My Name Is Virus

My Name Is Virus
Adu Domba



Maaf baru sempat up, karena author sakit💋


Semoga masih tetap setia menunggu Virus 😂


_________


Sore itu Gordon sudah bersiap untuk menemui Virus di kediamannya.


"Ayo Luke, kita ke rumah Virus sekarang," ajak Gordon


"Hemm maaf Tuan, lokasinya hilang, dan tidak mudah bagi kami untuk mencarinya,"


"Apa maksudmu?" Tanya Gordon tak mengerti


"Andi, sudah kabur tuan dan merusak semua sistem komputer dan pelacak yang kita miliki. Dia menghancurkan server utama. Untuk itu kami tidak bisa menemukan lokasinya lagi," jelas Luke asisten Gordon


"Apa! Bagaimana mungkin? Kau bilang kita sudah menemukan jejaknya, lalu kenapa sekarang kau bilang tidak bisa menemukan lokasinya! Memangnya Kau tidak mencatatnya?" Gordon marah dan menarik kerah asistennya.


"Iya Tuan, maaf--" ucapan Luke terpotong karena Gordon menyelanya


"Kau ..Arggghh, jantungku," rintih Gordon kemudian melepaskan cengkeramannya dari kerah Luke lalu memegangi dadanya.


Gordon mencari kursi terdekat dari tempat ia berdiri, sementara Luke memegangi lengannya, membantu Gordon untuk tetap berdiri.


"Kau tidak apa-apa Tuan?" Tanya Luke


"Jantungku, aarrgh obat jantungku," pinta Gordon pada asistennya.


"Maaf Tuan, obat jantung Anda sudah kadaluarsa jadi saya membuangnya. Karena sudah lama sekali Tuan tidak terkena serangan jantung," ucap asistennya.


"Tapi, tunggu sebentar Tuan, saya akan panggilkan dokter," Luke pergi segera memanggil dokter.


Namun pria itu tidak benar-benar memanggil dokter hingga Gordon pingsan terjatuh dari kursinya.


Suara sepatu pantofel mendekat kearahnya, langkah besar dan pelan, kemudian berhenti menertawakan pria yang baru saja terjatuh. Ia tersenyum menyeringai, sembari memainkan es batu dengan menggoyangkannya dalam gelas kecil yang berisi wiski.


"Haha Pria tua, waktu mu sudah habis. Kini kau, hanya bisa duduk dan terbaring lemah," ucap seseorang yang tak lain adalah Sam.


Luke kemudian datang dan berdiri di belakangnya.


"Kerja bagus Luke. Aku tak menyangka, obat itu sangat efektif," puji Sam pada Luke.


"Terimakasih atas pujian anda Tuan. Benar, saya sengaja memberikan racun itu, seolah-olah Tuan Gordon terkena serangan jantung. Tenang saja Tuan kita pasti aman," jelas Luke


"Haha aku suka itu, racun itu langsung bekerja dan akan membuatnya lumpuh. Orang akan mengira ia terkena stroke haha. Rahasiakan ini, terutama dari istrinya," ucap Sam


Sam tahu betul meskipun Paquina tahu jika Gordon tidak mencintainya tetapi Paquina sangat sayang padanya. Saat Sam mengatakan akan membuat Virus menyerang Ayahnya sendiri, Paquina setuju saja karena ia mengira Sam akan membuat perkelahian biasa, padahal maksud dari rencana Sam ialah menginginkan Virus untuk membunuh Ayahnya sendiri.


"Sekarang bilang pada anak buah yang lain, jika Gordon memberikan perintah untuk menyerang Virus," titah Sam


"Kita menyerangnya malam ini?" Tanya Luke


"Tidak, kita akan memberikannya kebebasan untuk bersenang-senang dahulu. Virus akan menikah besok malam, jadi kita akan bergerak besok malam,"


"Baik Tuan,"


"Tapi, aku ingin kalian menyiapkan segalanya dari sekarang. Urus dia Luke dan beraktinglah seolah-olah kau panik dengan apa yang terjadi dengan tuan Gordon," Sam melangkah pergi dengan memasukkan tangan kirinya di kantong celana dan satu tangannya masih membawa gelas kecil berisi wiski. Kemudian dia membuang gelas itu di tong sampah kecil dekat pintu keluar sebelum membuka pintu ruangan.


Sementara Luke berteriak-teriak meminta orang untuk memanggil ambulance. Drama yang sangat apik.


*


*


*


Di Black Knight, beberapa orang yang tidak mempunyai rumah atau ingin hidup mandiri, bisa tinggal didalam markas, salah satunya adalah Tomy.


"Apa maksudmu mengkhianati ku? Apa aku kurang baik padamu hah!" Hardik Virus sembari meninju perut Tomy


Dug


"Argh!" rintihnya seraya memegangi perut yang tertinju.


"Maaf Bos, saya terpaksa karena dia telah menyuruh anak buahnya yang lain untuk membidik saya dari arah lain. Dia sengaja memberikan saya uang banyak. Padahal saya tidak memintanya bos," ucap Tomy


"Jadi maksudmu, kau terpaksa menerima keberadaan anak buah Gordon dengan ancaman akan membunuhmu saat itu juga?" Tanya Azkha


"Iya betul, sumpah saya tidak mengkhianati mu bos!" ucap Tomy


"Kau bisa mengatakan padaku kan, setelah kau memasukkan anak buahnya?" sahut Virus


"Mereka mengawasi saya bos, bahkan saat ini pun saya takut jika ancaman itu akan datang," ucap Tomy


"Jadi kau benar tidak mengkhianati ku? Lalu uang yang mereka berikan? Apa maksudnya?" Tanya Virus


"Mungkin saja mereka ingin membuat bos dan anggotanya bertengkar karena sebuah penghianatan. Dengan kata lain mereka ingin mengadu domba tim ini bos," Terka Azkha


"Ya kau benar Az, mereka ingin membuat tim Virus terpecah belah. Sam tahu kelemahan Tomy yaitu uang, dan dia juga tahu jika Tomy adalah orang yang berpengaruh di black knight. Dia ingin aku menyalahkan Tomy, menghukumnya atau bahkan membunuhnya. Sehingga nanti akan banyak anggota Black Knight yang tidak menyukaiku. Dan terpecahlah, kemungkinan Sam akan menarik anggota Black Knight yang tidak menyukaiku," pikir Virus


"Ck dia pintar mengadu domba," desis Azkha


"Bos saya memang mata duitan, tapi saya orang yang tahu balas budi. Saya tidak bisa membalas kebaikan bos dengan kejahatan. Uang itu masih utuh dan belum saya pergunakan sama sekali," ucap Tomy


Tomy melangkah menuju lemarinya dan mengambil sesuatu. Sebuah koper berukuran sedang. Lalu ia menyerahkan koper itu ke hadapan Virus


"Ini, mereka memberikan ini padaku," aku Tomy


"Kau tidak keberatan? Jika uang ini kau kembalikan padanya,"


"Jika saya mengambil uang itu, sama saja saya menyetujui keinginan mereka untuk menghancurkan black knight. Jadi saya tidak keberatan sama sekali jika harus dikembalikan,"


"Kau bilang mereka mengancammu? Apa yang mereka ancam?" Tanya Virus


"Sam bilang akan menyakiti keluarga saya yang ada di Los Angeles. Sam dekat dengan Saya karena sama-sama berasal dari kota Los Angeles. Dari situlah saya menjual senjata kepada Sam,"


"Lucu sekali mereka membeli senjata buatan kita dan memakainya untuk di tembakkan ke diri kita sendiri," ucap Virus sembari merokok


"Azkha kirim beberapa orang untuk mengawasi keluarganya," perintah Virus sembari menunjuk Tomy


"Baik Bos," jawab Azkha


"Terimakasih bos," ucap Tomy tersenyum senang.


"Ya sama-sama Tomy. Setelah kita membalaskan dendam kematian Mobius. Aku sudah putuskan aku tidak akan melibatkan Black Knight One lagi. Karena aku sudah terlepas dari Marcos. Dan usaha persenjataan ini akan ku buat makin besar,"


"Bos, kami tidak keberatan jika harus dilibatkan dalam pertempuran atau peperangan, selama itu berhubungan dengan anggota Black Knight," ucap Azkha


"Ya Bos, kita ini bukan sebuah tim lagi, tapi kita adalah keluarga meskipun tak sedarah," ucap Tomy


"Kalian buatku terharu," ucap Virus tersenyum.


Terimakasih Bos, kau masih percaya padaku. Setelah ini, sekuat mungkin akan terus melindungi mu. Dan semoga Tuhan masih melindungi keluarga ku disana Tomy ikut tersenyum dan tanpa sengaja menitikkan air mata. Segera ia menyekanya. Tomy sempat takut jika Virus termakan rekaman video yang memperlihatkan dirinya menerima uang dari musuh.