
Paquina mulai bercerita
"Semua dimulai saat kau menolak cintaku dan memilih wanita Indonesia itu yang tidak memiliki apapun. Apa kurangnya aku? Aku punya segalanya, Aku juga tak kalah cantik," ucapnya dengan lirih
"Hah...Aku tak hanya melihat cantiknya, tetapi Ratih memiliki hati yang tulus,"
"Tak bisa kah kau melihat ketulusan cintaku? Di hari pernikahan mu, aku mendatangi Sam. Aku mencurahkan perasaanku padanya. Kemudian Sam mempunyai ide, agar aku bisa mendapatkan mu. Dia akan menghancurkan semua usahamu. Membuatmu di titik nol, dititik terendah hidupmu. Tentu saja semua dengan bantuan ku,"
"Sam? Jadi semua itu ide Sam? Kenapa Sam berlaku seperti itu padaku, di depan ku dia baik tapi tak ku sangka. Dan kau, kau bilang tulus mencintaiku tapi kenapa kau malah menghancurkan hidup ku,"
"Kau sudah tahu alasanku kan? Tentu saja untuk mendapatkan mu. Sebenarnya Sam seperti itu juga karena mu,"
"Aku! Dia tidak....," ucapan Gordon terputus
"Kau ingin aku bercerita atau tidak! Kenapa kau terus menyela semua ucapan ku?" Paquina meninggikan suaranya
"Lanjutkan," Gordon mengalah
"Sam membencimu saat kalian remaja. Kau memacari gadis yang sudah dia taksir sekian lama dan kau membuangnya begitu saja, kau menjadikan Elena sebagai bahan taruhan,"
"Cih hanya karena itu? Salah sendiri dia tidak menyatakan cintanya duluan dan lagi aku tidak tahu jika dia memiliki perasaan kepada perempuan itu," sahut Gordon
"Bukan itu masalahnya, kau salah karena membuatnya sebagai bahan taruhan. Kau bertaruh pada teman-teman mu jika Kau dapat meniduri Elena dan mengambil kesuciannya,"
"Bukan aku yang memiliki ide taruhan itu,"
"Tetap saja perbuatan mu itu salah,"
"Hah itu hal biasa, kita di Amerika negara bebas! Kenapa itu dipermasalahkan?"
"Itu masalah bagi Sam, karena dia amat mencintai Elena. Elena patah hati dan menjadi trauma pada laki-laki hingga dia menolak Sam berkali-kali dan memutuskan menjadi biarawati. Kau! Adalah semua sumber permasalahan itu dan Sam ingin melakukan hal yang sama pada Ratih. Dia ingin meniduri Ratih dihari pernikahan mu. Tetapi semua idenya berubah karena kedatangan ku saat itu. Sam memiliki rencana lagi untuk membuatmu tersiksa bukan Ratih yang tersiksa," Paquina menghentikan ceritanya dan mengambil napas
Sementara Gordon masih mendengarkan
"Sam tahu kau melakukan penelitian ilegal. Dia pun menunggu hari yang tepat dan mencari kambing hitam. Federic adalah orang yang tepat karena dia atasan Ratih. Perlahan-lahan Sam membuat mu bangkrut hingga kau memilih pindah ke Indonesia. Sebelum kau berangkat, Sam melaporkan penelitian ilegal mu pada polisi. Kau pun ditangkap lalu ia mengantar Ratih ke negaranya. Dia sengaja muncul di hadapanmu dengan wajah Federic yang sebenarnya adalah topeng yang mirip dengannya. Semua identitas Ratih di hapus dan di ganti dengan identitas palsu. Sam melakukan pergantian itu saat kau berada di penjara. Sam melakukannya dengan rapi agar tidak ada orang yang bisa melacaknya orang yang bisa menemukannya,"
"Dan di saat itulah aku datang, Aku bisa mengeluarkan mu dari penjara dan memberimu kedudukan sebagai pimpinan Mafia. Kau ingat? kau masih bersikeras menolak ku,"
"Karena aku tidak mencintaimu,"
"Aku tidak peduli, karena pada akhirnya kau juga setuju menikah denganku,"
"Aku terpaksa menikahi mu karena aku menginginkan kedudukan itu untuk mencari Ratih. Aku pikir jika aku menjadi penguasa Mafia semua kemudahan ada padaku, dan aku bisa menemuinya. Aku juga ke Indonesia tetapi tak dapat informasi apapun,"
"Haha dan kau bodoh, karena Sam telah mengganti semua identitas Ratih. Dia sengaja berada di belakangmu, mendukungmu dan berpura-pura membantu mencari keberadaan Ratih, tetapi Sam tidak melakukannya,"
"Seminggu sebelum Ratih melahirkan, saat itu kita sudah menikah sayang. Aku ijin padamu untuk melakukan bisnis ke Jepang tetapi sebenarnya Aku ke Indonesia,"
"Kau sudah menceritakan kejadian itu, membuatku ingin membunuhmu," desis Gordon
"Aku akan menceritakan lagi, ada bagian yang terlupakan,"
"Saat aku berjalan kerumah wanita itu, aku mendengar dari tetangga sekitarnya jika Ratih sudah akan melahirkan tinggal menunggu waktu. Aku pun mengurungkan niatku untuk menemuinya dan memantau keadaanya dari jauh. Saat aku mendapat kabar dari informan jika Ratih melahirkan, aku langsung kerumahnya. Aku berniat menculik anaknya, namun aku ingin memberinya pelajaran terlebih dahulu. Tapi tak disangka dia malah terjatuh dan meninggal, aku ketakutan dan lupa akan tujuanku menculik anaknya. Aku mengunci pintu dan cepat-cepat keluar lewat jendela. Ketika aku menutup jendela itu kembali sang bayi menangis kencang. Aku lari secepat mungkin hingga menabrak seseorang. Kau tahu siapa yang ku tabrak? Aku menabrak Marcos," Paquina membuka jendela dan merasakan angin malam.
"Jadi Marcos juga ingin menculik Virus?" Terka Gordon
"Ya, tetapi saat itu satu desa menjadi heboh dan rencana dia gagal. Aku diancam untuk diam," jawab Paquina
"Rupanya Marcos terus mengintai perkembangannya lalu menculiknya disaat yang tepat? Aku senang dia melatih Virus dengan baik cara menembak dan berkelahi, tetapi aku tidak terima dia sudah memperalat anakku menjadikannya pembunuh," ucap Gordon
"Percuma kau mengeluh, dia sudah mati,"
Gordon terdiam, dia mulai teringat dengan keluarga Federic. Anaknya bisa saja menjadi musuhnya, saat Virus tahu apa yang di perbuat Gordon.
.
.
Valeria melemas melihat kondisi Diego. Apa yang ia dapatkan, kebahagiaan sekaligus kesedihan yang menerpa keluarganya.
Diego telah dipindah ke bangsal perawatan. Bahu kirinya yang sudah dioperasi, terbalut perban dan disangga dengan kain penyangga lengan yang di kaitkan pada leher.
Lama penyembuhan patah tulang pada bahu dewasa membutuhkan waktu 10 -12 Minggu atau bisa lebih tergantung kondisi penderita itu sendiri.
Tak berapa lama Gordon datang melihat kondisi Diego. Valeria terkejut, kenapa Gordon bisa tahu? Apakah Gordon ada dibalik peristiwa kecelakaan ini?
"Maaf mengganggu Anda, Nyonya Valeria. Saya mendapat kabar dari anak buah saya, jika keluarga Federic kecelakaan. Saya turut sedih mendengarnya sehingga saya kemari ingin melihat kondisinya langsung,"
"Kau ingin melihatnya untuk mendoakan atau untuk menertawakan nasib kami? Hah? Keluar, kehadiran anda disini seperti sampah, karena apa? karena semua perkataan mu omong kosong," ucap Valeria yang merasa curiga.
"Kau bilang tidak suka dengan keluarga Federic tetapi kenapa Anda datang memperlihatkan rasa peduli. Kau seperti menjilat ludah mu sendiri,"
Terlihat rahang Gordon mengeras, dia juga mengepalkan kedua tangannya menahan emosi akibat mulut pedas Valeria. Rasanya dia ingin menampar wanita itu
Gordon pun keluar namun saat dia berbalik, Valeria menarik lengannya yang besar.
"Tunggu!" Valeria mencengkeram lengannya dengan tatapan tajam.
"Dimana Virus? Diego sempat mengirim pesan sebelum kecelakaan, jika Kau dan tenaga medis disini menyembunyikan keberadaan Virus,"
"Itu tidak benar! Aku tidak pernah menyembunyikan keberadaan Virus, untuk apa? Jika kau mau lihat, lihatlah. Dia ada di ruang VVIP kamar no 1,"
"Aku tahu kau mungkin tidak suka dengan Moza, tetapi aku harap kau tidak memisahkan mereka. Kau tidak punya hak meskipun statusmu ayah biologisnya," ucap Valeria melepaskan cengkeramannya dan melipat kedua tangannya di dada.
Valeria seakan bisa membaca kebohongan dari raut wajah Gordon.