My Name Is Virus

My Name Is Virus
Another Help



Tinggal selangkah lagi, Andi sudah bisa keluar dari bangunan itu. Ia ragu jika menyerang sendirian, sedangkan para penjaga dan anak buah mafia itu berjumlah banyak.


"Aku tidak bisa membukanya," ucap Andi


"Kenapa?" Tanya penjaga itu dengan penuh kecurigaan


"Karena aku takut kau jatuh cinta dengan ketampanan ku," ucap Andi yang masih dengan candaan garingnya. Lantas pria yang berdiri di depannya itu mendekat seraya mencengkeram kerah Andi.


"Kau bukan bagian dari kami, siapa kau, hah!" ucap Bow yang bertubuh kekar itu.


"Mampus," Andi pun tak kehilangan akal. Dia menendang mahkota paling berharga milik pria itu.


Buuug


"Arrghhh," Bow berteriak keras kemudian melepaskan cengkeramannya dan segera mengelus benda yang kesakitan itu.


"Rasakan tendangan ku," ucap Andi dengan bahasa Indonesia yang kental.


Ia pun segera berlari karena teriakan Bow mengundang penjaga lainnya. Andi harus cepat sebelum tertangkap penjaga lain.


Tiba-tiba dinding dekat pintu utama itu seperti meledak. Rupanya bukan ledakan karena bom, melainkan sebuah mobil mewah yang tahan banting itu masuk menembus dinding di gedung tempat Gordon menangkap Andi.



"Wih keren, siapa tuh. Dia di pihak mana? Atau dia juga musuh Gordon?" batin Andi


Para penjaga pun mulai menembaki Andi dan mobil itu. Andi yang sempat terpana karena kebingungan pun melanjutkan aksi kaburnya. Tetapi seseorang dengan suara berat dan serak memanggilnya dari dalam mobil dan menyuruhnya untuk masuk.


"Hey, masuklah. Cepat!" Pekik seseorang bersuara bas dan serak dengan logat bahasa Indonesia yang kental.


"Dia bisa bahasa Indonesia atau dia kiriman dari Inspektur Hendra? Ah aku naik saja," batin Andi yang kemudian naik kedalam mobil tanpa berpikir lagi.


Setelah Andi masuk, mobil itu pun maju dan menabrak penjaga yang menembakinya. Percuma saja mereka menembak karena mobil itu anti peluru dan bom.


Andi masih tercengang pasalnya orang yang menyetir sangat lihai dalam mengemudi. Drifter itu melakukan aksi drift. Yaitu teknik menyetir di mana pengemudi berusaha membuat mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur selama mungkin. Hanya menggunakan gigi dua dan rem tangan atau hand brake. Andi yang duduk di depan, samping pengemudi itu menganga lebar dan merasa jika dirinya sedang terlibat aksi syuting film Fast & Furious: Tokyo Drift.


Pria itu menyuruh anak buahnya lewat komunikasi radio mobil, "Lakukan tugas kalian dengan rapi. Tangkap beberapa di antaranya untuk kalian bawa ke markas. Jangan sisakan satu orang pun untuk lari dari ketua Dark Angel!”


"Baik Bos," jawab seseorang dari balik sambungan radio


Andi menelan salivanya, takut jika dirinya berhadapan dengan orang yang jahat. Pria disampingnya pun menatap Andi dan tersenyum kecil.


"Jangan takut, aku ada di pihak mu," ujarnya setelah melihat raut wajah Andi yang sedang ketakutan.


“Siapa nama mu?” Pria itu membuka suara


“Andi dan terima kasih karena telah menyelamatkan ku.” Andi menjawab seraya berucap terima kasih


Tanpa membalasnya pria itu mengangguk dengan kedua tangannya memutar setir kemudi.


"Lalu siapa nama mu? Dan siapa kalian, kenapa kalian tahu keberadaan ku dan mau membantu ku?" Tanya Andi dengan segudang pertanyaan.


"Aku Whepi, kita dari organisasi Dark Angel. Kau telah menolong salah satu temanku. Arion, kau ingat? Dan inilah balasan untukmu," ucap Whepi


"Yang menolong kan Virus. Aku sendiri, mana mau percaya dengan orang baru," batin Andi


Mobil yang mereka tumpangi berhasil kabur, sedangkan Andi baru menyadari kemana mereka akan pergi.


"Ke rumah Virus," ucap seseorang bersuara bas dan serak. Andi menoleh ke arah suara yang ada di belakang kursinya. Ia mengamati dari ujung kepala hingga kaki.


"Seperti perempuan tomboy tapi suaranya seperti laki-laki. Atau dia memakai filter suara seperti yang pernah ku buat saat mengelabui Virus," batin Andi


"Kau tidak diijinkan menatap adikku seperti itu," ucap Whepi tiba-tiba.


Andi pun merasa tidak nyaman karena sejujurnya Andi bukan orang yang mudah percaya. Dia terlalu sering bersama Wasabi sehingga semua orang sulit ia percayai begitu saja.


"Maaf aku tidak bermaksud memandanginya dengan pandangan negatif. Tapi aku tidak ingin kerumah Virus, sedang tidak aman disana,"


"Lalu kau mau kemana katakan saja. Aku akan mengantar mu,"


"Aku hanya ingin ponsel ku dan tas ku kembali. Aku tidak tahu mereka menaruh barang-barang ku dimana. Ada laptop yang sudah ku modifikasi dan beberapa alat pelacak canggih buatan ku. Ya meskipun mereka tidak bisa mengaksesnya. Tetapi aku malas buat lagi. Dan itu sangat berharga buatku, jadi...bisakah kita kembali lagi ke sana dan mengambil barang milikku yang tertinggal?" Tanya Andi.


Seseorang dari belakang menghela napas dengan kasar. Kemudian ia mengambil barang-barang milik Andi dan memberikannya pada pria itu. Andi menerimanya dan langsung membuka tasnya dan melihat isi didalam.


"Itu milikmu kan? Mereka meninggalkannya di pesawat kemudian seorang petugas pramugari mengamankannya di Bandara Texas, dan kami sudah mengamankannya," ucap seseorang yang belum memperkenalkan namanya.


"Wuaahhh istri ku aman," ucap Andi seraya mencium laptop kesayangannya serta ponsel antik miliknya.


Kelakuan Andi membuat semua orang didalam mobil itu tertawa.


"Aku ingin membantu Virus tetapi dengan caraku sendiri. Aku akan membantunya dari jauh. Dan aku butuh tempat yang aman. Rumah ku, tapi aku tidak mungkin pulang dalam kondisi seperti ini karena perjalananya akan memakan waktu," Andi menjadi galau


"Kalau begitu untuk sementara ini ikutlah dengan kami," tawar Whepi


"Kalian bisa dipercaya kan?" Tanya


"Dan siapa namamu? Aku belum tahu namamu," timpalnya lagi seraya menoleh ke arah seseorang yang duduk dibelakang kursinya


"Apa itu penting?"


"Ahh ya sudah kalau tidak mau kasih tahu namamu, kalau aku panggil kamu dengan nama Kas-Kas...Kasino jangan marah ya," seru Andi kemudian memalingkan wajahnya, melihat ke arah depan.


Sontak saja semuanya tertawa kecil melihat tingkah Andi.


"Alan, panggil saja Alan," seru seseorang di belakang Andi


Andi berbalik lagi dan berbicara dengan Alan, "Nah gitu dong, Alan kan nama yang bagus. Kalau begitu untuk sementara aku ikut ke tempat kalian," sahut Andi yang dibalas jawaban singkat dari Whepi


"Ok,"


Mereka pun membawa Andi ke markas Dark Angel yang ada di Texas. Sesampainya disana, Andi melihat rumah yang jauh dari sawah dan pemukiman. Hanya lahan kosong, dan tandus. Juga tak ada orang yang berlalu lalang. Pasukan Dark Angel yang lain pun tidak terlihat karena mereka bersembunyi di suatu tempat.


"Kita sudah sampai. Ayo turun!" Seru Alan yang sebenarnya adalah Alana yang menyamar sebagai sosok pria.


"Oke, aku senang bertemu dengan kalian yang bisa bahasa Indonesia. Jujur saja lidahku sering keram memakai bahasa Inggris. Tapi bukan berarti aku percaya pada kalian. Aku bukan orang yang mudah percaya dengan orang yang baru ku kenal," ucap Andi yang sangat polos dan cerewet melebihi emak-emak kompleks.


*


*


*


NB: Nama perkumpulan rahasia Dark Angel serta nama tokoh Alan, Whepi dan Arion adalah nama tokoh di karya Oktavia -- Mr. Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy