
Texas, di markas Black Knight
Virus masuk dan langsung disambut oleh orang kepercayaannya, Mobius serta dikawal oleh anak buahnya. Mereka masuk ke dalam ruang kerja Mobius, sementara anak buahnya menjaga di pintu luar.
"Anak buah kita baru saja memberikan sebuah informasi bahwa Gordon Cullen menaruh dendam pada keluarga Moza bukan pada saat Anda membunuh Darren, melainkan dendam lama yang muncul kembali. Moza pun dianggap sebagai pembawa bencana bagi keluarga Gordon. Tak hanya itu kakek Darren pun tak terima," ucap Mobius
"Jadi karena kematian Darren semua ingin menyerang keluarga Moza? Padahal aku yang membunuhnya," ucap Virus
"Ya Anda yang membunuhnya tetapi berdasarkan keterangan anak buah Darren, Mozalah penyebabnya," ucap Mobius
"Kau bilang tadi apa? Kakek Darren juga tidak terima? Itu artinya mereka juga mengincar Moza?" Tanya Virus
"Ya sebenarnya mereka mengincar Anda dan Moza. Kakek Darren adalah orang yang disegani oleh semua mafia. Entah apa yang membuatnya amat berharga di mata semua mafia. Kita akan kalah jumlah jika Hayes, alias kakek Darren itu sudah ikut campur. Jika Gordon tidak bisa membunuh Anda maka Hayes akan turun tangan," jelas Mobius seraya mengelus perutnya sepertinya dia sedang menahan sakit
"Kenapa perutmu?"
"Maaf Bos, saya permisi ingin ke belakang," pamit Mobius
"Ya, silahkan,"
"Saya akan meminta Choppin untuk menemani anda, dia pengawal sekaligus mata-mata yang memberikan informasi tersebut," ucap Mobius sebelum benar-benar pergi dari ruangannya
Mobius membuka pintu dan memanggil Choppin yang sedang berjaga di depan pintu
"Choopin, masuklah dan temani bos," ucap Mobius dengan suara pelan kemudian ia langsung pergi.
Meskipun pintu telah terbuka tetapi Choppin masih mengetuknya.
Tok Tok Tok
"Ya, masuklah," ucap Virus setelah mendengar ketukan pintu
"Permisi bos, saya Choopin. Ada yang perlu saya bantu?" Tanya Choopin sembari menutup pintunya.
Virus menatap wajah Choppin dengan tajam. Pria itu balas menatap tanpa rasa segan.
"Jadi kau yang memberikan informasi itu? Dari mana kau mendapatkanya?" Tanya Virus sembari duduk di kursi Mobius.
"Saya mendengarnya dari obrolan anak buah mereka bos. Kebetulan saat itu saya bertemu mereka sedang minum-minum di bar yang sama"
"Duduklah," titah Virus pada Choppin kemudian pria itu duduk dikursi depannya.
"Dari mana kau tahu jika mereka anak buah Gordon?"
"Awalnya saya tidak tahu bos, saya hanya mendengar nama Anda dan Moza disebut," ujarnya.
"Jadi tugasmu adalah mata-mata dan kemudian kau mencuri dengar obrolan yang kebetulan kau juga ada disana. Selama ini kau memata-matai dengan cara apa?" Tanya Virus
"Dengan kamera pengintai bos,"
Virus merasa tidak yakin, dengan Choppin. Black knight tidak diajarkan memata-matai dengan cara seperti itu. Tetapi Black Knight harus terjun langsung menyamar dan sedekat mungkin berada dengan lokasi target. Untuk mengintai lewat kamera itu sudah ada yang bertugas sendiri. Dan Virus pun tersenyum miring mengetahui jika didepannya bukanlah tim Black Knight.
"Ahh lama sekali Mobius," ucap Virus.
"Perutnya sedang sakit bos, mungkin akan lama di toilet," ucap Choppin yang langsung dibalas Virus dengan menaikkan satu alisnya.
"Dari mana kau tahu dia sakit perut?" Dia tidak mengatakan sakit perut karena sebelumnya baik-baik saja atau kau yang membuatnya sakit?" Terka Virus menaruh Curiga
"Dia sesekali memegangi perutnya kan bos, itu artinya dia sakit perut,"
"Ya benar juga," batin Virus mencari cara menyudutkan Choppin
"Untuk apa bos?"
"Kau tidak tahu jika aku juga penyuka laki-laki," Virus sengaja berbohong
Choppin tercengang dan terlihat ia menelan salivanya sementar Virus tertawa dalam hati. Pria itu berdiri dan mulai membuka pakaiannya dengan sedikit ragu. Namun yang terjadi Choppin mengambil pistol yang dikaitkan di ikat pinggangnya dan menembaki Virus.
Dengan cepat Virus membalikkan meja dan berlindung sementara disana kemudian ia berguling dengan melakukan salto ke sisi lain. Sementara anak buah Virus yang ada di balik pintu berusaha untuk masuk, tetapi terkunci. Rupanya diam-diam Choppin mengunci pintunya saat ia masuk tadi.
Choppin fokus di depan menembaki Virus dengan pistol di kedua tangannya. Seraya berteriak 'Hiiyyaaaa'. Virus yang berhasil meloloskan diri, mengendap ke arah belakang lalu menembak bagian belakang kepala Choppin.
DOR...DOR...DOR...
"Teriakanmu sangat berisik," ujar Virus
Suara peluru itu pun berhenti dan Choppin terjatuh bersimbah darah.
Virus geram lalu melangkah membuka pintu ingin keluar ruangan, bagaimana bisa markas Black Knight bisa kemasukan seseorang. Saat ia membuka pintu, terlihat semua anak buahnya menodongkan pistol ke arahnya karena ingin membantunya didalam.
"Kalian ingin menembak ku hah!" seru Virus kemudian anak buahnya menurunkan senjatanya dan mundur perlahan untuk memberikan jalan keluar.
"Periksa Mobius di toilet, aku takut dia kenapa-kenapa," perintahnya menyuruh salah satu anak buahnya.
Sementara Virus mengumpulkan semua anggota Black Knight dan menyuruh mereka membuka pakaiannya. Jika ditemukan tatto lambang cobra milik mafia , maka harus di tembak. Kecuali pasukan wanita yang hanya berjumlah 5 orang dan tentu saja Virus sangat mengenal mereka jadi tidak perlu membuka pakaiannya.
Tak berapa lama beberapa anak buah datang dengan menggendong Mobius yang sudah tak bernyawa. Virus mendekat untuk melihat kondisinya. Rupanya Mobius telah di racun.
"Brengsek! Kenapa markas ini sampai kebobolan. Kalian sangat lengah!" Pekik Virus bertambah geram.
Dor
Semua mata melihat ke asal suara tembakan di arah lain, karena mereka menemukan tatto geng cobra. Tak berapa lama tembakan lain terjadi disisi lain. Dalam sekejap markas Black Knight One hancur porak-poranda.
Virus tak ingin ambil pusing. Dia menembakkan peluru tiga kali ke atas sembari berkata 'Red' maka semua orang yang beranggota Black Knight harus tiarap (Sebuah kode untuk mengenali pasukan sendiri)
Virus dengan cepat menembak orang yang masih berdiri. Ada empat orang yang masih berdiri dan terlambat tiarap. Untung saja yang tertembak semuanya adalah benar. Mereka mata-mata yang berhasil masuk ke dalam markas.
"Urus mereka, dan pastikan tidak ada lagi penyusup," ucap Virus.
"Baik bos," ucap beberapa orang yang sudah tak berpakaian.
Virus harus mencari seseorang untuk menduduki posisi Mobius secepatnya.
"Kau, Azkha?" Tanya Virus menunjuk seorang pasukan wanita tomboy
"Ya Bos, panggil saja Az,"
"Dari mana asal mu?"
"Kazakhstan Bos,"
"Kau sudah lama disini dan sering mengawal Mobius jadi sekarang kau gantikan kedudukan Mobius. Aku harap kerjasamanya," ucap Virus memberikan sebuah lencana yang dipakai Mobius dan memberikannya pada Azkha.
"Siap Bos, saya akan berpegang teguh dengan jabatan dan kedudukan yang bos berikan,"
"Kalian semua patuhi Az meskipun dia wanita tapi dia lebih berpengalaman. Sekarang kita kuburkan Mobius dengan layak," ucap Virus
Proses pemakaman pun dilangsungkan dengan cepat. Virus menangis tetapi dia tidak menunjukkannya. Dalam hatinya sebenarnya dia rapuh. Mobius telah lama membantunya saat Virus menjadi pembunuh bayaran. Dia seperti seorang kakak baginya.