
Dari kejauhan Virus melihat segerombolan mafia didepannya, mereka sudah memblokir jalan menuju rumah Virus.
"Sial mereka sudah didepan," gumam Virus sembari mencari jalan lain. Salah seorang mencurigai mobil ambulans yang tiba-tiba berbelok arah.
"Lihat, ambulans itu! Mereka berbelok sudah pasti itu Virus," ucap salah seorang mafia
"Kejar dia," perintah salah satunya yang merupakan ketua mereka.
Segera saja beberapa orang mengejarnya dengan empat motor.
Saat Virus berbelok rupanya ada sebuah mobil dengan atap terbuka, mereka juga sudah siap dengan senapan besar dan peluru berjuntaian.
"Oh My God, menunduk!" pekik Virus sembari berbelok arah lagi mencari jalan lain untuk keluar dari kepungan.
Dor Dor Dor
Terlihat mobil yang membawa senapan besar itu menembak bukan ke arah ambulans melainkan ke arah belakang mobil yang Virus kendarai, lebih tepatnya mereka menembaki mafia yang mengejar Virus dengan motor.
"Mereka di pihak kita, siapa mereka?" batin Virus yang kemudian teringat akan Ayahnya. Dia lupa jika Gordon juga seorang mafia.
Setelah habis menembaki pengendara motor yang mengejar Virus, mobil itu mengikuti Virus di belakang. Dan memutar arah senapan mereka ke belakang mobilnya. Virus mengamati dari spion mobil. Rupanya mereka melindungi Virus agar perjalanannya cepat sampai ke rumah.
Keadaan jalan kembali aman, Virus pun sampai ke rumah dengan kawalan anak buah Gordon. Dia mengantar Moza ke tempat teramannya lalu meminta petugas administrasi untuk menjaga istrinya.
"Aku bukannya tidak mau. Tapi aku masih berada di jam kerja," ucap James
"Tolonglah, kau ijin satu hari ini saja. Aku akan membayarmu lima kali dari gajimu," pinta Virus. Setelah membayangkan banyak uang dikepalanya James langsung mengiyakan tanpa berpikir dua kali.
"Oke, hanya menjaganya kan? Tapi disini amankan?"
"Iya, disini aman. Tempat ini tahan bom, lebih tepatnya bom kecil. Tapi aku rasa mereka tidak akan memakai bom berkekuatan tinggi," ujar Virus berhenti untuk mengatur napas.
"James, jaga dia baik-baik ya," ucap Virus dan dijawab anggukan kepala oleh James. Virus pun pergi setelah mengecup lembut kening istrinya yang masih terbaring koma.
James sedikit tahu tentang medis, ia pun membetulkan posisi monitor EKG yang tombolnya sempat tertekan benda lain lalu memindahkannya agar lebih dekat dengan ranjang. Moza masih berada di brakar dorong dan belum dipindahkan ke ranjang empuk karena Virus harus mengurus orang yang menyerangnya.
Saat ini Rachel sedang bersama Valeria di apartemen Diego yang baru. Sehingga Virus tidak terlalu mengkhawatirkan mereka, ada Diego disana dan Virus telah membekalinya peralatan senjata api.
Beberapa anak buah Gordon juga telah menyebar disetiap sisi rumah Virus. Saat pria itu keluar dari rumah, seorang pria berbadan kekar juga bertato memberikannya sebuah informasi.
"Mereka menyerang dari arah timur, dan kelihatannya mereka semakin banyak,"
"Kita serang balik, tambah pasukan dan serang dari arah lain," perintah Virus sembari menyiapkan beberapa pistol yang ia taruh di sabuk pistol kiri dan kanan.
Tak berapa lama pasukan black knight datang. Awalnya mereka ingin menyerang anak buah Gordon namun Virus melarangnya.
"Mereka di pihak kita," ucap Virus
Tak berapa lama seorang anak buah dari Cobra memberikannya senapan besar dengan peluru berjuntai. Seketika Virus membayangkan dirinya seperti Rambo yang suka memakai senjata besar. Berbeda dengan Virus yang lebih suka memakai senjata kecil namun mampu meledakkan sasaran.
Tidak pakai lama sebagian dari mereka semua masuk ke dalam mobil dan beberapa orang mengendarai motor lalu mulai berjalan menuju dimana musuh berada.
.
.
.
Dor Dor Dor
Tembakan dari arah musuh mulai menyerang Virus dan anak buahnya. Mafia Cobra yang dipimpin Gordon pun tak mau kalah, tembakan besar yang telah mereka siapkan pun dilontarkan.
Banyak yang terkena tembakan lalu tumbang langsung terjatuh dari motor dan tak sengaja membuat temannya menabrak motornya lalu mereka ikut terjatuh.
Sementara Virus menembaki musuhnya dengan sekali tembakan tepat sasaran. Pria itu tidak membuang peluru yang sia-sia.
Perang peluru pun dimulai dan hasilnya adalah kubu Virus menang. Kini ia harus melanjutkan perjalanannya untuk menyerang markas The Lion dan markas musuh lainnya. Dengan bantuan Andi, Virus dengan mudah menemukan lokasi markas musuhnya.
.
.
Virus mulai mendekati musuh, dengan aba-abanya. Mereka semua menghentikan mobil dan motor ketika sampai di depan markas. Alex si ketua mafia The Lion menyambut kedatangan Virus.
Virus turun dari mobil sementara Alex sudah berjalan mendekatinya. Kini mereka berhadapan dan masing-masing kedua tangan mereka memegang pistol.
"Kalau kau laki-laki gunakan dengan tangan kosong," ucap Virus melemparkan senapan dan membuang kedua pistol kecilnya ke aspal.
Berkelahi dengan tangan kosong adalah keahlian Virus, ia mampu melumpuh saraf-saraf yang mematikan dengan sekali pukulan. Namun si Alex tidak mengetahui kelebihan Virus, ia pun ikut membuang senjata dan menerima tantangan Virus.
Satu lawan satu mereka akan diadu kekuatan. Alex menggerakkan kepalanya hingga terdengar bunyi tulang leher. Lalu melemaskan otot-otot jari tangannya kemudian memasang kuda-kuda. Sementara Virus hanya diam menatapnya dengan tatapan seorang pembunuh.
"Hiyaaaa!" teriak Alex dengan penuh emosi sembari berlari kecil dengan tangan siap meninju.
Virus dengan santainya berjalan menunggu Alex mendekat dan ....
Debug Buug
Satu kali tinju di rahang dan satu kali tinju di ulu hatinya membuat Alex jatuh tak bergerak. Pria itu tewas seketika. Membuat mata anak buah The Lion merasa takut dengan Virus.
"Sialan dia membunuh ketua, hey jangan diam saja ayo serang!!" Teriak salah satu anak buah The Lion.
Perkelahian tanpa senjata pun dimulai, Virus maju dan mengalahkan tiga orang dalam sekali serangan. Anak buah mafia Cobra dan Black Knight bersatu menyerang The Lion. Tapi sepertinya mereka tidak mendapatkan jatah. Karena Virus menghabisinya sendirian. Hampir seperempat anak buah The Lion habis ditangannya dan sisanya diberantas anak buahnya.
"Ampun, ampun! Kami menyerah," ucap salah satu anak buah The Lion ketika mereka tinggal tiga orang.
Virus dan anak buahnya berhenti. Ia pun mendekati seseorang yang baru saja melambaikan bendera putih tanda menyerah. Dengan tubuh penuh keringat, Virus mencengkeram kerahnya.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Virus
"Hayes, Tuan Hayes dan sepertinya akan ada mafia lain yang menuju kemari," aku Milton, anak buah yang menyerah barusan. Wajahnya sedikit lebam karena mendapat tinju dari anak buah Virus.
Virus melepaskan cengkeramannya dengan mendorongnya kasar hingga pria itu terjatuh. Lalu Milton segera memeluk kaki Virus memohon untuk melepaskan mereka.
"Tolong jangan bunuh saya, saya masih mempunyai anak yang masih kecil," pinta Milton
"Ikut aku, kau akan menjadi mata ku," ucap Virus yang menyuruh Milton untuk menunjukkan kemana mereka harus pergi selanjutnya.