
Setelah Andi berhasil mengeluarkan amunisi di dalam tubuh Valeria, wanita itu diikat kembali. Valeria tetap bungkam dengan semua tudingan dan tuduhan yang mengarah kepadanya.
Sementara didalam aula pelelangan. Diego penawar harga tertinggi sesuai arahan Wasabi yang berbicara lewat microphone dari earphone berbentuk anting. Tak ada penawar lain selain dirinya.
Pelelangan selesai, beberapa diantaranya meninggalkan tempat aula. Saat Diego yang menyamar sebagai Virus juga pergi meninggalkan tempat itu, pria misterius memanggilnya. Diego berbalik dan 'Dor' sebuah peluru tepat mengenai dadanya.
Diego jatuh terpelanting kebelakang dengan darah mengucur.
"Viruss...! "seru Wasabi.
Wasabi menghajar pria misterius itu, bersamaan dengan itu bala bantuan yang sedari tadi menunggu datang mengepung. Pria misterius berhasil ditangkap namun Cezo kabur dan Virus yang menyamar sebagai orang lain mengejarnya.
"Kau Mister M yang tak lain adalah Marcos Van Nelson. Kau ditangkap karena mendalangi kasus 62 pembunuhan. Apakah kau sakit sehingga mempunyai begitu banyak ambisi untuk membunuh. Kau telah lama mengintai Virus dan menjadikannya alat pembunuh mu," ucap Wasabi
"Amankan pria itu," ucap Wasabi menunjuk Diego yang terbaring sebagai Virus.
Diego dimasukkan ke dalam kain parasut yang beresleting dan dibawa oleh dua orang petugas keamanan. Ia dimasukkan kedalam mobil.
Tetapi bukan mobil ambulans yang terparkir disamping mobil Van yang Wasabi sewa melainkan petugas itu membawa Diego masuk kedalam mobil Van Wasabi dengan cepat. Kemudian mobil ambulance itu pergi tanpa membawa korban apapun. Rupanya dua petugas itu adalah suruhan Wasabi.
Kain parasut yang tertutup rapat itu bergerak-gerak, Andi membukanya. Diego masih hidup. Ia memakai rompi anti peluru didalam jasnya sedangkan warna merah darah adalah kantung darah yang menempel di dadanya. Wasabi telah merencanakan ini tanpa sepengetahuan Virus ataupun Andi.
"Kau masih hidup! Astaga syukurlah," ucap Andi.
"Haha iya ini rencana Wasabi, lalu di mana Moza dan Virus?" Tanya Diego yang hanya melihat Valeria duduk dengan tangan terborgol dengan meja.
"Mereka didalam sepertinya," ucap Andi karena ia belum yakin kemana Moza.
Kembali ke dalam aula. Virus yang masih menyamar sebagi orang lain mengejar Cezo yang kabur, ia lari ke atas atap dan terjadilah peperangan. Cezo yang menjadi bahan percobaan zat formula itu juga memiliki kekuatan seperti Virus. Kekuatan mereka sama.
Mereka saling melontarkan pukulan, namun Virus berhasil mengelak. Ia pun mengerahkan kekuatannya dengan meninju perut Cezo hingga pria itu terpental kebelakang dan mulutnya mengeluarkan darah.
Cezo menyeka darah yang keluar dengan tangannya kemudian melihat darah itu dari tangannya. Ia semakin geram dan tak mau kalah. Merasa telah habis tenaganya ia pun memerintahkan anak buahnya dengan satu suitan di mulutnya.
Semua anak buahnya datang mendekat dan yang paling mengejutkan adalah Moza berada ditangan anak buah Cezo. Tangan dan kakinya terikat tali dan mulutnya tertutup lakban .
"Haha... kau menahan wanita ku maka aku menahan teman mu ini," ucap Cezo dengan tawa senangnya kemudian menyuruh puluhan anak buahnya menghajar Virus yang seorang diri.
Moza di gantung diatas gedung yang hanya diganjal dengan karung pasir yang telah di lubangi. Jika karung pasir itu habis Moza sewaktu-waktu bisa terjatuh jika Virus tak segera menyelamatkannya.
Moza terdiam agar tali yang menggantung tak mencelakai dirinya sendiri, meski ada ketakutan di dalam dirinya.
Virus bertarung dengan pasir waktu, sebisa mungkin dia harus cepat menyelamatkan Moza. Ia berlari seraya menghajar bodyguard-bodyguardnya berbadan besar. Ia dikeroyok, meskipun dirinya kuat tetapi dia tetap manusia.
Wajah dan badan Virus penuh luka, berkali-kali ia terjatuh namun berusaha untuk bangkit berdiri. Moza menangis melihat Virus yang dihajar hingga babak belur.
Detik-detik mencekam. Karung pasir banyak yang keluar dari lubang dan semakin menipis. Moza yang tergantung di tepi gedung semakin turun dan dalam hitungan beberapa detik wanita itu bisa saja jatuh ke bawah.
Sreeetttt
Tali mengulur kebawah, Moza jatuh dengan berteriak namun suaranya tak bisa terlontar keras karena mulutnya yang terekat lakban.
Hap
Virus berhasil menarik tali yang menggantung. Dengan seluruh kekuatan yang masih tersisa ia menarik tubuh Moza. Moza berhasil naik ke atas gedung dengan segera Virus membuka ikatan talinya dan lakban yang terekat di bibir
"Ahhh," rintih Moza karena lakban itu mengangkat kulitnya hingga membuat kulitnya memerah kesakitan.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Virus
Moza membelai wajah Virus yang penuh luka, "Aku yang seharusnya bertanya padamu, wajahmu penuh luka,"
"Aku sudah biasa. Pria itu belum tertangkap. Kau bisa turun sendiri kan? Aku harus mengejarnya," ucap Virus, Moza mengangguk tanda bisa, kemudian pria itu pergi meninggalkan Moza.
Sementara di dalam aula pria misterius bersikeras membela diri ia mengatakan hanya membunuh pria yang baru saja ia tembak. Namun Wasabi mengeluarkan segepok laporan tentang nama korban yang telah ia bunuh.
"Sebelum membunuh pria ini kau juga adalah otak dari rencana pembunuhan Tuan Louis," ungkap Wasabi
Nyonya Anna yang sedari tadi diam, tak menyangka jika Marco yang ternyata adalah mantan kekasih Nyonya Anna, menjadi otak atas pembunuhan yang terjadi pada suaminya.
"Kau! Kenapa kau ingin membunuh suamiku hah? Apa salahnya padamu!" pekik Nyonya Anna.
Nyonya Anna sebenarnya bernama Angelina, dan Anna hanyalah nama panggilannya. Ia tidak berbohong saat mengenalkan nama aslinya pada Valeria.
"Dia melakukan pembunuhan itu karena dia masih mencintaimu dan ingin kau kembali padanya," jawab Wasabi
"Profesor yang menciptakan alat itu telah meninggal dan Tuan Louis mendapatkannya secara cuma-cuma. Marcos juga menginginkannya namun Louis hanya memberikannya beberapa tetes. Ia pun sedikit marah, lalu zat itu pun di suntikkan pada Cezo saat ia masih berada didalam kandungan. Marcos menginginkan formula itu untuk dikembangkan, untuk mencapai tujuannya membunuh orang-orang yang ia inginkan dan mengambil hal berharga darinya. Ia pun mencari tau tentang V112US nama dari zat formula. Ia pun menculik anak bernama Virus dan membesarkannya membuatnya menjadi sebuah alat. Bukan begitu Tuan Marcos," ucap Wasabi
"Marcos sebenarnya hanya ingin mengambil formula itu saja, dia pun menyuruh Cezo yang tak lain adalah anaknya untuk mencari pencuri handal. Ia bertemu dengan si ratu pencuri, Valeria dan jatuh cinta pada wanita itu. Marcos baru tahu jika Tuan Louis adalah suami dari kekasih yang pernah dicintainya. Marcos pun juga menargetkan kematian tuan Louis. Dan menyuruh Virus untuk membunuh, sekalian saja ia juga menyuruh Virus mengambil formula itu. Berjaga-jaga jika Valeria tak berhasil mencurinya," ungkap Wasabi yang membuat Marcos tertunduk malu dihadapan Nyonya Anna.
"Marcos tahu jika Virus menukar formula dengan memberinya yang palsu. Kau tahu Nyonya Anna, ketika kau memanggilku dia segera membuat sebuah drama. Dengan menyuruh Valeria untuk menggoda Virus. Valeria keahliannya dalam menggoda pria tak perlu diragukan lagi. Setelah formula itu di dapat oleh Valeria. Marcos tak membutuhkan Virus lagi dan ingin membunuhnya," ungkap Wasabi kemudian berhenti mengambil napas.
"Namun sayang sekali chip yang berada didalam tubuhnya telah diambil. Lalu Marcos mengutus anak buahnya untuk mengejar Virus tetapi mereka tak menemukan Virus malah mendapatkan Moza dan Rachel yang tak ada kaitannya.
Pelelangan ini selain mendapatkan keuntungan adalah untuk memancing Virus keluar. Marcos juga tahu jika Valeria dan Virus pernah bertemu. Ia pun meminta Cezo untuk menukar formula itu dengan zat mematikan. Dengan tujuan Valeria harus memberikannya pada Virus. Valeria berpura-pura tidak tahu jika Cezo menukar formula itu demi aksi penyamarannya, lalu ia pun memilih jalur aman untuk ikut dalam misi penyamaran ini," timpalnya lagi
"Dan aku baru menyadarinya saat formula itu ingin diselidiki oleh Moza, Valeria bersikeras ingin ikut, untuk apa? Dia ingin menggagalkan penelitian Moza. Valeria yang beralibi ingin menarik perhatian penjaga sebenarnya ia ingin memberitahu penjaga Jika ada penyusup. Karena sebenarnya Valeria ingin Virus meminum formula itu. Valeria juga menginginkan kematian Virus karena dia diancam oleh Marcos, jika Valeria tidak dapat membunuh Virus, Ayahnya lah yang akan mati. Valeria kau juga berada dalam kisah asmara yang rumit," ucap Wasabi yang kemudian berbicara pada Valeria dengan earphonenya, sementara Andi, Diego dan Valeria mendengar pengungkapan Wasabi lewat layar kamera dan suara yang tersambung pada laptop Andi.
"Aku tak sengaja menemukan akun media sosial mu beberapa tahun yang lalu. Kau ternyata pengagum Diego kalian bertemu ditempat kebugaran, tapi kau tidak tahu jika Diego adalah kakak kandung Moza. Kau hanya pengagumnya dan sering memfoto Diego diam-diam ketika kalian sedang berolah raga di taman atau ditempat fitnes. Kau sering mempostingnya. Namun sekali lagi Diego tak mengetahui ini semua. Valeria terkejut saat menerima misi dari Marcos untuk menggoda Virus. Tak disangka Valeria melihat wujud Diego yang lain dalam diri seorang Virus. Apakah tebakan ku benar Nona Valeria," ucap Wasabi yang mengungkap kisah cinta Valeria yang terpendam.
Diego dan Valeria yang berada dalam satu Van itu kemudian saling diam dan salah tingkah
"Ya kau benar Wasabi, aku pengagum rahasianya, tapi itu dulu," aku Valeria.
"Dulu ya benar dulu sebelum kau mengenal Virus. Karena saat ini kau sendiri ada rasa tertarik melihat Virus. Kembali ke topik utama intinya adalah kalian bersekongkol. Dan otak utama semua pembunuhan itu adalah Marcos. Aku pikir tadinya Marcos membuka jasa pembunuh, namun tak disangka pria ini kaya karena hasil dari membunuh dan mencuri harta dari si korban. Dan terimakasih untuk asisten mu Tuan Marcos yang membenarkan semua dugaanku, kasus selesai," ungkap Wasabi.
"Asistenku? Rupanya dia berpura-pura tuli," ucap Marcos dengan kesal.
"Terimakasih atas pengungkapannya Wasabi, untuk selanjutnya kalian bisa menceritakan semuanya di penjara," ucap Inspektur Bryan kemudian membawa Mister M menuju mobil polisi.
Moza dan Virus tidak mendengar apa yang diungkapkan Wasabi karena earphone milik mereka terjatuh entah dimana. Sementara Virus akhirnya menemukan Cezo yang mencoba memasang peledak di tempat itu.
"Haha Kau belum jera juga?" Tanya Cezo
Dor Dor
Virus menembak anak buah Cezo yang berada disampingnya. Ia bisa saja menembak Cezo saat itu namun ia ingin membunuhnya dengan tangan kosong.
Dikepalkannya tinju dengan kekuatan dari dalam dan mengenai wajah Cezo, pria itu sampai terpental ke tembok. Ia tak sempat mengelak, karena gerakan Virus yang cepat. Ia ingin membalas perlakuan Virus namun Virus berhasil menepisnya. Ia memutar tangan Cezo ke belakang dan menyikut punggungnya. Cezo jatuh tersungkur, Virus berbalik badan, dia membuka kakinya lebar dan menarik kedua kaki Cezo ke dalam kakinya dan diangkat nya keatas. Cezo kesakitan kemudian Virus menjatuhkan dirinya dengan duduk diatas badan Cezo seraya menarik kakinya dengan keras. Pria itu semakin kesakitan tak hanya itu ia merasakan sesak karena tubuh Virus berada diatasnya. Virus bisa saja langsung membunuhnya namun ia ingin menyiksa pria itu.
Cezo terlihat lemah dan pingsan, Virus pun beranjak berdiri dan kemudian mengatur napasnya. Tak disangka Cezo berpura-pura. Ia mencoba meraih pistol yang tadi Virus buang ke lantai.
Dor
Virus yang membelakangi Cezo, tertembak di bagian belakangnya tepatnya di bawah bahunya. Ia kemudian berbalik dan menyerang Cezo kembali. Cezo kembali menekan pelatuk untung saja isinya habis. Pria itu semakin ketakutan melihat tatapan Virus yang mematikan.
Virus mengangkat kerah dengan kedua tangannya lalu Cezo terangkat, kali ini ia akan langsung membunuhnya. Padahal tadinya Virus hanya ingin membuatnya terluka.
Crack
Tinju terakhir yang dimiliki Virus malah merenggut nyawanya.
Salah sendiri sudah dilepaskan malah nembak, jadi mati deh 😪