
Arion duduk disebelah Andi , ada yang ingin dia katakan namun sedikit tidak enak karena mereka baru saja bertemu. Ya meskipun sebelumnya mereka sudah saling mengenal tetapi hubungan mereka tidak dekat.
"Andi, ada yang ingin ku bicarakan denganmu," ucap Arion
"Bicara ya bicara saja, kalau bicara dengan ku saja sebaiknya pakai bahasa Indonesia saja," ucap Andi yang berbicara bahasa Indonesia
"Haha ya kau benar, aku lupa karena wajahmu sedikit bule," ujar Arion.
"Aku tidak bule hanya saja aku putih, dulu Ibu ku saat mengandungku selalu minum susu putih dan kelapa muda. Dia tidak pernah minum kopi, coklat atau teh sekalipun sehingga aku tercetak dengan kulit hehe," ucap Andi
"Memangnya itu berpengaruh?" Tanya Arion
"Tidak tahu, aku hanya mengcopas apa yang dikatakan ibuku," jawabnya
"Kau bilang ada yang ingin kau bicarakan? Apa itu?" Tanya Andi
"Bagaimana ya mengatakannya, soal--" ucapan Arion terhenti karena bunyi dering yang berasal dari ponsel Andi.
"Sebentar aku akan mengangkatnya," ucap Andi pada Arion
"Ya, hallo Assalamualaikum bu," ucap Andi
"Andi, kapan kau pulang?" Tanya ibunya dari seberang telepon
"Mungkin besok, ada apa Bu?" Tanya Andi balik
"Ahh syukurlah, Ibu tadi kerumah sakit melihat keadaan Wasabi. Kondisinya parah, Joy menangis terus, ibu khawatir dengan kandungannya jadi ibu ikut menemaninya disini. Orang tua Joy sedang di luar negri. Ibu mertuanya baru saja pulang karena dia juga sedang hamil muda. Apa kau kenal teman Joy yang wanita biar bisa menggantikan ibu besok, Emi mungkin. Dia kenal Joy kan?" Ibunya terus berbicara tanpa membiarkan Andi berbicara.
"Iya Bu, temanilah Joy. Aku tidak kenal dengan teman-teman Joy. Ibu tenang saja, pasti besok Sill akan kerumah sakit lagi. Wasabi anak tirinya tidak mungkin dia tidak kesana lagi. Lagi pula paman Setya juga pasti memikirkan kondisi Joy,"
"Bu kenapa Wasabi sampai tertembak? Apa dia tidak menggunakan kekuatan menghilangnya itu?" Tanya Andi masih lewat sambungan teleponnya
Wasabi selain memiliki kekuatan teleportasi dia juga memiliki kekuatan penghilang wujud jadi tak kasat mata. Kecuali kekuatannya itu tiba-tiba menghilang.
"Ibu juga tidak tahu, dan tidak ada yang tahu kecuali Wasabi sendiri. Dia masih ada di ruang operasi doakan saja semuanya baik-baik saja," jawab ibunya Andi.
"Pasti Bu, ibu jaga kesehatan disana ya,"
"Ya Andi, Ya sudah kalau begitu. Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumsalam,"
Andi menutup teleponnya, Arion yang sedari tadi diam dan mendengar pembicaraan Andi lewat telepon kini bertanya padanya, "Maaf aku tadi sempat mendengar kau menyebut nama Wasabi tertembak?"
"Iya dan sekarang aku sedih, tidak ada yang tahu kejadian pastinya. Siapapun yang berniat mencelakai Wasabi aku akan membuat perhitungan padanya," ucap Andi
"Aku siap membantu, kalau kau butuh pasukan katakan saja," ucap Arion.
"Terimakasih, berikan nomormu tulis disini," sahut Andi seraya memberikan ponselnya pada Arion untuk menyimpan nomor teleponnya.
Arion mengambilnya dan menuliskan nomernya. Kemudian ia mencoba mengirimkan pesan lewat ponsel Andi ke nomor ponselnya sendiri. Dengan begitu dia bisa menyimpan nomor ponsel Andi dan menghubunginya sewaktu-waktu. Arion tidak akan membahas tentang pencarian Alana sekarang. Mungkin nanti atau lain waktu karena Andi terlihat sedang bersedih.
Sementara di sisi lain Gordon Cullen telah sampai di Texas, ia menggunakan pesawat pribadinya. Begitu ia sampai dan menginjakkan kakinya di atas hanggar, beberapa anak buah mendekatinya dan mengawal pria paruh baya itu.
"Lalu bagaimana dengan si Mike itu? Apakah dia masih hidup?" Tanya Gordon
"Dia juga ikut terbakar karena saat ia tahu kekasihnya ada didalam, dia menyusul kedalam. Dan ditemukannya bukti yang akurat. Tim medis juga menemukan darah Mike pada sebuah paku yang menancap di balok, juga ditemukan beberapa helai rambutnya," ucap sang Asisten sambil terus berjalan mengikuti tuannya.
"Ada darah di sebuah paku? jika dia ikut terbakar sudah pasti paku itu masih menancap di tubuhnya. Aku yakin dia masih hidup. Dan selidiki siapa Mike sebenarnya lewat DNA rambutnya. Hah mereka ingin menipuku rupanya," ucap Gordon yang sudah masuk ke dalam kamar apartemennya.
"Baik tuan,"
"Mike adalah orang yang membunuh Darren dengan pistolnya. Pastikan dimana dia tinggal dan bawa dia kehadapan ku. Dan juga jika kekasihnya masih hidup, bunuh dia. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicintai," perintah Gordon dengan tersenyum miring.
"Beberapa tim sedang melakukan pengejaran ke Texas. Dan ada kabar buruk tuan. Arion sedang dalam perjalanan ke Texas , beberapa tim sudah berusaha untuk membunuhnya mobilnya meledak tetapi kami tidak menemukan jasad Arion didalamnya. Sepertinya ada seseorang yang sedang menyelamatkannya," selidik asistennya.
"Dan satu lagi tuan, ada tim rahasia yang berusaha menembus data perusahaan kita. Tuan kalau boleh saran, ada orang dari Indonesia yang ahli dalam komputer itu, dia masih SMA tetapi sangat cerdas dan sangat pintar tentang pencodingan. Perlukah kita mempekerjakannya, " Timpalnya lagi.
"Siapa orang asal Indonesia yang kau maksud?" Tanya Gordon
"Dia Kevin Cakra tuan, dan saya dengar dia baru saja masuk ke dalam perusahaan Amethyst,"
(Kevin Cakra adalah tokoh dalam Novel Romansa pemuda karya author favorit ku Septira Wihartanti, dan untuk sementara Kevin Cakra disimpan dulu. Akan sisipkan ke season dua di salah satu novelnya.)
"Masih bocah tapi sudah pintar, baiklah aku akan mempekerjakannya nanti jika dia sudah banyak pengalaman, untuk sekarang fokus pada Mike, oke," ucap Gordon.
"Bos, meskipun masih bocah tapi kecerdasannya bukan kaleng-kaleng. Kau akan menyesal jika tidak menariknya untuk bekerja sama dengan mu," ucap Asisten itu.
Gordon hanya melemparkan lirikan mautnya pada asistennya. Berani-beraninya dia mengatur bosnya sendiri. Melihat lirikan itu sang asisten pun takut dan tidak berani berkata apapun lagi. Dia takut jika bernasib sama seperti temannya yang baru saja dipenggal.
"Keluar kau, aku ingin istirahat siang," perintah Gordon
Sang asisten segera pergi dari hadapan Gordon dan keluar dari ruang kamar, tak lupa ia menutup kembali pintunya
Ia kembali memikirkan ucapan sang asisten, sebenarnya dia butuh tenaga IT yang sangat cerdas untuk mengamankan segala data informasinya tentangnya agar tidak bisa diretas siapa pun. Tenaga IT yang ia pekerjakan saat ini sudah bagus namun perkembangan tekhnologi semakin maju, membuatnya harus mencari sumber daya manusia yang lebih berpotensi.
Di sisi lain di bagian Indonesia, meskipun tengah malam tetapi dokter itu sangat profesional. Mereka langsung melakukan operasi di malam hari menjelang dini hari. Lebih tepatnya pukul 1 malam. Operasi belum juga selesai.
Ditengah jalannya operasi, terdengar suara panjang melengking yang berasal dari monitor Elektrokardiogram (EKG) yang mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung. Pada saat yang bersamaan, tampak sebuah grafik lurus yang ditampilkan di layar monitor tersebut. Pertanda denyut jantung yang kian lemah dan Wasabi dalam bahaya.
Ngiiiiiiing
"Suster siapkan alat pacu jantung!" seru Dokter yang menangani operasi Wasabi
🌹
🌹
🌹
Rekomendasi Novel Bagus