
Azkha mengirim 5 orang tim Black Knight ke Lokasi Virus di klinik pengobatan China. Meski pasukan yang dikirim sudah datang Virus menjadi tidak tenang jika harus meninggalkan Gordon saat itu juga.
Berkali-kali pria itu berdiri, duduk lalu berdiri sembari berjalan mondar-mandir menunggu kedatangan Diego yang tidak bisa dicegah.
Sepertinya pria itu akan sangat marah, tapi dia akan marah pada orang yang salah. Virus memutuskan menunggunya di luar pintu masuk, beberapa anak buahnya berjaga di dalam.
Malam semakin dingin, waktu menunjukkan pukul 11 malam. Terlihat dari kejauhan datang sebuah mobil mewah, siapa lagi yang akan datang ke klinik yang sudah tutup itu, jika bukan Diego.
Virus segera berjalan mendekat ketika Diego menghentikan mobilnya.
"Di mana pria itu!" Seru Diego dengan wajah beringas.
"Tidak, Diego. Aku tidak akan mengijinkan mu menyentuhnya. Kau salah paham," ucap Virus menahan dada Diego
"Kenapa kau melarang ku? Hah? Kau ingin membela orang yang telah menembak Moza?" Pekik Diego mendorong keras dada Virus.
"Aku tidak membelanya, tapi kenyataannya dia bukanlah pelaku penembakan itu," ucap Virus tetapi Diego malah meninjunya.
Virus sedikit terhuyung, tetapi tidak jatuh.
"Brengsek, kau ingin menipuku hah? Jelas anak buah mu yang bilang dia melihat Gordon disana," Timpal Diego yang terus meninju dan menendang Virus. Namun pria itu tidak membalasnya. Dia tidak ingin menyerang kakak iparnya. Padahal wajah dan hidungnya sudah terluka dan mengeluarkan darah.
Diego menendang keras Virus hingga tersungkur. Kemudian dia pergi masuk ke dalam klinik pengobatan. Virus masih sadar, dia memandang langkah Diego dengan buram.
"Tidak, dia Ayahku. Kau tak boleh menyentuhnya," gumam Virus.
Beberapa detik kemudian dia menggenggam tangan, mengumpulkan kekuatan dan mencoba bangkit berdiri. Virus menyusul masuk Diego.
Diego masih berada didepan klinik, ia masih ditahan beberapa anak buah Virus. Diego menyerang anak buah Virus dengan brutal dan penuh emosi. Virus datang mencengkeram bahu Diego dan menghempaskannya ke dinding. Lalu menahan dada Diego dengan lengannya.
Diego dapat melihat tatapan tajamnya yang mengerikan.
"Dengarkan aku baik-baik. Dia Ayah kandung ku. Aku tidak akan mengijinkan mu melukainya. Dia tidak terlibat dalam aksi penembakan itu, aku bisa jamin," ucap Virus dengan pelan dan penuh penekanan juga penegasan.
Diego mulai meredam emosinya dengan mengatur napas secara perlahan. Dia selalu terhipnotis dengan tatapan Virus, ada rasa tunduk dan sekaligus rasa percaya seperti saat pertama kali mereka bertemu.
"Lalu siapa yang melakukannya, dan kenapa dia ingin menyerang keluarga kita," ucap Diego.
Virus melepaskan lengannya yang telah menahan Diego kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Azkha.
"Apa orang itu masih disana?" Tanya Virus lewat ponselnya.
"Ya bos, tetapi ada yang haru kau ketahui. Aku akan menunjukkan video yang ku ambil tadi. Dia bukanlah Gordon, dia memakai topeng yang menyerupai Gordon. Setelah ku selidiki, pria itu bernama Sam. Seseorang yang pernah mengancam Tomy," ujar Azkha yang masih mengintai Sam.
Tak berapa lama video yang Azkha ambil telah terkirim, Virus segera melihatnya bersama dengan Diego.
"Lihat, dialah orangnya. Dia ingin mengadu domba Gordon dengan kita," ucap Virus
"Apa hubungannya? Kita bahkan tidak kenal Gordon,"
"Tidak seperti itu, ini jelas ada hubungan dan berkaitan. Dia menginginkan kematian Gordon lewat tanganku. Dan aku rasa dia tahu tentang hubungan ku dengan Gordon. Alasan pastinya aku tidak tahu. Kemungkinan jika bukan soal tahta dan harta sudah pasti karena ingin balas dendam," jelas Virus yang berpikir luas.
"Kalau begitu tunggu apalagi, habisi dia sekarang," seru Diego yang bersemangat.
"Hemm sebentar, aku butuh istirahat sebentar saja. Kau terus menghantamku di bagian wajah dan kepala. Membuatku sedikit pusing," lirih Virus
"Haha sorry bro, aku termakan emosi,"
"Tadinya aku juga, aku bahkan sempat mencekat lehernya dengan rantai besi, jika aku tidak melihat foto ibuku terpajang disana, mungkin aku akan selamanya menyesali perbuatanku," cerita Virus sembari duduk dan membersihkan luka darah di hidungnya.
"Aku masih menyimpan foto Ratih dan aku selalu membawanya kemanapun aku pergi," terdengar suara Gordon dari pintu belakang.
Pria itu sudah membaik dan bahkan sudah dapat berbicara dengan sempurna. Pengobatan China milik Shin sangatlah ampuh.
"Ayah," panggil Virus kemudian tersenyum dan mendekati Ayahnya
"Kau sudah membaik sekarang," kemudian Virus menatap Shin yang berdiri di belakang Gordon. " Terimakasih Shin, Aku selalu percaya pada kemampuanmu dan suatu saat kau akan sukses,"
"Hemm apa kau bisa menangani orang koma?" Tanya Diego yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Virus.
"Koma? Siapa yang--" ucapan Virus terhenti dan seketika dia teringat akan Moza.
"Moza koma?" Terka Virus yang sedari tadi saat bertanya tentang keadaan Moza, Diego belum menjawabnya.
"Ya istrimu, koma....," jawab Diego.
Virus terkejut mendengarnya, Gordon kemudian angkat bicara.
"Kau telah menikah?" Tanya Ayahnya yang sempat mendengar jika Virus akan menikah.
"Ya Ayah, aku telah menikah tetapi...," Virus berusaha menahan tangisnya
"Ada seseorang yang menembaknya. Awalnya penembak itu mengarah kepadaku namun saat Moza melihat tanda laser merah menyala ditubuhku, dia berlari dan mendorong ku, saat itu juga Moza tertembak tepat di kepala," jelas Virus
"Kemudian ada orang didalam mobil yang tersenyum ke arahku, dia berwajah seperti mu setelah anak buahku menyelidikinya, dia adalah Sam," ucap Virus
"Sam!" Seru Gordon
"Dia paman mu," timpalnya lagi
"What! Ada dendam apa pamanmu pada Adikku?" Tanya Diego
"Arghh kurang ajar! Dia tidak ingin menembak mu. Yang ingin dia tembak pasti Moza. Aku tahu taktiknya, dia selalu mengadu domba. Dan dia menginginkan posisiku. Sepertinya aku tahu siapa orang yang meracuniku, dia pasti Luke. Untuk urusan racun, Luke nomer satu di bidangnya," ucap Gordon.
"Jika kau ingin menangkapnya langsung, itu tidak akan membuatnya jera, siksa dia. Aku tahu bagaimana melihatnya menderita, mungkin ini akan terlihat sadis," timpalnya lagi
"Ayah punya rencana?"
"Ya, aku tahu," ucap Gordon tersenyum licik.
"Ayahnya terlihat menyeramkan," batin Diego
"Hemm Ayolah, kita harus menyerangnya sekarang," ucap Diego
"Kita jangan menyerangnya langsung, karena aku yakin dia telah memperbanyak anak buahnya dibelakangku,"
"Soal pasukan aku bisa menambahnya dari black knight,"
"Hemm jika begitu, aku harus kembali ke apartemen secepatnya. Kita ikuti permainannya dan kau buntuti Sam dengan Paquina,"
"Paquina?" Tanya Virus
"Dia istriku yang kedua, dia ibunya Darren, adik tirimu," jelas Gordon mengingatkan
"Astaga aku lupa soal Darren, jadi dia saudara tiri ku? Aku bahkan menembak saudara ku sendiri," batin Virus sedikit merasa bersalah
"Aku sedikit tidak yakin akan Darren karena dia sama sekali tidak mirip denganku,"
"Kau tidak mengetes DNA nya?" Tanya Diego yang sedari tadi menjadi pendengar
"Aku tidak ingin berdebat soal anak, karena selama ini Paquina baik padaku, aku cukup menafkahinya dan bertanggung jawab tapi aku tidak bisa memberikan cintaku," ujar Gordon
"Sebentar, sepertinya Darren bukan anakmu, karena saat aku mencari pencarian DNA dengan alat pelacak Andi, dia tidak menemukan cabang lain, itu artinya Darren bukanlah anakmu," ucap Virus yang dengan cerdasnya menangkap kesimpulan dengan cepat.
"Hemm percuma juga diperdebatkan, dia telah mati," ucap Gordon yang sama sekali tidak peduli dengan status Darren. Pria itu sangat dingin.
"Lalu apa rencana mu selanjutnya?" Tanya Virus
"Rekam perselingkuhan Paquina dengan Sam, lalu kirim rekamannya ke Ayah Paquina dengan begitu Ayahnya akan malu dan murka karena dia amat menentang perselingkuhan," ucap Gordon
"Itu artinya tidak akan ada posisi untuk Sam jika ingin merebut posisiku, karena kedudukan ku sepenuhnya di dukung oleh Ayah Paquina,"