
Ketika semua orang terlelap tidur, Virus masih terjaga. Mengatur semua perubahan identitas yang baru, memantau beberapa bisnisnya, dan kini ia sedang menyusun rencana dan mulai mengerahkan pasukan black knight untuk menyerang Gordon Cullen.
Ketika Virus masih menjadi pembunuh bayaran, Virus membutuhkan sebuah tim untuk menjalankan misinya. Ia pun meminta pada Marcos si pria misterius untuk membentuk sebuah organisasi.
Marcos sangat percaya pada Virus, hingga ia pun hanya memberikannya uang yang sangat besar dan menyuruh Virus untuk mengatur semuanya. Bukan Virus namanya jika tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Virus licik pun mendirikan dua Black Knight sekaligus. Black Knight satu, beroperasi untuk membantunya menjalankan misi pembunuhan, seperti memata-matai target, menyiapkan segala hal dalam penyamaran serta memantau dan mengamankan wilayah saat misi pembunuhan.
Sementara Black Knight dua, ia berikan ilmu secara akademis dan pelatihan militer seperti bela diri kungfu, tinju dan berlatih menembak, memanah dan memakai senjata lainnya. Virus ingin membentuk pasukannya seperti seorang militer yang suatu saat akan dia kerahkan untuk melawan musuhnya sendiri.
Tak hanya orang dewasa yang Virus rekrut, ia juga mengajak beberapa anak jalanan yang putus sekolah. Yang masih kecil dan remaja hanya ia berikan tempat tinggal dan makanan yang layak, serta ilmu pendidikan akademis. Meskipun tidak mendapatkan ijasah setidaknya mereka tidak menjadi orang bodoh dan dapat diperdaya oleh orang lain. Dan jika mereka sudah dewasa mereka baru bisa memegang pistol.
Karena kebaikan Virus, mereka pun dengan sukarela bekerja keras membuat pistol yang di produksi oleh tangan mereka sendiri. Pistol itu diberi nama 'Virus'. Modal pembuatan pistol itu sebenarnya berasal dari Marcos tetapi sampai pria itu mati pun ia tidak pernah tahu jika uangnya dipakai untuk beberapa kebaikan orang banyak.
Sudah empat tahun perkumpulan rahasia itu berjalan dan semakin lama usaha itu berkembang pesat. Banyak yang membeli produknya. Meskipun tidak sebagus pistol bermerek di luaran tetapi buatan mereka layak di pakai.
'Aku dan keluarga Moza tidak mungkin bersembunyi terus. Kita tidak salah dan bisa menuntut mafia itu ke meja pengadilan. Namun aku tak bisa menangkap pria itu, ia mafia yang paling berkuasa di Amerika ini. Sudah saatnya aku menggabungkan kedua Black Knight dan mengerahkan mereka," batin Virus yang tengah berpikir di depan laptopnya.
Mereka menggunakan komunikasi dari program buatannya yang tidak bisa terakses oleh orang luar.
'Gabungkan BK-One dan BK-Two, target Gordon Cullen -- Mafia King Cobra,' tulis Virus pada pesannya untuk Mobius, orang kepercayaannya yang ada di Black Knight.
'Siap kerahkan semua, target akan dipantau dari sekarang,' balas Mobius
Virus tersenyum dan mengelus pangkal hidungnya yang terasa sedikit pening. Ia pun melangkah menuju dapur bersih untuk mengambil air mineral. Dituangkan air itu hingga penuh lalu meneguknya habis.
Seseorang mendekatinya, Virus tau betul siapa yang datang dari aroma wangi tubuhnya. Ia memeluk Virus dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung pria itu.
"Sudah hampir pagi, dan aku melihat laptop mu terbuka. Apa kau tidak tidur, hemm?" Tanya Moza
Virus berbalik, dan menangkup wajah Moza dengan kedua tangannya.
"Aku harus mengatur beberapa hal sayang, untuk kita semua," jawab Virus lalu meraih tangan Moza dan mengecup kedua punggung tangannya dengan mata yang masih menatapnya tajam.
"Kau bisa mengaturnya besok kan?"
"Ya tapi dalam kamus mafia tidak ada pengunduran waktu. Kau sendiri kenapa tidak tidur?" Tanya Virus membelai rambut wanitanya.
"Hemm aku tidak bisa tidur. Diego sialan, mereka melakukannya sepanjang malam. Ya walaupun Diego sudah menutupinya dengan kain tapi tetap saja terdengar suara decakan dan desahhaan," keluh Moza
"Haha maklumi saja sayang, mereka pengantin baru," sahut Virus dengan tawa kecil Moza ikut tertawa.
"Ya aku memakluminya," ucap Moza. Kemudian keduanya berhenti tertawa dan saling berpandangan, sejenak merasakan debaran yang ada pada diri masing-masing.
Suasana di ruangan itu gelap, hanya sedikit cahaya rembulan yang masuk kedalam kaca jendela. Meskipun bergitu mereka masih bisa melihat dan malah semakin menambah suasana romantis.
'Moza semakin manis, astaga kenapa jantungku makin berdebar saat dia melihatku," batin Virus
"Moza, aku mencintaimu. Aku... takut sangat takut jika kau pergi meninggalkan ku, Aku membutuhkan mu," ucap Virus tiba-tiba.
"Aku sudah mendaftarkan pernikahan kita, sayangnya kita tidak bisa menikah besok. Kau tidak keberatan kan jika kita menikah lusa?" Tanya Virus
"Wow, aku tidak menyangka kau sudah mendaftarkan pernikahan kita. Aku tidak masalah, yang terpenting orang yang akan ku nikahi itu kau, My Virus, Kau Virus cintaku," ucap Moza seraya mengalungkan tangannya dan sedikit berjinjit untuk menyatukan kening dan pucuk hidung mereka.
Virus mulai meraih pinggang Moza agar semakin dekat. Pria itu lalu mendaratkan bibirnya ke bibir Moza dengan sangat lembut. Menghirup aroma napas yang wangi. Keduanya membuka mulut. Menautkan bibir dan mulai memainkan lidah mereka.
Virus tahu Moza sedikit kesusahan menjangkaunya karena wanita itu memiliki tubuh yang sedikit pendek. Virus menggendongnya dan mendudukan Moza di meja dapur.
Virus melepaskan tautan bibirnya, pria itu tiba-tiba mengingat sesuatu, tatapan yang tak pernah ia lupakan. Sedikit menghantuinya baru-baru ini.
"Sayang, apakah kau pernah ke Texas sebelumnya?" Tanya Virus tiba-tiba
"Ya pernah, saat itu sekolahku sedang libur. Diego dan Ibu tidak ikut, Ayah hanya mengajakku kemari karena kebetulan dia sedang ada pekerjaan disini. Memangnya kenapa?" Tanya Moza
"Kau berumur 12 tahun itu berarti aku berumur 15. Jangan-jangan--," ucapan Virus sedikit terhenti
"Jangan-jangan apa?" Moza makin penasaran di buatnya.
"A-aku tidak tahu ini benar kau atau bukan, hanya saja hatiku dan ingatanku mengatakan iya,"
"Sayang katakan saja, aku tidak mengerti yang kau maksud,"
"Apa kau gadis kecil yang memberi permen dan jaket pada anak laki-laki dengan wajah babak belur dan menangis dipojok lorong sepi dan gelap,"
Ucapan Virus membuat bulu kuduk Moza meremang, bagaimana pria itu tahu apa yang Moza lakukan saat kecil. Ataukan Virus adalah anak laki-laki itu
"Hah, kau dari mana kau tahu?" Tanya Moza
Tanpa menjawab pertanyaan Moza, pria itu tersenyum lebar dan dengan rakusnya mencumbu bibir Moza tanpa jeda. Tetapi Moza makin penasaran dia mendorong pelan tubuh Virus dan bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Sayang kau belum menjawab pertanyaan ku,"
"Aku semakin mencintai mu, kau gadis kecil itu. Dan aku anak laki-laki yang menangis di lorong gelap. Kau cinta pertama ku yang hilang," ucap Virus tertawa bahagia hingga ia mengeluarkan air mata kecil.
"Astaga dunia sempit sekali, aku bahkan tidak terpikir itu kau. Lalu dari mana kau yakin jika gadis kecil itu aku?"
"Aku masih ingat tatapan mu, dan aku baru mengingatnya ketika aku melihatmu dalam gelap seperti ini," jawab Virus
"Aku terus mencari mu dan menunggumu di tempat yang sama. Untuk mengembalikan jaketmu, tapi kau tidak kunjung tiba," timpalnya lagi
"Aku hanya sehari di Texas, dan sore itu aku pulang ke Nevada. Bagaimana ceritanya sampai seorang Virus menangis seperti itu,"
"Hah menyedihkan, aku tidak ingin menceritakannya itu memalukan," ujar Virus
"Ayolah sayang, aku ingin kau cerita sampai aku lelah dan tertidur,"
"Jadi ratu ku ini ingin di ceritakan dongeng sebelum tidur? Haha baiklah aku akan menceritakan segala kisahku. Aku sangat bahagia. Akhirnya ku menemukan mu," ujar Virus