
Sesampainya di rumah Andi, dia melemparkan tasnya di sembarang tempat. Sejak bekerjasama dengan Wasabi dan Inspektur Hendra, Andi membeli rumah kecil. Rumah itu ia pergunakan sekaligus untuk tempat kerjanya.
Andi mendesain ulang rumahnya dan merenovasinya membuatnya jadi seperti rumah mamanya yaitu memiliki ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah dipergunakan untuk tempat laboratorium, tempat pembuatan alat canggih dengan teknologi modern. Semuanya tak lepas dari kecanggihan komputer.
Untuk masuk ke ruang bawah tanah itu memakai kode akses yang tidak bisa dimasuki semua orang bahkan dibuka paksa. Kecuali dibuka dengan bom berkekuatan tinggi. Karena fungsinya selain untuk tempat kerja juga bisa untuk berlindung.
Sebelum bekerja mencari Ayah Virus, Pria itu duduk dan bersandar pada kursi pijat. Andi mulai menyalakan tombol on dan tak berapa lama mesin kursi pijat itu menyala dan bergerak otomatis menekan syaraf-syaraf yang sedari tadi menegang.
Selangkah lagi Andi bisa membelikan Emi rumah mewah untuk mereka tinggali nantinya dan Andi berencana menikah di Paris sesuai angan-angan wanita itu. Tapi nasib berkata lain, Andi akhirnya menelepon orang tuanya dan menerima tawaran perjodohan.
Perjodohan yang sudah lama di tentang Andi demi seorang Emi. Terdengar suara sambungan telepon, Andi masih menanti sambungan sampai telepon itu diangkat.
"Hallo Assalamualaikum sayangku, tumben telepon Mama," sahut Mamanya yang bernama Dina
"Wa'alaikumsalam Ma...Ma, apakah perjodohan itu masih berlaku?" Tanya Andi dengan nada lemah.
"Bukannya kamu menolaknya, ya Mama juga sudah menolak tawaran perjodohan itu. Tapi kalau kamu benar-benar mau, nanti Mama hubungi lagi jeng Tito. Anaknya polwan, dan cantik kamu pasti suka," ujar Dina
"Polwan ya, pasti tinggi udah minder duluan Ma," ucap Andi
"Tapi kalau kamu lihat pasti bakalan suka, lebih cantik dari pada pacar kamu itu. Kalau mau nanti Mama atur pertemuan kalian, kenalan aja dulu," ucap Dina
"Hemm yaudah deh, harus malam ini ya Mah, karena aku mau balik ke Las Vegas lagi. Aku kerja sama orang bule sekarang," ucap Andi tersenyum bangga.
"Wah anak Mama keren pasti mertua kamu tambah suka, ya sudah Mama hubungi jeng Tito dulu," ucap Dina kemudian langsung menutup ponselnya tanpa ucap salam penutup dahulu saking senangnya wanita paruh baya itu segera menghubungi rekan bisnisnya Nyonya Tito.
Andi mematikan tombol off pada kursi pijat elektrik kemudian mulai bekerja di laboratoriumnya. Andi ingin menguji dimana keberadaan Ayah kandungnya dan juga Ayah angkatnya.
Andi menyimpan darah Virus dalam tabung kecil karena ia hanya membutuhkan 1 ml darah uji DNA untuk diidentifikasi. Jika di rumah sakit biasanya proses identifikasi DNA menggunakan bercak darah memakan waktu lama sekitar 24 jam. Tapi dengan alat yang dimiliki Andi,15 menit saja ia bisa mengetahui DNA yang sama dengan Virus. Tentu saja jika alat yang dimiliki Andi dijual pada pemerintah sudah pasti dia akan menjadi milyarder. Tetapi Andi tak ingin menjualnya karena itu hasil karyanya yang tidak bisa ditukar dengan uang.
Setelah mengetahui hasilnya, Andi langsung memberikan informasinya pada Virus lewat sebuah pesan karena ia juga menyertakan data pribadi tentang orang itu.
"Daniel Miller," ucap Virus saat menerima pesan dari Andi.
Pria itu juga mengirimkan sebuah foto dan beberapa data tidak banyak memang karena selebihnya data itu tertutup dan terkunci. Andi yang seorang hacker tidak bisa menerobos masuk jaringan mereka. Sepertinya Daniel Miller adalah orang penting yang mempunyai jabatan tinggi. Andi hanya mengirimkan sebuah foto saat pria itu muda. Terlihat mirip seperti Virus.
Virus tersenyum tipis, sebenci-benci dirinya pada pria itu tetap saja darahnya mengalir ditubuh Virus. Ada perasaan lega dan ingin bertemu tapi tidak serindu Virus pada Ayah angkatnya.
"Terimakasih Andi, lalu bagaimana dengan Ayah angkatku dimana dia," tulis Virus pada pesannya.
"Sebentar aku makan dulu ya, aku lapar dan baru saja aku memutuskan Emi itu semakin membuat ku lapar," balas Andi
"Jangan sedih Andi masih banyak wanita lain," tulis Virus pada pesannya
"Ya banyak wanita lain dan aku suka dengan Moza. Bagaimana jika aku mendekatinya," balas Andi yang sengaja membuat Virus panas. Tetapi Andi tidak bohong, dia tertarik dengan Moza karena wanita itu cantik baginya. Hanya saja hatinya masih tertancap pada Emi
"Kau cari mati?" ancam Virus pada pesannya
"Haha santai bro, aku bercanda,"
"Hemm, Andi tolong kau cari tahu lokasi yang lebih tepat. Tentang keberadaan Daniel,"
"Itu susah butuh waktu lama karena aku melihatnya dari kamera satelit. Dan saat aku mencari tahu lebih dalam akses itu terblokir dengan sendirinya," tulis Andi pada pesannya.
"Sepertinya orang itu adalah orang penting sampai akses tentangnya terkunci dengan rapat, ok Andi baiklah aku akan menunggu hasil kerjamu, makan yang banyak ya," balas Virus.
Andi pun pergi ke sebuah warung makan dekat dengan rumahnya. Hanya berjalan kaki ia sudah dekat dengan warung tersebut. Tetapi saat pria itu menyebrang jalan, seorang pengendara motor melaju kencang dan hampir menabraknya. Andi marah dan mengomel tidak jelas, tak berapa lama sebuah klakson berkali-kali berbunyi tetapi Andi masih fokus dengan omelannya dan terlambat menyadari bunyi klakson itu, alhasil ia pun tertabrak.
Jedaaar
Bokong Andi tercium bumper mobil dan Andi melayang beberapa meter kemudian jatuh tersungkur. Pria itu mengeluh kesakitan. Seorang wanita turun dari dalam mobil dan menghampiri Andi.
Andi melihat wanita itu, sangat cantik dengan rambut panjang sebahu lurus tergerai dan berkulit putih.
"Maaf sekali lagi maaf, aku mengejar penjambret yang tadi didepan. Kau naiklah ke mobil cepat sebelum mereka jauh," ujar wanita itu kemudian membantu Andi berdiri
Wanita itu berbadan langsing dan ideal, saat Andi beranjak berdiri hatinya langsung menciut. Wanita itu lebih tinggi lima jengkal tangan dari dirinya.
Andi diam melihat wanita yang menabraknya itu terus meracau soal penjambret yang mengambil tasnya. Tidak biasanya Andi diam, padahal Andi adalah tipe orang yang doyan berbicara.
'Dia sangat cantik dan seperti ku suka berbicara, tapi...kenapa aku tidak ada keinginan untuk mengobrol lebih banyak. Apakah karena aku baru saja putus cinta?' batinnya
Tak berapa lama Andi mendapatkan pesan dari Mamanya jika perjodohannya baru saja dilanjutkan. Andi menghela napas berusaha menerima, semoga pilihan Mamanya yang terbaik.