
Keadaan hening sejenak, Moza juga tidak langsung percaya jika Virus melakukannya karena semalam dia bersama Moza, kecuali dia melakukannya pagi atau siang kemarin.
"Hah? A-aku tidak tahu apa-apa, itu punya siapa sungguh aku tidak tahu," ucap Virus jujur.
"Diego, tanyakan saja padanya. Semalam kan dia meminjam mobil ku," timpal Virus
"Jika benar itu Diego, astaga mobil ku ternodai," gumam Virus
Pria itu kemudian menengok ke kiri jalan lewat kaca spionnya untuk menepi dan menghentikan laju mobilnya, lalu bergegas meraih tab di dalam tasnya dan membuka sesuatu, sementara Moza bersandar pada kursi mobil seraya melemparkan bra itu ke atas dashboard.
"Sayang, kau tahu mobilku ini ada CCTV dalamnya, so...kita bisa lihat siapa yang bermain. Sebentar aku akan menghubungkan CCTV ini ke tab ku," ujar Virus yang masih berusaha menghubungkan rekaman cctv ke tabnya. Moza hanya melihatnya, karena dia percaya pada Virus.
"Ini dia rekamannya," ucap Virus yang melihat rekaman setelah mereka turun dari mobil.
Terlihat dari balik layar rekaman cctv, Diego mulai menaiki mobilnya, dan beberapa jam kemudian Valeria masuk dengan keadaan mabuk lalu disusul oleh Diego. Tak banyak pembicaraan disana dan gumaman Diego yang mengatakan dia menyukai Valeria tidak terdengar dari CCTV.
"Apa yang Diego katakan?" Tanya Moza
"I don't know," jawab Virus seraya berpangku tangan sembari mengusap-usap janggutnya.
Moza terpana melihat Virus, pria itu selalu membuatnya terkesima sejak dahulu bahkan sampai sekarang.
"Kenapa melihat ku? Kau tak pernah lihat orang setampan aku?" ujar Virus dengan percaya diri.
Moza terkekeh mendengar ucapan Virus yang sangat percaya diri. Virus pun gemas dengan tawa kecil dari Moza tanpa aba-aba ia mencium pipi Moza yang sedikit menyembul.
"Kau membuat ku tak bisa bernapas," ujar Virus
"Haha kenapa? Itu kau masih bernapas," jawab Moza yang masih memperhatikan layar Tab yang di letakkan pada penyangga yang tertempel di dashboard mobil.
"Karena setiap memandang mu, jantungku berdebar hingga aku kesulitan mengatur napas," jelas Virus seraya memainkan rambut Moza yang berwarna hitam lebat sementara Moza terus tertawa geli mendengar gombalan yang terlontar dari mulus seorang Virus.
Moza menuruni gen warna rambut Rachel yang berwarna hitam. Rachel berasal dari Meksiko tetapi ia besar dan menetap di Nevada.
Tak berapa lama Moza melihat Diego mencumbu Valeria, ia pun meminta Virus untuk memperhatikan layar di depannya.
"Diego dan Valeria?" gumam Moza
"Itu bagus, setidaknya Diego tidak kesepian lagi," ujar Virus
Mereka terus melihat Cctv yang merekam perbuatan mereka semalam. Entah apa yang dibicarakan mungkin suara cctv itu rusak sehingga tidak terdengar apa yang mereka bicarakan. Setelah itu Valeria mengecup Diego lagi, dan Diego membalasnya beberapa detik mereka berciuman Valeria duduk diatas pangkuan Diego. Setelah itu Diego berpindah posisi, ia merebahkan Valeria pada sandaran kursi yang telah di tidurkan.
Moza menutup mata Virus ketika Diego membuka pakaian Valeria.
"Kau tak boleh melihatnya," ucap Moza
"Huh memangnya kenapa, aku sering melihatnya di situs online," ujar Virus yang keceplosan.
"Itu beda, yang ada di layar itu Valeria. Wanita yang pernah kau cintai," ujar Moza yang takut jika Virus melihat adegan di layar itu pria itu akan berpaling
"Haha kalau begitu aku ingin melihat mu saja, ayo Moza kita lakukan seperti yang Diego lakukan," goda Virus membuat Moza memerah.
"Virus, apakah di pikiranmu hanya bercinta dan bercinta saja hemmm," ucap Moza kemudian mencubit bibir Virus karena gemas dengan pemikiran kekasihnya itu.
"Haha kau terlihat imut jika cemberut seperti itu,"
"Aku ingin file rekaman itu, kemudian hapus file rekaman yang ada di cctv mu," titah Moza
"Virusss, kau ini," Moza lantas menggelitik Virus hingga pria itu terus tertawa.
"Sudah-sudah, huff aku akan menghapusnya nanti. Sekarang aku akan mengantarmu ke tempat kerja," ucap Virus
"Tidak, aku ingin kau mengirimnya dan menghapusnya sekarang," ujar Moza
"Kenapa kau menginginkan file rekaman itu, kau curang sayang. Kau ingin menyimpannya untuk koleksimu sendiri? Sementara aku tidak boleh menyimpannya?" Keluh Virus.
"Karena aku akan mengirimkan file itu pada Diego, lalu aku juga akan menghapusnya," ucap Moza
"Haha Aku pikir kau ingin menjadikannya koleksimu. Oke aku akan mengirimnya sekarang, nyalakan bluetooth mu," titah Virus
"Sebentar aku akan menyalakanya," gumam Moza seraya mengambil ponselnya di dalam tas.
"Hemm ponselku mati, aku lupa menchargenya," ujar Moza
"Charge di mobil saja, sementara itu kita lanjutkan perjalanan. Sesampainya di kantor mu aku akan mengirimnya," ujar Virus
"Ya begitu saja," ucap Moza kemudian menancapkan kabel chargernya dan mulai menambahkan daya pada ponselnya yang mati.
Sementara itu, Diego sudah rapi dan ingin berangkat ke alamat yang diberikan Virus. Saat ia membuka pintu, terlihat di depan rumahnya ada Valeria yang sedang berjalan menuju rumahnya.
"Vale, ada apa kau pagi-pagi kemari?" Tanya Diego sedikit canggung.
"Jangan-jangan kau sudah rindu denganku ya?" Timpalnya lagi tetapi Valeria membalasnya dengan tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku kemari hanya ingin memberitahu. Hmmm ada yang tertinggal di mobil Virus. Tapi sepertinya aku terlambat, kemana Virus?" Tanya Valeria
"Tertinggal? What Is that?" Tanya Diego. "Virus sudah pergi mengantar Moza ke tempat kerjanya," jawabnya
"Anu... hmmm kacamata wanita," Valeria menjawab dengan wajah yang memerah.
"Kenapa wajahmu? Sepertinya kemarin kau tak memakai kacamata," ujar Diego.
"Haha, iya bukan kacamata itu. Itu... " ucap Valeria sedikit malu.
Diego sedikit berpikir kemudian dia memutar otaknya dan berkata setelah ia mendapati jawabannya sendiri.
"Oh My God, kenapa kau bisa melupakannya," sahut Diego
"Kau yang memakaikan baju ku kemarin, aku pikir itu sudah sepaket. Aku juga tidak teringat jika tidak memakainya, sorry..." lirih Valeria kemudian.
"Sudah jangan dipikirkan, nanti biar aku yang menjelaskan pada Virus. Kau mau kemana setelah ini? Biar aku antar," seru Diego
"Aku mau bertemu temanku di kafe dekat sini, dia menawariku pekerjaan. Kau terlihat rapi, mau pergi kemana?" Valeria balas bertanya.
"Aku mau ke tempat kerja, kalau begitu aku akan mengantarmu. Tidak apa kan jika aku mengantarmu naik motor?" Tanya Diego
"Terimakasih, tidak apa...memangnya kenapa dengan naik motor? Aku lebih suka naik motor," ujar Valeria
Diego yang sudah naik ke atas motor kemudian menyuruh Valeria untuk naik di belakangnya. Sudah lama ia tidak naik motornya itu, karena selama Diego kerja di hotel yang sedikit jauh dari rumah. Pria itu sering naik kendaraan umum.
"Ya karena aku tidak seperti Cezo ataupun Virus yang punya mobil," jawab Diego membandingkan dirinya dengan pria yang pernah tertarik dengan Valeria.
"Selama itu dengan mu aku tidak keberatan naik apapun," jawab Valeria membuat hati Diego tersenyum lebar.