja. Sangat disayangkan Marni mengetahui isi wasiat itu saat pengacaranya datang di malam kebakaran.


Marni langsung mengupayakan agar Aryo yang ada didalam rumah itu masih hidup. Dengan bantuan preman yang ia sewa untuk menangkap tadi, Aryo pun di amankan secara diam-diam. Setelah insiden kebakaran, Marni meminta hartanya pada Aryo, tetapi Aryo menolaknya dan akan berniat mengubah isi wasiat.


Marni geram lalu membuat Aryo menderita berharap pria itu akan menyerah dan memberikan seluruh harta padanya. Tak disangka Aryo bertahan.


Aryo tidak menceritakan soal isi wasiat itu pada Virus, meskipun dia percaya pada Virus tetapi Aryo ingin melihat ketulusan hati Virus pada dirinya tanpa embel-embel harta.


"Dan sekarang rencana ku untuk mendapatkan hartanya gagal," ungkap Marni pada akhirnya


"Iya, aku memang serakah... tapi Aku berhak mendapatkannya karena selama ini dia tidak pernah memberiku nafkah yang cukup!" Ucap Marni kemudian ia berjalan membelakangi Virus sembari berkacak pinggang ia melanjutkan kembali ocehannya.


"Aku juga ingin mempunyai benda mahal dan mewah tapi ternyata dia sangat pelit. Aryo itu pelit, dan bodoh, tidak bisa diandalkan. Aku menyesal menikah dengannya. Terlebih lagi Aryo MANDUL! Dan ....."


Dor


"Aaaarrrgggh!" teriakan Marni melengking bersamaan saat peluru mengenai betis kaki Marni darahnya muncrat dan peluru itu menerobos masuk kedalam tulangnya. Marni terjatuh tak bisa menahan bebannya untuk berdiri lebih lama.


"Bertahun-tahun kau memasung kaki Aryo dan tembakan ku itu tidak seberapa dengan penderitaannya selama ini. Ku pastikan kau akan kelaparan dipenjara ini," ucap Virus meninggalkan Marni dalam keadaan kaki yang berdarah-darah.


Setelah Virus keluar dari dalam sel, beberapa polisi datang mendekat dan membantu Marni agar wanita itu tidak kehabisan darah.


Virus membayar mahal kepala kepala polisi dan petugas yang menanganinya untuk memastikan Marni menderita seperti apa yang ia lakukan pada Aryo.


"Ingin rasanya aku membunuhnya, tapi Aku teringat kata-kata Aryo," gumam Virus.


Pria itu kembali ke rumah sakit melihat keadaan Ayahnya sampai benar-benar pulih. Kesehatan jantung, pencernaan serta pernapasannya pun terbilang sangat buruk.


Aryo juga tak mendapatkan gizi yang sempurna. Ginjalnya pun tak dapat bekerja dengan baik. Setelah berkonsultasi dengan dokter, Aryo akan tinggal di rumah sakit dalam waktu lama hingga keadaannnya membaik.


Virus membuka pintu dengan pelan karena Ayah angkatnya sedang tidur. Ia lalu membuka ponselnya dan menghubungi Moza. Di Bali saat itu waktu menunjukkan pukul empat sore sementara di Las Vegas pukul 12 malam.


'Sayang, kau sudah tidur?' Tanya Virus pada pesannya untuk Moza


'Aku baru saja mau tidur, Valeria menginap disini. Kau tahu, Diego akan menikahi Valeria. Dia ingin menikahinya besok tapi Ibu ku menolak katanya terlalu cepat dan setelah merundingkan banyak hal, mereka akan menikah tiga hari lagi,' balas Moza


'Wow secepat itu, bagaimana jika kita juga menikah di hari yang sama dengan mereka? ' balas Virus


'Haha kau belum meminta restu pada Ibuku. Oh ya bagaimana dengan pencarian Ayah mu, apakah dia sudah ditemukan?' Tanya Moza pada pesannya


'Sudah dan aku sangat senang, oh rasanya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata,' jawab Virus


'Aku turut bahagia mendengarnya, sampaikan salam ku untuk Ayahmu,' tulis Moza dan ikut tersenyum saat mengirimkan pesannya


'Pasti aku akan sampaikan salam mu, saat ini dia sedang tidur. Aku bersyukur bertemu Andi, pria itu benar-benar cerdas dan alat yang dia buat sangat keren. Sayang, besok aku kembali, aku sudah merindukanmu terlebih lagi dengan masakan mu,' balas Virus


'Aku akan memasakkan makanan favorit mu, aku tidak sabar menunggumu, love you,'


'Love you too. Tapi yang paling ku rindukan adalah bibirmu, hehe. Selamat malam, mimpiin aku ya,' tulis Virus dan mencantumkan pesan genit untuk kekasihnya.