My Name Is Virus

My Name Is Virus
Darren Is Dead



Valeria dan Moza di masukkan ke dalam kotak sampah besar. Tentu saja kotak sampah itu masih baru dan Darren menyamar sebagai tukang sampah dengan pakaian petugas sampah yang ia sewa.


Sementara di sisi lain Virus terlalu lama menunggu Moza untuk naik ke mobilnya. Saat perempuan itu ke toilet, Virus tidak melihatnya, karena pandangannya terganggu oleh tamu yang keluar masuk halaman parkir.


Virus pun turun dan menuju mobil Diego.


"Diego, mana Moza?" Tanya Virus


"Dia dan Valeria ke toilet,"


"Kenapa kau tak bilang argh! Kau harusnya mengawal mereka atau bilang padaku,"


"Tadi aku mau menemaninya tetapi Moza bilang biar dia saja yang menemani karena dia juga ingin ke toilet,"


"Sekarang kau susul mereka, Aku cari di parkiran. Aku takut mereka diculik. Jika fillingku benar, semoga mereka belum terlalu jauh," perintah Virus kemudian segera pergi. Diego keluar dari mobilnya dan berlari menuju toilet.


Virus kembali ke mobilnya dan berkata pada Andi untuk membawa pulang Chris dan Rachel duluan.


"Andi, tolong kau antarkan Chris dan Rachel pulang, ada sedikit masalah disini, cepatlah," ucap Virus. Tanpa bertanya macam-macam Andi pun turun kemudian memindahkan Chris ke mobil Virus. Dan Andi akan mengantarkan mereka pulang.


Rachel bertanya-tanya apa yang terjadi, Andi juga tidak tahu. Agar kedua orang itu tidak panik, Andi memberi alasan palsu dengan mengatakan mereka berdua ingin jalan-jalan ke suatu tempat.


Saat Diego sudah memasuki lorong menuju toilet, bodyguard Darren masih bersembunyi disana. Saat Diego mendekat, bodyguard itu memukul lutut Diego dengan kunci Inggris yang berukuran besar


Dia terjatuh ke depan bersamaan dengan itu lutut Diego pun merasa ngilu dan sakit luar biasa. Pria itu berteriak seraya memegangi lututnya namun tak sampai lama ia mencoba berdiri dan berjalan terpincang mendekati si pemukul.


"Hey, katakan dimana istriku!?" Tanya Diego dengan amarah memuncak.


Bodyguard itu tertawa keras sembari memainkan kunci Inggris berukuran besar itu kemudian mengibas-ngibaskan ke kanan dan ke kiri lalu dia mengayunkan keatas dan bersiap memukul Diego kembali. Dengan gesit Diego menepis tangan si bodyguard yang menggenggam kunci Inggris lalu memutar tangannya hingga bodyguard itu menjatuhkan kunci Inggrisnya. Disaat yang bersamaan Diego meninju perutnya dengan bertubi-tubi.


Si Bodyguard kesakitan, meskipun Diego tidak sehebat Virus tetapi pria itu sedang marah dan kemarahannya berada dipuncak tertinggi. Seperti sedang kesurupan, Diego terus meninjunya hingga ia tak sadar jika bodyguard itu telah mati.


Diego mendorong bodyguard yang sudah tak bernyawa itu kemudian mengambil kunci Inggris yang terjatuh didekat dia berdiri. Diego masuk kedalam toilet wanita ternyata sepi tak ada siapa pun..Ia kembali keluar mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru.


Sementara Virus melihat keanehan di seberang gereja. Ada petugas sampah, mendorong sampah dan memasukkannya ke mobil Van. Bukan lagi itu bukanlah mobil sampah. Mana ada mobil Van yang bagus menjadi tempat sampah.


Virus berlari mengejar, tetapi tak lama mobil itu mulai dinyalakan. Virus menambahkan kecepatan. Pria itu pun memotong jalan tetapi ia harus melompat ke atas mobil ke mobil lain dan kemudian menyebrang jalan.


Saat mobil mulai melaju, Virus sudah ada di depan mobil itu, ia menekan kap untuk menghentikan mobilnya dan dengan juga menekan bumper itu dengan lututnya. Tangannya kemudian menyentuh bumper mobil dan mengangkatnya sekuat tenaga.


"****, pengganggu," gumam Darren melihat Virus sudah ada didepan mobilnya. Darren semakin menginjakkan pedal gas.


Mobil itu mengeluarkan gas tetapi tidak dapat maju karena Virus mengangkatnya. Kekuatan Virus melebihi Samson dan juga lebih kuat dari Limbad.


Diego menemukan sosok Virus yang sedang mengangkat mobil. Seperti menghentikan seseorang, segera saja Diego berlari menyusul Virus. Saat mendekati mobil itu, Diego dapat melihat wajah Darren yang sangat menyebalkan dari kaca mobil.



"Dasar bodyguard tidak berguna, mereka langsung pergi setelah mengambil uangku," gumam Darren yang merasa terkepung saat melihat Diego menyebrang jalan.


Debu pasir menjadi berterbangan serta asap hitam mengepul karena gas yang terus di injak. Pukulan yang ketiga kalinya membuat kaca mobil itu pecah.


Praaang


Diego menjatuhkan kunci Inggrisnya dan kemudian menarik kerah baju Darren lalu menonjok mukanya. Setelah itu Diego mengambil paksa kunci mobil dan segera membuka pintu mobilnya dengan cepat. Diego marah, kemarahannya berlapis-lapis, karena pria itu berniat mencelakai dua wanita yang dia sayangi.


Virus menjatuhkan bagian depan mobil itu, karena Diego berhasil mematikannya. Ia kemudian berlari ke bagasi belakang untuk mengeluarkan Moza dan Valeria yang ada di dalam.


Darren menendang Diego untung pria itu sempat mengelak, kemudian Diego menarik kaki Darren dan menyeretnya hingga keluar mobil. Darren terjatuh dan kepalanya sempat terbentur pijakan kaki mobil. Diego terus memukulinya tanpa ampun, tak lupa tendangan bertubi-tubi dihantamkan ke perut, dada, paha dan kaki Darren.


Bukan Darren namanya jika tidak licik. Ia pura-pura pingsan, kemudian Diego menyusul Virus. Pria itu membiarkan Darren tergeletak di tepi trotoar. Diego lengah, perlahan tangan Darren mencoba meraih kunci Inggris yang terjatuh di bawah. Kemudian pelan-pelan ia beranjak berdiri lalu berniat memukul Diego dari belakang


Virus langsung mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke arah Darren yang ada di belakang Diego. Tetapi Diego berpikir jika Virus mengarahkan pistol dihadapannya.


"Virus apa yang kau..." ucapan Diego berhenti saat Virus mulai menekan pelatuk.


Dor


"Arghhh," teriak Darren kesakitan.


Darah Darren muncrat, mengenai pakaian belakang Diego serta wajah Virus. Merasa belum puas Virus menembaknya lagi tepat di bagian Dada.


Dor... Dor


Wajah Virus terkena cipratan darah lagi. Tubuh Darren hancur, Virus menembaknya dengan pistol Desert Eagle, pistol mematikan buatan Israel. Desert Eagle tak hanya menusuk saja melainkan obyek yang terkena pelurunya dapat menusuk dan meledak. Daya hancurnya sangat mengerikan, satu peluru Desert Eagle dampaknya sama seperti 3-4 peluru biasa.


Virus menambahkan peredam suara pada pistolnya sehingga suara bisingnya tidak mengganggu pengguna jalan.


Diego berbalik dan melihat kondisi Darren yang sangat mengenaskan. Jas putihnya berhiaskan bercak darah merah.


"Darahnya mengotori jas ku," ucap Diego kemudian membuka jasnya.


"Ambil mobil mu, aku akan mengurus jasadnya," ucap Virus


Diego berlari mengambil mobilnya sementara Virus mencari air untuk membersikan wajahnya. Dia melihat isi mobil dari luar berharap ada air disana. Ada air mineral dalam kemasan botol didalam mobil itu. Virus segera mengambilnya dan membersihkan wajahnya dengan air itu.


Setelah itu Virus mengangkat jasad Darren ke dalam mobil Van. Valeria dan Moza masih dalam keadaan pingsan. Tak berapa lama Diego datang. Diego menggendong Valeria dan mendudukkannya di kursi depan sementara Virus menggendong Moza dan mendudukkannya dikursi belakang, ia pun duduk disamping Moza seraya memeluknya dari samping dan menyandarkan kepala Moza di dadanya.


"Virus, bagaimana jika ada yang melihat kondisi Darren," ucap Diego sedikit takut.


"Aku sudah menghubungi anak buah ku untuk mengurusnya," jawab Virus.


"Kau tahu? Aku tadi memasang penjaga selama prosesi pernikahan, dan saat kita pulang, penjaga ku juga pamit pulang. Aku tidak tahu jika Moza dan Valeria akan ke toilet disana. Urusan kita semakin panjang karena Darren adalah anak mafia," ujar Virus seraya membuang napasnya kasar.


"Kita harus pindah dari Las Vegas," ujar Diego


Ia pun harus memutar otak untuk bertahan dari serangan mafia nantinya. Disaat seperti ini Ia membutuhkan Andi untuk menutup akses informasi mengenai data mereka.