My Name Is Virus

My Name Is Virus
Serangan Netizen



Jam menunjukkan pukul 11.30 malam. Mereka mampir ke supermarket yang buka 24 jam. Moza membeli bahan makanan yang pernah dia beli tempo hari bersama dengan Virus. Moza sibuk memilah yang mana akan dibeli, sementara Virus sibuk dengan ponselnya tetapi sesekali ia mendorong troli belanjaan yang ia pegang.


"Andi, aku ingin kau melacak akun media sosial Valeria. Serang akun media sosialnya dengan kritikan tajam dan pedas pada kolom komentar yang ada fotoku. Aku tidak suka dia memasang fotoku seolah-olah aku ini kekasihnya," tulis Virus pada pesannya untuk Andi.


"Siap bos," balas Andi pada pesannya


"Moza, kemarilah," seru Virus


"Iya," Moza menghampiri Virus yang sedang berdiri di tempat buah.


"Aku ingin buah apel ini, tetapi aku tidak bisa memilihnya. Mana yang terlihat manis," ujar Virus kemudian saat Moza mendekat dan fokus memilih apel, Virus mengecup pipinya tiba-tiba dan secara bersamaan memotretnya dengan kamera ponsel.


"Virus, jadi kau sengaja membuatku fokus memilih sementara dengan liciknya kau mengambil kesempatan untuk mencium pipiku haha," ucap Moza dengan wajah yang masih merona.


"Jadi itu pipi, maaf aku kira itu apel bukan pipi haha," canda Virus yang kemudian mendapat pukulan kecil dari Moza di lengan kekarnya.


"Haha kau harus ke dokter untuk memeriksakan mata," gurau Moza


"Dokter tidak akan bisa mengobatinya, karena di mataku sudah penuh dengan wajah mu," ucap Virus


"Wah bahaya kalau begitu, jika semua pandanganmu itu wajahku, kau tidak bisa mengemudi nanti haha," gurau Moza


"Kalau begitu kau saja yang mengemudi, aku ingin tidur bersandar di bahu mu sepanjang perjalanan pulang," ucap Virus


"Hemmh enak sekali ya haha?" ucap Moza


"Tentu saja itu enak, apalagi setelah makan masakan mu hemmm, ayo sudah belum," ucap Virus dan mengajaknya untuk pulang. Pria itu sudah sangat kelaparan


"Sudah, lalu bagaimana dengan apelnya, jadi tidak?" Tanya Moza


"Tidak, aku tidak suka apel," jawab Virus


"Lalu buah apa yang kau suka?" Tanya Moza


"Buah Moza," lalu pandangan Virus tertuju pada dada Moza. Wanita itu mendelikkan matanya dan ingin mencubit gemas si Virus yang sangat nakal itu. Tetapi pria itu dengan gesit menghindar dan menjauh dari Moza sembari tertawa.


"Dasar lihat saja nanti," gumam Moza


Virus menunggu Moza di depan kasir, dia memainkan ponselnya. Mengirimi Andi foto yang baru saja dia potret.


"Andi, buatkan aku akun media sosial dan lalu posting foto ini menjadi Viral, dengan caption Moza cinta ku," pesan di kirim.


Andi yang saat itu sedang meminum kopi kemudian membuka ponselnya begitu ada notifikasi pesan masuk. Pria itu terbatuk-batuk melihat Virus mencium pipi Moza ditambah dengan caption cinta.


"Dasar Virus, rupanya dia sudah pacaran dengan Moza, hemm pantas saja dia menyuruhku menyerang aku. Valeria seolah-olah Valeria adalah perebut pacar. Ok bos siap laksanakan," gumam Andi


"Pajak jadiannya ya bos jangan lupa. Ini tidak mudah karena aku harus memprogram tanggal dan jamnya, sebelum tanggal Valeria posting. Kau sama saja seperti Wasabi. Harus dikerjakan saat itu juga, pokoknya aku ingin uang lembur," tulis Andi pada pesannya seraya meminum kopinya lagi.


"Gampang," balas Virus singkat.


"Kau serius sekali," ucap Moza, ia memperhatikan Virus yang sibuk dengan ponselnya.


"Tidak apa aku hanya menyuruh Andi melakukan pekerjaan," ucap Virus


"Pekerjaan apa?"


"Membuat program aplikasi ," ucap Virus sedikit berbohong


"Sayang, ini rasakan cubitan ku karena mulut mu sedikit nakal," ucap Moza seraya mencubit perut Virus


"Ahh aduh, sakit sayang... Haha iya maaf. Aku tidak akan berbicara nakal lagi hehe," ujar pria itu dengan senyumnya dan dibalas tawa kecil oleh Moza.


Moza mengeluarkan belanjaannya untuk di hitung di meja kasir, sementara di belakang kasir itu terlihat seseorang yang memperhatikan Moza. Ia Manager kasir yang mengawasi karyawannya. Setelah belanjaan itu selesai dihitung, Virus membayarnya. Lalu Manager itu mendekati Moza


"Aku Selena, kau ingat?" Ucap Selena yang langsung mengingatkan saat Moza mengernyitkan dahinya.


"Selena, maaf aku sempat tidak mengenalmu. Kau berubah drastis dan lebih cantik," puji Moza


"Haha tentu Moza, aku selalu perawatan tidak seperti mu yang penampilannya membosankan. Aku langsung mengenalimu karena kau tidak berubah sejak dulu, masih terlihat jelek," ucap Selena yang membalasnya dengan cibiran.


"Ehemm, sayang bagiku kaulah yang tercantik. Karena wajah temanmu itu semuanya plastik, jika terbakar mungkin akan mudah meledak," bela Virus yang berkata sangat pedas. Sementara Moza menahan tawanya.


Selena pun membelalakkan matanya tetapi langsung memundurkan sedikit langkahnya, saat Virus menatapnya tajam. Selena ketakutan melihat tatapan Virus ia pun tidak berani


Virus merangkul Moza kemudian membawanya menjauh dari Selena .


"Kau jangan terlalu baik sama semua orang, jika dia melukai hatimu, balas saja," ujar Virus.


"Haha aku tidak terlalu dekat dengannya jadi aku tidak berani jika mengatakan hal yang menyakitkan. Lebih baik kita pulang saja tanpa memikirkan ucapannya," jawab Moza. Mereka pun keluar dari toko dan berjalan menuju mobil. Virus menaruh kantong belanjaan di kursi penumpang dibagian belakang. Setelah itu ia melajukan mobilnya.


Sementara ditempat lain Andi bangga pada dirinya sendiri. "Haha kau pasti akan menyukai hasil kerjaku ini," gumam Andi kemudian ia meraih gawainya dan mengirimkan pesan pada Virus. 'Misi Berhasil'.


Secepat kilat Andi membuat akun palsu milik Virus. Ia merubah nama Virus menjadi Verzy dan pria itu juga pandai menciptakan akun-akun fake tetapi seperti terlihat akun nyata.


****


Selama perjalanan pulang Virus terus saja melontarkan kata-kata manis hingga Moza terkikik geli dibuatnya.


"Haha sudah aku tidak tahan lagi mendengar rayuan mu itu," ucap Moza


"Itu bukan rayuan tapi kata-kata indah hehe," Ucap Virus tertawa lepas.


Moza tak pernah melihatnya tertawa selepas itu jika bersamanya, dia pun terdiam sebentar dan teringat akan ucapannya yang sempat kasar pada Virus..


"Soal ucapan ku tadi saat di rumah, aku tidak mengontrolnya dan mungkin kau terluka...Aku minta maaf," ungkap Moza meminta maaf tulus.


"Kalau kau tak berkata seperti itu, aku tidak akan menyadari kesalahanku, itu benar. Dan aku tidak terluka karena itu benar. Jangan dipikirkan," ucap Virus yang masih fokus menyetir karena didepan ada belokan tajam.


"Kau tidak seburuk itu, kau adalah orang asing yang datang membawa kebahagiaan untukku. Ya meskipun terkadang aku sedikit terluka," ucap Moza


"Jadi orang yang membuatmu menangis saat di mobil Van itu adalah aku?" Terka Virus yang mencoba mengingat saat dimana ia tak sengaja melihat Moza menangis.


Moza mengiyakan dengan anggukan kecil. Virus lantas menepikan mobilnya.


"Kenapa berhenti?"


"Rasanya aku ingin sekali menghabisi orang yang menyakitimu. Pantas saja kau bilang, aku tidak akan bisa. Rupanya pria itu adalah diriku sendiri,"


Virus meraih kedua tangan Moza dan menggenggamnya.


"Maafkan aku, jika aku menyakiti hati mu dan membuatmu menangis. Mulai sekarang dan selamanya. Aku akan membuat mu tertawa bahagia. I Love You Moza," janji Virus kemudian mencium punggung tangan kekasihnya itu. Dan diakhiri dengan kecupan di kening, membuat Moza merasa diakui sebagai kekasihnya.


Di sisi lain, Valeria menerima banyak notif masuk dari akun sosialnya. Mereka menghujat Valeria di kolom komentar tersebut.


"Hey wanita perebut kekasih orang, awas jangan berteman dengannya, nanti pacar mu akan dia rebut," Pesan ini mengomentari foto Valeria dengan Virus.


"Itu kan pacarnya Moza, Vale jangan mengakuinya sebagai cintamu karena cinta pria itu hanya untuk Moza. Aku punya buktinya ini linknya klik saja jika tidak percaya," komentar dari netizen yang lain.


Link yang netizen fake itu berikan adalah link yang baru saja Andi buat di blognya. Ia membuat seakan-akan itu blog milik Virus yang dia rubah namanya menjadi Verzy lalu di blog itu berisi kata-kata cinta untuk Moza disertai foto yang baru saja diberikan oleh Virus.


Valeria ternyata membuka link tersebut, ia pun melemparkan ponselnya ke dinding kamarnya seraya berteriak kesal.


"Moza, aku akan mendapatkan Virus kembali," ucap Valeria yang tak mau kalah.