
Hayes mengerahkan anak buahnya yang ada di Texas untuk menangkap Virus, sementara dia dan pasukan lainnya datang menyusul dari Los Angeles dengan jet pribadinya.
Banyak mafia di kota lain yang ikut memburu Virus setelah mendengar perintah Hayes. Hingga Gordon tertawa kecil setelah mendapatkan kabar dari anak buahnya jika Hayes menargetkan Virus hingga masuk ke dalam daftar orang penting yang harus dihancurkan
"Ckck hanya menangkap satu orang saja, Hayes harus mengerahkan banyak orang. Apakah anak ku sehebat itu haha. Tak akan ku biarkan kau menghancurkan kehidupan keluarga ku," gumamnya mengeratkan kepalan tangannya setelah sedari tadi tertawa kecil
Gordon duduk di balkon apartemen dengan sesekali menyesap kopi buatannya sendiri. Pria itu menunggu kedatangan Virus di apartemennya. Sementara Paquina setelah membuang makanan yang tak habis dimakan, ia merapikan make up-nya bersiap untuk bertemu Sam.
"Gawat, ada banyak orang yang mengincar Virus. Aku harus memberitahukannya," ujar Andi di negara lain.Segera saja pria itu menghubungi Virus.
"Virus, kau menjadi incaran no.satu sekarang. Kau seperti seorang buronan! Ada sekelompok mafia dan juga bantuan polisi sedang mengejar mu. Kau dimana?" Tanya Andi lewat pesan di ponselnya
Virus yang baru saja mengurus kepulangan Moza di ruang administrasi membaca pesan Andi. Baru beberapa detik dia membuka pesan dari Andi, foto dirinya muncul di pemberitaan televisi. Untung saja petugas administrasi tidak melihatnya. Mereka sibuk dengan pekerjaannya. Pria itu ingin segera pergi dan memindahkan semua peralatan medis kerumahnya.
"Sial petugas ini begitu lambat," gumam Virus kemudian memanggil petugas lainnya dengan sedikit menutupi wajahnya dengan tangan saat berbicara.
"Hey cepatlah. Aku tidak butuh salinan data pengobatan itu. Berapa totalnya. Aku langsung lunasi sekarang beserta semua alat medis yang pasien itu butuhkan. Kau bisa mengirimkan salinan itu lain kali kan?" ujar Virus terburu-buru.
"Oh okay. Kalau begitu saya akan langsung menjumlahkan total biayanya," jawab petugas administrasi kemudian segera menghitung dan menunjukkan jumlah yang tidak sedikit dengan selembar kertas struk. Virus memberikan uang yang lebih.
"Maaf Tuan, uang yang Anda berikan jumlahnya kelebihan," ucap petugas administrasi dengan waktu yang bersamaan temannya berbisik dibelakangnya, jika Virus orang yang dicari di televisi.
"Kelebihannya untukmu, tapi biarkan aku dan istriku pergi dari rumah sakit ini dengan aman," ucap Virus mendekatkan wajahnya ke kaca administrasi.
Sementara petugas administrasi itu sedikit ketakutan, sementara temannya sudah bersiap menekan tombol pertolongan.
"Tolong, bantu aku dan istriku yang sedang koma. Aku membunuh hanya untuk melindungi diriku dan istriku saat itu. Lihat gara-gara orang itu, istriku koma," ucap Virus sedikit berbohong dengan menambahkan bumbu drama kesedihan didalamnya.
Mendengar hal itu kedua petugas administrasi pun merasa sedikit kasihan. Keduanya saling pandang dan berbisik kemudian salah satunya menganggukkan kepala.
"Kami akan membantu Anda. Kita akan memindahkan Istri Anda terlebih dahulu. Pakai ini," ucap petugas administrasi seraya memberikan masker wajah kepada Virus.
Kemudian memanggil beberapa perawat untuk memindahkan Moza ke brangkar lain. Virus juga ikut membantu, ia menggendong tubuh Moza dan memindahkannya ke brangkar lain. Sementara petugas lainnya menyiapkan peralatan medis yang harus dibawa. Setelah itu mereka lewat jalur darurat.
"Hey kenapa lewat sini?" ucap salah satu perawat kepada petugas administrasi.
"Iya dan lagi kau bukan perawat. Siapa yang menjaga ruang administrasi?" sahut perawatan satunya.
"Berisik, aku juga berhak membantu. Dia keluarga ku dan kita harus cepat agar mereka tidak ketinggalan pesawat jadi lewat jalur ini saja. Ada Bastian diruang administrasi itu," ucap James berbohong.
Tanpa berdebat lagi mereka pun masuk ke jalur darurat yang mana hanya pasien yang sangat kritis yang boleh melewatinya. Setelah sampai di lantai dasar, Moza dimasukkan ke dalam ambulans. Virus ikut masuk kedalam diantar oleh petugas administrasi itu sendiri padahal ada sopir khusus yang mengantar.
"Huh akhirnya," ucap James
"Terimakasih, kalau boleh tau kenapa kau membantu ku?" Tanya Virus.
"Aku pernah berada diposisi mu saat aku kecil, sudahlah aku tidak ingin membahasnya. Lalu kemana kita sekarang?" ucap James
"Bagaimana jika aku yang menyetir karena aku khawatir ada yang mengejar kita," tawar Virus
"Hmm baiklah," James menepikan mobil ambulans dan Virus pindah ke depan dari belakang.
Paquina sedang memotong-motong kentang dan sayuran di dapur, wanita itu ingin membuat salad. Dia masih mual jika membayangkan potongan wajah Luke sehingga dia tidak ingin makan berbau daging untuk sementara waktu.
Tak berapa lama ada kedua tangan menyentuh pinggangnya dan kemudian memeluk sembari mencium tengkuk lehernya. Paquina hapal dengan bau parfum seseorang yang memeluknya.
"Sam," tebak Paquina tanpa melihat pria dibelakangnya.
Wanita itu melepaskan tangan yang memeluknya dari belakang kemudian berbalik.
"Aku merindukan mu," ucap Sam menyentuh pipi Paquina dan mendekatkan wajahnya ke wajah Paquina. Sam ingin menciumnya namun Paquina mendorongnya pelan.
"Kita sedang ada di apartemen Gordon," ucap Paquina
"Memangnya kenapa, dia tidak akan tahu," jawab Sam yang masih mengira jika kakaknya masih stroke.
Sam belum tahu jika keadaan Gordon sudah membaik, ia juga tak berpikir macam-macam ketika Paquina menyuruhnya datang ke apartemen Gordon.
Paquina ingat dengan keinginan Gordon yang menyuruhnya untuk berhubungan dengan Sam di kamarnya. Ia pun mengajak Sam menuju kamar.
"Gordon pasti memasang kamera di kamarnya. Apa yang dia inginkan? Apakah dia ingin membuat film porn dan menjualnya?" tebak Paquina yang kemudian ia kembali berpikir
"Astaga, Dia ingin mengirimkan bukti perselingkuhan ku dengan Ayah?" gumamnya
"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Sam yang tidak jelas dengan perkataan Paquina karena wanita itu bergumam.
"Haha tidak apa-apa sayang," ucap Paquina
"Dimana Gordon? Aku ingin menemuinya dulu ya basa-basi," tanya Sam.
"Dia ada di balkon," ucap Paquina sedikit mengeraskan suaranya agar Gordon kembali bertingkah seperti orang stroke.
Sebenarnya Gordon sudah duduk di kursi roda sebelum Sam datang tadi, dan saat dia mendengar suara Paquina yang mengatakan jika dia di balkon, pria itu pun memasang raut wajah strokenya.
Sam melangkah keluar menuju balkon mendekati Kakaknya yang duduk di kursi roda. Tak lupa pria itu memasang wajah sedihnya.
"Gordon, bagaimana keadaan mu?" tanya Sam yang duduk berlutut didepan Gordon lalu menyentuh tangannya.
"Cih, persetan denganmu! jangan pura-pura peduli padaku," batin Gordon yang tidak menjawab pertanyaan Sam. Sementara didalam hatinya Sam tersenyum senang.
"Hemm tak apa jika kau tidak menjawab, aku tahu itu sulit. Semoga kau lekas sembuh. Anginya kencang apa Kau ingin ke dalam?"
Gordon tidak menjawabnya juga tidak menggerakkan kepalanya. Paquina datang menghampiri mereka berdua.
"Gordon ingin menghirup udara segar dulu disini. Ayo masuklah. Aku membuat salad, kau ingin mencicipinya?" jawab Paquina yang diakhiri sebuah pertanyaan.
"Iya, aku mau. Oke aku masuk dulu ya kak," jawab Sam yang langsung pamit kedalam.
Sam berjalan ke dalam meninggalkan Gordon sembari menyentuh pinggang kemudian beralih ke pantat dan meremasnya. Biasanya Paquina sedikit menyukainya namun entah kenapa dia sama sekali tidak senang kali ini. Pikiran tentang kepala yang dipenggal itu terus membayanginya.
Sam menggiring Paquina untuk masuk ke dalam kamar dengan diam-diam tanpa suara. Ia pun membuka pintu dengan sangat pelan. Paquina menurut saja bukan karena permintaan Sam tapi karena permintaan Gordon yang sebelumnya untuk menyuruhnya tidur dengan Sam.