
Tembakan yang dilontarkan Virus sia-sia karena mobil yang dipakai musuhnya adalah anti peluru. Ia geram dan segera menuju ke tempat mobilnya yang terparkir di depan gereja, namun Azkha sudah datang menghampirinya dengan mobil Black Knight yang siap mengejar, dia berhenti tepat disamping Virus serta membukakan pintu mobil dari dalam.
Virus segera masuk, anak buahnya tidak ada yang beres. Selama menjadi pembunuh bayaran Virus bekerja sendirian saat di lapangan. Tim lain hanya membantunya menyediakan kebutuhan seperti senjata, dan alat penyamaran untuk misi pembunuhan.
"Aku tidak bisa mengharapkan mereka," batin Virus.
"Az, turunlah. Aku akan mengejarnya sendirian," titah Virus lalu dengan segera Azkha turun di pinggir jalan. Padahal saat itu masih hujan meskipun tidak selebat saat upacara pernikahan.
Kemudian Virus duduk di kursi kemudi dan segera tancap gas mengejar mobil Limo yang berhenti menertawakannya.
Mobil lain berhenti didepan Azkha, "Hey Xena masuklah!" seru Chuck yang memanggil Azkha dengan sebutan Xena, salah satu tokoh karakter film laga. Xena pahlawan perempuan yang kuat dan hebat, seperti itulah Azkha.
Azkha sebenarnya malas masuk, tetapi dia terpaksa dari pada harus berjalan kaki ditengah hujan. Wanita itu masuk ke dalam mobil, pakaiannya cukup basah hingga bagian dada yang menonjol terlihat menerawang. Chuck tanpa berkedip menatap gunung kembar milik Azkha. Dibalik tomboynya, Azkha juga memiliki sisi yang membuatnya terlihat seksi.
Wanita itu melipat kedua lengannya menutupi bagian dada karena AC mobil yang dingin mengarah padanya. Chuck mulai menancap gas sembari mengatur suhu AC mobil agar menjadi hangat. Dan saat mengatur suhu AC, Azkha melihat lengan Chuck yang diikat dengan kain. Lengannya berdarah karena terkena tembakan.
"Kau tertembak? Bagaimana bisa?" Tanya Azkha
"Ini salah ku, aku terlalu menyepelekan mu," ucap Chuck mengakui kesalahannya.
"Pantas saja , dan kekacauan ini berasal dari orang yang selalu meremehkan orang lain," ucap Azkha sinis.
Tetapi Chuck tidak menjawab, kemudian ia melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Azkha.
"Pakailah," pinta Chuck kemudian Azkha mengambil lalu memakai jaketnya.
"Aku tidak berhati-hati, saat itu hujan dan ada suster yang datang memberikan kami minuman hangat. Rupanya minuman itu dapat membuat kami pingsan. Untung saja aku tidak banyak meminumnya tetapi pandanganku langsung kabur," jelas Chuck
"Sekarang percuma menyalahkan, semua sudah terjadi. Ini kali pertama kita terlibat di lapangan. Biasanya Bos bekerja sendirian dan dia mempunyai beberapa taktik. Aku rasa setelah ini kita hanya akan bekerja dibalik layar lagi,"
"Sekarang kita kemana?" Tanya Chuck
"Ikuti mobil yang dipakai bos," sembari membuka ponsel dan menyalakan alat pelacak yang terpasang di mobil yang Virus kendarai.
Azkha mengarahkan kemana ia harus lewat. Wanita itu juga melihat pergerakan mobil musuhnya. Dan dia harus memotong jalan.
"Lewat kanan, dan ambil kecepatan tinggi. Setelah melewati tiga gang, belok ke kiri dengan tajam," ucap Azkha yang dijawab anggukan oleh Chuck.
*
*
*
Virus berhasil mengejar mobil Limo itu dengan kecepatan penuh. Mobil Black Knight dirancang khusus untuk mengejar musuh. Mobil itu bisa melaju dengan kecepatan penuh seperti mobil pembalap. Dan memiliki fasilitas senjata yang mampu menembakkan hingga 1000 peluru. Mobil itu juga mempunyai laser yang dapat mematikan daya mesin.
Kini Virus hanya berjarak beberapa meter dibelakang mobil Sam. Sementara Sam sudah gelisah.
"Brengsek kau menyetir seperti wanita, minggir kau! Biar aku yang ambil alih," pekik Sam pada sopirnya yang kemudian menyelinap dari kursi belakang, menuju kursi depan.
Posisi terganti, Sam menambah kecepatan. Pria itu melihat sebuah kafe disebelah kiri dengan kursi dan meja berpayung di tengah trotoar. Ia melesatkan mobilnya sengaja menabrakkan kursi dan meja itu. Untuk membuat jalan Virus terblokir.
Braaak
"Haha, great," Sam tertawa, pria itu masih memakai topeng penyamaran. Lem dari topeng itu sedikit membuatnya gatal. Sam menggaruknya pelan, agar kulit topeng tidak terkupas.
"Fak!" Keluh Virus kemudian membanting setir dengan keras ke arah kiri. Agar tidak menabrak pengunjung kafe.
Bum
Tepi bumper sedikit mengenai mobil lain yang sedang lewat. Tapi tidak sampai rusak parah. Virus berhasil mensejajarkan mobilnya yang sempat hampir oleng. Ia pun lanjut mengejar Sam. Hanya butuh beberapa detik Virus berhasil mengejarnya dan kini posisinya kembali dekat beberapa centi di belakang
Pria itu menekan tombol power untuk membuka mode senjata yang terpasang di mobil itu. Tembakan yang terpasang dibawah mobil serta diatas atap mobil, otomatis keluar dan terbuka.
Virus menjalankan bidikan dengan layar monitor yang terpasang di mobilnya. Ketika senjata itu terlihat di layar sudah mengunci targetnya, Virus langsung menekan tombol tembak
Dor dor dor
Tembakan itu mengenai mobil Sam, bahkan juga terkena bannya. Tapi sialnya, mobil musuhnya adalah mobil anti peluru. Virus masih berusaha menembak berharap ketahanan mobil itu berkurang.
Tak sampai disitu Virus juga melayangkan laser canggih yang dapat mematikan mesin mobil musuhnya. Virus tersenyum saat ingin menekan tombol itu.
Benar saja beberapa detik setelah tombol power ditekan, laser ultraviolet diarahkan ke mobil musuh, mobil itu pun berhenti seketika. Sam menginjak pedal gas berkali-kali tapi yang ada Sam kehilangan kendali.
"Apa yang terjadi, kenapa mobil ini mati?" Sam langsung meraih gagang pintu mobil dan membukanya. Bersamaan dengan itu, dari arah belakang Virus sengaja menabraknya.
Bruuk
Mobil Sam berputar-putar ditambah jalanan licin akibat hujan. Mobil itu kemudian terguling, tapi sayangnya si pemilik berhasil keluar dan melarikan diri.
Virus turun dari mobilnya setelah berhasil menabrak, ia bergegas mendekati pria yang ada didalam mobil itu. Namun kursi depan itu sudah kosong. Hanya seseorang dengan luka parah berada dibagian kursi penumpang dan itu bukan Gordon.
Virus menendang kesal body mobil lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tak ada orang, jalanan sepi karena suasana yang masih hujan. Tapi Virus menemukan jejak kaki di tanah trotoar.
"Itu pasti jejak Gordon," batin Virus.
Pria itu mengikuti jejak kaki di atas tanah yang basah tetapi setelah melewati tanah, jejak itu menghilang diatas jalanan beraspal. Hujan menghapus jejaknya.
"Gordon pasti kearah itu," batin Virus kemudian menuju tempat truk-truk terparkir rapi.
Ia naik keatas truk dengan cepat dan berhati-hati. Sembari melihat ke bawah jika Gordon benar bersembunyi di balik truk-truk itu.
"Dapat, Itu dia," gumam Virus
Virus turun tepat di depannya. Sam yang sedang menyamar sebagai Gordon semakin takut. Pasalnya dia tahu jika Virus memiliki kekuatan melebihi sepuluh tenaga pria biasa. Kekuatan yang diciptakan dari sebuah penelitian ilegal.
Sam lari kesamping segera Virus menarik jas belakangnya dan membantingnya ke sisi truk. Langsung saja Virus meninju perut Sam. Satu kali tinjunya membuat pria itu mengeluarkan darah dari mulutnya. Sam tidak terima, ia pun menyeruduk Virus dengan kepalanya bagaikan banteng yang lepas kendali.
Punggung Virus terhantam sisi truk. Tempat parkir truk disana menjadi tempat perkelahian antara paman dan keponakan yang Virus sendiri belum tahu jika Sam yang menyamar menjadi Gordon itu adalah pamannya sendiri.
Sam kemudian berlari kencang. Dia pengecut dan tidak ingin melanjutkan pertarungan itu. Virus mengejarnya dengan langkah yang besar.
Sam menaiki truk satu dengan yang lainnya kemudian ia menaiki atap gedung. Virus menyusulnya ikut naik ke atas truk yang terparkir rapi hingga menuju atap gedung.
Dari kejauhan ada truk sampah yang melintasi gedung tempat Sam berdiri. Sam segera menjatuhkan diri ke dalam truk sampah ketika truk itu mendekat, sementara Virus sudah tertinggal jauh. Sam lagi-lagi berhasil meloloskan diri.