
Azkha dan Milton berhasil meloloskan diri dari musuh. Tim lain yang berpencar, ada yang belum keluar dan masih terjebak di dalam. Dalam suasana hati yang tidak menentu Azkha harus memimpin tim lainnya.
"Dimana posisi kalian," tanya Azkha lewat microphonenya yang tersambung ke semua tim.
"Kami di dalam Mansion dan sudah memeriksa seluruh bagian. Hayes ataupun Sam tidak ada disini," ujar Roger
"Kalau begitu keluarlah ke arah Utara, di arah itu musuh lebih sedikit dan disana ada pintu yang menuju langsung ke gerbang," ujar Azkha seraya memantau lewat kamera pengintai yang telah diretas sebelumnya.
"Terimakasih, kami segera keluar,"
Tak berapa lama nampak tim lain yang keluar. Mereka masuk ke mobil lain dan salah satu tim mengabarkan pada ketuanya jika mereka semua berhasil meloloskan diri.
Azkha menyandarkan kepalanya menatap ke arah luar jendela. Sedikit menyesal karena Azkha dan Chuck belum sepenuhnya berbaikan dan wanita itu merasa gagal menjadi ketua tim.
"Aku akan mengundurkan diri," batinnya sembari bersedih. Mobil yang Azkha tumpangi sudah melaju menjauhi Mansion.
Setelah menyantap makan malam di restoran yang ada di dalam hotel, Hayes pergi ke atap untuk menemui seseorang. Seorang Pria dengan kain penutup diwajahnya dan tangan yang diikat ke depan, baru saja tiba di atap hotel dengan helikopter pribadi.
Dengan lengan yang diikat dengan tubuh kekarnya, pria itu menuruni tangga helikopter. Ia dituntun oleh salah satu bodyguard Hayes yang berjalan dibelakangnya. Saat menyentuh anak tangga yang terakhir, bodyguard itu mendorongnya. Pria itu hampir terjatuh tetapi ia langsung dapat menyeimbangkan tubuhnya untuk tetap berdiri.
Hayes datang sambil tertawa melihat seseorang yang baru saja datang dan sedang di dudukkan di kursi besi. Dua bodyguard Hayes mengikat kembali bersama dengan kursinya. Dengan tatapan sinis pria tua itu menghisap cerutu yang asapnya langsung hilang diterpa angin.
Baling-baling Helikopter berhenti bersamaan dengan suara berisik dari mesinnya. Hayes mendekati pria yang diikat itu dan menarik kain penutup yang sedari tadi menutupi wajahnya.
Sreeet
Begitu kain dibuka, pria itu menatap Hayes dengan tatapan mematikan. Mulutnya tertutup lakban hitam yang sangat erat. Jika ia mencoba berbicara lakban itu menarik kulitnya serta kumis dan janggut yang berjejer tebal disana.
"Gordon," panggil Hayes kemudian menancapkan ujung cerutunya yang berapi ke leher Gordon
"Hmmmmp," Gordon berteriak 'Aaa' tetapi tak ada suara yang keluar.
Hayes mematikan cerutunya di atas permukaan kulit leher Gordon. Hingga kulitnya terluka berbentuk lingkaran dan melepuh.
"Gordon, Anak dari istri mu yang dahulu telah berlaku seperti itu pada Darren sebelum dia meninggal. Virus membuat luka di paha Darren dengan putung rokoknya. Dia juga merontokkan gigi sekaligus membuat wajah Darren babak belur. Tapi tenang saja aku tidak akan merusak wajahmu karena Paquina sangat mencintaimu. Tapi aku akan membuat Virus menanggung balasannya," ucap Hayes
Tak berapa lama terjadi keributan di dalam hotel. Lebih tepatnya di dalam kamar Hayes. Rupanya Virus telah datang dan menyerang seluruh anak buah Hayes. Kemudian Hayes menelepon salah satu anak buahnya yang ada di lantai bawah.
"Hah, berani sekali dia," gumam Hayes.
"Berikan teleponku pada Virus," ucap Hayes lewat sambungan telepon anak buahnya yang sedang berada di dekat Virus.
Sementara didalam hotel, anak buah Hayes memberi aba-aba untuk menghentikan penyerangan. Dia memberikan ponselnya pada Virus dengan sedikit ketakutan
"Bos ku ingin berbicara padamu," ucap salah satu anak buahnya.
Virus mengambil ponsel itu tanpa ragu dan memulai berbicara. Tetapi belum sempat ia berbicara, Hayes sudah mendahuluinya.
"Gordon ada padaku, serahkan dirimu sekarang. Jika kau melakukan penyerangan lagi maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya," ucap Hayes kemudian mematikan ponselnya
Tut...Tut...Tut...
"Shiit,"
"Semuanya berhenti! Kau hubungi yang lain untuk menghentikan penyerangan," Pekik Virus pada salah satu anak buahnya.
"Tunjukkan dimana Bos mu," tanya Virus pada orang yang meminjamkan ponselnya tadi. Segera saja ia di antar ke atap Hotel.
Disisi lain Gordon berontak dan mengancam dengan suara yang tidak dapat diartikan. Sementara Hayes terus tertawa.
"Hahaha, Kau ingin berbicara? Katakan saja....Oh aku lupa, aku belum melepaskan ikatan di bibirmu," desis Hayes kemudian memberi perintah dengan gerakan isyarat kepalanya untuk membuka lakban di bibir Gordon.
"Arghhh! Awas saja jika kau menyentuh Virus. Aku akan pastikan seluruh orang akan menonton adegan messum Paquina yang berselingkuh dengan adik iparnya. Haha
...Semua rakyat Amerika akan menontonnya. Kau dan anakmu akan menanggung malu seumur hidup!"
Plaaak
Bruuug
Hayes menampar pipi Gordon hingga pria itu terjatuh bersama dengan kursinya.
"Kau bilang apa? Anakku berselingkuh?"
"Ya dia berselingkuh dengan Sam dan asal kau tahu. Darren bukanlah anakku. Dia anak hasil perselingkuhan, Paquina persis seperti ibunya yang berselingkuh," ucapan Gordon membangkitkan kenangan lama Hayes dengan mantan istri yang mengkhianati dirinya.
"Virus tidak berbuat jahat jika Darren tidak memulainya. Dia mencoba memperkosa kekasih Virus yang saat ini menjadi istrinya. Mereka baru menikah dan kau tahu? Sam sengaja mengarahkan senjata laser ke dada Virus agar Moza menyelamatkannya. Tapi senjata itu memang tidak ditujukan untuk Virus melainkan sengaja diarahkan untuk Istrinya. Sam sengaja memakai wajahku untuk aksinya. Dia ingin mengadu domba diriku dan anakku. Dan sekarang dia mengadu domba dirimu denganku," jelas Gordon panjang lebar
Hayes terkejut, dia salah menilai Virus. Dia juga salah menilai Gordon. Kepalanya berputar-putar dipenuhi oleh suara-suara Sam yang terus menghasutnya.
"Rekaman messum? Jangan bilang kau mengirimkan video pornonya dengan Sam di ranjang ke semua saluran televisi,"
"Sayangnya itu benar haha...Dan video itu akan muncul dalam sepuluh menit," tawa Gordon semakin mengeras dan menggelegar tetapi suaranya itu tertelan oleh angin kencang.
"Ayah!" Panggil Virus dari kejauhan seraya berlari kecil mendekatinya.
Para bodyguard itu ingin menghentikan Virus tetapi Hayes melarangnya. Virus segera membuka ikatan di tubuh Gordon dan membantunya berdiri.
"Gordon, tolong jangan berbuat seperti itu. Aku minta maaf, aku juga tidak akan menyerang Virus lagi. Tapi perbuatan mu itu akan membuat psikis Paquina tersakiti,'"
"Apa yang Ayah lakukan?" Tanya Virus
"Virus, tolong hentikan perbuatan Gordon. Dia ingin menyebarluaskan video perselingkuhan Paquina di ranjang dengan adik iparnya sendiri," ucap Hayes lalu ia berlutut di kaki Gordon dan Virus.
"Berdirilah," pinta Virus
"Ayah, aku tidak tahu jika kau sejahat itu. Dia istrimu, meski kau tidak mencintainya tapi kau jangan mempermalukannya. Itu juga bisa mencoreng nama baikmu," ucap Virus
"Aku tidak peduli, dia telah membunuh Ratih!"
"Apa!"
"Asal kau tahu Ratih tidak akan mati jika Paquina tidak memberikan obat pelicin di kamar mandinya. Dia terjatuh dan terkena batu pengganjal pintu. Darahnya mengucur mengucur deras! Jika saja Paquina langsung membawanya ke rumah sakit, mungkin Ratih akan selamat,"
"Itu kecelakaan, dan aku berusaha mengikhlaskan kepergiannya. Jika saat itu Paquina membawanya ke rumah sakit, pasti keadaannya akan sama. Karena jarak rumah sakit yang terlampau jauh," jelas Virus dengan pelan.
"Sudah jangan bicara lagi, tolong hentikan sekarang Gordon!!" Pekik Hayes yang sudah kalang kabut dibuatnya.
Semua mata menatap ke arah Gordon.
"Aku akan menghentikannya, jika kau melepaskan Virus. Dan selalu berpihak padaku," ucap Gordon.
"Iya oke...oke..! Sekarang telepon stasiun televisi itu dan minta mereka menghentikannya,"
Gordon merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah benda kecil yaitu flashdisk. Sebenarnya dia belum memberikan rekaman itu ke semua saluran televisi seperti yang ia bilang. Gordon hanya menggertak Hayes.
"Awalnya aku akan berniat mengirimkan ini ke seluruh saluran televisi di Amerika. Tapi bodyguardmu menyerangku didalam lift," jelas Gordon.
Virus dengan cepat merebut flashdisk itu kemudian menginjaknya hingga hancur.
"Aku tidak akan mengijinkan Ayahku mempermalukan aib keluarganya sendiri,"
Gordon tersenyum kecil kemudian ia melirik Hayes.
"Sam," ucapnya.
"Kita akan menangkapnya sesuai rencana ku," sahut Virus.