My Name Is Virus

My Name Is Virus
Tertangkap Mata Kamera



"Haha bagus kalau begitu, pasti mereka mengira penyusup itu dikirim oleh Gordon," ucap Sam pada anak buahnya di sebuah tempat rahasia miliknya.


"Ada hal yang lebih penting lagi bos, kabarnya Virus akan melangsungkan pernikahan besok. Secara sederhana," sahut salah satu anak buahnya.


"Ini kesempatan bagus untuk kita, membuat ayah dan anak itu berperang hahaa. Luke, kau terus dampingi Gordon dan terus berikan informasi padaku secepatnya," ucap Sam memberi perintah pada Luke, yang tak lain adalah asisten pribadi Gordon.


*


*


Semuanya tidak tahu keberadaan rumah Virus, Andi sudah menutup akses informasi yang terkait dengan Virus. Tetapi soal keberadaan Black Knight sendiri, Sam mengetahuinya dari jenis peluru yang tertancap di tubuh Darren. Sama dengan yang dia pakai. Tentu saja Sam mengenal orang dalam yang suka memperjual belikan pistol padanya.


Sam lebih cepat bertindak dibanding Gordon, karena Paquina menjanjikannya sebuah kedudukan jika berhasil membunuh orang yang membunuh anaknya, Darren.


Dilain tempat Andi memperbaiki sistem komunikasi teleponnya agar tidak bisa diretas. Kemudian dia menelepon Inspektur Hendra


"Halo Inspektur, bagaimana keadaaan ibu ku?" Tanya Andi


"Bomnya berhasil di jinakkan, dan Alhamdulillah ibumu baik-baik saja," jawan Inspektur Hendra


"Alhamdulillah Terimakasih inspektur,"


"Berterimakasihlah pada Wasabi. Dia baru saja sadar paska operasi tapi apa yang dia perbuat? Dia langsung menyelamatkan ibumu begitu tau ada tanda sos di jam tangannya," jelas inspektur Hendra


"Astaga Wasabi, padahal dia sendiri masih belum pulih dan lukanya masih sakit," gumam Andi bersyukur memiliki teman seperti Wasabi.


Padahal sewaktu mereka kecil, Andi seringkali membullynya. Tak disangka mereka malah menjadi teman baik bahkan. seperti keluarga


"Kau dimana? Apakah kau baik-baik saja? Atau perlu bantuan ku?" Tanya Inspektur Hendra


"Aku baik-baik disini. Yasudah katakan pada ibu, aku pulang beberapa hari lagi. Aku tidak mungkin meninggalkan Virus disini," ucap Andi


"Virus? Bukankah dia sudah mati?"


"Ahh kau salah dengar aku tidak mengatakan Virus, tapi Venus,"


"Siapa Venus?"


"Nama bos ku yang baru," jawab Andi berbohong


*


*


*


Masih di markas Black Knight. Virus menyelidiki sendiri dimana celahnya hingga markas mereka kemasukan beberapa penyusup.


Virus mengamati CCTV, yang ternyata ditemukan kejanggalan. Jika di cermati waktu rekaman itu memang berjalan tetapi itu waktu di hari sebelumnya.


"Ada yang mengubah rekaman itu, jika yang mengubahnya adalah anggota Black Knight itu sendiri maka yang patut di curigai adalah Az. Tetapi aku yakin bukan dia, sikapnya baik dan juga rajin beribadah seperti Andi meskipun disini mayoritas Kristen tetapi dia memiliki Iman yang kuat. Dan aku yakin orang yang memiliki iman itu tidak akan berkhianat. Lalu siapa?" Virus berpikir keras.


Virus teringat jika Andi bisa mengambil rekaman CCTV dari blakbox mobil atau bahkan dari ponsel seseorang. Pria itu pun mencari keberadaan Andi. Namun sebelum Virus mencari, seseorang meneleponnya.


"Nomer tak dikenal?" gumam Virus


"Siapa ini?" Tanya Virus dengan nada sedikit ketus


"Ini aku Andi, Kau dimana?" Tanya Andi


"Andi, kau dimana kau? Kau mengirim pesan yang membuat orang panik. Apa yang terjadi? Aku di lokasi Black knight. Kau kemarilah," seru Virus


"Hemm baiklah aku akan ke sana. Tapi Virus tolong siapkan aku makanan ya, jujur saja aku belum makan siang,"


"Iya aku akan menyiapkan makanan untukmu,"


"Kalau bisa yang ada daging sapinya," pinta Andi


"Begini saja kalau begitu kita bertemu di tempat makan ya. Dekat Black Knight ada restoran beef steak. Kita bertemu Di sana saja oke," ucap Andi


"Ya baiklah, kuharap kau secepatnya kemari. Karena aku butuh bantuan mu," ucap Virus


Andi kemudian berpamitan dengan Whepi dan Alan. Mereka menurunkan Andi di depan restoran beef steak.


"Kalian tidak ikut turun?" Tanya Andi


"Tidak kami langsung pulang saja, berhati-hatilah," ucap Whepi kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Terlihat Virus berada disana. Ia duduk di pinggir dinding dekat meja kasir. Begitu melihatnya Andi dengan lantang memanggilnya


"Hey Om Brewok," teriaknya memanggil Virus dengan sebutan


Om Brewok bahasa Indonesia dan orang-orang yang ada disana tidak tau artinya kecuali Virus.


Virus hanya tertawa kecil dan melambaikan tangannya pada Andi.


"Aku sudah memesan pesananmu jadi sekarang kau langsung selidiki bagaimana bisa ada penyusup di tempatku. Aku takut ada orang dalam yang berkhianat,"


"Sabar bro, baru aja sampe. Kau tidak tahu ya? Aku hampir terbunuh. Aku ditangkap Gordon dan mereka memaksaku untuk mengatakan dimana lokasimu,"


"Lalu kau mengatakannya,"


"Tidak, bodoh,"


"Ck kau berani mengataiku?"


"Haha, sebentar aku minum dulu," Andi mengambil minuman milik Virus yang ada di atas meja.


Virus hanya diam sembari mengamati Andi yang terlihat kehausan.


"Aku mengatakan lokasi yang salah. Dia mengancam ku dengan memakai ibuku. Salah satu anak buahnya memasang bom di tubuh Ibuku. Mau tidak mau aku harus menurutinya tetapi aku berhasil mengelabui petugas disana dan juga aku sudah memporak-porandakan sistem komputer yang mereka punya. Jadi untuk sementara kita aman," ucap Andi


"Tapi baru saja ada penyusup yang datang ke sini. Salah satu penyusup itu terus menembaki diriku tapi aku berhasil beralih dan menembak kepalanya,"


"Dih sadis bener, bunuh orang seperti mukul nyamuk," batin Andi


"Okay, ayo istriku kita kerja," Andi membuka laptopnya dia tahu apa yang harus dia kerjakan. Mengembalikan rekaman CCTV yang sempat diretas.


Tak berapa lama makanan pun datang dan Andi menghentikan aktifitasnya lagi.


"Makan dulu ya, plis bos," pinta Andi tetapi dijawab anggukan kepala oleh Virus


Sore itu Andi berkutat dengan laptopnya untuk mengembalikan rekaman CCTV yang hilang dan sesekali ia makan.


"Virus, lihat ini rekaman semalam. Dan aku curiga dengan orang ini," ucap Andi sembari menunjukkan wajah orang yang ia curigai. Virus pun mendekat dan mencoba melihatnya


"Memangnya kenapa dia? Dia berjaga-jaga di depan pintu,"


"Ya tapi dia sedari tadi mondar-mandir dan wajahnya selalu melihat ke arah luar. Seperti ada orang yang ditunggu,"


"Aku coba menyamakan wajahnya dan mencari tahu di beberapa rekaman sebelumnya dengan kamera satelit. Dia menjualkan pistol pada seseorang. Dan setelah ku selidiki wajahnya. Aku mengambil dari sudut kamera mobil yang terparkir di dekat mereka. Itu Sam adiknya Gordon," jelas Andi


"Ck ternyata Gordon lebih pintar. Dia memakai orangku untuk masuk kedalam. Tomy itu mata duitan, dia pasti menerima uang yang banyak," geram Virus pada anak buahnya sendiri.


"Kau berhati-hatilah dalam mencari anggota, banyak mata-mata yang sebenarnya adalah anggotamu sendiri," ucap Andi


*


*


*