
Andi merasakan sakit di bagian leher serta pundaknya. Ia mengelus pundaknya yang sakit. Kemudian ia merasakan sesuatu yang keras dan dingin.
"Ini tidak seperti di rumah. Tidak ada perabotan apapun. Ruangan ini berbentuk kubus, dindingnya bahkan terbuat dari besi atau alumunium. Astaga aku seperti dipenjara," Gumam Andi yang kemudian langsung tersadar dari pingsannya.
Ia membuka mata dan beranjak bangun. Pria itu berada dilantai keramik berwarna cream. Karena terkena suhu AC ruangan maka lantai itu terasa super dingin.
Andi menengok kanan dan kiri di sekitarnya, tak ada siapa pun sepi. Tangannya juga tidak diikat. Tapi serangan di dalam pesawat itu masih meninggalkan pening di sekitar kepalanya. Andi belum sadar total. Dahinya mengernyit sembari terus melenguh pasrah karena badannya pun terasa lemah.
"Apa yang mereka berikan padaku? Kenapa semua tubuhku terasa lemah," batin Andi
Dengan segera ia mencoba berdiri dan berusaha kabur. Tetapi baru saja berdiri, tubuhnya limbung. Kakinya terasa lemah tak bisa menopang dirinya sendiri. Jangankan untuk berlari, untuk berjalan pun kakinya terasa berat melangkah. Padahal ini kesempatannya untuk kabur.
Baru beberapa langkah Andi sudah berhenti karena pening di kepala yang terasa berputar. Bagaikan orang yang sedang mengkonsumsi sesuatu yang memabukkan.
Aku tahu reader mungkin ingin sekali menolong Andi, tapi sayang kalian tidak bisa masuk kedalam novel karena itu impossible.
Andi meneruskan langkahnya kemudian ia menginjak lantai berwarna lain. Seketika itu juga berada di suatu tempat. Dia berada rumahnya.
"Bu...Ibu..." Seru Andi dengan suara yang begitu lirih.
Andi berjalan pelan, pandangannya mengedar mencari keberadaan ibunya. Ketika sampai di meja makan terlihat ibunya duduk seraya menangis.
"Andi....hiks..." ucap sang ibu sedikit terisak
"Ibu kenapa menangis?" Tanya Andi kemudian mendekat.
Pria itu melihat ke arah pinggang ibunya ada sebuah bom waktu yang melingkar di pinggang ibunya. Waktu dalam kotak itu terus berjalan banyak kabel yang melilit disana.
"Astaga itu bom," Andi ingin menghentikan bom itu. Ia kembali ketempat semula.
"Hah," Andi terperangah tak percaya yang tadi ia lihat hanya lah sebuah hologram yang tampak nyata.
Kemudian ruangan itu terbuka, suara langkah sepatu fantofel semakin mendekat. Seseorang masuk ke dalam ruangan itu. Andi berbalik melihat siapa yang masuk.
"Gordon Cullen,"
"Hey bangssat kau apakah ibu ku hah!" Pekik Andi dengan suara lantang sembari berjalan menghampiri pria itu.
Dug
Andi menabrak sesuatu, rupanya ia terhalang sebuah kaca. Pria itu terus memukul kaca sambil marah dan melontarkan segala macam binatang hingga perkataan kasar untuk pria itu
"Haha, kau lihat? Nyawa Ibu mu ada di tangan mu," pria itu tertawa senang.
"Kau pengecut bisanya mengancam. Pria laknat sepertimu akan masuk ke neraka jahanam," ucap Andi dengan bahasa Indonesia.
"Haha ya aku tahu, aku sudah lama tahu jika diriku akan ke neraka. Jadi aku ingin bersenang-senang di dunia ini haha," balas Gordon yang juga pandai berbahasa Indonesia. Andi terkejut karena Gordon bisa mengetahui bahasa negaranya.
"Aku menguasai 7 bahasa dunia Andi. Kau telah merusak berbagai bisnis ku di Indonesia. Dan untuk balasannya aku menghabisi Wasabi. Aku bisa saja menghabisimu tapi kau pria cerdas. Jadi aku memakai ibumu sebagai sandera terampuh. Hahaha....,"
"Jadi kau yang telah membuat Wasabi sekarat hah! Dasar babi," seru Andi dengan nada marah
"Babi itu lucu dan menggemaskan, apa aku terlihat seperti itu? Bukan aku yang membuatnya sekarat tapi anak buahku. Jadi salahkan mereka jika terjadi sesuatu pada Wasabi," jawab Gordon
"Lepaskan Ibuku, kau bisa memukuli ku sepuasnya tapi jangan pernah kau sakiti Ibuku apalagi menyentuhnya," ucap Andi
"Aku pasti akan melepaskannya tapi kau harus mengatakan dimana Mike, oh bukan Mike tetapi Virus,"
"Dia tahu jika itu Virus, dari mana?" Batin Andi.
"Jangan terlalu lama berpikir Andi, kau tak mau kan Ibu kesayangan mu itu meledak. Jadi katakan secepatnya. Oh iya aku ingin kau membuka semua akses pelacakan yang kau tutupi," ucap Gordon
Gordon memperlihatkan kembali gambaran hologram terlihat ibunya yang sedang terbalut bom waktu. Gambaran itu rekaman live yang diambil dari rumahnya. Angka yang berjalan di kotak itu semakin mengecil. Andi menangis kemudian memejamkan matanya hingga akhirnya dengan berat ia menjawab, "Baiklah aku akan memberitahu dimana Virus tapi hentikan bom waktu itu dahulu,"
"Cerdas," Gordon lalu menelepon anak buahnya. Ia masih menampilkan ilusi gambaran ibunya.
Tak berapa lama terlihat anak buahnya sedang melepaskan ikatan bom itu dan menghentikan waktunya.
"Aku sudah menghentikannya, sekarang giliranmu beritahukan dimana lokasi Virus dan perbaiki sistem pelacakan yang kau rusak," ucap Gordon.
"Virus ada di Texas lebih tepatnya di jalan Tx 404," jawab Andi (nama jalan disamarkan author)
Tak berapa lama lantai terbuka lalu muncul sesuatu keatas. Ada sebuah kursi dan meja dengan beberapa peralatan canggih diatasnya seperti komputer dan layar lain untuk pengintaian yang muncul dari bawah lantai
"Waktumu 10 menit dari sekarang," ucap Gordon yang memberi perintah pada Andi untuk segera memperbaiki alat pelacak mereka dalam waktu lima menit
"Gila saja 10 menit astaga, demi ibu kau harus bisa Andi. Virus maafkan aku," ucap Andi kemudian ia menangis merasa bersalah
Di sisi lain bagian Indonesia, Wasabi terbangun dan langsung memanggil nama Joy.
"Wasabi, sayang kau sadar juga...aku takut," ucap Joy yang langsung memeluk suaminya itu
"Joy, aku lebih takut jika meninggalkan mu. Syukurlah kau aman," jawab Wasabi membelai kepala Joy
"Banyak polisi diluar yang berjaga, dan sepertinya aman. Siapa yang menembak mu? Dan bagaimana ceritanya kau bisa sampai tertembak?" Tanya Joy
"Aku jawab nanti ya, saat ini aku hanya ingin bermanja denganmu," ucap Wasabi meraih rahang Joy dan menariknya kehadapannya.
"Baiklah wasabi ku. Kau tahu aku sedih melihat mu seperti ini, lekaslah pulih," ucap Joy kemudian mendekat dan mengecup bibir suaminya itu.
Pria itu ingin beranjak duduk, tetapi bagian dada, perut dan pundaknya penuh luka jahitan sehabis operasi.
"Kau berbaring saja sayang. Kau terkena banyak luka tembak bahkan kemarin kau sempat kehilangan denyut jantung. Aku tak ingin kau--," ucapan Joy terputus karena Wasabi mengecupnya lagi dengan rakus.
"Apa kau makan dengan cukup hemm? Kau terlihat pucat sayang, kau jangan memikirkan aku saja tapi pikirkan juga calon Wasabi kecil itu," ucap Wasabi
"Iya maaf sayang, aku benar-benar tak berselera makan. Aku akan makan banyak setelah ini," ucap Joy
"Good girl,"
"Aku bermimpi Andi, dalam mimpi ku dia sedang ditahan anak buah Gordon,"
"Siapa Gordon?"
"Sebenarnya kasus ini sebelum kita menikah. Kau masih ingat saat kau diculik oleh Mr.Vin? aku pikir dialah dalangnya ternyata ada yang berkuasa dibalik itu. Dia king mafia Gordon Cullen. Dan kemarin dia mengutus anak buahnya langsung untuk membunuhku dan Andi. Aku cemas jika Andi dalam bahaya,"
(Cerita Mr.Vin menculik Joy ada di chatstory Detective Wasabi)
"Semalam Ibunya menjagaku disini, dan dia sedang berkomunikasi dengan Andi kurasa Andi baik-baik saja," ucap Joy
"Aku harap iya
*
*
Andi berlomba dengan waktu agar bom waktu itu tidak dinyalakan lagi. Sementara Gordon sudah memerintahkan anak buahnya untuk bersiap menangkap Virus. Tentu saja dengan sebuah rencana yang halus .
"Virus, Kau berani membunuh Darren demi keluarga Federic. Ahh seharusnya keluarga itu ku lenyapkan sejak dulu! Karena Federic lah aku kehilangan jejak mu Virus. Dimana Ratih sekarang? Apakah dia masih cantik seperti dulu. Dia wanita pertama yang ku nikahi karena cinta bukan paksaan bukan karena napsu hanya karena cinta. Tapi Federic sialan itu memasukkan ku kedalam penjara. Arrghh!" keluh Gordon yang berbicara dengan dirinya sendiri. Ia menyesali perbuatannya dan di akhir teriakan.